Pengalaman Membayar Samsat Sendiri

Tanpa terasa sudah setahun masa berlaku notice pajak STNK motor Vario ku dan akan jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2009. Mumpung masuk sore aku niatkan untuk mengurus samsat sendiri itung2 cari pengalaman bayar samsat di Tabanan. Ya cari pengalaman karena selama ini aku membayar samsat sepeda motor di Denpasar karena alamat tinggal ku yang di STNK motor itu memang  di Denpasar. Jam menunjukan pukul 08:05 wita aku berangkat menuju kantor samsat Tabanan yang selama ini kutahu lokasinya berdampingan dengan musium Subak di daerah Sanggulan. Dengan percaya diri aku masuk dan ternyata setelah muter2 (kaya’ gangsing) tidak aku temukan plang nama kantor Samsat Bersama kabupaten Tabanan. Ugh……. dimana gerangan sekarang ya, terpaksa aku muter arah ke kantor Polres Tabanan. Sampe disana aku bertanya lagi kepada bapak petugas tentang lokasi kantor samsat Tabanan, eh…. ternyata kelewatan alamatnya adalah di Jl Brigjen Katamso No.6 Tabanan (sebelah barat lapangan Debes).

Sesampai disana aku keliling baca2 pamflet yang terdapat di dinding kantor tersebut. Baru nyadar aku klo aku yang akan mengurus samsat motor ternyata Cuma berbekal selembar STNK dan notice pajak doang tanpa membawa berkas BPKB (foto copy). Wah gawat nih sudah terlanjur muter2 cari kantornya eh sekarang berkasnya kurang. Ah gak papa pikirku karena pengalaman ku bayar samsat di Denpasar hal itu bisa di ACC dengan membayar lebih kepada petugasnya (sory aku jadi buka kartu kalau pernah menyuap petugas untuk kepentingan pribadi, tapi pisss aku juga pecinta budaya Anti Korupsi koq. He….he….he…..). Langsung dengan PD nya aku menuju loket I tempat pemeriksaan berkas/file2. Ternyata aku tidak bisa mempergunakan jurus ACC disini oleh petugasnya disuruh melengkapi berkas2 kalau mau cepet pelayanannya.

Terus terang waktu itu aku sempat dongkol, masa cuma minta ACC tidak bisa malah disuruh cari kenalan disekitar kantor samsat kalau mau menempuh jalur tersebut. Terlanjur mau mengurus sendiri saran tersebut tidak aku gubris mendingan pulang dan mencari foto copy BPKB itu pikirku. Sampai dirumah aku cari berkasnya ternyata masih ada satu foto copy BPKB yang masih bisa aku gunakan.

Dengan bersemangat lagi aku meluncur ke jalan Brigjen Katamso No 6 Tabanan. Jam di HP menunjukan pukul 09:10 wita, langsung menuju loket I. Petugas yang tadi sudah tidak ditempat (yang tadi berpakaian dinas polisi dan yang sekarang berpakaian preman). Setelah pemeriksaan berkas aku diberi map warna krem dengan logo kantor samsat Tabanan. Karena berkas2 ku kali ni lengkap langsung aja aku disuruh ke loket I di lantai II dengan membayar Rp.10.000,- untuk administrasinya. Bah kena dech aku, padahal yang katanya administrasi itu cuma sekedar ureg2 (corat-coter) di buku folio. Nulisnya cuma nama di STNK dan nomer polisi serta diberi map (yang tidak lebih dari 5 menit) di suruh membayar 10ribu.

Suasana Samsat Tabanan

Langsung menuju loket I untuk penyerahan berkas dan diberi secarik kertas karton dengan tulisan 56 (sayang gak sempat aku foto untuk dokumentasi). Aku menunggu sambil liat2 sekeliling untuk cari posisi yang pas agar dapat gambar yang bagus untuk bahan postingan. Baru beberapa menit aku cari posisi foto, nomer 56 dipanggil untuk ke loket II guna membayar pajaknya. Loh koq cepet pikirku gak lebih dari 5 menit. Padahal pengalaman ku membayar pajak di Denpasar (Renon) harus sabar menunggu minimal 30menit baru sampe di kasir. Setelah mambayar di kasir aku menungu penyerahan STNK dan notice pajak nya.sekali lagi tidak sampai 5 menit  nomer 56 dipanggil dan langsung menerina STNK nya. Selesai dan tidak sampai 15 menit aku mengurus sendiri pembayaran samsat tersebut. Suatu persepsi yang salah dengan ekpektasi. Presepsi ku paling tidak sekitar 1 jam an untuk mengurusnya eh gak tahunya ekpektasi nya cuma asekitar 15 menit.

Suasana Samsat Tabanan02

Suatu pengalaman yang memuaskan dalam melakukan pembayaran samsat sendiri tanpa calo. Secara garis besar pelayanan kantor samsat Tabanan sangat cepat cuma sekedar saran, kertas nomer antrian sebaiknya di buat yang agak profesional dan setelah di kasir tidak ditaruh berserakan di depan loket kasir karena akan menimbulkan kesan semrawut. Sebaiknya kasi tempat untuk menaruh nomer antrian juga biar lebih memudahkan dalam pengumpulan / mengurutkan nomer guna dipakai keesokan harinya.

Sekian dulu postingan ku kali ini tentang pengalaman membayar samsat tanpa calo. Semoga bisa bermanfaat bagi semua.

About these ads

7 Balasan ke Pengalaman Membayar Samsat Sendiri

  1. dexyux mengatakan:

    pengalaman anda memberi saya masukan karena mau membayar samsat juga

  2. Sugeng mengatakan:

    Sebagai seorang warga negara yang baik seharusnya kita juga mendukung pembangunan dengan rajin membayar pajak. APA KATA DUNIA :lol: !!!.

  3. poleng mengatakan:

    syarat perpanjangan stnk apa aja sih ?

    • Sugeng mengatakan:

      Klo untuk perpanjangan STNK cuma
      1. foto copy STNK
      2. foto copy BPKB
      3. foto copy KTP atas nama STNK (utk ganti plat nomer perlu gesekan nomer mesin & rangka)
      klo semua lengkap gak sampe 15 menit sudah kelar. Makasih Mas poleng telah mampir.

  4. GoMe Computer mengatakan:

    Saya mau coba bayar sendiri untuk perpanjang STNK, thanks masukannya

  5. syura mengatakan:

    kalo perpanjang stnk sama bayar pajak itu beda ngga sih aq g paham

  6. Ari Sudewa mengatakan:

    Makasih ya atas referensinya…
    Jadi tau gimana prosedurnya untuk bayar samsat :D

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 112 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: