Sebanyak 112.670 ekor tikus dibakar dengan ritual aben sesuai Agama Hindu di Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis.
Prosesi upacara layaknya pengabenan manusia yang meninggal ini digelar Pemkab Tabanan bersama seluruh anggota organaisasi subak “Sabantara” di Desa Bedha, Kecamatan Tabanan.
Bupati Tabanan, N Adi Wiryatama yang turut menyaksikan tahapan-tahapan upacara tersebut mengatakan, tujuan “pengabenan” tikus ini adalah untuk menekan jumlah hama pengerat ini sesuai yang tertuang dalam beberapa lontar Hindu.
Menurut Adi Wiryatama, hal serupa pernah dilakukan pada tahun 2000 lalu, dan telah memiliki dasar sesuai sastra Hindu. “Upacara seperti ini bisa dilakukan secara periodik, masalah waktu terserah pengurua subak yang mengaturnya,” ujarnya.
Ditambahkan, “ngaben” tikus terbesar di Tabanan ini akan berlangsung selama tiga hari mulai Kamis, 17 Juli hingga Sabtu, 19 Juli 2009. Kegiatan itu diawali dengan upacara “pangringkesan” atau pebersihan bagi yang akan dikremasi, dilanjutkan dengan “ngeseng” atau kremasi pada hari kedua dan pada hari ketiga “ngrarung” atau membuang abu ke laut.
Acara puncak berupa “pengabenan” digelar Jumat (17/7), dan prosesi upacara dipuput oleh dua sulinggih (tokoh) sampai tahapan terakhir.
Lebih jauh, bupati berharap agar masyarakat terus melakukan upaya pengendalian hama tikus, baik secara “skala” atau nyata dengan melakukan perburuan maupun “niskala” atau sesuai kepercayaan dengan menjalankan ritual.
Pada kesempatan itu bupati menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 10 juta, yang diterima koordinator upacara. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk keperluan upacara.
Di lain puhak Ketua Sabantara Pekaseh Tabanan, I Wayan Pasek Arimbawa, mengungkapkan upacara “mreteka merana” atau “ngaben” hama ini, bertujuan bertujuan untuk mengembalikan roh-roh seluruh hama yang merusak tanaman petani ke asalnya seuai ajaran “Panca Maha Bhuta” selain menyeimbangkan “Tri Hita Karana” seuai ajaran Hindu.
“Upacara ini menelan dana Rp250juta yang bersumber dari urunan 365 subak di Tabanan, pemerintah Tabanan serta donatur lain,” katanya.
Sudahkah anda melihat ngaben tikus ?????







wah, belum pernah liat langsung, tp informasinya perneh baca sih..
Sekali2 bli Wira maen ke Tabanan klo pas ngaben si Jero Ketut. Pasti rame deh tapi acara nya yang terakhir 2003 terus bru ada sekarang.
Sugeng, waktu ngaben tikus ti Tabanan Bali, ada disana ngak?
aku domisili di tabanan sudah hampir 6 tahun, pas ngaben nya sih aku gak brada disana tapi aku merasakan bagaimana ganasnya tikus2 itu
.
[...] untuk memeriahkan nya. Dari yang bersifat olahraga, seni, kebersihan, pasar murah, bedah rumah, pengeropyokan tikus, pengobatan masal secara sekala dan niskala dan pecahkan rekor sunatan masal 40 jam. Mestinya [...]
[...] berakhir tidak lama lagi. Namun jangan hadapkan aku sama tikus, aku akan berpikir dua kali untuk melenyapkannya. Meski aku sudah beberap kali mematikan tikus tapi itu langkah terakhir ayng aku tempuh setelah [...]
[...] ini bukan pembunuhan yang di kategorikan sebagai tindakan kriminal koq. Hanya pembunuhan terhadap seekor tikus yang mau merusak ketenangan rumah kami. Seperti biasa, setelah sawah di sekitar rumah dipanen oleh [...]