Menjawab tulisan yang ada di blog budiastawa, bahwa hari ini tanggal 29 April 2012 ada ajakan untuk melakukan jalan kaki sejauh minimal 5Km. Bisa dilakukan kapan saja sepanjang hari, bisa pagi, siang, sore ataupun malam hari yang penting bisa tercapai jarak itu. Bisa dicicil atau langsung 5 Km sekaligus. Ajakan itu tertulis dari wordpress.com/news sahabat bisa langsung ke TKP nya.
Dan pagi tadi, saya bersama anak-anak telah melakukan kegiatan ini. Mulanya semua anak-anakku diri ini ajak. Namun sayang setelah membuang sampah, mbaknya (anak sulung) tidak bia ikut karena ada panggilan alam yang mengharuskan dirinya untuk mengunjungi toliet terdekat. Jadinya baru 1/5 jalan aku melakukan cuma bertiga, diri ini, anak keduaku serta adik labib yang belum genap 3 bulan umurnya.
Rute yang kami lalui mulai dari komplek perumahan langsung jalan ke timur kemudian belok kanan menuju SMP PGRI Kediri. Terus ke luar melalui jalan kurusetra menuju jalan wagimin. Jalan terus sampai di lapangan Kediri, kami berhenti sejenak untuk melihat beberapa anak-anak bermain bola. Perjalanan jalan kaki ini kami lanjutkan terus sampai ke jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Disana kami sempat berhenti sebentar untuk melihat bunga yang sedang mekar di depan SDN 01 Kediri.
Sampai di perempatan Kediri, depan pasar Kediri Tabanan kami berhenti untuk melihat aktifitas orang yang berlalu-lalang di pasar. Dan diri inipun melihat fenomena yang tidak berubah dari dulu, jaman kartini masih dipingit sampai jaman kartini bisa bebas jalan ke mall. Yaitu banyak kaum wanita yang berbelanja di pasar dibandingkan kaum laki-laki
Jalan kaki ini kami lanjutkan kembali dengan menyusuri jalan MH Thamrin. Sepanjang jalan ini masih terlihat jalan lenggang belum ada aktifitas. Padahal biasanya jalan ini selalu ramai karena merupakan akses menuju daerah wisata Tanah Lot. Sesampai di perempatan kantor camat Kediri kami belok kiri kembali menuju jalan wagimin depan kantor DLLAJ Tabanan. Dari jalan ini kami kembali ke rumah dengan melewati jalan utama masuk ke komplek perumahan.
Total jarak yang kami lakukan pagi ini kurang lebih ada 5-6 Km dan kami tempuh sekitar 50-60 menit. Maka dengan ini ajakan untuk melakukan jalan sehat sejauh 5Km ini sudah diri ini lakukan. Tidak ada maksud apapun dari aktifitas yang diri ini lakukan selain karena untuk menyehatkan badan dan untuk mengajak anak-anak kami bergerak. Dan jalan kaki ini diri iini lakukan dengan bertelanjang. Maksudnya talanjang kaki karena sandal kami tinggal di depan rumah.
Dan saat kami beristirahat di depan rumah setelah melakukan jalan kaki itu, kami di kagetkan oleh teriakan tetangga kami. Selidik punya selidik ternyata tabung elpiji 12 kg yang baru saja dibeli dan hendak dipasang di dapur, klep di sambungan regulatornya bocor. Untungya sang penjual yang hendak memasangkan tabung itu masih sempat membawa keluar tabung itu di lapangan depan rumah. Kalau tidak, gak tahu dah bagaimana ceritanya. Karena meskipun sudah dibawa keluar rumah bocornya itu masih berlanjut sampai setengah jam berikutnya. Bagaimana jadinya apabila kebocoran itu terjadi didapur yang tertutup selama 30 menitan dan ada peralatan listrik yang di On-Off kan.
Dan diri ini masih sempat merekam kejadian bocornya tabung gas ini lewat camera handphone dan sudah di unggah di youtube.
Kembali ke pokok tulisan, mumpung msih tengah hari, sudahkan anda melakukan jalan sehat sejauh 5Km hari ini










Wah..ngeri amat tabungnya. Saya paling takut dengan hal-hal spt itu, gas bocor, kebakaran krn listrik dsb. Akhirnya bagaimana itu Mas Sugeng?
Dengar cerita jalan-jalan ini,jadi kangen sama Kediri deh..Dulu cukupsering juga lewat di sana..
Sering lewat Kediri, tugas dimana Bu ?!?
Dan carita elpiji itu, sampai habis dijemur dan dibiarkan terbawa angin. Namun baunya sampai menyebar ke rumah tetangga.
Yah..dulu jaman masih kuliah/co-ass di FKH Unud antara tahun 1984 -1990.. sering praktek lapangan atau meriksa hewan dan ternak di desa-desa sekitar Tabanan atau main ke teman-teman yang rumahnya di Tabanan. he he.. Masa lalu, Mas Sugeng..
Syukurlah sdh ditangani dg baik ya. jadi nggak sampai menimbulkan masalah lbh jauh..
Tahun 1984 baru lulus SD, tahun 1990 aku baru lulus STM dan belum menetap di Bali
Nah..kalau gitu mulai sekarang manggil saya Mbok Made he he…
5 kilometer lumayan jauh sih, gimana tuh anak-anaknya masih kuatkah berjalan sejauh 5 km.
Aku paling demen kalau jalan kaki gitu.
Salam hangat sampai erat.
dari jember, jawa timur om.
he.he.
Alhamdulillah, anak2 malah senang. Malah yang gak kuat ibunya
Oh ya, Tabanan itu salah satu kabupaten yang ada di Bali mas.
bali.
mantab ya dengan panorama alamnya.
Wah, kalo rumah saya di Bali, mau-lah jalan-jalan tiap pagi dan sore sambil motret sana-sini. Mudah-mudahan di hari tua nanti saya bisa menetap di Bali.
Btw, Mbak Made kuliah dari tahun 84? Klo ngga salah inget, tahun itu saya disetrap kepsek di lapangan zaman SD dulu.
Iya mas, saya juga pingin begitu tapi sayang tidak ada kamera yang mumpuni yang bisa dijadikan senjata
Ngeri ih liat tabung yg bocor itu
Dah berapa lama ini pengennya beli kompor listrik aja sih
tapi takut tagihannya bengkak
hebat ih mas Sugeng ini … sanggup jalan kaki 5k,
mesakke istrinya hehehe
nek arek2 sih pasti seneng ya
Jalan nya aja tidak setiap hari kan,
dulu saat belum ada Si Labib hampir tiap pagi saya bersama istri jalan meskipun tidak sampai 5 Km
Waaahhh kalau disuruh jalan kaki ke Tabanan… dak sanggguuupp deeeehhhhh #nyerah
saya juga sudah jalan jalan tadi pagi… tapi tidak ngukur berapa jauh.. harusnya sih cukup… anaknya masih bayi ya mas… seneng sudah bisa diajak jalan jalan..
saya belum jalan pagi ini pak sugeng
Wah lumayan cape tuh 5km. Kalo saya sekarang udah jarang jalan pagi pak. Kalau dulu waktu saya masih anak-anak masih lumayan sering jalan pagi sama temen-temen.
Sudah Mas Sugeng, kemariiiin…
Saya termasuk penggemar olahraga jalan kaki, pagi atau sore tidak masalah, yang penting tidak siang hari karena mataharinya sedang kinclong banget
Biasanya saya juga jalan kaki selama 1 jam kurang lebih, tapi tidak tahu itu berapa kilo karena jalan kaki saya kata orang sih termasuk jalan cepat…selamat jalan kaki ya, smoga kesehatan selalu menjadi milik kita semua…
Hari ini tanggal terakhir april sepertinya pak sugeng, saya belum berjalan sejauh 5KM, paling-paling cuma 200 meter saja
seingat saya, jalan kaki yang cukup jauh kami lakukan saat almarhumah istri masih ada, itu berarti sekitar satu setengah tahun yang lalu ( sudah lama sekali ternyata ).
Soal tabung gas yang bocor, jadi inget kejadian waktu kakak saya akan mengadakan hajatan. Ibu-ibu yang sedang masak di dapur menjadi panik karena tabung gas yang akan dipasang mengeluarkan bunyi desisan yang cukup kencang. Tapi beruntung, kakak ipar saya cukup sigap menangani hal ini sehingga kebocoran gas bisa diatasi dan ibu-ibu ( meski masih was-was ) bisa melanjutkan aktifitas memasak lagi.
Salam hangat untuk keluarga tercinta, Pak.
wah..jalan kaki 5km dengan telanjang kaki…luarbiasa
klo saya hanya jln sekitar blok rumah aja selama 10menit pak, tp ini rutin dilakukan tiap subuh…:D
semangat ya jalan sehatnya sambil gendong anak
Ngebaca tulisan mas, saya jadi teringat wisata Lari 10k di bukittinggi. Ngeri? Jelas, kaki saya sakit beberapa hari setelah itu.
Wah, saya hampir tiap hari berjalan kaki mas, dan ndak pernah berhubungan dengan tabung gas. Masak menggunakan kayu api, apalagi kalau sedang survey dipedalaman.
Jalan pagi memang baik untuk kesehatan. Disamping itu, jalan kaki adalah olahraga murah yang tidak memerlukan biaya. Modalnya hanya celana pendek, kaos, sepatu olahraga, atau sandal jepit pun jadi. Jangan lupa, minum air putih banyak dulu sebelum jalan. Semoga dengan cara ini, keluarga-keluarga Indonesia jadi sehat dan kuat…
Jalan pagi memang baik untuk kesehatan. Disamping itu, jalan kaki adalah olahraga murah yang tidak memerlukan biaya. Modalnya hanya celana pendek, kaos, sepatu olahraga, atau sandal jepit pun jadi. Jangan lupa, minum air putih banyak dulu sebelum jalan. Semoga dengan cara ini, keluarga-keluarga Indonesia jadi sehat dan kuat…
Salam kompak:
Obyektif Cyber Magazine
(obyektif.com)