Ribut-Ribut Fatwa Haram

Sebelumnya, aku sampaikan bahwa isi postingan ini hanya sebagai pelampiasan hatiku. Tidak mewakili orang lain apa lagi kelompok dan agama. Ini murni sekedar kata yang tak terucap namun jelas terdengar 😆 .

Beberapa waktu yang lalu umat di dunia maya Indonesia ini digegerkan dengan fatwa (hasil rembug dari Bahtsul Masail putri) dari forum santri seluruh pondok pesantren Jawa Timur yang diadakan di Kediri. Hasil itu adalah facebook haram. Hasil rembugan (musyawarah) itu mendapat sorotan yang luas dari seluruh facebooker (netter) Indonesia.

Ada yang setuju dengan hasil rembugan itu juga tidak sedikit yang menolak dan beranggapan forum itu mengada-ngada. Hmmm…… 😆

Sekarang sewaktu kabar facebook haram sudah tidak seberapa santer terdengar tiba-tiba saja kita di kejutkan oleh hasil dari musyawarah oleh forum yang sama dan diadakan di kota yang sama. Hasil dari musyawarah forum santri sejawa Timur yang di adakan di ponpes Lirboyo Kediri, menghasilkan beberapa keputusan fatwa yang (menurut) sebagian orang diangap gak ada kerjaan. 😦

Tapi bagi aku pribadi, hasil keputusan dari forum santri seJawa Timur (bathsul masail putri) itu biasa saja. .Kenapa biasa saja, karena memang itu tugasnya mereka. Tugasnya  mereka (forum santri) yaitu merumuskan beberapa kejadian (fenomena ) yang sedang berkembang di masyarakat terus diputuskan fatwa nya menurut pandangan hukum Islam. Apanya yang bikin ribut 😕 mungkin yang jadi permasalahan adalah ada sebagian orang yang merasa kesentil dengan fatwa tersebut dan takut dengan sumber mata pencarian nya. Takutnya apabila fatwa tersebut betul-betul dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia (yang sebagian besar adalah umat Islam) maka sumber mata pencariaannya akan tertutup.

Mungkin kalau forum santri tersebut tidak menfatwakan hal-hal yang sedang berkembang di masyarakat di kuatirkan umat Islam tidak mempunyai pegangan hukum yang bisa dipertangung jawabkan di hari akhir kelak (bagi yang percaya). Bagi yang tidak percaya (apalagi bagi umat non muslim) tidak ada paksaan untuk melaksanakan fatwa tersebut.

Menurut wikipedia Indoneisa, kata Fatwa adalah sebuah keputusan atau nasihat resmi yang diambil oleh sebuah dewan mufti atau ulama. Saya buat tebal dan miring pada kata nasihat dengan tujuan kita bisa memahami arti kata nasihat.

Saya analogikan kata nasihat. Ada satu keluarga, bapak-ibu dan mempunyai 5 orang anak. Si ibu sewaktu anaknya berangkat sekolah memberi pesan (nasihat) kepada anak-anaknya. “Nak nanti di sekolah jangan beli jajan sembarangan ya, biar gak sakit” begitu nasihat ibunya. Selanjutnya berangkatlah anak-anaknya ke sekolah. Sesampainya disana anak-anak tersebut tidak semuanya melaksanakan nasihat ibunya. Ada yang benar-benar ingat nasihat ibunya dan mematuhinya ada pula yang ingat tapi tetap membeli jajan sembarangan ada juga yang tidak ingat sama sekali. Adakah konsekwensi dari tidak dilaksanakan nasihat tersebut ❓ tentu saja tidak selain kembali kepad asi anak tersebut. Si ibu tidak terlalu mempersoalkan karena memang memberi nasihat yang baik sudah merupakan tugas seorang ibu. Sedang akibat yang timbul setelah anak mematuhi atau melanggar nasihat tersebut kembali kepada si anaknya.

Kembali kepada fatwa dari forum santri se pondok pesantren Jawa Timur, mereka tidak mempunyai wewenang mengeluarkan keputusan yang mempunyai kekuatan hukum. Tugasnya ya mengeluarkan fatwa berdasarkan keintelektulannya berdasarkan ilmu agama Islam. Karena yang mempunyai keputusan yang berkekuatan hukum adalah pengadilan agama, semestinya kita tidak perlu kebakaran jenggot apabila ada fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh forum tersebut. Kita bebas koq untuk mematuhi atau melanggar fatwa tersebut

Di Indonesia ini jangankan fatwa yang dikleuarkan oleh forum santri yang tidak mempunyai kewenangan hukum, fatwa yang dikeluarkan oleh MUI pun (yang merupakan lembaga yang diakui pemerintah) kita masih dibebaskan untuk ngeles koq 😆 😆 😆 .

Iklan

31 Balasan ke Ribut-Ribut Fatwa Haram

  1. ariefmas berkata:

    Kecuali jadi Undang-Undang dan pelaku rebonding ditangkap dan dihukum ya . . Kayak UU ITE.

    Trima kasih ulasannya yang ‘adhem’.

    sama-sama mas, maksih atas kunjungan nya 😆

  2. bluethunderheart berkata:

    hmm……..begitulah yg terjadi negri ini bang
    mantab
    salam hangat dari blue

    salam hangat serta jabat erat kembali dari Tanah lot 😆

  3. suryaden berkata:

    sebenarnya membiarkan penguasa yang dhalim juga haram, tapi kok nggak difatwakan ya.. 😀

    nah ini, yang mau kasi nasihat gag berani :mrgreen:

  4. farus berkata:

    semangat….45 salam kunjungan perdana….

    ditunggu kunjungan nya kembali 😆

  5. sauskecap berkata:

    Nah saya setuju, disini forum fatwa bertugas untuk memberi nasihat, atau arahan. Tapi kadang-kadang yang membuat heboh itu jika sudah bersifat mengadili / memutuskan. Misalnya facebook haram. Dengan alasan yang masi belum bisa diterima, mungkin bisa menjadi haram jika berada di tangan yang salah. Seperti pisau, sangat bermanfaat, untuk memasak salah satunya, tetapi ketika dipegang tangan yang salah bs digunakan untuk membunuh. Tetapi pisau tidak bisa di cap haram kan…hanya pendapatku…

    setubuh mbak :mrgreen:

  6. Wempi berkata:

    bagus kalo ada yang ributin berarti fatwanya ada ngefek. kalo kagak kan kasihan fatwa cuma dianggap angin lalu. 😆

    brarti………………… kena dong umpan nya 😀

  7. alamendah berkata:

    ini sekedar komentar;
    Haram ada sebuah hukum dalam agama islam. Jika dilakukan mendapatkan dosa jika ditinggalkan mendapatkan pahala, demikian kata guru agama di sekolah saya dulu.
    Rebonding bagi cewek yang belum menikah bisa saja berhukum haram kenapa?. Mungkin lantaran cewek2 yang merebonding rambutnya cenderung (atau bahkan kemungkinan besar) akan memperlihatkan rambutnya dengan kata lain tidak memakai jilbab.
    Padahal membuka aurat (termasuk rambut perempuan) di depan yang bukan muhrimnya bagi orang islam adalah haram.

    setubuh mas. tapi orang Indonesia bisa berbeda dalam memahami satu masalah, yang penting ribut dulu :mrgreen:

  8. wahyu berkata:

    hmmmmm…….. aku mau rebonding jadi takut haha…
    tapi g rebonding wong rambutku pendek apanya yg mau direbonding

    gag usah rebonding mas, jadi ojeg laki-laki aja 😆

  9. Sawali Tuhusetya berkata:

    wacana itu sebenarnya sudah lama berlangsung, mas sugeng. ttg fatwa itu, jangankan fb, hp pun bisa menjadi sarana maksiat. tergantung yang pakailah. jadi, ndak perlu ada fatwa pengharaman segala.

    mungkin maksudnya cuma sekedar menasihati (wasiat) kepada diri sendiri juga kepada orang lain 😆

  10. PanDe Baik berkata:

    Saya meyakini satu hal itu memiliki dua sisi nilai, positif dan negatif. kalopun yang negatif itu kemudian dilaakukan, saya rasa wajar, namanya juga manusia. Itu tidak perlu sampe dibuatkan fatwa haram segala…

    mungkin maksut e cuma ngasih nasihat, perkara mau ya syukur gag mau juga gag masalah 😆 aku sendiri asyik-asyik aja
    gag akan rebonding karena rambutku pendek, gag akan jadi ojeg karena gag tahu jalan, gag akan foto pre wedding karena gag ada niat poligami, gag akan jadi artis kira2 ada gag artis dapur e koyo aku :mrgreen:

  11. iyem berkata:

    yang penting ga ngributin iyem…. 😀

    iyem gag mungkin diributin paling direbutin aja koq 😆

  12. Aulia berkata:

    apa mungkin Jawa Timur terus mengeluarkan fatwa, sedangkan di daerah lain tidak mengeluarkan fatwa untuk dipublish ke masyarakat umum ?

    ~no offence

    mungkin karena jawa timur memimpin dalam kalasemen terbanyak ponpes seluruh Indonesia kalee ya…….. :mrgreen:

  13. Mr.o2n berkata:

    Makash atas ulasan dan penjelasan nya.

  14. sunarnosahlan berkata:

    fatwa haram pada yang jelas-jelas banyak memberikan dampak negatif saja banyak dipersoalkan apalagi yang masih sangat mungkin diperdebatkan

    itu namanya masih diperbatasan terang dan gelap. jadinya masih remang-remang 😆

  15. Rohnjendul berkata:

    Halah..lagi2 kok urusan2 yg udah jalan bertahun2 adem ayem aja, eh..gak ada angin gak ada hujan, tiba2 bikin yg begituan… Kemarin2..kemana aja sih…??
    Kalo semua harus seragam seperti kelompok tertentu, lha ngapain juga Tuham ciptakan keanekaragaman yg ada ini.. Dan selama ini berjalan aman2 serta damai aja tuh…
    Menurutku, ini cm kerjaan orang2 yg kurang kerjaan aja.. Apa tidak ada masalah yg lebih penting atau urgen dari itu…?

    sabar2 mas, gag usah uring-uringan gitu. jadi gag enak nih ……. :mrgreen:

  16. Perawan Desah berkata:

    Saya mah nggak begitu ngerti mas urusan kayak beginian. Makasih dah mampir ke blogku yang masih baru ya mas. Salam kangen selalu dari Semarang.

    mari kita salam-salaman dulu :mrgreen:

  17. Mariska Ayu berkata:

    Masak urusan begituan diributkan sih kak? Apa nggak ada yang lain nih?

    betul itu mariska, mending ngrebutin mariska sama pak wandhi 😆

  18. Wandi thok berkata:

    Selama fatwanya bukan dari ‘ulama, kita hendaknya berhati-hati mas. 😆

    eling lan waspodo lebih becik mas :mrgreen:

  19. budisan68 berkata:

    mungkin kalimat nya bukan haram ya yang cocok, karena baik belum tentu cocok
    .
    .
    karena sesuatu itu menjadi haram bukan karena kegiatannya melainkan karena tujuannya/niatnya
    lha yang mengetahui niat khan ya hanya dia sendiri.
    salam kreatif dari kalimantan tengah

    sip mas, aku setubuh koq 😉

  20. Hary4n4 berkata:

    Makin lama kok makin ruwet saja bangsa ini, seperti tak pernah ada henti2nya dirundung kemelut 🙂

    tapi ada koq yang senang dengan kemelut itu apalagi sampe rusuh karena bisa dapat duit lagi 😆

  21. Manginfera.Com berkata:

    Sebetulnya dikembalikan kepada pribadi masing-masing.
    yang penting kita harus tahu apakah perbuatan tersebut banyak manfaat atau mudharatnya untuk kita.

  22. mandor tempe berkata:

    Di negara-negara barat, Eropa, semua kejadian, barang ataupun makanan masih belum mempunyai status hukum secara fiqih. Namun sudah umum diketahui bahwa bahwa kebanyakan kejadian, barang maupun makanan berpotensi haram. Oleh sebab itu diperlukan fatwa halal, label halal, kepastian hukum halal dari pemerintah terhadap sesuatu, baru kemudian umatmuslim bisa melakukan dan mengkonsumsinya.
    Nah berbeda dengan Indonesia, karena pada umumnya di Indonesia ini halal, maka yang dikeluarkan adalah pelabelan haram pada sesuatu. itulah uniknya Indonesia 😛
    *merindukan fatwa halal tentang menyantuni fakir miskin*

  23. mandor tempe berkata:

    *merindukan fatwa halal tentang memperbaiki sekolah rusak*

  24. duadua berkata:

    gak berani komentar sih, masih bodoh
    hehehe

  25. Kardus Bekas berkata:

    berat banget ni topik…
    cuma bisa berdoa agar Indonesia semakin membaik…

  26. ridwan berkata:

    sebenarnya itu bukan “fatwa” sebagaimana pengertian fatwa di MUI. Itu adalah jawaban atas pertanyaan yg muncul. Ditanya hukum rebonding, maka dijawab “boleh dengan izin suami”. Hebatnya sampai di koran (kelakuan NS di twitter ni) jadilah rebonding haram

    -salam kenal

  27. mikha_v berkata:

    Yaaa Facebook itu ibarat pisau. Pisau bisa dipakai untuk masak, bisa juga dipakai untuk membunuh orang. Bisa positif, bisa negatif.

  28. cobaberbagi berkata:

    saling mengunjungi mas 🙂

    jangan bosen mampir mas 😉 kunjungan balik ditunggu aja :mrgreen:

  29. Iseng Ngeblog berkata:

    Klo FB kan tergantung yang makenya, kebanyak orang pake cuma buat gaul doang ga lebih, kalo ada yg aneh2 emang orangnya aja yg dah niat ga bener.
    Kalo dibikin UU juga blom tentu diikutin, liat aja larangan meroko kanyanya masih sering liat orang meroko ditempat yg dilarang

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: