Pacitanku Jangan Centrang Dia

Tulisan ku ini tidak mewakili suara dari manapun hanya sekedar suara gumananku dalam hati namun jelas terbaca😆
kalaupun nanti ada kalimat yang tidak baik, lebih baik abaikan saja😀

Kota Pacitan merupakan kota yang sering aku datangin untuk pulang kampung. Padahal kampungku sendiri adalah Surabaya. Kenapa sering aku datangin❓😕 tak lain dan tak bukan alasan nya adalah disanalah istriku lahir dan besar. Dan disana pula anakku yang pertama mengenyam pendidikan di pondok pesantren Tremas.
Sudah jalan di tahun yang ke 4 anakku bermukim disana. Dan hampir tiap tahun kalau lebaran pasti kota ini aku datangin.

Kota Pacitan berada di pinggir pulau Jawa dan berbatasan dengan laut selatan yang banyak disebut orang dengan “laut kidul”. Sedang topografi kota Pacitan sangat berbukit dan diatas gunung batu yang keras dan cadas. Sehingga tanaman banyak yang tidak bisa tumbuh di lingkungan yang seperti itu. Hanya beberapa tanaman yang berakar keras yang bisa tumbuh di sana.

Kota ini relatif tidak dikenal orang sebelum seorang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilantik menjadi presiden RI. Karena insfrastruktur yang menghubungkan dengan kota terdekatnya sangat susah. Menaiki dan menuruni bukit, tebing serta jurang juga tanah longsor kerap menghiasi sepanjang jalur Ponorogo-Pacitan. Kalau bukan sopir yang sering keluar masuk daerah itu, pastilah grogi setelah melihat medannya.

Sekarang Pacitan lebih terkenal dan banyak dibicarakan orang. Tidak lain dan tidak bukan karena wacana Pilkada kota Pacitan yang rencananya akan diadakan tanggal 22 Desember. Meskipun masih jauh tetapi wacana ini melambung jauh karena ada rencana untuk menjagokan dari figur artis yang di gadhang-gadhang oleh 8 partai koalisi yang dimotori oleh partai Hanura.

Aku gak akan membicarakan dari sisi politik karena politik itu katanya keras dan banyak bohongnya😀. Mungkin kalau dibicarakan dari sisi politik bukan jatah ku untuk membuat postingannya. Tatapi aku akan membicarakan wacana itu dari sisi pandanganku sendiri yang tidak ada sangkutpautnya dengan kaca mata orang lain.

Mencalonkan diri dalam ajang pilkada memang hak semua orang yang mempunyai uang kredibilitas dan massa. Dan tidak salah juga kalau Hanura membawa seorang yang mempunyai massa yang banyak terutama kaum laki-laki & uang😆 namun apakah itu tidak menjadi pembicaraan publik kalau yang akan dijagokan adalah seorang Jupe❓ . Memang tidak ada yang salah dengan Jupe tetapi apakah tidak ada calon lain (kalaupun mengusung seorang publik figur dari kalangan artis). Secara aku sendiri kalau ikut hadir dalam pilkada tersebut, (tapi kaya’nya ngak ding karena jarak yang memisahkan kalau aku iku vote tapi setidaknya aspirasiku bisa tersalurkan) tidak akan memilihnya.

Tidak banyak alasan yang akan aku kemukakan untuk menolaknya menjadi Wabup tapi melihat setiap tayangan yang ada di TV dan foto-foto yang bertebaran di dunia maya ini, koq sepertinya dia belum pantas menjadi panutan kami warga pacitan. Selama ini mungkin prestasinya yang cukup “menonjol” adalah sebagai nominator 100 perempuan paling seksi versi majalah FHM dan Maxim Prancis serta menjadi duta kondom. Apakah ini “sudah cukup bagi kami untuk memberikan suara kepadanya”😕 sepertinya jawaban kami akan serentak mengatakan TIDAK. Juga yang mengherankan, parpol yang mengusung Jupe menjadi Cawabup. Apakah memang ini jalan untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat Pacitan yang hampir 110.236 jiwa (data BPS 2008) atau 19,97 % masih hidup dalam kemiskinan atau ini memang jurus memanfaatkan peluang keluguan warga untuk mengapai kekuasaan❓❓ , Aku ngak tahu.

26 Balasan ke Pacitanku Jangan Centrang Dia

  1. andipeace mengatakan:

    pacitan oh pacitan…😀 ingin sekali berkunjung kesana..sungguh.

    salam adem ayem

    silakan mas, aku jamin pasti kaget liat medan jalan nya yang berkelok dan berliku😆

  2. Rhyzaboy mengatakan:

    Setuju kang- msa perempuan kayak gitu mau dijadikan pemimpin,, mimpin dirinya sendiri ja gk bisa, pa lagi orang se-kabupaten….

    mas jangan keras2 ntar ada yang ter…….ng

    😐

  3. Cahya mengatakan:

    Saya tadi lihat beritanya di televisi, miris juga sih, tapi ga bisa protes karena setiap warga negara punya hak pilih aktif dan pasif.

    Lalu mengapa anak Pak Sugeng bisa dipacitan ya?

    memang pak, hak semua orang apalagi yang punya uang😆 .
    anak saya sekolah disana pak, di pondok pesantren Tremas sekarang sudah kelas 3 Mts.

  4. delia4ever mengatakan:

    Jujur pak.. lia jarang banget mengikuti perkembangan politik😦
    Semoga saja warga pacitan benar2 bisa memilih mana yang terbaik untuk memimpin….🙂

    Makasih do’a nya mbak, itu harapan kami semua

  5. sahabat blogger mengatakan:

    saya setuju tulisannya ” apa tidak ada calon lain “. masih ada Parto, Sule atau Budi anduk..atau mungkin Tukul..

    ha…ha…ha…. gak papa mas, biar kita bisa tertawa dengan perut kosong

    >/b>

  6. khatulistiwa mengatakan:

    saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti perkembangan politik. jika pas nonton tv trus ada berita menarik memang kadang di tonton…termasuk tayangan ini, Jupe nyalonin jadi bupati. Edaaaan…dan yang lebih edan yang nanti yang sampe milih dia..parah. memang seh, kita ga boleh menilai negatif dia..tapi, kenapa mesti Jupe yang didukung…parpol nya lg nyari sensasi

    aku gak bisa kasi komentar masalah ini, tapi yang jelas aspirasiku tersalurkan:mrgreen:

  7. arsumba mengatakan:

    sugeng injang pak..
    ngapunten.. namung mampir..
    maose mengke wangsul kuliah.. hehe..😀

    atos-atos mas……😆

  8. Asop mengatakan:

    Saya juga ga setuju kalo Jupe jadi bupati Pacitan…. Baru calon aja udah ga setuju, apalagi kalo jadi beneran, ga rela benerrrrr…😦 >.<'

    He…he….he….. sabar-sabar mas😉

  9. imadewira mengatakan:

    mungkin tidak ada yang salah dengan dia jadi calon Bupati, tapi apakah tidak ada yang lebih baik lagi? hehe, just my opinion

    silakan bebas beropini bli, sebelum opini benar2 dilarang😀

  10. Wempi mengatakan:

    yang kaya fokus nyari duit aje, yang berilmu fokus nuntut dan mengaplikasikan ilmunya saje, kalo soal beginian ya didiemin aje… mungkin begitulah kire-kire…

    soal begini kalau dibiarin mungkin akan naik drajat, mau nyalonin jadi wapres:mrgreen:

  11. darahbiroe mengatakan:

    wakwkakwka
    calonya mangtab yaw poacitan heheeh
    hot hotttttttttttttt smua

    pasti barusan liat fotonya di internet ya❓ hot,…. hot,….hot,…..😆

  12. masnur mengatakan:

    Semoga nggak kepilih meskipun wabup.

    masnur, ini do’a atau nyumpahin …..😉

  13. richo mengatakan:

    dah lama ga ke pacitan, smoga yang jadi pimpinan sosok yang bener2 hebat dan ahli di bidangnya bukan cm karena tenar aja

    tenar kalau jadi duta besar negara sahabat sih gak masalah mas, lah ini duta …………..😦

  14. Oyen mengatakan:

    kemaren pas kumpul sama ibu2 juga pada ngomongin ini..ho..ho.

    ampun dah, sekarang siapapun yang punya duit dan punya massa gampang aja melenggang jadi calon, tanpa dilihat lagi kemampuannya…ckckck…yang lebih parah kalo calon yang tidak amanah ini masih aja ada yg milih😦

    kembali terbukti duit yang bicara

  15. DikMa mengatakan:

    wah, wah wah

    lagi bicara masalah contreng contrengan yaa ..??

    ngak mas, cuman diskusi tentang bagaimana tentang cara pake k****m yang benar😐

  16. catatan harian mengatakan:

    o… tentang calon bupati itu ya? aku juga nggak suka. kita orang baik-baik dan berwibawa. jaga kehormatan kita. tetap pertahankan kota pacitan.

    Jogo Projo Ning Pacitan😉

  17. BENY KADIR mengatakan:

    Selamat malam,Mas Sugeng.
    Susah juga saya mau komen tentang ini.
    Yg jelas,sebagai masyarakat kita menginginkan pemimpin yg bisa dijadikan panutan.
    Ini cuma salah satu sarat,masih banyak hal lain yg jadi pertimbangan bagi calon pemimpin kita.

    setidaknya kalau mau jadi panutan jangan ngobral “sekwilda” dan “bupati” dong😦

  18. Hariez mengatakan:

    biasanya kredibilitas seorang publik figur bisa mendongkrak sebuah battle yang disebut PILKADAL ya Pak:mrgreen:

    namun di sisi lain, terkadang referensi pengetahuan luas tempat yang akan jadi medan kerja dari pada artis (CAWAN) tersebut menjadi di nomor sekian, apa ndak aneh ?🙄

    namun kembali lagi kepada HAM, setiap warga negara memiliki hak untuk menjadi pemimpin dan jangan lupa juga SETIAP WARGA NEGARA JUGA PUNYA HAK UNTUK MENOLAK bukan begitu Pak😳

    salam hangat

    Setubuh ……….., biar ada imbal baliknya SETIAP WARGA NEGARA JUGA PUNYA HAK UNTUK MENOLAK JUPE

  19. sunarnosahlan mengatakan:

    semoga warganya tidak hanya memilih tokoh yang punya popularitas dan uang saja akan tetapi benar-benar kepedulian akan nasib warganya

    amien kang ………..😐

  20. arsumba mengatakan:

    ngapunten pak.. baru bisa mampir sekarang.. hehe.

    waduh.. saya baru denger malahan pak kalau si mbak jupe mau dijadiin wabub..
    mudah2an masyarakat sana pada tahu pak.. bagaimana menentukan pilihan yang benar dan tidak semata-mata atas kepentingan belaka..

    kalau si mbak jadi wabub.. ndak kebayang deh.. haha..

    maksute sampean gak kebayang deh iku opo❓ :?**pikiranku mulai ngeres**


    sugeng injang pak ..

  21. sjafri mangkuprawira mengatakan:

    terlepas dari kasus pacitan..ada kecenderungan bbp partai nasional yg merekrut orang-orang utk jadi calon anggota dpr,dprd sampai kepala daerah, banyak memanfaatkan figur-figur publik khususnya selibriti…ini mencirikan parpol tsb memang tidak memiliki kader-kadernya yg berkualitas…dan tidak percaya diri…hemat saya biarkanlah saja para artis itu untuk mengembangkan karirnya di profesinya yg sekarang ini…sementara parpol perlu melakukan kaderisasi….

    setujuh prof, tapi banyak partai yang cuma mengejar kepentingan pribadi tapi mengatasnamakan rakyat tapi rakyat yang mana❓ aku gak tahu😆

  22. agoenk70 mengatakan:

    yah saya c hanya berharap saja kepada rakyat pacitan khususnya bisa menilai bukan karena dari sosok artisnya saja, dan pantaskah dia untuk menjadi pemimpin??? hanya rakyat yang bisa menjawab hohoho…

    Rakyat : “T I D A K P A N T A S S S S SSSSsssss…………………….. !!!!

  23. Agung Pushandaka mengatakan:

    Huehehe, ternyata sampeyan adalah pemilih di Pacitan. Saya pasrahkan saja semua keputusan di tangan masyarakat Pacitan. Apakah menerima Jupe dan kemudian mencontrengnya, atau menerima jadi calon biar ramai tapi ndak mencontreng, atau sejak awal menolak Jupe.

    Semoga Pacitan dan semua daerah di Indonesia selalu sejahtera ya mas. *Ameeeen….

  24. pandebaik mengatakan:

    Jadi gak sabar, nanti pas kampanye-nya ybs langsung nyanyi, goyang panas atw malah berkoar” menjelek”an lawan politiknya ??? :p

  25. budiarnaya mengatakan:

    Musti banyak pengertian terutama dari lingkup keluarga dulu kang…., beri gambaran kepada keluarga yang memiliki hal pilih, kalau si A begini kalau si B begitu, namun tetap menjunjung hak pilih seseorang kang…..jangan sampai kenikmatan sekejap , duka selama 5 tahun

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: