Selamat Jalan Dhe Thok.

Meski jam di dinding baru melangkah di angka 4 aku sudah bergegas bangun karena hari ini aku di janjikan sudah dapat kerja di pabrik tiang beton di bilangan Gempol Porong Sidoarjo. Yang mengajak dan membawa surat lamaran ku kesana adalah Pakdhe ku yang bernama Hendarto. hubungan ku dengan beliau adalah pakdhe jauh (Nenek ku bersaudara kandung dengan bapaknya pakdheku). Tanpa membawa perbekalan yang banyak (yang pasti akan menginap disana dan tidak bisa pulang setiap hari karena jarak rumah ke lokasi tersebut sekitar 50 km lebih. yang ada di tas ransel ku cuma beberapa baju kaos dan handuk baru serta jaket jeans kebangaan ku.

Pendek cerita aku seharian sudah berkutat dengan pekerjaan baru ku dan tiba waktunya jam pulang. Sebelumnya pas istirahat siang aku cari keberadaan pakdhe ku (biasa aku panggil Dhe Thok) tapi tidak ketemu. Informasi dati petugas security nya dibilang masuk malam. Wadoh, gimana nih. Aku tidak tahu alamat kost nya. terpaksa pulangnya aku tunggu di depan pabrik tempat kerja baruku sampai langit di atasku berubah menjadi temaram yang berangsur-angsur menjadi gelap tak kunjung juga aku beranjak dari sana karena aku juga tidak tahu arah dimana Dhe Thok tinggal.

Sampai akhirnya aku lihat sekelebat bayangan yang sangat mirip Dhe Thok ku lagi beli makanan di seberang jalan dan berjarak kira-kira 50 meteran dari tempatku berdiri. Aku melihatnya tapi dia tidak melihat keberadaanku dan tidak mencariku. Inilah yang mambuat aku agak mangkel, jengkel bercampur aduk dengan rasa gengsi yang memuncak. Negatif thinking ku berjalan dengan cepat tanpa memberi jeda untuk akal sehat ku barang sebentar guna berfikir dengan mindset yang berbeda. Mungkin beliau memang tidak tahu kalau aku jadi berangkat kerja menyusul disana atau memang pakdhe ku tidak tahu akan kehadiranku disana karena memang aku tidak memberitahukan kepada nya bahwa aku akan kerja disana per hari ini.

Semua kemungkinan itu bisa saja terjadi dan masih dalam batas kewajaran, tapi gak tahu kenapa dadaku terasa panas terbakar rasa dicampakan oleh pakdhe ku dengan tidak dicari (yang saya tahu dibelakang hari, mungkin pakdhe ku memang tidak tahu akan keberadaan ku disana perhari itu). Dengan pongahnya aku berujar, ngapain aku kesana kalau keberadaan ku memang tidak disenangi olehnya. Begitu pikirku dengan negatif thinking. Akhirnya dengan sisa uang yang ada ditangan (kalau tidak salah cuma tersisa Rp. 6500,-) aku gak mencari rumah kost pakdhe ku tetapi malah naik bus jurusan Banyuwangi yang liwat tepat di depanku. Selanjutnya aku teruskan perjalanan ku sampai di Bali yang karena kekurangan uang, jaket jeans kebangaan serta handuk baru ku terpaksa aku jual di pasar loak di Probolinggo.

Itulah sedikit kisah kenapa aku sampai menetap dan terdampar di Bali. Kisah yang banyak emosi anak muda dari pada nalar kebenaran yang dibawa. Kejadian itu terjadi sekitar tahun 1991 akhir. Dan sekarang aku memang sudah benar2 menetap di Bali tanpa pernah ketemu secara akrab dengan pakdhe ku.

Kemarin Pagi aku mendapat kabar dari adik ku yang membawa kabar duka lewat sms , “Mas, tadi Dhe Thok meninggal dunia”. 😥 😥 Dug,…… hatiku berdegub keras setelah mambaca isi beritanya. Terbayang bagaimana aku dengan pongah dan rasa gengsi yang tinggi tak menghiaraukan beliau dan memberi kabar ke keluarga bahwa aku terpaksa lari ke Bali karena tidak di hirukan olehnya. Padahal bisa jadi memang saat itu beliau tidak tahu seperti uaraian ku di atas.

Sekarang hanya sesal yang mengelayuti hati ini dengan telah berpulang nya pakdhe Thok ku. Selamat jalan pakdhe, maafkan kesalahanku selama ini, semoga semua amal ibadahmu diterima Allah SWT dan segala kesalahnmu diampuni oleh NYA dan juga keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menghadapi cobaan ini. 😦

Iklan

5 Balasan ke Selamat Jalan Dhe Thok.

  1. Asop berkata:

    Turut berduka… 😐
    Semoga semua amal ibadahnya diterima Allah dan dosanya diampuni. Amin. 🙂

  2. BENY KADIR berkata:

    Selamat pagi.
    Turut berduka cìta,Mas.
    Moga Tuhan memberikan pengampunan dan kebahagiaan abadi.
    Kiranya keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan dan penghiburan jasmani maupun rohani.

  3. BENY KADIR berkata:

    Mungkin ada 4 komen saya ketangkap aki,Mas.

  4. Moblogger United berkata:

    sedih juga ya, ditinggal seseorang yg kt anggap begitu melecehkan walau mungkin bukan maksud beliau spt itu. Selamat jalan Pak Dhe Thok.

  5. mikha_v berkata:

    turut berdukacita ya

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: