Tips Saat Ban Motor Kempes

Memang malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Kalau nasib lagi apes tetap aja kita pasti menapatkannya😆 seperti ceritaku pada hari ini. Perasaan, aku dari berangkat dirumah tadi sudah berdo’a dan berdzikir tapi nasib kurang beruntung tetap saja menghampiriku. Atau karena aku kurang amal kalee sehingga diberi teguran lewat paku. Ya….. paku karat kecil yang panjangnya tak lebih dari 1.5 cm telah membuat diri ini menuntun & mendorong sepeda motor buntut kesanyangan sejauh ± 500M. Gak tahu kenanya dimana tiba-tiba paku tersebut sudah nangkring dan berhasil mengemboskan ban belakang motorku.

Untungnya aku dengan gerak reflek dan sigap langsung meminggirkan motor sebelum kejadian yang fatal menimpaku. Untungnya lagi kendaraan yang berada dibelakangku langsung melihat tanda sign retting kiri dan berhasil mengurangi laju kendaraan nya sehingga tidak sampai menabrak ku yang berhenti secara tiba-tiba.

paku nancap

Gara-gara paku ini aku mendorong motor

Ngomong2 ngomong soal gembos ban secara mendadak, ada beberapa tips yng mungkin aja bisa berguna bagi narablog yang lain. Karena tidak sedikit dari kita yang saat ban gembos (kempes) atau yang lebih ekstrim pecah, langsung panik dan menginjak pedal rem dalam2 padahal kendaraan yang dibelakang melaju dengan kecepatan yang tinggi. Yang terpenting saat kita menghadapai situasi yang gawat (gak peduli ban pecah, kebakaran, kecelakaan, menolong orang pingsan atau lain sebagainya) usahakan kita tetap tenang dan jangan panik. Itu kunci utama saat kita menghadapai situasi seperti itu karena dengan tenang dan tidak panik kita bisa mengambil langkah selanjutnya. Akan mengapa kita❓

Selanjutnya segera kita memberi sign lewat lampu reting agar kendaraan yang berada dibelakang tahu kalau beberapa detik lagi kita akan meminggirkan kendaraan kita dan berhenti. Kenapa hal ini perlu dilakukan❓ karena sebagai pemberi tanda kepada yang dibelakang kalau akita akan berhenti.

Berikutnya setelah minggir dan berhenti, periksa penyebab sampai ban anda kempes. Kalau ditemukan penyebabnya adalah paku (atau benda tajam dan runcing), usahakan mencabutnya sebelum anda mendorongnya untuk mencari tukang tambal ban terdekat. Oh ya usahakan saat berhenti anda mencari tempat yang ramai, aman dan tidak menganggu lalu lintas. Gak asyik kan karena ban anda kempes saat malam hari, langsung berhenti namun di tempat itu sangat gelap dan ada kuburan nya lagi.😥 takutttt……

Jangan sampai anda mendorongnya dengan paku masih menancap di ban karena akan memperparah ban dalam nya (kalau ban tubeless akan membuat lubangnya tambah besar). Setelah dicabut dorong saja sambil cari bengkel terdekat. Dan yang penting saat ban kita kempes jangan menaiki sepeda motornya (meski bengkel terdekat jaraknya 5Km). Karena hal ini akan memperburuk kondisi ban dalam dan yang lebih ekstrim akan merusak pentilya.

Demikian sedikit informasiku pada hari ini, mungkin berguna bagi orang lain. Oh ya, bagimana dengan anda, apakah pernah juga mendorong motor karena kempes dan monggo sharing pengalaman anda saat mendorong motor kempes😆

19 Balasan ke Tips Saat Ban Motor Kempes

  1. imadewira mengatakan:

    saya termasuk orang yang relatif sering mengalami ban kempos, namun nasib saya masih cukup baik, jarang kempos ketika motor sedang saya kendarai, lebih sering kempos di rumah, hehe

    itu lebih beruntung dari pada saat melaju dengan kecepatan tinggi tau2 bannya kempos😆

  2. Cahya mengatakan:

    Sepertinya itu mesti refleks deh, tapi kalau pas kecepatan tinggi seringkali malah tidak tertolong lagi🙂

    Saya biasanya santai saja, untungnya memang tidak pernah sampai gembos di mana tidak ada pertolongan di sekitarnya.

  3. Gede Lumbung mengatakan:

    Jadi inget dulu, pas bonceng kakak pulang ke Bali…
    Ban gembos kena paku di daerah yang memang rawan banyak pakunya alias memang disengaja ditebarkan paku…
    Setelah berjalan 10 km, baru ketmu bengkel deh…😀

  4. budiastawa mengatakan:

    Yang paling menjengkelkan adalah; ketika mau berangkat kantor pagi-pagi jam 05.30 tiba-tiba mndapati ban motor gembos. Argh… terpaksa harus minta ijin tidak apel deh…

  5. Agung Pushandaka mengatakan:

    Wah, saya jarang banget ndak menaiki sepeda motor saya saat bannya kempes. Sebenarnya ndak tega juga sih menaiki sepeda motor yang jalannya jadi ndak normal karena bannya kempes. Tapi, saya biasanya langsung minta ganti ban dalam baru kalau sudah sampai di bengkel. Ndak peduli walaupun montirnya bilang lubangnya masih bisa ditambal. Hitung-hitung balas budi karena saya menaiki sepada motor saya walaupun bannya kempes. Hehehe!

  6. Wempi mengatakan:

    Makanya ikatkan ban serep di body motornya😆

  7. udienroy mengatakan:

    Wah trik yang bagus nih hehe. Terimakasih ya?

  8. TuSuda mengatakan:

    Wahh, saya jadi teringat kenangan waktu pernah mendorong sepeda motornya saat pecah ban, di malam hari, tidak ada bengkel terdekat yang buka. Lumayan setelah sekitar 10 km, baru ketemu bengkelnya.
    Makasi atas infonya ya Mas…

  9. Asop mengatakan:

    Oke Mas, saya juga pengendara motor, tapi belum pernah mengalami hal ini. Tapi ini akan saya ingat dalam benak saya.🙂

    ya untuk persiapan seandainya kita kena apes nya😆

  10. Agung Budi Prasetya mengatakan:

    tak tambahin 1 tips lagi pak, kalau ban bocor. jangan sampai kita tidak membawa uang, karena aan berabe urusannya, hehehe….

    yuups….. betul sekali. makasih telah menambahi😆

  11. agus mengatakan:

    ada tambahan lagi,,
    kalau sedang terburu-buru lebih baik mengganti ban dalam, jauh lebih cepat dibanding menambalnya.
    Tapi ingat, harus punya uang lebih. Soalnya harnganya bisa sampai 5 kali lipat dari ongkos nambal.😀

  12. ilyasafsoh.com mengatakan:

    memang terasa Kak🙂

    gleduk-gleduk

  13. ilyasafsoh.com mengatakan:

    sederhana dan sangat mengena tips nya🙂

  14. Meliana Aryuni mengatakan:

    Pernah, Pak…2 kali malah. Yang pertama malam hari waktu pulang kuliah, untungnya gak dekat kuburan. Wah, ternyata saya ngelakuin kesalahan…saya tetap naiki motor itu krn tempatnya gelap🙂

  15. wildanr mengatakan:

    Kenapa ban belakang lebih sering kempes? Atau cuma saya aja? Selama menggunakan motor (dari tahun 2006), ban belakang udah 1x ganti ban luar, belasan kali ganti ban dalam, dan udah gak keitung lagi total bocornya. Ban depan baru 2x! Terima kasih mas buat tips nya😀

    Mungkin sewaktu kempes pertama kali ada paku / jarum yang menjadi peyebab kempesnya itu tidak dicabut. Jadinya benda itu msih bersarang di sana. Sewaktu dipakai jalan dan terkena benturan pas di tempat benda tersebut mengakibatkan benda tersebut naik dan mengenai ban dalam nya. Tapi kalau sudah diganti ban baru masih begitu keadaan nya kemungkinan adalah pelek nya yang sudah karatan.

    • wildanr mengatakan:

      Kalau ban luar udah pernah diganti. Mahal banget buat itungan mahasiswa😦 Terus setiap nambal saya selalu minta tukang tambalnya buat meriksain sapa tau ada paku yang tertinggal .

      Berarti bener, bayaknya emang peleknya udah karatan gara-gara jarang dicuci + bogor sering hujan and becek😦

      pelek karatan juga rentan ban kempes, solusi ya pake marset (sabuk ban) agar ban dalam dan pelek (terutama bagian jari-jarinya /spoke) tidak saling bersentuhan secara langsung

  16. bibi criwis mengatakan:

    Saya juga pernah Mas, dini hari lagi. Untungnya sama misuwa plus ketemu dengan orang baik hati yang punya teman tukang tambal ban.. slamet deh, ga jadi menginap di tepi jalan…😀

    itu sih namanya untung pas kempes ada yang nolong, untungnya lagi ada tambal ban yang buka😆

  17. Rama Sejati mengatakan:

    Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “Mudah Panik” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Mudah Panik ?

  18. Anggin mengatakan:

    Tips dan info yg bagus gan tentang problem sepeda motor

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: