Teori Safety Riding

Perjalanan Tabanan-Denpasar pp selalu aku jalani setiap hari, kadang ada juga rasa capek menerpa diri ini namun karena semua kulakukan demi nyai dan Allah SWT semuanya terasa enteng. Sepanjang perjalanan yang berjarak 16Km selalu saja ada kejadiaan yang bisa dicermati. Salah satunya tentang habit mengemudi para pemakai jalan. Apalagi saat jam masuk kantor sudah dekat serta terkena hujan sepertinya sudah tidak ada kata toleran lagi bagi pemakai jalan yang lain. Saling serobot dan mendahului sesama pemakai jalan. Kadang aku melihat itu juga miris koq demikian gawatnya budaya mengemudi di jalan.

Jangankan memberi kesempatan pada orang lain, melakukan safety riding untuk dirinya saja sudah tak terpikirkan. Hal ini yang menurutku sangat gawat. Padahal undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas sudah berjalan. Sudah berlaku namun jangankan gaungnya, penerapan nya pada keseharian saja sudah jauh dari ideal.

Mungkin itu menjadi PR bagi para aparat yang berwenang agar seluruh masyarakat bisa sadar sepenuhnya akan pentingnya safety riding. ๐Ÿ˜† Postingan kali ini aku cuma mau menulis tentang salah satu aspek dari safety riding. Ya, karena untuk melakukan safety riding agar kita selamat di jalan banyak aspek yang mesti kita lakukan. Namun ada beberapa yang prinsipil dan harus dilakukan kalau kita tidak ingin menjadi korban sia-sia.

Salah satu yang penting adalah masalah pengereman dan melewati kendaraan di depan (menyalib). Masalah pengereman, masih banyak yang salah kaprah tentang pengunaan antara rem depan dan rem belakang. Secara prinsip rem depan berguna untuk menghentikan laju (kecepatan) kendaraan sedang rem belakang berguna untuk menstabilkan laju kendaraan (agar tidak selip / ngempot). Banyak kejadian kecelakaan sepeda motor fungsi dari rem depan+belakang terabaikan. Semestinya pengunaan rem ini 70% untuk rem depan dan 30% rem belakang. Kalau kita lebih banyak mengunakan rem belakang (ini yang banyak dilakukan oleh biker di Indonesia) pengendalian nya akan sulit dan cenderung terjadi selip.

Sedang bagaimana cara kita mendahului kendaraan (menyalib) di depan yang benar adalah sebagai berikut. Usahakan pandangan sebelum mendahului kendaraan di depan dalam keadaan bebas. Karena dengan pandangan yang bebas itu kita bisa menentukan bagaiman selanjutnya, mau menunggu beberapa detik sebelum menyalib atau langsung jalan. Juga jangan lupa memberi tanda lewat lampu sign (reting) minimal 3 detik sebelum actian menyalib itu kita lakukan. Karena dengan memberi tanda tersebut kita memberi isyarat kepada kendaraan yang di belakang, mau bagaimana kita. Perhatikan juga kaca spion. Hal ini berguna untuk mengetahui bagaimana situasi arah kendaraan yang dari belakang. Gak asyikan saat kita mau nyalib pas baru setang dibelokan ke kanan tahu2 ada mobil ambulance yang jalan juga. ๐Ÿ˜†

Jadi intinya kalau kita mau selamat di jalan, jangan lupa mengikuti aturan2 dari safety riding. Karena aturan2 itu dibuat juga untuk keselamatan kita juga. Sekarang bagaimana dengan anda sendiri dalam melakukan pengereman dan menyalib kendaraan di depan ๐Ÿ˜• โ“

Iklan

17 Balasan ke Teori Safety Riding

  1. Asop berkata:

    Benar, cobalah ke Surabaya, maka akan terasa betapa mulai tertibnya pengendara motor di sana. ๐Ÿ˜†
    Banyak spanduk mengenai safety riding. Yang ga punya urat malu aja yang nekat ga melanggar safety riding. ๐Ÿ˜€

    peran media sangat besar dalam mengkampayekan safety riding. saya melihat memang sudah banyak berubah daripada 18 ahun yang lalu saat saya masih disana ๐Ÿ˜€

  2. Adi berkata:

    @asop, di SuraBaya dEndanya dasyat bgt kn? sana kayak di malang, makanya jadi tertib,

    oh ya….. โ“ โ— โ“ emang berapa dendanya koq aku baru tahu ๐Ÿ˜†

  3. ImamS berkata:

    Tambahan info baru tentang teori pengereman.

    Namun adalagi yang menyebabkan banyaknya kecelakaan baik kecil maupun besar.

    Motor2 jaman sekarang yang udah ngga perlu nongolin gigi, sering mendahului tanpa memperhatikan tata cara mendahului. Sering selonongan berbelok-belok tanpa memperhatikan kendaraan yang didahuluinya.

    ya itulah pak perlunya safety riding dilakukan, semua itu demi kita juga koq

  4. ImamS berkata:


    Tambahan info baru tentang teori pengereman.

    Namun adalagi yang menyebabkan banyaknya kecelakaan baik kecil maupun besar.

    Motor2 jaman sekarang yang udah ngga perlu nongolin gigi, sering mendahului tanpa memperhatikan tata cara mendahului. Sering selonongan berbelok-belok tanpa memperhatikan kendaraan yang didahuluinya.

  5. ai berkata:

    klo soal peraturan…masyarakat indonesia sudah tertanam di otak mereka kalau “peraturan dibuat untuk dilanggar” ..akhirnya keselamatan pribadipun jadi taruhannya

    paradigma yang harus segera diubah (sangat urgent) ๐Ÿ˜†

  6. sunarnosahlan berkata:

    yang kadang bikin jengkel adalah kalau tiba-tiba ada pengendara lain mendahului kita, tak tahunya persis didepan kita berhenti kalau belok kiri, dongkolnya luar biasa

  7. sunarnosahlan berkata:

    maksudnya berhenti atau belok kiri

    iya pak, aku juga pasti akan mangkel kalau mengalami seperti itu. kalau pas sadar, aku biarin. kalau gak sadar pasti aku salib dan aku rem juga biar kaget juga ๐Ÿ˜† :

    grin:

  8. Gokil Online berkata:

    ini nih yang suka nggak di perhatiin sama anak muda kayak saya.
    taunya bawa motor pake kebut2an.

    Blogger Indonesia Dukung Internet Aman, Sehat & Manfaat

  9. Gokil Online berkata:

    tes, kok komennya g masuk?
    di moderasi dulu ya?

    komeng sudah dibebaskan dari jeratan bangsatpam aksimet ๐Ÿ˜†

  10. Cahya berkata:

    Saya pikir saya akan matikan speedometer dan tancap gas ๐Ÿ™‚ – setidaknya satu unsur terpenuhi, tidak ngebut di jalanan melebihi batas kecepatan ๐Ÿ˜€

    saya tahu benar kalau pak dokter cahya tipikal orang yang gak grusa-grusu dijalan. gak seperti aku senengnya cepet sampai di tempat tujuan ๐Ÿ˜†

  11. zipoer7 berkata:

    Salam Takzim
    Terima kasih kang atas penyampaiannya terkadang rem belakang saya lebih cepat ganti dibanding dengan rem depan, karena ketidaktahuan saya.
    Salam Takzim Batavusqu

    salam hangat serta jabat erat selalu untuk Bang Isro ๐Ÿ˜†
    itu karena kebiasaan sampean yang mengunakan rem belakang dibanding rem depan

  12. joe berkata:

    salam kenal bro….

    salam kenal juga bro…. maksih sudah mampir ๐Ÿ˜†

  13. citromduro berkata:

    kalau pemuda yang menyalib terkadang saya merasa kaget karena langsung sikut di depan motor tuh

    waduh, pemuda ya ๐Ÿ˜• aku juga paling sebel karena senengnya ugal2 an.

    • citromduro berkata:

      kesalamatan orang lain dan kesalamatan diri perlu dijaga dalam berkendara
      memang soal pengereman terutama dengan kecepatan yang cukup tinggi tanpa dibarengi dengan pengereman depan belakang bisa ngepot.

      salam dari pamekasan madura

      betul sekali cak, karena itu harus dipake secara maksimal dan proposional ๐Ÿ˜€

  14. alisnaik berkata:

    selamat pagi.

    waduh, saya nggak bisa bawa sepeda motor nih.
    tapi makasih dah atas infonya. ๐Ÿ˜‰

    masak sih sampean gak bisa nauk sepeda motor โ“ ๐Ÿ˜• tapi sampean beli sepeda motor bisa kan ๐Ÿ˜†

  15. Agung Pushandaka berkata:

    Saya baru tau fungsi rem depan dan belakang. Selama ini saya menggunakan kedua rem itu menurut insting saja.

    tapi instingnya sudah benar gung…… ๐Ÿ˜†

  16. […] pemerintah bahwasanya merokok itu sangat merugikan, menganggu kesehatan dan janin ), mulai bisa naik sepeda motor dan mulai mengenal monyet. Yap betul, monyet. Ups…… maksudku cinta monyet, karena saat […]

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: