Warnetku Gak Laku

Anakku malah bermain diwarnet padahal di rumah juga ada

Seperti biasa saat pulang kerja aku selalu menanyakan keberadaan anakku. Sama seperti hari ini, begitu sampai dirumah aku mencari anakku yang kecil baru kelas II SD. Dirumah tidak ada siapa, beerapa menit kemudian baru Istriku datang. Aku Tanya dari mana, ternyata dia keliling komplek perumahan mencari Arya anak kami. Memang kemana dia koq sampai dicari gak ketemu ? begitu tanyaku pada istriku.

Gak tahu pak, tadi pamitnya mau ke warnet. Dari pagi sudah minta uang jawab istriku.

Waduh !! koq ke warnet sih, emang dirumah gak ada internet koq sampai mainan kesana !! begitu gumananku sedikit lirih.

aku tadi sudah bilang begitu sama anaknya, tapi dia tetap memaksa. ngambek timpal istriku

Seperti ada rasa gejolak curiga di hatiku saat aku mendengar tentang anakku yang masih kecil mau main ke warnet. Yang saya tahu warnet ditempatku bukan untuk anak seumuran anakku yang baru kelas II SD. Saya juga yakin kalau gak mungkin operator warnet akan mengijinkan anak yang masih dibawah umur mainan di sana. Aku juga sempat gak percaya masa sih anakku main disana (warnet) padahal aku juga punya interent keluarga yang bisa dimainkan sepanjang hari.

Tak perlu berpikir terlalu lama, langsung saja aku ganti baju dan mencari di lokasi warnet yang ada dikomplek rumahku. Sesampainya disana ternyata keraguanku tentang anakku yang akan main ke warnet terbantahkan. Karena didepan kios yang berukuran 6×7 meter tersebut ada sandal anakku. Sedikit ada rasa marah dan kaget, aku memasuki warnet tersebut dan menemukan anakku bersama 4 teman sebayanya yang lain berada di bilik warnet tersebut. Langsung aja aku ajak mereka untuk pulang. Dalam hati ku maunya marah tapi aku tahan sampai dirumah, karena kau gak mau anakku aku marahi di depan temannya.

Yang membuat aku heran adalah si operator warnet itu koq membolehkan anak yang dibawah umur (kelas 2 SD kurang lebih umurnya 8 tahun) bermain disana. Aku gak berpikir negative dengan warnet yang ada, tapi aku yakin kalau disana pasti terdapat file history dari pelanggan sebelumnya yang mengunduh ataupun berkunjung kesitus XXX. Itu yang aku kuatirkan pada anakku. Saat aku tanya tentang ap-a saja yang dilihat disana, katanya ada film tentang anggota tubuh GEDUBRAK !!!. Hal ini yang jadi pikiranku saat aku diberitahu kalau anakku bermain di warnet.

Seorang anak SD kelas II bermain di warnet, apa yang dicari disana😕❓ aku yakin kalau anakku memang gak ada maksud untukmelihat yang aneh-aneh disana. Mungkin hanya sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini karena teman-temannya (yang agak besar) sering cerita main ke warnet.

Menurutku tidak ada yang salah dengan warnet tapi kalau gak di lakukan filter yang benar terhadap pengguan nya aku yakin keberadaan nya akan banyak menimbulkan kerugian. Jangan hanya mengejar keuntungan saja tanpa memperhatikan sisi moral dari (anak-anak) penggunanya karena aku sendiri memang sudah menjadi maniak internet tapi internet yang sehat. Karena internet itu seperti pisau bermata dua, kalau kita bisa mengunakan secara bijak akan banyak keuntungan yang akan diperoleh. Tetapi kalau kita mempergunakan dengan semau gue dan berdasarkan negative thinking saja,(warung) internet hanya sebagai pelampiasan nafsu yang tidak tersalurkan didunia nyata.

Bagimanakah menurut narablogger tentang keberadaan warnet yang membolehkan anak yang dibawah umur untuk bermain disana ???

PS: postingan ini saya lakukan lewat email di tempat kerja, jadi gak bisa memberi gambar ilustrasi.

52 Balasan ke Warnetku Gak Laku

  1. milimeterst mengatakan:

    kalo warnet siih…siapa aja leh sewa… dia ngga mikirin siapa yg masuk… yg penting ada pemasukan….

    mungkin cuman mikir profit oriented tanpa membayangkan efeknya

  2. Agung Pushandaka mengatakan:

    Sebenarnya dilema juga mas. Setau saya, ndak ada larangan bagi anak-anak untuk berkunjung ke warnet. Tapi kita takutnya anak-anak itu malah mencoba-coba untuk melihat situs-situs negatif. Apalagi, warnet biasanya menyediakan koneksi yang lebih cepat dibandingkan yang tersedia di rumah sehingga lebih menyenangkan berinternet di warnet.

    Saran saya, masyarakat harus berkoordinasi dengan pemilik warnet tentang bagaimana seharusnya menyikapi kehadiran anak-anak di warnet. Misalnya, ketua RT/RW atau kelian banjar di tempat tinggal anda mengundang pemilik warnet dan warga masyarakat untuk berdiskusi tentang itu, bagaimana baiknya.🙂

    Memang itu yang aku takutkan karena masih anak-anak dan belum ngerti apa-apa. kalau mainan kesana pasti sedikit banyak akan ada bayangan yang tersisa di benaknya
    kalau masalah warnet sampai masuk ke ranah RT/RW ataupun kelian banjar keknya mereka juga belum berpikiran kesana😥😦

  3. Aku jg tidak setuju, jika warnet memperbolehkan anak di bawah umur menggunakannya.

    memang sih, pemilik warnet & operator ga ambil pusing masalah itu, yang penting pemasukan.

    maka dari itu, buat yg sudah punya anak, kita harus memantau terus perkembangan anak kita.

    setuju pa bagian akhir karena bahaya mengancam pada anak kita justru dari lingkungan

  4. ngatirin mengatakan:

    salam kenal dari dalang bartim pak
    wah harus hati-hati pak, karena manusia jaman sekarang yang dipikir hanya keuntungan sesaat aja

    makasih pak telah berkenan mampir disini😆

  5. gerhanacoklat mengatakan:

    dari dulu masih saya kuliah tahun 1998 an pas warnet baru masuk di medan, anak2 kecil udah dibiarin masuk ke warnet

    mungkin ini yang harus dirubah di organisasi warnet😦

  6. nandini mengatakan:

    dunia luar makin tidak bersahabat ya Om.. si anak harus kuat benteng imannya.. dan sibukkan dia dgn berbagai kegiatan pengaya sehingga pikirannya ga kemana2..😀

    setuju sekali dengan pemikiran dari nandini😎

  7. bayuputra mengatakan:

    Selamat Siang Pak …
    Izinkan saya untuk memberikan komentar juga … sebelumnya saya mau memberitahu juga kalau saya juga punya warnet pak .. namun warnet saya tidak ada sekat sedikitpun (jadi ada 6 unit komputer dan 2 unit labtop diatas meja yang tersusun rapi tanpa pembatas / sekat) tujuan utama saya yaitu supaya warnet saya halal dan terbebas dari pelanggan yang membuka situs XXX, kalau menurut saya mendingan warnet2 yang ada nggak usah pake sekat/pembatas aja .. heee supaya aman …
    dan untuk anak di kecil yang masih SD kalau masuk warnet menurut saya boleh saja. terutama seperti kondisi kami yang ada di desa, kalau tidak sejak dini anak-anak mengenal internet takutnya kalau dewasa mereka malah GAPTEK … namun didalam penggunannya sipemilik warnet harus memandu dan menjaga si anak kecl tadi …
    mungkin hanya itu saran dari saya pak …

    ehh kelupaan 1 lagi pak … WARNET SAYA yang tidak saya bikin sekat/pembatas ehhh sekarang malah sepi pak … hampir tidak ada pengunjung kecuali anak-anak yang mencari tugas-tugas sekolah .. heee mungkin warnet saya dianggap melanggar privasi orang kali heee …

    Salam Hangat dari Kalimantan Tengah.

    makasih pak bayu telah memberi sedikit pemikirannya😆
    kalau memang itu yang dilakukan dan membuat warnetnya sepi berarti ada yang salah dengan kondisi di masyarakat kita. karena masyarakat di barito ampah juga bisa mewakili masyarakat Indonesia pada umumnya. jadi ikut sedih dan miris melihat semua ini😦

  8. AMPAH (BARITO TIMUR) mengatakan:

    Mendingan … warnetnya disuruh memasang sistim blokir situs porno aja pak ..
    jadi kalau ada pelanggan yang membuka situs porno langsung terkunci atau terblokir sendiri … heee.

    kalau dikasi ini apakah gak malah lari pelanggan nya pak❓ sebuah dilema kalau kita kepingin menunjukan diri kita lain dari kebanyakan yang ada😦😥

  9. Moblogger United mengatakan:

    mari bebaskan warnet dari hal2 berbau mesum…

    mengajak FPI gak enaknya ya🙄

  10. darucreepy mengatakan:

    Sabarrr
    visit it http://bit.ly/b1DR9w komen juga yaa

  11. alamendah mengatakan:

    Semakin menjamurnya warnet memang menuntut perhatian dan pengawasan dari orang tua, Pak. jangan sampai anak2 kita salah dalam memanfaatkan teknologi internet

    Yupsss……….. betul sekali Kang😆

  12. marsudiyanto mengatakan:

    Bagaimanapun, yang namanya warnet pasti mencemaskan bagi orang tua yang punya anak remaja, apalagi yang masih anak2…

    Disisi lain kita tak mungkin mengontrol 24 jam pada anak2 kita.

    Saya yang punya anak dewasa cuman bisa pasrah, meskipun ngenetnya di rumah tapi saya tak mungkin memelototi siang malam…

    iya pak, kita gak mungkin mengawasi siang-malam selama 24 jam, yang penting kita memberikan pondasi moral yang kuat dulu🙄

    Salam!!

  13. Abdul Hakim mengatakan:

    kayaknya warnetnya itu untuk game online pak, dansebaiknya kita juga memfasilitasi game online di rumah kalau ada koneksi, dan perlu di awasi juga lho

    aku saja dari dulu sudah mewanti-wanti anakku untuk tidak maen di PS. dan ini dituruti tapi kalau di warnet, aku belum pernah melarang karena pikirku toh dirumah ada.😦

  14. tukangpoto mengatakan:

    Tidak bisa dihindari,mas. Di tempatku warnet juga 24 jam yang main banyak anak-anaknya. Tapi dari pembicaraan mereka lebih sering main game. Mungkin pendidikan dan pembekalan dari rumah yang dapat menangkal anak-anak kita untuk tidak terjerumus ke hal yang negatif.

    betul pak, pondasi moralnya harus diperkuat dulu😆

  15. Asop mengatakan:

    Waduh, saya ga setuju dengan warnet seperti itu.😡
    Harusnya tahu diri lah warnet itu, kalo belom dewasa (tampak jelas kan, dari luar?) harusnya didampingi oleh orang dewasa. Kalo didampingi orang tua malah lebih bagus.😦

    Walah2, anak2 emang butuh pengawasan ketat Mas…😐

    ini yang jadi pemikiranku juga Sop😐

  16. Wah ngeri juga ya??? Saya bersyukur di wwarnet saya tidak pernah kedatnagn anak kecil…

  17. nh18 mengatakan:

    Menurut saya …
    memang sudah saatnya Warnet itu memberlakukan filter untuk mencegah tertayangkannya situs-situs yang kurang layak …

    Mengenai anak SD bermain di Warnet …
    saya pikir boleh … asal ADA FILTER dan Jamnya di Batasi … dari jam ke sekian sampai ke sekian …

    Jika kedua hal tersebut tidak dipenuhi saya pikir Petugas Warnet harus tegas pada anak-anak dibawah umur tersebut.

    salam saya Pak Sugeng

  18. bundadontworry mengatakan:

    di zaman sekarang agak sulit juga melarang anak2 utk tdk menggunakan internet dan kitapun gak mungkin juga utk mengawasi anak2 24 jam, jadi ya berdoa saja, semoga mereka tdk membuka situs xxx tadi, caranya dgn mengajarkan ttg etika moral dr awal .
    salam

  19. Onesimus mengatakan:

    wah… wah… perlu hati2 pak, apalagi katanya anaknya udah nonton film tentang anggota tubuh, hehe..🙂 zaman sekarang orang tua harus lebih protektif terhadap anaknya.

  20. dafiDRiau mengatakan:

    judulnya kok, warnetku g’ laku y…

  21. adin mengatakan:

    di deket rumah saya juga ada warnet yang letaknya di depan SD, dan malah kebanyakan penggunanya anak-anak, ada game center-nya juga sih, tapi ya semoga aja yang punya warnet bisa memfilter akses internetnya….

  22. budiarnaya mengatakan:

    Sulit dan serba sulit, dia punya kaki, bisa lari kesana kemari, namun kayaknya kita lebih berani lelah untuk setiap ada kesempatan mengingatkan tentang larangan hal-hal yang porno ya mas ya ? dan dampak serta akibatnya.

  23. orange float mengatakan:

    anak-anak itu lebih suka maen online game makanya mereka betah apalagi sama teman-temannya. jadi tambah seru

  24. Cahya mengatakan:

    Pak Sugeng,

    Mungkin kalau bisa ditambahkan juga jika ada perda atau peraturan lain tentang penyelenggaraan warnet, apa bisa warnet seperti itu dituntut, jika tidak diberi pelajaran, nanti akan keterusan.

    Walau game online-pun kan ada batas usianya.

  25. Triagung mengatakan:

    Langkah yang sudah dilakukan pa sugeng sudah tepat, dengan menjemput anaknya adalah satu langkah perhatian orang tua….

  26. isdiyanto mengatakan:

    yang penting adalah terus memberikan pendidikan dan pemahaman kepada si anak supaya tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan…

  27. kangmas ian mengatakan:

    setuju mas..ngeri juga sih kalau anak2 mainnya di warnet..yang punya warnet juga sebenernya bukan g perhatian mas..kadang suka dikasi tahu ini jam sekolah, bla bla bla..tapi dasar anaknya ngeyel y susah..
    memang harus ada kontrol..kalao di tempat saya di pasang netop buat monitoring client..kalao ada yang macam2 kasi pesan aja suruh tutup..
    makasih mas..atas keluhannya..itu bisa jadi masukan..
    seharusnya ortu juga berperan penting mas biar g pengusaha warnet juga yang disalahkan..kan bener kata mas teknologi itu bagai pisau bermata dua..semuanya tergantung yang pakai🙂

  28. budies mengatakan:

    itulah tugas warnet untuk ikut mendidik, biarkan yang buka-bukaan, lebih bagus cari rejeki yang toyib

  29. info solo mengatakan:

    ditempat saya,,, yang pake seragam sekolah aja ngga boleh masuk,, waktu jam sekolah,,,,

  30. hellgalicious mengatakan:

    kalo menurut saya sih boleh saja asalkan si anak didampingi orang tuanya

    adek saya aja masih kelas 4 sd udah demen maen ke warnet
    tapi dia boleh pergi ke warnet asalkan sama saya

    hehehe

  31. sekarang bukan XXX lagi gan ‘SMP’
    juga ada loh hihi

  32. 2012 mengatakan:

    Semoga saja mas sekarang dapat mengambil hikmah nya,..
    AMIEN!

  33. aldy mengatakan:

    Saya tidak pernah mengijinkan putri saya yang masih SD kewarnet, harus dirumah dan diawasi oleh ibunya, karena khawatir juga setting yang sudah saya buat bobol.

    aku juga begitu pak, tapi mungkin dia masih belum ngeh warnet itu apa karena memang belum pernah sama sekali kesana sendiri.
    settingan nya yang dirumah itu bagaimana pak, kale aja aku bisa menerapkan nya😆

  34. imadewira mengatakan:

    mungkin pemilik atau penjaga warnet bisa lebih bijak, jika ada pengguna yang masih dibawah SD mungkin bisa lebih diawasi, tapi susah juga ya..

    katanya mereka, asal mau bayar dan tidak ada kompolain / keributan meski anak-anak silakan saja😯

  35. vanovic mengatakan:

    wah bahaya boss… postingan yang menarik, sebuah pelajaran yang sangat berarti, agar sebagai orang tua harus mengawasi perilaku anak, terlebih bila kita tahu bahwa anak akan pergi kemana, jika tempat yang dituju “nyeleneh” sebaiknya dicegah saja secara baik-baik🙂
    eh iya boss, judulnya bagus.. jujur bisa membuat saya terhibur, hehehe.. salam kenal boss🙂 tukeran link mau nggak?

    makasih mas telah mampir, tukeran link sapa takut😆

  36. kang nawar mengatakan:

    mungkin perlu regulasi yang tegas terkait warnet itu, terutama buat para pemilik warnet

  37. bisnis di rumah mengatakan:

    saya masih memikirkan bagaimana membuka usaha warnet untuk ukuran bisnis di rumah saya. namun saya masih mencari seputar membuka warnet.

  38. gadgetboi mengatakan:

    masih ada yah yang seperti itu? di sini sih alhamdullilah sudah enggak ada … di batasi dengan proxy

  39. Puspita mengatakan:

    Memang gak ada batasan umur kok buat masuk warnet.. Ya yg penting jaga keluarga kita dengan iman aja. Insya Allah selamat

  40. purwanto mengatakan:

    kalau nunggu regulasi atau apapun namanya kelamaan Pak.. Usul saya sebagai orang tua kita harus sering menambah imunitas anak kita… Mungkin dengan kondisi jaman sekarang yg profit oriented n kapitalis.. jadi ladang pahala bagi para orang tua untuk tidak jenu dan bosan ‘ngandani’ dan ‘mengimunisasi’ moralitas dan spritualitas anak2 kita.
    Saling mendoakan ya Pak… agar anak2 kita bisa membentengi diri dan menjadi generasi terbaik negeri ini

  41. miyosi chan mengatakan:

    iya, emng,

    banyak warnet yg dijadikan sarang tindak kemaksiatan,

    biasanya dilakukan oleh oknum. eits…. mitosi mana url blognya❓ aku gak bisa berkunjung kesana dong😕

  42. Yanuar mengatakan:

    Mau di kata apa, banyak sekarang seumuran kelas 2 SD sudah ahli2 dalam memainkan game online sekelas RF, Point Blank dan Dota.

    Mungkin anak bapak hijrah ke warnet karena di rumah ndak terinstal game online sekelas itu, jadinya memutuskan untuk pergi ke warnet. Di tambah lagi ramainya si teman-teman. Gak laku deh warnet bapak yang di rumah😦

    Harus ada menemani pak, agar terkontrol..🙂

    Salam dari Jakarta.

  43. tomi mengatakan:

    kalau menurut saya kita tidak bisa menyalahkan warnet tsb, kecuali kalau memperbolehkan anak berseragam main di warnet tsb pada saat jam sekolah….
    kita sebagai orang tua yg harus bisa mendidik anak dan memberikan pengertian kepada anak efek negatif dari maen ke warnet dan coba mengalihkan perhatian anak supaya jgn ke warnet lg hehehe

  44. kampus blog mengatakan:

    sebagai operator warnet dan gamenet, kalau saya cuma bisa melarang anak bersegeram karena memang itu ada peraturan dari kepolisian.. tp kalau melarang anak maen di warnet/gamenet di t4 saya bekerja ya mana mgkn bisa pak.. hehehe

  45. Mbah Jiwo mengatakan:

    saya rasa peran orng tua cukup penting disini, kalau memang ke warnet kitanya juga aktif ngecek warnetnya sehat atau ndak, kan ada tuh warnet2 yg terkenal hot…

    nah jangan main dsana, ada juga warnet yg clean, bolehlah anak kita kesana, meski kelas 2 sd…

    zaman gini anak diarahkan bukan dilarang2…

    salam hangat mas.

  46. JoO mengatakan:

    hmmmphhh… anak dibawah umur ya hehehe
    wah rada rumit neh kang… tapi emang bener seharusnya warnet punya peraturan untuk anak dibawah umur…🙂

  47. quinta mengatakan:

    kalo di warnet saya, di billing itu ada fasilitas remote client dan juga bandwidth monitor.
    Kalo ada anak – anak masuk, biasanya operator akan me-remote untuk melihhat dia buka apa, biasanya kalo web site yang di tuju adalah triple X,di billing internet akan terlihat, dan di bandwidth monitor jaringan yang bekerja adalah jalur international, kalo game yang terpakai Bandwith Lokal.

    Kalo seperti itu, biasanya kita akan disconnect, kalo masih berlanjut, kita suruh keluar, cuma ini semua tertgantung dari kebijaksanaan warnetnya sieh..

  48. […] fasilitas internet di rumah tidak bisa membuat anakku bisa menjadi internet addict apalagi untuk menjadi seorang blogger. […]

  49. bambang mengatakan:

    warnet..itu..free..bwat..smua..umur,warnet..saya,,slalu..saya..cek..tiap..5menit..bila..ada..anak..yg,,masih,,di,,bawah..umur..dengan..berlagak..mondar-mandir..sambil..ngelirik..apa..yg..dia..buka,alhasil..slama..ini..tidak..ada..anak..di..bwah..umur..buka..web/blog…XXX…jadi..warnet..itu..tergantung..yg..mpunya…para..bapak2,ibu2……jgn…salahkan..warnetnya…ya…kita…usaha…cari…makan…untuk…anak…&…istri

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: