Renungan Untuk Diri Sendiri

Bukan aku bernyawa seribu tapi semua hanya karena NYA

Memasuki hari yang ke 19 pada bulan ramadhan 1431 H tahun ini aku secara tidak sengaja di ingatkan oleh teman untuk instropeksi diri. Ya …… secara tidak sengaja. Diingatkan untuk mengintropeksi semua kehidupanku sampai saat ini. Ceritanya saat teman ku datang dan menanyakan tentang kabar yang dia dengar yang katanya aku pernah nyemplung (masuk) sumur πŸ˜† dan hampir setengah mati di dalam sumur. Meski cerita tidak semuanya benar, namun dari sana aku seperti di ingatkan dengan semua kenikmatan dan pertolongan Allah SWT yang telah diberikan kepadaku.

Dalam kesendirian malam ini aku mencoba untuk mengingat sudah berapa juta kali nikmat NYA aku rasakan, tak terasa mata ini basah. Hm …… aku benar-benar termasuk manusia yang tidak pandai bersyukur. Kenapa air mataku sampai memenuhi kelopak mata ini, tidak lain dan tidak bukan karena aku merasakan selama ini aku masih mendapat perlindungan dari NYA. Karena sudah banyak kejadian yang membuat aku merenung, kenapa aku tidak bisa merasa bersyukur dengan sebenar-benarnya bersyukur 😦 .

Dari awal merantau di tanah Bali dwipa ini aku sudah bisa merasakan begitu banyak diberikan kenikmatan dalam bentuk kesehatan lahir batin tak kurang apapun. Sekedar memutar ulang rekaman memory harddisk ku, apabila diungkap aku jadi malu sendiri. Hanya kejadian yang sempat aku ingat yang bisa aku isikan di memory ku yang lain lewattt….!!! Padahal yang tidak aku ingat ada ratusan ribu / bahkan jutaan kenikmatan yang aku rasakan.

Sekedar menginggatkan diriku sendiri, kalau sudah beberapa kali diberi kesempatan hidup. Yups benar, masih diberi kesempatan hidup karena kalau tidak karena sifat Rahman dan Rahim Allah SWT aku sudah menjadi seonggokan daging yang tidak bisa berbuat apa saat dimakan ulat. πŸ˜₯ Yang pertama kali saat aku diberi pertolongan Allah SWT saat aku bermain dipantai saat tahun 1992. Dimana aku bermain di pantai Jerman Kuta Bali dan sempat terseret arus sampai jauh dari bibir pantai. Beruntung ada teman ku (namanya Komang XXXX lupa aku namanya) yang membantuku untuk menepi. Seandainya tidak, mungkin aku bisa sampai di pantai sekitar Banyuwangi. 😦

Yang kedua saat aku mencoba membetulkan sumur dirumahku. Karena terlalu lama berada didalam sumur aku kehabisan tenaga dan tidak bisa naik. Padahal posisi badanku saat itu sudah berada di tengah-tengah sumur yang dalamnya 16 meter. Beruntung istriku berteriak-teriak minta tolong akhirnya datang tetanggaku datang dengan menarikku keatas. Seandainya tidak, aku bisa kehabisan nafas dan keracunan didalam sumur. 😦

Yang ketiga, aku pernah naik sepeda motor menabrak orang dan jatuh ke samping kanan. Pada saat itu ada mobil yang berjalan di belakang, beruntungnya aku mobil itu bisa berhenti pada saat yang kritis. Seandainya tidak, aku bisa menjadi makanan empuk bagi roda mobil itu. 😯

Terakhir, kemarin saat aku pulang kerja. Lagi-lagi kejadian ini terjadi karena aku mengantuk saat mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba setang motorku terasa bergeser kekiri dan sialnya disebelah kiri ada rombong penjual nasi goreng yang sedang lewat. Β Keberuntungan kembali menghampiriku meski barstep motorku patah karena membentur as roda rombong tersebut.

Semua keberuntunganku ini bukan sekedar keberuntungan yang aku alami tanpa ada yang menyebabkan hal ini terjadi. Aku yakin dibalik semua ini ada tangan yang menguasai hidupku ini masih memberi kesempatan padaku untuk bertobat dan memperbanyak amal perbuatan yang baik. Mungkin selama ini aku masih banyak lupa dan khilaf dengan hal-hal yang Engkau perintahkan. Namun dengan pongahnya aku merasa bahwa apa yang aku lakukan ini semuanya benar.

Ya Rabb, ampunilah hambamu ini yang sering kali dihinggapi rasa riak, ujub, iri dan dengki. Ya Rabb, hanya kepadaMu lah aku serahkan semua diri ini dan hanya kepadaMu lah aku berlindung dari segala marabahaya yang mengancam jiwa ini. Tunjukanlah aku jalan yang Engakau ridhoi.

PS: Aku tidak bisa menuliskan ending yang mengambarkan kegundahan jiwaku. 😦

Iklan

34 Responses to Renungan Untuk Diri Sendiri

  1. alamendah berkata:

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    memang jika kita mau sejenak berfikir dengan hati jernih akan terpampang deretan poanjang nikmat yang telah kita terima. Saking panjangnya sampai ujung deretan itu tidak akan ketara.

    makasih kang, memang kadang kita lupa akan nikmat-nikmatnya

  2. milimeterst berkata:

    wah… ending nya….asal jgn bengong aja mas…

    😳 😳 😳

  3. HALAMAN PUTIH berkata:

    Senantiasa kita selalu bersyukur atas karuniaNya. TanpaNya kita bukanlah apa-apa.

    memang itu yang seharusnya kita lakukan mas 😐

  4. Moblogger United berkata:

    jadi sebaik2 bersyukur ialah selalu ingat kpd kenikmatan, kemudian mengucapkan syukur n mengamalkan segala perintah Sang Pemberi kenikmatan.

  5. Moblogger United berkata:

    komenku lenyap! huhuhu..

    sudah tak bebaskan mas πŸ˜†
    perintah Sang Pemberi Kenikmatan itu yang seharusnya kita lakuakn dengan ikhlas

  6. aldy berkata:

    Mas Sugeng, monggo merenung banyak-banyak, mumpung dihari baik dan bulan baik. Kalau sudah hasilnya tolong dilaporkan ke saya πŸ˜†

    Lapor !! ……….. hasil belum ditemukan

    • Cahya berkata:

      Wah Pak Aldy bagian kolekter renungan nih πŸ˜†

      Kalau sering mengalami kejadian yang menempatkan diri antara hidup dan mati, pastinya akan berpikir demikian.

      bukan hanya sekali pak, tapi sudah bebrapa kali 😯

      • aldy berkata:

        Mungkin itu peringatan dari yang diatas, makanya warnet yang ada dirumah harus giliran menggunakannya πŸ˜†

        gak tahu caranya pak 😳

  7. Sawali Tuhusetya berkata:

    subhanallah. Tuhan tak pernah tidur. semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mendapatkan lindungan-Nya, amiiin. sebuah refleksi yang berdasarkan kisah nyata, mas sugeng.

    benar pak, sampai mata ini basah karena menginggat kenikmatan yang sudah diberikan πŸ˜₯

  8. boyin berkata:

    dibiasakan setiap hari beryukur pak..selain melatih kesadaran juga akan diberi kepekaan..

    betul mas, mestinya seperti itu tapi kadang karena saking sibuknya gak sempat 😦

  9. tunsa berkata:

    sama pak, temenku kemarin juga mengingatkanku. cuma mereka tak lagi bisa mengingatkanku lagi, mereka telah tiada 2 hari lalu

    turut berduka mas untuk temannya. ini beneran mas ❓ πŸ˜•

  10. budiarnaya berkata:

    Mas sugeng… semoga hasil perenungan ini menjadikan kita lebih baik dan lebih mendekatkan diri denganNYa

    seharusnya begitu mas, bisa mendekatkan diri lebih baik lagi πŸ˜‰

  11. Ada kalanya manusia tidak menyadari ada kekuasaan dan kehendak ALLAH di atas segala kejadian, namun jika direnungkan dan ditelusuri tak jarang kita harus menangis untuk kehilafan atas segala rahmat dan nikmat darinya yang tak pernah sirna. Sebuah perenungan akan memberikan jalan terang dan kekuatan untuk mencintai allah swt, insyaallah..
    Sukses Slalu!

    makasih mas, telah mampir πŸ˜† semoga bisa mencintai NYA dengan lebih baik lagi

  12. Cara beli rumah berkata:

    itu lebih baik,.. dari pd kita suruh orang merenung sementara kita g

    merenungnya tambah di rajinkan tiap

    hari πŸ˜†

  13. ngatirin berkata:

    aku jadi terharu membacanya mas. mungkin tidak hanya pandai bersyukur saja mas, tapi kita juga harus ikhlas bersyukur. ada juga dalam ayat Allah yang mengatakan: kenikmatan Allah terhadap umat manusia itu bila ditulis air laut sebagai tinta dan daun didunia ini sebagi kertasnya, itupun belum cukup untuk menuliskan kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita.
    salam hangat mas……

    maksih mas, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi kecuali yan beramal sholeh dan saling nasehat menasehati dalam kebaikan πŸ˜†

  14. fansmaniac berkata:

    Wah sebaiknya banyak berhati2 mas, dan kita wajib mensyukuri karena sesungguhnya Dialah sang maha tahu akan segalanya termasuk umur kita. Kalo istilahnya itu “nyaris” πŸ™‚ banyak istigfar mas. Met puasa yo mas

    kalau bahasa jawanya (meski sudah jatuh babak belur) Untung aku bisa menghindar πŸ˜†

  15. fxgue berkata:

    nice posting, met kenal sob

    makasih mas telah mampir, salam kenal juga πŸ˜‰

  16. Mochammad berkata:

    Amin ya rabbal alamin (untuk paragraf terakhir)..
    Masih beruntung cak sugeng diberi hidayah untuk mengingat bahwa hidup kita ada yang menguasai. Renungan tadi moga tidak sekedar coretan di blogmu, tapi bener-bener petunjuk untuk menjalani hidup lebih baik dari yang sudah-sudah, hari ini, esok, dan seterusnya.
    Selamat tetap menjalankan ibadah puasa dan rangkaian ibadah di dalamnya.

    πŸ™‚ Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/
    http://notulabahasa.com/

  17. isdiyanto berkata:

    setiap saat senantiasalah bersyukur kepadaNya…

    itu yang selalu berusaha aku lakukan πŸ˜†

  18. Semoga dapat mengambil hikmah dari setiap episode kehidupan kita ini….

    kembali merenung 😐

  19. nandini berkata:

    Walaupun tidak seekstrim itu, saya juga pernah mengalami kejadian2 hampir mati. Dan hasilnya,saya jadi sangat menghargai kehidupan. bahkan tarikan nafas yang tanpa bantuan oksigen ini pun terasa begitu nikmatnya. Subhanallah.. πŸ™‚

    Benar Jeng, kadang aku juga lupa dengan harga satu sedotan yang tidak ternilai πŸ˜†

  20. Bali Villas berkata:

    mari kita belajar untuk bersyukur, semua sejak kita lahir kita sudah diberikan kenikmatan yang tak ternilai oleh Allah SWT.
    semoga kita termasuk orang yang pandai bersyukur.
    jangan lupa berdoa sebelum beraktifitas. dengan menyebut nama Allah!
    Bali Villas Bali Villa

  21. lukmanjack berkata:

    Subhanallah..
    Begitu besar karunia Allah Swt

    Kunjungan balik
    πŸ˜€

  22. budies berkata:

    sebuah renungan yang Insya Allah menjadikan kita seemua untuk semakin bersyukur atas segala nikmat yang diberikan olehNya. Tentu rasa syukur bukan sebatas ucapan, namun lebih diwujudkan dengan perbuatan

  23. an9el berkata:

    Allah memang maha segala galanya sob..

  24. kanvasmaya berkata:

    ikut menyelami..
    jangan berhenti bersyukur maz πŸ™‚

  25. bluethunderheart berkata:

    senang baca postnya
    menarik
    salam hangat dari blue

  26. zee berkata:

    Rasanya luar biasa terharu dan merasa berkah saat kita sadar bahwa Allah masih sangat sayang pada kita.

  27. bintangtimur berkata:

    Subhanallah, betapa kesempatan itu diberikan berulang kali…
    Beragam kejadian yang ditulis disini kembali membuat saya introspeksi, bahwa tidak ada kebetulan ataupun keberuntungan di dunia ini. Semua selalu ada hikmahnya.
    Trima kasih buat pencerahan yang saya baca pagi ini πŸ™‚

  28. teguhsasmitosdp1 berkata:

    Maka seharusnya kita malu untuk selalu minta kepada Tuhan, nikmat yang telah diberikan kepada kita saja belum bisa kita hitung, kok masih mau minta yang lain. Kalau menurut saya mintalah Ridlo Nya, sebab apapun yang akan menimpa kita asal Allah Ridlo, pasti kiat akan ada kebaikan.

    betul pak, kalau semua sudah diridhoi jalan gampang pasti akan ditemui

  29. […] masuk dengan sedikit rasa gelisah karena perolehan nilaiku yang sekedar cukup, aku merasakan adanya satu keberuntungan lagi menghampiriku. Aku diterima disekolah itu meski dengan modal pas-pas an. Padahal banyak juga yang […]

  30. Khalid Abdullah berkata:

    kunjungan perdana mas… salam kenal nih…Khalid Abdullah

    Lam kenal kembali mas, semoga kunjungan ini masih berlanjut di waktu mendatang πŸ˜‰

  31. JoO berkata:

    Wah makasi tulisannya sangat bagus aku juga jadi tergugah neh…
    dari pengalaman kang sugeng sang segitu banyaknya sampe nyerempet segala hehehe…sudah seharusnya kita bersukur atas segala nikmat… semoga kita menjadi orang-orang yang pandai bersukur “amiin”

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: