Selamat Jalan Nang Ruja

Umur, jodoh, rejeki adalah urusan NYA manusia hanya bisa berikhtiar

Bagaimana rasanya kita kehilangan soeorang sahabat dekat❓ mungkin banyak juga narablogger yang pernah merasakan kehilangan seperti itu. Hal ini juga saya alami saat hari minggu yang lalu (17/10)  aku mendengar kabar dari teman.
“Pak Geng, sudah mendengar berita belum ??” begitu suara telepon dari seberang sana.
“Berita apaan ?!?” ucapku seenaknya
“Pak Ruja menginggal dunia” dugh… !!! tersentak rasanya diriku
“Yang benar saja, kemarin sama aku masih baik saja koq, kenapa memangnya ??” kembali jawabku penuh dengan tanda tanya
“Iya pak, tabrakan tadi pagi jam 6:00”  **hatiku langsung kosong & lemas

Sahabatku

Alm. I Wayan Ruja

Setelah mendengar berita itu langsung ingatan saya menerawang tentang sosok sahabat saya tersebut. Naman lengkapnya I Wayang Ruja, dilahirkan 43 tahun yang lalu dan sudah menjadi sahabat dekat saya dalam aktifitas kerja sehari-hari. Beliau orangnya sederhana dan cenderung polos. Karena kepolosan nya ini kadang dimanfaatkan oleh teman-teman dengan meng”akali” dia agar dia dapat bagian pekerjaan yang susah (termasuk diriku, maafkan aku Nang Ruja). Meskipun beliau tahu kalau saat itu dia di “akali” namun dia dengan polosnya menjalani pekerjaan itu dengan hati senang tanpa ada keluhan.

Namun yang saya ingat, suatu hari saat saya dalam perjalanan pulang kerja dan mengantuk terpaksa saya berhenti di pinggir jalan dan tertidur beberapa saat. Saat saya terbangun dan langsung jalan secara kebetulan dia lewat disampingku. Melihat diriku tidur di pingir jalan, dia malah tertawa melihatku. Sekarang sahabat ku tersebut malah mengalami petaka gara-gara memaksakan diri berjalan meski dalam kondisi mengantuk. Menurut kabar yang kudengar, beliau mengalami petaka tersebut gara-gara akan berangkat melaksanakan kerja bakti di lingkungan rumahnya. Hari Sabtu dia pulang kampung (luwus tabanan) dan minggu pagi sekitar jam 05:30 dia berangkat ke (komplek) rumah tinggalnya di kawasan dalung Denpasar. Namun nasib berkata lain untuk sahabat ku, Dia tidak pernah sampai melaksanakan niatnya untuk melaksanakan kerja bakti itu karena di satu tikungan yang tidak terlalu tajam sebuah truk parkir ditabrak dari belakang.

Sekarang Dia sudah terbujur kaku dengan meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil (anak terbesar baru kelas 7). Dan pada hari ini Senin tanggal 25 October jam 12:30 sahabatku di kuburkan di pemakaman desa Luwus.

Selamat jalan sahabat, sudah banyak kejadian yang kita lalui bersama baik dalam senang maupun dalam duka. Sudah banyak juga motivasi serta ilmu kehidupan yang engkau sampaikan padaku. Sekarang engkau telah melepas semua permasalahan di dunia ini meski masih banyak harapanmu yang belum terlaksana, semoga engkau bisa tenang di alam sana sahabat.

**Nang : adalah sebutan untuk orang yang di tuakan dalam hal umur di Bali, kami teman sekerja melihat figur itu pada sahabat ini. Makanya kita semua memanggil beliau dengan sebutan itu.

17 Balasan ke Selamat Jalan Nang Ruja

  1. Tamba Budiarsana mengatakan:

    Saya turut berduka cita Pak Sugeng. Semoga arwah beliau diterima disiNYA dan keluarganya bisa diberikan ketabahan.
    Saya sudah beberapa kali mengalami hal yang sama Pak, teman dekat pergi begitu saja tanpa ada firasat apa-apa.😦

    Aku juga tidak merasakan firasat apa-apa padahal kemarin nya kita tertawa dan bercanda bersama😦

  2. Debby mengatakan:

    turut berduka Pak…kenapa ya orang2 baik slalu d panggil lebi cepat?:D

    Rahasia Illahi yang hanya DIA yang tahu😥

  3. Masbro mengatakan:

    Turut berduka cita..
    Ajal memang rahasia Sang Ilahi, kita hanya bisa berikhtiar..

    Makasih Masbro …….

  4. purwanto mengatakan:

    turut berduka cita atas meninggalnya sahabat Mas.. semoga kita bisa mengambil hikmah, dan ditabahkan bagi yang ditinggalkan, semoga arwah Nang Ruja di terima sisi Nya

    Makasih pak Pur😐

  5. tunsa mengatakan:

    wah…pak sugeng kemarin kok nggak cerita ya?
    ajal memang tidak bisa kita duga.
    2 bulan lalu, dua sahabatku juga bernasib sama…keduanya meninggal dalam kecelakaan saat pulang dari masjid pda bulan puasa kemarin

    Aku kan gak mau merusak suasana yang sudah ganyeng kemarin, ceritanya kan bisa lewat blog.😆
    Memang umur kita cuma bisa berikhtiar, tanpa bisa menunda sedetik pun.

  6. Bibi Titi Teliti mengatakan:

    Turut berduka cita ya mas
    Semoga arwah beliau diterima disisi Nya
    Diampuni kesalahan nya dan diterima amal baiknya
    Amin

    Makasih Bi’😛

  7. budiastawa mengatakan:

    Mas Sugeng, Saya turut berduka cita atas kepergian sahabat Mas (Pak Ruja). Semoga arwah beliau mendapat tempat disisi-Nya sesuai dengan amal-bhaktinya.

    Iya pak, makasih. Banyak rekan kerja sampai hari inipun masih belum bisa melupakan bayangan beliau😦

  8. budiarnaya mengatakan:

    Ternyata ini yang mas maksud mengantar kepergian Sahabat, saya turut berduka cita mas semoga arwahnya diterima disisi-Nya

    Iya pak, beliau merupakan sahabat kerja saya satu atap dan banyak sudah cerita suka cita yang kita lalui bersama😦

  9. joe mengatakan:

    turut berduka cita pak, semoga beliau diterima di sisiNya dan diampuni segala kesalahannya…

  10. alamendah mengatakan:

    Turut berduka cita. Semoga amal ibadah beliau diu terima oleh Allah dan keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan

  11. M Mursyid PW mengatakan:

    Semoga arwahnya ditempatkan di tempat terbaik oleh-Nya.

  12. hudaesce mengatakan:

    kematian merupakan misteri terbesar dalam kehidupan ini, yang dimana setiap insan pasti kan mengalaminya. Ikut berduka cita atas meninggalnya Sahabat bapak,semoga beliau tenang di alam sana….Amin

  13. Pendar Bintang mengatakan:

    Om…
    Hani juga turut berduka cita..
    Semoga beliau di terima di sisi-Nya dan diberikan-Nya tempat terindah..

  14. alisnaik mengatakan:

    rest in peace, Nang Ruja😦

  15. […] saat aku menggantikan teman karena kakaknya meninggal, kemudian hari minggu kemarin teman akrabnya Pak Sugeng meninggal karena kecelakaan. Terus, tadi siang saat asik menikmati twitter tiba-tiba ada tweet dari […]

  16. aldy~PF mengatakan:

    Semoga Arwah almarhum diterima di sisiNya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Amin.

  17. Tinta pena telah mengering bersamaan dengan semua hal yang akan diri kita temui. Maka, jangan biarkan diri kita larut dalam kesedihan. Jangan mengira diri kita sanggup melakukan segala upaya untuk menahan tembok yang akan runtuh, membendung air yang akan meluap, menahan angin agar tidak bertiup, atau memelihara kaya agar tidak pecah. Adalah tidak benar bila semua itu dapat terjadi dengan paksaanku dan paksaanmu, karena apa yang telah digariskan akan terjadi.

    Turut berduka cita, semoga segala amal ibadah diterima di sisi Tuhan.

    Salam ~~~ “Ejawantah’s Blog”

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: