Maafkan Diriku

Aku terprovokasi untuk menyelesaikan tugas akhir

Sudah memasuki seminggu di bulan Januari 2011 aku masih belum juga membuat gerakan untuk BW. Gak tahu kenapa, yang jelas dari kemarin2 saat libur tahun baru saya mesti melakukan banyak kegiatan offline. Dari jalan-jalan memenuhi keinginan anak-anak ku sampai ada tamu yang membuatku jagong sampai larut malam. Setelah tamunya pulang, giliran matanya tidak bisa di ajak kompromi. Akhirnya langkah terakhir aku lakukan, mematikan kompie dan langsung cuci tangan terus berangkat bobok. 😆

Apalagi saat sekarang di daerah tempat tinggalku sering sekali turun hujan. Mulai saat malam tahun baru kemarin sampai tadi siang, masih saja gerimis mengundang berubah menjadi hujan. Kalau sudah hujan yang namanya kodok selalu bernyanyi mengumandangkan lagu kebangsaan mereka. 😛 Di tempatku (lagi-lagi di tempatku) kalau sudah hujan banyak sekali kodok yang mencari mangsa dengan berlompatan kesana kemari. Tahu-tahu dari atas atap rumahku yang masih belum ada plafond nya loncat lah sang kodok yang malang.

Kenapa saya bilang malang ❓ karena dia langsung menjadi ajang pelampiasan emosi ku. Padahal dulu saat awal aku menemukkan sang kodok masuk kedalam rumahku, aku sih cuek bebek saja. Toh saya pikir mereka juga perlu makan dan perlu hidup. Paling yang saya lakukan mengiring mereka untuk tahu jalan pintu keluar rumahku. Agar mereka bisa menghirup udara bebas merdeka :mrgreen: . Namun sekarang sudah berubah oreintasiku pada binatang yang satu ini. Setiap masuk rumah selalu saja dia menjadi korban keganasaanku karena semua anggota keluargaku jerit-jerit gak karuan. Ini yang membuat aku sedikit terprovokasi untuk menyelesaikan tugas akhir yaitu mengambil serta membantingnya. Maafkan diriku wahai kodok yang malang, semoga engkau di beri tempat yang layak disana namun bukan di rumahku.

Beginilah penampakan nya setelah tugasku berjalan, … maafkan diriku 😦

Kodok

Kodok yang malang, .... maafkan diriku

Iklan

26 Balasan ke Maafkan Diriku

  1. pandebaik berkata:

    Beh, beraninya cuman sama kodok… coba kalo saya yang datang dan gangguin seisi rumah, apa bakalan berani melakukan ‘penyelesaian tugas akhir’ ? hehehe…

  2. edratna berkata:

    Duhh..jangan dong, kasihan kodoknya…

  3. Ikkyu_san berkata:

    waduh….untung tidak dipasang foto korban mutilasi…. tapi kalau cuma bagian kaki yang sudah digoreng mungkin yummy yah hehehe

    sama pak, saya juga capek selama anak-anak libur. mungkin baru bisa aktif sesudah tgl 11 (masuk sekolahnya tgl 11)

    EM

  4. midcool berkata:

    Wah, ngeriiii…
    Kodoknya sampai darah-darah gitu…
    Ho.O

  5. mas-tony berkata:

    masih belum sabar ya mas? hehe
    semoga semua apa yang kita lakukan diberikan maaf , Amien

  6. MeyBengkulen berkata:

    wah gambarnya kejam mas

    salam kenal

    mhon do’a jg atas kabar duka di http://kakmila.wordpress.com/2011/01/04/semangat-sembuh-untuk-sausan/

  7. awal mula berkata:

    wah kasihan juga…
    tapi kalau demi keluarga keknya ga apa-apa hihihi
    daripada banyak yang takut kan mendingan di sikat haha

  8. fitr4y berkata:

    hati2 mas, ntar yg masuk pangeran kodok, nangis lah sang putri di tinggal kekasih nya ..

    heheheeee 😀

  9. marsudiyanto berkata:

    Selamat Bekerja Mas…
    Semoga Tugasnya cepat selesai
    Salam!

  10. widodo berkata:

    kenapa koq cuman satu yang di bantai…?
    coba 20biji…abis di kuliti di goreng sama trus di makan dengan nasi liwet…nikmat tuh..he..he…

  11. eyha4hera berkata:

    semoga sang kodok di terima di sisiNya… 🙂

  12. fendik berkata:

    kadang saya juga terprovokasi seperti itu.. but tetep semangat pak… 🙂

  13. mamah Aline berkata:

    kasian juga kang sugeng… saya jadi inget saat praktikum bedah kodok jaman SMA dulu

  14. Masbro berkata:

    Haha, bagus juga tuh Mas, doanya buat si kodok..

  15. catatan kecilku berkata:

    Ntar teman2nya nyariin lho… bakalan lebih banyak lagi deh kodok yg datang… hehehe

  16. the others... berkata:

    Kasihan kodoknya….

  17. Ann berkata:

    Mas..mas sempet-sempetnya foto dan diposting di blog.

  18. monda berkata:

    pernah ada kodok yang masuk rumah kami juga, cukup lama dia bertahan biarpun sudah diusir2 tetap nggak keluar2, ya udah dibiarin aja, sampai kami kasih nama
    akhirnya juga pergi sendiri karena nggak ada makanannya dalam rumah

  19. Apa harus dibunuh ya mas?hii, geli jadinya 😀

  20. bintangtimur berkata:

    Aduuuuh, saya paling nggak tega membunuh binatang apapun. Kalau terpaksa *misalnya kecoak, karena di rumah lagi sendirian dan si kecoak jalan-jalan didalem rumah*, itu juga sambil teriak-teriak panik…
    Foto kodoknya itu…oh my God!
    😦


    kodoknya sekarang enak di alam sana bu 😆

  21. waduuh…. sungguh malang nasibmu, kodok… 😥


    turut beduka cita ……………………

  22. kang ian dot com berkata:

    buhahaha sadis ni diturbing picture wakaka 😀

  23. bundamahes berkata:

    unfortunately, saya membaca tulisan ini ketika sedang makan semangkuk sayur bayam, yiekssssssss… 😦

  24. Pendar Bintang berkata:

    hani baca dari atas kebawah, begitu ketemu kodoknya…astaufirullahaladzim……..ada pembunuhan!

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: