Sukses Harus Dipaksakan

Siapa yang mendorong saya sehingga tercebur di kolam ???

Suatu sore saat lagi santai setelah pulang kerja, saya dikejutkan dengan datangnya sales (sales ini sebenarnya agen manager perusahaan APLI) yang menawarkan dagangan sampai di depan halaman kost-kostan. Dilihat dari caranya dia menawarkan barang, saya melihat kegigihan dalam memasarkan barangnya. Padahal yang saya tahu barang yang ditawarkan tidak pasaran banget. Semua tidak ada di pasaran, ini yang membuatku sedikit berprasangka buruk dengan kehadiran nya. Bagaimana bisa terpengaruh dengan barang dagangannya kalau semua produk yang ditawarkan tidak familiar dengan telinggaku.

Namun begitu dia menjelaskan dengan panjang lebar keunggulan produknya meskipun dia tahu pandangan mata kami sedikit sinis kepadanya (beberapa anak kost yang lain juga mengerubutinya). Hari berganti sampai pada satu saat dia datang lagi namun kali ini dia tidak menawarkan barang satupun meski di dalam tasnya ada banyak barang dagangan. Kali ini dia bercerita tentang sayembara yang dilakukan oleh seorang raja unuk memperebutkan putrinya yang cantik jelita. Karena kecantikan nya yang sangat itu, para peserta sayembara datang dari berbagai penjuru negeri meski syarat sayembara itu sangat menantang nyali.

Sayembara itu adalah berenang di kolam kerajaan yang panjangnya cuma 25m namun disana terkenal banyak buaya nya. Dan satu persatu peserta sayembara itu menceburkan diri di kolam namun setelah masuk langsung diserang oleh buaya. Dan semua perserta yang mengikuti sayembara itu gatot alias gagal total semua. Dan sampai akhirnya sang raja bertanya lagi, apakah masih ada orang yang akan mengikuti sayembara ini. Belum selesai sang raja berkata, tiba-tiba saja ada seorang pemuda dengan perawakan kurus kering mencebur ke kolam. Dan tanpa banyak bergaya lagi, sang pemuda berenang tanpa mempedulikan sekawanan buaya yang mengikutinya dari belakang.

Bukan buaya darat

Sampai akhirnya sang pemuda kurus kering tersebut sukses berenang menyebrangi kolam. Sorak sorai dari penonton yang menyaksikan hal tersebut mengema untuk mengucapkan selamat. Terutama sang putri yang cantik jelita karena akan menemukan sang tambatan hati. Dan untuk menghargai kemenangan itu, sang raja bertanya kepada sang pemenang sayembara itu “Ki sanak bagaimana rasanya setelah memenangi sayembara ini dan mendapatkan putriku ?”. Dan jawaban dari sang pemuda tersebut “Ampun beribu ampun baginda, saya senang karena bisa menyebrangi kolam itu tapi yang saya cari sekarang adalah siapa yang mendorong tadi sehingga saya terjebur di kolam ??”. #@$&34#@*&… !!!

Dengan modal cerita imotivasi itu akhirnya sang agen perusahaan APLI = Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, tersebut sukses “menceburkan diriku di kolam yang penuh buaya tersebut” dan bisa mengajak sukses diriku menjadi gold agency manager pada perusahaan APLI itu hanya dalam tempo 6 bulan. Namun sayang itu terjadi 8 tahun yang lalu, karena aku kurang tekun dalam menjalani aktifitas penjualan langsung itu, gold agency manager ku hilang karena tidak mengajak orang lain untuk sukses.

Hikmah yang bisa diambil :

  1. Dalam mengapai kesuksesan kita tidak usah terlalu banyak berpikir, lakukan saja yng ada di depan mata.
  2. Kesuksesan itu harus dipaksakan seperti sang pemuda dipaksa untuk mencebur ke kolam dan ternyata dia bisa sukses dari pada orang lain yang sudah banyak mempersiapkan diri.
  3. Dalam berusaha kita tidak usah melihat orang lain meski orang lain itu memandang sinis kepada kita.
  4. Semua pekerjaan harus dilakukan dengan tekun (istiqomah) agar kesuksesan selalu menghampiri kita.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp

47 Balasan ke Sukses Harus Dipaksakan

  1. Masbro mengatakan:

    Kesuksesan itu harus dipaksakan. Maksudnya berani menempa diri ya Mas Sugeng?
    Wah, semoga sukses kontesnya. Dan semoga tokoh yang diceritakan itu bukan saya, meskipun sama2 kurus kering, hehe..
    Salam hangat;


    Lha sampean iku kurus kering ta❓ kirain sampean awak e koyo andi #riff😆

  2. Majalah Masjid Kita mengatakan:

    wahh.. selamat sudah bisa sukses jadi gold agency manager dung mas..🙂 sukses juga buat kontesnya..🙂


    Iya mas, tapi sayang kurang tekun dan belum berjodoh kalee……….😆

  3. alamendah mengatakan:

    (Maaf) izin mengamankan KEDUAX dulu. Boleh, kan?!
    Dipaksa dengan semangat terkadang oleh keadaan….


    Kadang karena keadaan yang keras mereka bisa survive dan bertahan hidup. Lho ini ngomongin komodo atau sukses sih😕😎

  4. lozz akbar mengatakan:

    wah ini namanya blogger kalong sejati seperti saya.. bajol aja bisa jadi tulisan hahaha


    Kalong nya karena keadaan yang memaksa, ya maklum bisa nya cuma pas tengah malam🙄

  5. apikecil mengatakan:

    Ceritanya unik mas,,
    semoga sukses di kontesnya Pak De
    tapi bener juga sih, kadang2 ada juga yg seperti itu
    sukses yg harus dipaksakan..


    Seandainya tidak ada yang mendorong mungkin sang pemuda cuma bisa melihat dari pinggir kolam tanpa mau berusaha😉

  6. Cahya mengatakan:

    Lha terus yang mendorong ketemu ndak?


    Ya ini bli, sampai sekarang masih dicari pelaku utamanya. Tersangkanya masih DPO😛

  7. Nurdiana Atmanagara mengatakan:

    Inspirasi nih… Memang, sukses itu harus dipaksakan…


    Betul mas, kita dipaksa untuk sukses😎

  8. Shohibul K.U.C.B mengatakan:

    Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
    Artikel anda akan segera di catat
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya


    Waduh dapat kunjungan dari komandan blogcamp, suwon pakdhe😆

  9. jarwadi mengatakan:

    “Kesuksesan itu harus dipaksakan” kutipan yang menginspirasi pak sugeng🙂

    Selamat Pagi


    Makasih kembali mas:mrgreen:

  10. tengku mengatakan:

    selamat pagi…!
    pagi yang cerah untuk berkunjung ketempat sahabat.
    Semoga hari ini lebih menyenangkan dari hari kemarin…


    Makasih tengku, do’a yang sama serta harapan yang sama aku ucapkan untuk tengku sekeluarga😛

  11. yanete mengatakan:

    terimakasih..
    motivator post yang bagus..
    semoga bisa memotivasi yang lain😀


    Yah sekedar memotivasi diri sendiri koq😆

  12. itu semacam MLM ya, Pak?

    Semoga menang kontesnya…😀


    Gak harus di MLM kalau untuk saling semangat menyemangati:mrgreen:

  13. Cyber Katrox mengatakan:

    Cerita yang menarik, dan semoga menang.


    :mrgreen: makasih, cuman sekedar berpartisipasi dalam hajatan nya Pakdhe

  14. achoey el haris mengatakan:

    Ya, banyak jalan menuju sukses
    banyak cara menuju sukses
    dan kan indah🙂


    Betul…betul…betul…….:mrgreen:

  15. sedjatee mengatakan:

    setalh mbaca tulisan ini
    aku ngakak sampai kesurupan
    huehehehe… keren abis. lucu abis
    mudah-mudahan menang Pak Sugeng

    sedj


    Waduh !!! gara-gara tulisanku nanti banyak orang kesurupan😕 gawat dong😆

  16. TuSuda mengatakan:

    Karena dipaksakan sekuat tenaga, akhirnya terpaksa bisa sukses juga ya Mas…


    Benar dok, sukses karena keadaan memang menuntut begitu😛

  17. bchree mengatakan:

    gimana kalau dipaksa mencebur kelubang buaya? pastinya tidak ada yang mau …….. heeee
    semoga sukses mas ….


    Lubang buaya❓😕 aku punya cerita sendiri tentang lubang buaya😆

  18. indra kh mengatakan:

    Haha, ini mirip dengan cerita kakek yang menyelamatkan seorang anak yang kecebur di laut. Si kakek terpaksa menolong anak itu karena ada yang mendorongnya ke laut. Beda2 ternyata versinya ya.

    Terlalu banyak berpikir saat akan memulai sesuatu memang sering menghambat. Bahkan lebih sering akhirnya tidak jadi dilakukan karena ketakutan yang ada dalam pikiran.


    ha…ha….ha…. banyak versi tapi inti dari ceritanya sama. Sukses tanpa perlu banyak negatif thinking😆

  19. ysalma mengatakan:

    sukses itu perlu perjuangan dan konsisten yaa,,
    semoga berjaya di kontesnya..


    Setujuh, berjuang dan istiqomah😛

  20. advertiyha mengatakan:

    hahahha… cerita berhikmah yang juga bikin saya ngakak koprol pak..🙂

    ternyate die diceburin ye? kirain mah emang udeh niat, hahaha…

    sukses di KUCB..🙂

  21. ¤ HILAL ALIFI mengatakan:

    ha ha ha, cerita yang lucu, tapi tetap mengandung hikmah buat dipetik.

    sukses…

  22. eyha4hera mengatakan:

    saya juga kurus kering, bli…
    * ehh tapi saya kan perempuan *
    hihihihi….

  23. fendik mengatakan:

    Buayanya udah kenyang kali ya.. hehehe.. cerita yang menarik.. sarat akan pesan positif… sukses selalu..

  24. Anton wijaya mengatakan:

    Saya diajak mutar-mutar oleh manejer APLI,hehee..cerita inspiratif, semoga kontesnya menang

  25. Brotoadmojo mengatakan:

    Sangat inspiratif Pak ceritanya, memang sukses itu terkadang perlu dipaksakan, seringnya kita takut melihat bayangan kita sendiri🙂

    Semoga bisa menang Pak dalam kontesnya..🙂

  26. ais ariani mengatakan:

    bukan akuu loh pak sugeng yang nyeburin.. suwerr..😀

  27. bintangtimur mengatakan:

    Tips suksesnya bermanfaat banget.
    Kadang keraguan itu memperlambat kesuksesan, dan ternyata diceburin ke kolam buaya itu, justru memberi kesuksesan yang tidak diduga-duga…😀

  28. Mbah Jiwo mengatakan:

    ha ha ha kocak sekali

  29. mood mengatakan:

    Kirain berani beneran berenang diantara buaya, gak tau nya didorong sampe kejebur ya. Hi hi hi😛
    Sukses buat kontesnya mas.
    Salam.. .

  30. bayuputra mengatakan:

    ke – 4 hikmah diatas sangat benar sekali pak ..
    saya paling suka dengan point yang ke 4.

  31. bayuputra mengatakan:

    maaf … comet saya di tangkap satpam pak …

    saya paling suka dengan ke 4 himah di atas … dan point ke 4 itu yang paling sering terjadi didalam kehidupan.

  32. lyna riyanto mengatakan:

    setuju sekali dengan 4 point diatas
    sebagaimana yg saya rasakan
    maka kesuksesan itu memerlukan kerja keras
    dan pengorbanan

    semoga sukses dalam kontesnya🙂

  33. wiangga0409 mengatakan:

    ya.. bagaimanapun hidup ini adalah perjuangan..

    tiada henti.. meraih sukses dunia sungguh berat..karena jadi penetu suskes akhirat..

    salam saya

    cheers

  34. labarasi mengatakan:

    Salam kenal dari sobat baru

  35. aldy~pf mengatakan:

    Sukses dipaksakan? saya ndak berani mas, ntar stress. Tetapi saya selalu berusaha untuk sukses, ada bedanya?

  36. Gaphe mengatakan:

    betul, emang kalo mau sukses kuncinya kan klasik : bertekun!.
    kadang justru itu yang susah.

  37. jumialely mengatakan:

    keterpaksaanlah yang banyak membuahkan kesuksesan, keterpaksaan untuk mencapai prestasi, dan keterpaksaan sering membuat kita lebih disiplin dan teratur. Atas stempel komandan blogcamp JURI datang menilai. terima kasih atas cerita kehidupan yang pebuh hikmah. salam hangat

  38. JURI mengatakan:

    berkali kali juri datang menilai, tetapi berkali kali komentar di telan satpam. Terima kasih atas partisipasi sahabat. salam hangat

  39. JURI mengatakan:

    Akhirnya juri muncul juga komentarnya, mohon di muntahkan komentar juri sebelumnya. hehehehe

    matur nuwun pak sugeng salam hangat


    He…he…he… akhirnya sang juri datang juga setelah berkali-kali di tangkap bang sat pam😆 . Makasih bu telah menyempatkan mampir😉

  40. kang ian dot com mengatakan:

    wkwkw bener pak kalau mo sukses kudu dipaksa diceburin emang hahaha



    Sukses yang terpaksa😆

  41. nia/mama ina mengatakan:

    dalam artian jangan kebanyakan mikir yachhh…langsung action heheheh….resiko belakangan…..

    sukses yachh, salam kenal…smoga menang

  42. menone mengatakan:

    waaaaaaaaaahhhhh sm nich sob…….klo q dl juga gt ikut MLM namun setelah setengah jalan wes lemes alias ga dikembangkan lagi hehehehehehehe………….

    salam persahabatan dr menone

  43. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    saya juga mau menawarkan sepeda pak, barangkali mau
    saya ini juga sales pribadi pak hehehe
    Hikmah tercatat saya cuplik untuk diamalkan pak
    Salam Takzim Batavusqu

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: