Diradio Aku simpan Semua Kenanganku

Rasanya sayang kalau aku buang atau di pindah tangankan. Kalau aku pindah tangan kan apakah ada orang yang mau

Hari Minggu selalu identik dengan bermalas-malasan, setidaknya bagi diriku. Maklum saja karena setiap hari, hari2 ku selalu aku mulai saat adzan subuh mengema dan langsung beraktifitas sampai larut malam. Kalau badan lagi enak, bisa berlanjut sampai tengah malam dan berubah menjadi kalong maksudnya jadi blogger kalong tanpa memejamkan mata sedikitpun saat siang hari.

Namun hari minggu ini aku isi dengan sedikit bermalas-malasan di pagi hari. Tapi saat siang hari tetap saja ritme hari ku sudah seperti hari-hari biasa. Dan Minggu ini aku isi dengan bersih-bersih rumah. Dan aku menemukan satu barang berharga dalam hidupku karena barang itu merupakan barang yang aku beli dengan uang saya sendiri. Ya saya beli dengan hasil keringat saya sendiri dan barang itu saya beli sekitar bulan Maret 1992. Kenapa saya ingat bulan nya❓ karena barang itu selalu menemani hari-hariku saat masih membujang.

Apakah barang itu❓ , tidak lain adalah sebuah radio tape merk polyt*** type PSC 504 stereo 4 band. Radio itu saya beli dengan harga 170rb dan saya cicil 10 kjali. Maklum saja aku membelinya lewat koperasi tempat kerjaku. Penampakan radio tape ini seperti dibawah ini.

radioku

Diradio aku simpan semua kenanganku

rdioku

tampak atas

Tapi jangan salah, radio ini masih bisa menerima siaran radio (lha iya lah masa radio bisa menerima siaran TV. Yang benar saja😆 ). Dan saat aku coba untuk mendengarkan siaran radio luar negeri ( gelombang SW1 band) ternyata masih cespleng. Meskipun harus membetulkan posisi fine tuning nya. Siaran FM stereo, masih bisa membuat telingga ini bengkak tapi tape nya sudah gak karuan bunyinya. Karena mulai beli sampai sekarang (seingatku) cuma sekali aku ganti piranti cop tape beserta karetnya.😆

Yang jelas radio tape ini banyak menyimpan kenangan bagi diriku. Rasanya sayang kalau aku buang atau di pindah tangankan. Kalau aku pindah tangan kan apakah ada orang yang mau❓ karena sekarang sudah tidak musim radio tape😆

Adakah barang berharga bagi dirimu yang sampai sekarang masih tersimpan❓

21 Balasan ke Diradio Aku simpan Semua Kenanganku

  1. lozz akbar mengatakan:

    aku copot sendal disik yo Cak… marine tak mlebu

  2. lozz akbar mengatakan:

    tahun ’92? wuih aku masih SMP kelas 2 tuh cak sugeng.. wah berarti aku nglamak yo.. saya panggil Lek sugeng wae wis sekarang yo…

  3. Masbro mengatakan:

    Barang berharga yang sampe sekarang saya simpan? Ada Mas, jam dinding. Hadiah fun bike waktu saya masih esempe dulu. Berkesan sekali meskipun harganya murah. Gak valentinan Mas? hehe…

  4. andipeace mengatakan:

    adapun radio juga style-nya sudah tak seperti itu kang😀

    salam sejahterah dan adem ayem

  5. Ikkyu_san mengatakan:

    barang berharga? banyak Pak… aku juga mau menulis ttg harta karunku😀

    EM

  6. bloggerborneo mengatakan:

    Wah, masih disimpen ya barang peninggalannya. Tak lama lagi bisa jadi barang antik tuh mas, hehehe… Salam persahabatan dari blogger tetangga.

  7. sedjatee mengatakan:

    radio akan selalu menjadi bagian hidupku
    radio bagi saya lebih penting dari tipi
    disana ada hiburan dan informasi
    salam suskes..

    sedj

  8. jumialely mengatakan:

    kalo mau dibuang saya nampung loh mas sugeng…

    kenangan yang tak mungkin dibuang ya..

    radionya masih keren bow

  9. Cahya mengatakan:

    Kadang ndak semua gelombang FM stereo bisa dinego hingga apik terdengar, seringkali malah mengalah mencari gelombang mono😀. Apes dah kalau sudah begitu.

  10. ais ariani mengatakan:

    Adakah barang berharga bagi dirimu yang sampai sekarang masih tersimpan?

    ada bangeeet pak Sugeng! aku menyimpan buku harian ku yang bertumpuk – bertumpuk dari umur 12 tahun aku tulis. dan masih aku simpen ampe skarang
    (eh itu termasuk barang juga gak yah?)

    ngomongin radio, jadi inget radio pertama ku udlu.. apa kabar yak?
    hehehhehe

  11. melblog's TTM mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    kunjungan balasan Ke Tabanan…

    Wew..dirawat saja pak..itu kan termasuk sejarah, nti bs jadi barang antik kayak radio nenek moyang kita dulu.

    Btw, sesederhana apapun milik kita kalo itu ada kenangannya maka akan terasa berharga.

    Sukses sll n salam ukhuwah dari lamongan

  12. Lidya mengatakan:

    radio nya mirip punya ku dulu semasa SMA pak,radio yang selalu menemaniku belajar🙂

  13. orange float mengatakan:

    dulu saya juga punya radio tape dgn merk yang sama tapi udah dijual. waktu itu lg bokek berat:mrgreen:

  14. anna mengatakan:

    apa ya?
    dulu sih punya tv hadiah pernikahan dari temen2 kerja..
    tapi berhubung udah beli TV yg lebih gede, TV itu saya jual mas…

    sebenernya sih sayang.. cuman rumahnya kan kecil. daripada menuh2in rumah.. jual aja🙂

  15. Prima mengatakan:

    mas sugeng, itu persis tape saya dulu jaman kuliah… lama saya meninggalkannya, hingga pada suatu ketika saya ke rumah temen (dulu satu kostan), dia bilang, aku masih jaga tape-radiomu lho… saya kaget! Saya pikir benda itu sudah hilang, ternyata saya dulu sempat menitipkan ke teman saya… sekarang sudah saya serahkan 100%, tetapi tetap menjadi kenangan… at least saya tahu, si radio berada ditangan yang tepat…🙂

  16. rubiyanto19 mengatakan:

    Jadi inget bahwa sudh entah berapa lama saya sudah ndak sempet mendengarkan radio ….

  17. achoey el haris mengatakan:

    Salam persohiblogan
    Maaf baru posting dan blogwalking lagi nih

    Kaetika barang menyimpan kenangan
    Maka enggan kita untuk mencampakannya🙂

  18. diazhandsome mengatakan:

    barang berharga di sekitar gw? banyaakk.. contohnya sarung bantal yang udah nampung air liur gw dari gw masih balita. sekarang umur gw 16 tahun. belum ada penggantinya…

    baunya? jangan tanya… hahahaha:mrgreen:

    http://diazhandsome.wordpress.com/2011/02/12/air-sumber-kehidupan/

  19. bundamahes mengatakan:

    koq radio tape-nya mirip dengan yang dirumah ya Om???

  20. PanDe Baik mengatakan:

    …satu-satunya barang berharga yang hingga kini masih tersimpan adalah uang kertas 100 rupiah jaman SD dan 500 rupiah Monyet. :p

  21. kang ian dot com mengatakan:

    jangan dibuang, dijual atau di kasihkan kan lumayan pak buat kenang2an hehehe

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: