Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Bertengkar dalam keluarga itu bagiku sesuatu yang wajar dan lumrah. Saya sendiri pernah melakukan. Paling kalau saya sedang panas sekali, lebih baik diam

Keluarga semestinya bisa menjadi tempat untuk menghilangkan penat setelah kita seharian beraktifitas di luar rumah. Keluarga semestinya bisa menjadi pelabuhan tempat kita berbagi cerita sedih dan senang saat di luaran. Keluarga semestinya bisa menjadi obat saat hati kita sedang gundah gulana, tentunya semua itu dengan bantuan pasangan kita. Karena dengan pasangan kitalah baik buruk nya diri ini bisa kita umbar. Bukan karena vulgar-vulgar an namun untuk saling melengkapi.

Itu yang (mungkin) dilupakan oleh tetangga saya, karena hampir tiap hari selalu saja ada pertengkaran di antara mereka. Bukan nya saya pinggin ikut campur dalam rumah tangga orang tapi saya sebagai seorang tetangga yang dekat dengan kedua pihak (suami maupun istrinya) hanya ingin melihat meraka bisa akur dan tidak ada lagi umpatan koleksi kebun binatang plus sumpah serapah dalam setiap pertengkaran nya. Dan pertengkaran keluarga itu hampir tidak kenal waktu, pagi-siang-sore maupun malam selalu saja ada waktu untuk saling hujat.

Saya cuma membayangkan bagaimana anak-anak mereka saat melihat orang tuanya saling pukul dengan suara melengking tinggi❓ . Dan itu bukan sandiwara ataupun akting sinetron, karena setelah ada suara bertengkar itu sang istri pasti datang ke rumah menemui istri saya dengan warna biru pada sekujur tubuhnya. Datangnya selalu dengan menyelipkan sebilah pisau dapur diantara badan dengan anak balitanya.😯

Koq begini sih cara hidup berumah tangga nya😕 . Padahal pasangan ini sudah dikaruniai seorang momongan, tapi koq gak ngerti juga. Dilihat dari segi ekonomi, mereka malah lebih berada dari tetangga sekitar tapi koq masih amburadul begini manajemen keluarganya.

Yang saya tahu, seandainya seorang suami saat bertengkar mengatakan atau kasar nya terucap kalimat “Sudah sekarang kamu pulang ke rumah bapakmu” itu sudah merupakan jatuh talak I. Dan kalau di hitung dari seringnya mereka bertengkar talaknya mungkin sudah sampai XXV. Saya sampai sedih membayangkan bagaimana saat mereka akur dan melupakan pertengkaran itu dan melakukan hubungan suami istri, tentunya itu sudah termasuk zina.😦

Memang sih selama ini saat tetangga saya itu bertengkar hebat, saya belum pernah nyamperi barang sekalipun. Saya malu kalau sampai menampakan wajah saya saat mereka saling bersunggut-sunggut menampakan kebencian. Padahal dalam hati ingin juga memberi solusi agar mereka tidak keterusan dan kecanduan bertengkar, kasihan anak-anaknya. Hanya do’a yang bisa saya berikan pada pasangan itu.

Bertengkar dalam keluarga itu bagiku sesuatu yang wajar dan lumrah. Saya sendiri pernah melakukan dengan pasangan saya. Namun saya tidak sampai berani mengeluarkan kata-kata negatif. Paling kalau saya sedang panas sekali, lebih baik diam di depan komputer sambil klik sana klik sini. Kalau sudah begini, ide saya sudah bisa dipastikan akan tumpul.😦 Dan itupun tidak sampai lebih dari 3 hari. Setelah itu akur lagi dan hubungan keluarga semakin manis😛

Saya hanya mau memberikan tips agar hungungan suami istri ini bisa harmonis dan langgeng sampai tua😆 yaitu:
1. Lakukan rasa saling menghormati antar suami istri.
Karena ini adalah unsur yang utama dalam menghidupkan nuansa keluarga yang sakinah mawadah waromah.
2. Nikahilah pasanganmu beserta keluarganya.
Pasangan kita tidak ujug-ujug jadi besar dan siap dibawa pergi tapi ada keluarga yang menjadikan pasangan kita menjadi seperti sekarang ini. Hormatilah orang tuanya seperti menghormati orang tua sendiri.
3. Kalaupun pertengkaran tidak bisa dihindari, jangan lakukan di depan anak-anak.
Kalau emosi melanda memang tidak kenal tempat dan waktu. Asal hati panas dengan pasangan kita, langsung saja mulut ini berkata dengan kentusnya meskipun ada anak-anak yang berada dekat dengan kita. Kalau tidak bisa dihindari pertengkaran itu bisa dilakukan di kamar ataupun tempat yang tidak di lihat anak-anak.
4. Jangan emosi pasangan kita dibarengi dengan emosi kita.
Saat pasangan kita emosi, mending hati kita di cooling down kan, karena kalau tidak ya seperti batu ketemu batu. Bersuara keras dan akhirnya pecah😦
5. Kalau sampai saling berdiam diri jangan sampai lebih dari 3 hari.
Waktu 3 hari merupakan batas toleran yang diajarkan oleh agama. Karena seandainya lebih dari 3 hari, pasti ada tangan syithon yang ikut memanaskan suasana.😡
6. Jangan malu untuk berkata maaf meskipun dalam posisi yang benar.
Ini yang ikut memberikan andil dalam melanggengkan kehidupan rumah tangga kita. Dengan meminta maaf tidak akan menghilangkan harga diri kita koq, malah akan memberikan kesan kita bisa menerima keadaan.

Mungkin hanya itu yang bisa saya berikan agar kehidupan rumah tangga kita bisa menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Mungkin ada yang bisa nambahin lagi tips-tips nya, mongo……….😉

P.S: Selamat berhari Kartini, semoga emansipasi wanita berjalan pada porsinya dan kita bisa menghargai wanita lebih baik lagi.

66 Balasan ke Kekerasan Dalam Rumah Tangga

  1. bundamahes mengatakan:

    innalillahi.. kasian anak-anaknya Om!😥😥😥
    ga dilaporin ke RT aja tuh Om?

    Sampai sekarang kekya tidak ada bu, karena di sini gak ada RT😕

  2. eyha4hera mengatakan:

    kasian anaknya yah, mas.. 😦

    Iya, kasihan anak dan istrinya😦

  3. Imelda mengatakan:

    duuuh kok bisa sampai begitu ya?
    emang sudah brp th usia perkawinan mereka?
    cerai aja tuh semestinya

    EM

    Aku gak tahu sudah berapa lama, namun yang jelas anaknya sudah 1,5 tahunan.😕

  4. Iksa mengatakan:

    Tenggang rasa dan komunikasi dalam rumahtangga itu penting … juga kerendahan hati untuk meminta maaf meski tak bersalah ..

    Sayang kalau terus mendengar KDRT dan tak pernah berhenti .. lebih baik diam daripada berkata yang disesali nanti

    Itulah yang saya maksud mas, tapi karena sering nya itu jadi semua tetangga jadi pada tahu😦

  5. Adi Nugroho mengatakan:

    boleh itu tips nya, jika nanti saya berumah tangga, hehe..

    Salam,,

    Kalau mau nambahin tips nya boleh juga koq😛

  6. Lidya mengatakan:

    selamat hari kartini untuk smua.semoga tidak ada kekerasan rumah tangga dimanapun berada

    Dan menghargai harkat dan martabat wanita😉

  7. Asop mengatakan:

    Hiks… makasih nasehatnya, Mas Sugeng…😥

    Nah, yang poin nomor 6 itu, biasanya sulit dilakukan karena masing2 pihak —suami dan istri— memilih mempertahankan egonya. Terjadilah saling gak mau ngalahh. Padahal, yang saya baca di sebuah sumber, minta maaf bukan selalu berarti kita mengaku salah. Banyak yang masih berpikir bahwa minta maaf hanya menurunkan harga diri. Padahal, kalo dipikir, jika kita mau mengaku salah, itu artinya sikap ksatria.🙂

    Betul Sop, minta maaf bukan merendahkan diri kita tapi menunjukan bahwa kita bisa menerima kenyataan yang ada😎

  8. tipsnya mantab, pak..
    tp kita tahu setiap orang mempunyai watak/karakter yg berbeda. kadang kalo saat marah, kita lebih baik diam, tp ada orang yg saat marah dibarengi kata-kata yang keras dan tak pantas diucapkan.
    semoga kita dpt mengendalikan diri saat terjadi suasana seperti itu.🙂

    Amien. Dan tetap ingat dengan keluarga😎

  9. Mabruri Sirampog mengatakan:

    salam,,
    malam2 berkunjung dapat ilmu tentang berumah tangga… 🙂
    mudah2an bisa diterapkan nanti kalau sudah berumah tangga… makasih pak tips2nya…..

    Kiraain sudah aki-aki mas😆

  10. bloggerhape mengatakan:

    Innalillahi, mau jadi apa nanti anaknya ea kalu pendidikan yang didapatnya dri kecil seperti itu

    Last blog: awal aku ngeblog

    Itulah mas, aku juga prihatin😦

  11. Nchie mengatakan:

    Euleuh..euleuh..kasian anaknya yah..
    ko begitu sih..

    Tips nya makasih banget yah..
    Iya namanya berumah tangga mah pasti ada cekcoknya,tinggal bagaimana kita menyingkapinya secara bijak aja..kalo aku lagi marahan kebanyakan diem2an aja hehhe..ga pernah ampe rame apalagi marahin anak atonyiksa anak *jangan nyampe deh*

    Kalau sampai anak yang tahu apa-apa ikut di jadikan sasaran, ya sudah T E R L A L U ….. !!

  12. kereyoben mengatakan:

    assalamu ‘alaikum
    wah bisa di jadikan rujukan Mas ..
    untung saya mampir jadinya tahu hehe..

    Mumpung mampir sekalian incipi menu yang ada😆

  13. danyfarid5 mengatakan:

    Jangan samapi ada kekerasan, kita pilih jalan tengah atau jalan keluarnya saja yaitu “Damai (Peace)”.😆 banget sepertinya (tidak nyambung sama sekali).

    Gak nyambung gak papa, yang penting PISS………….😎

  14. idana mengatakan:

    sedih banget mendengarnya ya mas, kenapa bisa bertahan dengan kondisi seperti itu ?😦

    Karena sudah ada momongan, itu yang jadi pertimbangan nya. Mungkin saja karena saya gak tahu persisi😦

    • idana mengatakan:

      mas, cahayabali tidak berubah admin…tapi menjadi kembar hehhee….

      Oh ya, ….. kirain berubah admin karena yang nonggol koq si hani😉

  15. niQue mengatakan:

    buat saya yang usia pernikahannya belum juga genap 2thn, rasanya saya juga masih perlu banyak belajar, naudzubillah, jangan sampai deh seperti tetangganya mas Sugeng hiks … serem … apalagi kata mba Imel, cerai aja tuh mestinya huaaaaaaaa………

    emang hidup berumah tangga tidak semudah teorinya, tetapi jika nawaitu menikahnya benar2 lillahi ta’ala, insya Allah bisa, amiinnn !

    Aku gak tahu history dari perjalanan perkawinan nya, tapi yang jelas harusnya saling nerimo dengan pasangan nya😐

  16. giewahyudi mengatakan:

    Lupakan ego demi kebahagiaan keluarga🙂

    Karena keluarga lebih berharga dari segalanya😆

  17. Cahya mengatakan:

    Itulah mengapa keluarga lebih dari sekadar komitmen, tapi sebuah komitmen yang berlandaskan kebebasan mutlak untuk saling mengasihi tanpa syarat, jika justru merasa keluarga adalah sebuah kewajiban yang mengikat, kekerasan bisa jadi muncul di dalamnya.

    Berarti harus ikhlas dengan perkawinan iu apapun konsekuensinya ya😕

  18. tutinonka mengatakan:

    Kalau pertengkaran sudah sampai pada KDRT, main pukul dan menganiaya pasangan, maka harus ada penyelesaian yang mendasar. Suami yang suka memukul istri tidak bisa dibiarkan, karena akan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan …😦

    Betul Bu, karena bisa menjadi semacam kecanduan menganiaya pasangan kita😦

  19. jarwadi mengatakan:

    barangkali mereka menikmati pertengkaran itu pak, seperti perang yang bisa bikin addict, tapi bikin sebel orang yang tinggal di lingkungan yg berdekatan mereka, hehehe

    He..he….he…. yang jelas tetangganya sudah bosen mendengar nya😆

  20. Nambah mas, harus saling percaya dan tawadhuk. Bethul?

    **KH Zainuddin mode on: bethullllll ?!?😆

  21. Anas mengatakan:

    wah, gimana ya saya belum berkeluarga,, tapi yang pasti bertengkar itu wajar kalau sesekali.. tapi kalau sudah jambak-jambakan, umpat mengumpat, bahkan sumpah menyumpah.. waduh.. kiamat kecil..😀.. semoga tetangganya diberi kemudahan untuk menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah..

    Amien mas😆 jangan sampai ketularan virus pertengkaran

  22. Wandi Sukoharjo mengatakan:

    Bagaimana pun juga, abis bertengkar, pasti malemnya minta jatah. Bethul mas?😀

    Lha ini yang saya pikirkan pak. Dan minta jatah itu satu hal yang pasti, namun kalau sampai terlontar kata cerai sampai 10x apa gak talak III dan harus di cerai dulu, menikah dengan orang lain dan dipakai dengan orang lain dicerai baru bisa kembali lagi (rujuk) :???:kalau gak begitu termasuk zina

  23. TuSuda mengatakan:

    ya mas..itulah pentingnya bagaimana meningkatkan komunikasi efektif dan komitmen membina rumah tangga yang sudah dibentuk sejak jenjang pernikahan.

    SALAM hangat dari Kendari… 8)

    Betul, komitmen sehati dan sering komunikasi😛

  24. Susi mengatakan:

    Dinasehatin suruh sholat bareng saja. Pasti terpaksa akur karena si istri mencium tangan suami tiap selesai sholat. Hehe….
    Memang banyak pasangan yang tidak tahu betapa sederhananya menciptakan kebersamaan. Padahal jadwal nge-teh 30 menit tiap sore adalah jurus jitu untuk bertukar pikir dengan pasangan sehingga banyak hal yang tidak terpendam dalam hati.
    Salam dari Tulungagung

    Tertarik dengan jadwal nge-teh nya aku, pasti menambah kesan romantis untuk pasangan nya
    **ingat iklan teh di TV:mrgreen:

  25. angel mengatakan:

    emang lebih baik diam kang kalo udah ngerasa ‘panas’

    Diam itu emas😎

  26. achoey el haris mengatakan:

    wah makasih tipsnya
    untungnya istri saya tuh orangnya penuru dan penyabar
    terus saya itu orangnya gak tegaan
    jadi kami gak suka bertengkar apalagi dar der dor😀

    Kalau sampai dar der dor, kan malu sama pelanggan mie janda😆

  27. bintangtimur mengatakan:

    Hidup berumah tangga itu artinya penyesuaian diri tiada henti. Lamanya pernikahan juga bukan jaminan bahwa perbedaan itu akan hilang.

    Yang pasti kita harus mempunyai komitmen yang sama bahwa rumah tangga itu tujuannya adalah untuk saling membahagiakan dan memberi perasaan nyaman. Bukan sebaliknya.

    Lama bertengkar juga diusahakan tidak lebih dari hitungan jam, karena semakin lama kita bertengkar, rasa marah itu akan semakin dalam dan susah hilang…

    yups…. betul sekali bu. Semakin lama semakin dalam dan bisa sulit ilang nya😆

  28. 3sna mengatakan:

    moga-moga tips diatas gera menyadarkan orang yang sedang naik darah berantem di dalam rumah… dan KDRT tidak terjadi🙂

    Semoga saja kalau sempat membaca tulisan ku😆

  29. tunsa mengatakan:

    nambahin..
    Perbanyaklah becanda terhadap pasangan, karena bisa menambah keakraban. tapi jgn kelewatan becandanya..

    weitt…itu kata org yg sudah menikah lho, bukan aku. aku hanya menyerapnya om..hehe

    Setelah banyak menyerap besok di praktekin sendiri ya😆

  30. marsudiyanto mengatakan:

    Yang namanya “kekerasan” sulit menentukan batasannya Bang.
    Ada yg untuk keluarga tertentu dianggap wajar, tapi dikeluarga lain sudah dianggap berlebihan.
    Sama seperti bercanda lah.
    Ada yg menganggap sebuah candaan sebagai sesuatu yg lumrah, tapi yg lain mungkin melihatnya sudah berlebihan.
    Membantakpun sudah ada yg mengatakan sebagai kekerasan.

    Waduh pak mars…… tapi di keluarga e sampean tidak terjadi kecanduan kekerasan kan pak❓

  31. _ta mengatakan:

    err.. kalau saya sih, menghindari segala bentuk `kekerasan` dan `pertengkaran-adu-urat-leher` dengan cara : kalau yang satu marah, yang satu harus berusaha gak marah; kalo yang satu ngomel, yang satu diem; yang satu ngambek, yang satunya bawa martabak manis keju..
    hihihi.. just share aja😉

    Setubuh aku pak😆 eh maksudnya setuju💡

  32. k4rt1n1 mengatakan:

    setelah bertengkar biasax semakin mesrah lho..karena dengan pertengkaran itu kt semakin mengetahui apa2 yang tdk disukai oleh pasangan kita.jadi pertenkeran itu sebagai proses pembelajaran u saling melengkapi…

    Koq tahu❓ pernah ngalamin sendiri toh😕

  33. Djangan pakies mengatakan:

    Assalamu’alaikum Kang,
    yupss bener sekli Kang bahwa membangun keluarga itu pasti akan ditemukan perselisihan, maklum karena brangkat dari 2 karakter. untuk benar-benar saling memahami antara kedua belah pihak butuh proses. Alhamdulillah saya sudah hampir 15 tahun melewatinya dan bisa menyimplkan dan memahami tentang masalah setelah kira-kira tahun ke 5 ke atas.
    6 saran dan tips sampean di atas, itulah kunci-kuncinya

    Wa alaikum salam………………
    Berarti sampean sudah kawakan dalam berumah tangga pak, dan bisa menjadi panutan😆

  34. situs dofollow mengatakan:

    kekerasan dalam rumah tangga tak ada hentinya.?m

    Walah, mestinya harus bia dihentikan dong🙄

  35. yoriyuliandra mengatakan:

    Tipsnya saya simpan dulu mas…
    Nanti dihayati lagi

    Btw, Alangkah lebih baiknya kalo masing-masingnya punya visi dan pandangan yang sama tentang hidup, sehingga ketika ada permasalahan tinggal dirujuk lagi visi awalnya
    *teori tanpa praktek:mrgreen:

    Itu kalau mereka bisa coolingdonw dan duduk bermesraan lagi. Tapi kalau tangan dan kaki yang bicara bagaimana dong❓

  36. aryna mengatakan:

    makasih tipsnya mas, semoga kelak bisa kuterapkan. hehe…

  37. Awaluddin Jamal mengatakan:

    seperti kata pepatah..

    tak akan ada asap, kalau tidak ada api, apalagi kalau pertengkarannya berulang-ulang seperti itu, pasti ada masalah serius yang perlu diselesaikan.

    melihat dari kasusnya sih, baiknya masalah diselesaikan oleh pihak ketiga, mengingat keduanya mementingkan ego masing-masing.

    salam kenal mas
    kalau memang sudah tidak bisa, jalan perpisahan sepertinya yang terbaik untuk ditempuh, tujuan orang menikah kan untuk mendapatkan kebahagian selain juga untuk beribadah bukan ?

  38. alwathaniyah mengatakan:

    tips yang sangat berharga buat saya pak.. dan insyalllah mudah-mudahan saya sekeluarga bisa rukun damai..🙂.. salam buat keluarga pak sugeng.. semoga sehat selalu..

  39. monda mengatakan:

    salah satu mesti ada yang mengalah deh, mengalah bukan berarti kalah kan.., kalau sudah tenag bisa dibicarakan dengan lembut

  40. zhaomoli mengatakan:

    masih belum berkeluarga sih…tapi kalo ampe’ ada kekerasan pada pihak wanita, apa tidak sebaiknya di tengahi dari pihak keluarga atau polisi jika diperlukan??
    kunjungan pertama
    htttp://zhaomoli.wordpress.com

  41. layungwengi mengatakan:

    Wuiiih, bener-bener kayak di film ya ceritanya!
    Ternyata masih banyak kasus-kasus seperti ini. Ah, mustinya si suami dituntut aja ke pengadilan karena sengaja menganiaya istrinya. Bener, hukuman mungkin akan bikin dia jera.

  42. Necky mengatakan:

    usul aja deh…kalau sedang bertengkar dengan pasangan, jangankan di depan anak kalau bisa ga ada yang tahu kalau kita sedang bertengkar dengan pasangan kita…

  43. choirunnangim mengatakan:

    assalamu ‘alaikum..
    KDRT kadang hanya disebabkan oleh hal-hal sepele..
    butuh kepala dingin buat hadapi semua…

  44. bintang mengatakan:

    seharusnya ada yang berperan sbgai mediator, Om
    kan kasian juga kalo terus2 an spt itu
    psikis anak2 jadi terganngu😦

  45. Batavusqu mengatakan:

    Salam Takzim
    Izin menyimpan 6 Tips dari tulisan sebagai bahan renungan dan aplikasi otak agar tetap menjaga rumah tangga rukun dan damai tidak mengalami KDRT
    Terima kasih atas kunjungannya kang mas Sugeng salam hangat juga dari Jakarta
    Salam Takzim Batavusqu

  46. kris mengatakan:

    wah… artikel yang memberikan inspirasi dalam berumah tangga….
    salam kenal..

  47. Ifan Jayadi mengatakan:

    Mengerikan sekali kalau kekerasan dalam rumah tangga sering terjadi. Apalgi jika pihak perempuan menjadi korban penganiayaan secara fisik. Sayangnya pihak perempuan diam saja jika mengalami hal ini karena lagi2 masih berlindung pada alasan ekonomi

  48. rusydi mengatakan:

    bilang ma mereka, bertengkar itu tidak membangun. malah akan meruntuhkan rumah tangga. kalo sekedar ditulis, kalo juga tetangga itu baca postingan ini

  49. moenas mengatakan:

    visit me brow

  50. ysalma mengatakan:

    kasian anaknya tuh Pak,,
    dikasih masukan sepihak-sepihak dulu deh Pak, untuk sedikit aja mengalah,,
    menyatukan dua kepala itu selalu perlu kemauan untuk bertoleransi..

  51. ceritabudi mengatakan:

    Bertengkar yang wajar aja jangan keras-keras, ujuk-ujuknya malu sendiri dech kang,,..kalau saya jangankan 3 hari, berdiam diri cukup sehari aja,besoknya kalau belum ada yang ngalah, saya ngalah duluan aja heeee

  52. orange float mengatakan:

    berantem dalam keluarga sih sah aja asal jangan keseringan dan pakai acara pukul segala apalagi sampai keluar semua koleksi kebun binatang. serem ah….
    apa iya seiring berjalannya waktu seseorang yang pengasih bisa menjadi bengis dan jahat hingga terjadi KDRT😕

  53. Ann mengatakan:

    Yah, begitulah kalau tinggal bertetangga, untuk memberikan nasihat juga harus pada saat yang tepat.

  54. iam mengatakan:

    Wah masih sekolah sih, tapi gak apa2 ah, buat jaga2 nanti tipsnya, hehe😀

  55. uraeka mengatakan:

    ada baiknya kalo syarat menikah harus “dewasa” juga dalam pemikiran…

  56. liza mengatakan:

    terkadang kalo ada keluarga yang seperti itu, kenapa mereka tetap bertahan ya mas? kenapa ngga pisah saja? karena yang menjadi korban ngga hanya pihak wanita yang berada di posisi yang lemah, tetapi juga anak2nya.

    • heri mengatakan:

      ga semudah itu, bayangkan mereka yang mengalami kdrt bisa jadi diancam kekerasan bila ngomong-ngomong ke orang lain, apalagi minta pisah, mungkin ini sebabnya mereka enggan melapor, dan memilih tetap diam

  57. lozz akbar mengatakan:

    Mungkin hoby tetangga sampean bertengkar Cak.. piye kalau pak RT bertindak tangan dengan mendudukkan dan memberikan pengertian sama mereka, karena pertengkaran meraka telah mengangganggu kenyamanan publik

  58. Salesman Jogjakarta mengatakan:

    Pertengkaran yang di landasi rasa cinta akan membuat Rumah tangga menjadi Indah

  59. amisha syahidah mengatakan:

    pastix mas mrs terganggu sgt kan?
    dulu sy jg prnh bertetangga dg keluarga yg sll berantem mas,anakx sampe nangis kuat2,wktu itu sy msh kul,tgl diasrama, tetangga yg suka brantem ini dosen pula, gk malu kan ama mahasiswax, jd klo dh kuat kali suarax, kdg kami para mahasiswa ngelempar batu ke atap rmhx sambil km blg, “kami laporin ke polisi aja ya?”*prbuatan tdk baik*, tp biasax klo dh km blg gtu, berantemx pasti udahan..
    skrg sy dh brkeluarga,klo blh nambahin sih sblm nikah itu hendakx memilih calon yg baik, spy rmh tangga bs harmonis.

  60. Kakaakin mengatakan:

    Astagfirullah…
    Kasihan sekali ibu itu. Ibu saya juga menjadi tempat curhat tetangga yang mengalami kdrt. Kata tetangga itu “saya tak ingin menyandang status janda, Bu. Saya masih ingin bersuami”
    Hedeh…capek deh…😦

  61. Ceritaeka mengatakan:

    Kalau dikamusku malahan gak boleh lebih dari semalam pak..🙂

    Kompleks memang kalau udh masuk ranah rumah tangga, dibutuhkan kedewasaan dari kedua belah pihak🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: