Tidak Ikut Cuti Bersama

Semestinya cuti bersama ini bisa diputuskan setahun sebelumnya jadi bisa di antisipasi oleh semua kalangan

Hari ini adalah tanggal merah libur memperingati kenaikan Isa Al Masih, dan bertepatan dengan hari Kamis. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa di negeri ini selalu saja ada orang yang senangnya mencari cela-cela untuk membuat diri sendiri enak sementara orang lain merana. Kalau dulu yang ketahuan secara terang-terangan sering mencari enak sendiri itu adalah orang perorang (pribadi) dan tidak mewakili institusi namun sekarang beda. Sekarang yang senang mencari enak sendiri itu malah pemerintah, setidaknya itu menurut pengamatan saya sendiri.

Bagaiman tidak disebut mau enak sendiri, kalau pas ada harpitnas (hari kelepit nasional) selalu secara koor menngumumkan cuti bersama.  Kalau cuti bersamanya itu dijadwalkan jauh hari sebelum nya sih gak masalah. Padahal setiap tahunnya pemerintah melalui surat keputusan 3 menteri selalu mengumumkan jatah libur nasional. Dan itu biasanya sudah diketahui beberapa bulan sebelum kalender tahun yang akan datang dicetak.

Dan yang menurutku salah besar adalah pas tanggal 16 Mei 2011 kemarin, pengumunan cuti bersama diumumkan hanya beberapa jam sebelum hari H. Dan besok (3 Juni 2011) kembali pemerintah menetapkan sebagai cuti bersama. 😯

Saya tidak tahu apakah cuti bersama ini memang ditujukan untuk semua buruh / pekerja yang bekerja di teritorial wilayah hukum Indonesia, atau memang ada agenda lain dibalik itu 😕 . Dan yang selalu membuat diri ini tidak habis pikir, apakah dengan meng-cutikan semua pegawainya ini kinerja dari si aparat ini akan maksimal, dan tidak akan menambah bolos cuti ilegal lagi ❓
Karena di banyak tempat dan departement yang banyak berhubungan dengan pelayanan di masyarakat, paska cuti bersama ini tidak kelihatan semangat kerja yang signifikan bisa mendongkrak pelayanan pada masyarakat.

Malah yang ada, masuk setelah cuti dan berlibur tantunya akan menghabisakan banyak duit. Dan moment ini dijadikan sebagai langkah awal untuk mencari penganti dana jalan-jalan kemarin.

Okelah, biarlah pemerintah memutuskan seperti itu dan sekarang ada lagi ganjalan di hati. Berapa persen kah (dari seluruh pekerja Indonesai yang ada) mengikuti acara cuti bersama ini ❓ . Apakah penetapan cuti bersama yang (terkesan sangat) mendadak ini akan diikuti oleh pihak non pegawai pemerintah ❓ keknya pihak non pegawai pemerintah (swasta) lebih mementingkan profit perusahaan dari pada keputusan pemerintah.

Saya sebagai orang yang bekerja di bidang non pegawai pemerintah juga tidak mempermasalahkan dengan tidak libur pada saat cuti bersama. Sebagai acuan adalah Jakarta, coba lihat aktifitas masyarakat saat pemerintah memutuskan hari sebagai cuti bersama. Akan banyak karyawan yang masih berangkat kerja dan jalanan Jakarta akan tetap macet. Karena tidak semua karyawan (di Imdonesai) pada cuti bersama versi dadakan pemerintah ini bisa menyiapkan tiket pesawat untuk pulang kampung. Yang ada mereak tetap saja beraktifitas kerja, ya lumayan lah bsia menambah uang untuk bulan depan.

Jadi intinya (menurut pengamatan pribadi), cuti bersama ini sangat tidak cocok dan menunjukan kurangnya koordinasi antar departement (menteri). Semestinya cuti bersama ini bisa diputuskan setahun sebelumnya jadi bisa di antisipasi oleh semua kalangan termasuk sektor swasta yang banyak berperan di negeri ini. Janganlah pemerintah menghabiskan energi hanya untuk menkampayekan cuti bersama, dan ujungnya terkesan pegawai pemerintah lah yang banyak meneguk keuntungan ini.

Dan yang pasti besok saya tetap msuk kerja seperti biasa. Bagaimana dengan sahabat blogger tentang cuti bersama yang mendadak ini ??

NB: Mohon maaf postingan ku ini tidak ada sangkut pautnya dengan perayaan hari besar suatu agama, dan hanya bersifat pribadi.

Iklan

32 Balasan ke Tidak Ikut Cuti Bersama

  1. Imelda berkata:

    tanpa cuti pun kinerjanya diragukan kan? hehehe
    Di Jepang sih tidak akan mungkin membuat kebijakan cuti bersama mendadak. Karena penetapan hari libur saja diatur UU 😀

    EM

    Ya itu, malah mereka nambah cuti bolos lagi 😦

  2. indahjuli berkata:

    Suami saya cuti bersama, tapi nggak bisa liburan juga karena anak-anak sekolah, dan bakalan nggak mau diajak liburan karena sudah mau ujian kenaikan kelas 😀

    Hal ini yang tidak ikut dipikirkan oleh pemerintah 🙄

  3. djangan pakies berkata:

    Assalamu’alaikum Kang,
    segala sesuatu kalo diputuskan secara mendadak pasti dampak kurang baik akan lebih banyak. semua hal yang menyangkut aktivitas orang banyak seharusnya melalui proeses perencanaan yang baik.

    Bahasa keren sekarang, banyak modhorot nya 😆

  4. anank berkata:

    katanya mau benerin selokan pak.. kok gak ikut cuty.. hehe…

    Halah mas, itu kan untuk hari minggu :mrgreen:

  5. apikecil berkata:

    kebanyakan cuti ntar malah males ya Mas..
    hehehhe
    apalagi kalau netapinnya mendadak..
    pasti gak menyeluruh..

    Ngak menyeluruh dan gak ngaruh 😉

  6. Cahya berkata:

    Saya setuju, yang namanya hari libur, seharusnya ditetapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Kalau seperti sekarang ini. Kan malah membuat susah banyak orang, yang sebenarnya bisa menikmati waktu liburnya dengan baik dan mungkin produktif jika ditetapkan jauh-jauh waktu sebelumnya.

    Benar malah sekarang terkesan seperti kejar setoran. Ditetapkan mendadak dan semau gue 🙄

  7. Lyliana Thia berkata:

    Nah itulah Mas Sugeng.. Sudah kinerja gak bagus, ditambah2 sama cuti bersama yg sebenernya gak perlu…

    Yah krn aku kerjanya swasta, jd tetep masuk..

    Hari libur spt ini Toh gak bnyk bedanya dgn hari2 libur biasa… 😀
    Kecuali utk org2 yg kelebihan dana dan bnyk anggaran utk jalan2.. Ehehe..

    Paling aku jalan-jalan nya di pantai dekat rumah saja bu, murah meriah tapi tidak merana 😛

  8. Triiz berkata:

    wah kasian juga ya, enak yg ngumumin cuti dah ada rencana mau kemana-mana

    Intinya mau enak sendiri 😕

  9. Adi Nugroho berkata:

    saya liburan yay! Heheh

  10. pakde sulas berkata:

    pakde juga cuek dengan cuti bersama, karena memang pakde tidak pernah merasakan cuti bersama, bayangin saja saat orang merayakan hari raya idul fitri pakde masih sibuk mencari sesuap nasi untuk anak dan istri he he he….

  11. Mabruri Sirampog berkata:

    mari kita kasab,,
    mencari sesuap nasi dan segenggam berlian… 😀

  12. Orin berkata:

    Kantorku punya kalender kerja sendiri mas, ga ngikut2 pemerintah yg suka seenaknya sendiri ituh heuheu

  13. Isnuansa berkata:

    Saya libur. Lumayan juga bisa istirahat di rumah.

  14. Agung Rangga berkata:

    bahkan sekolah saya pun ikut libur pas hari cuti bersama… 🙄

  15. yasir berkata:

    Bingung mau kemana nihh.. Mending gak libur kalo bingung begini, lebih produktif..

  16. alamendah berkata:

    Hari ini saya juga masih masuk kerja seperti biasa.

    >>>Nitip pesan buat semua:
    Saya ada tantangan buat para blogger Indonesia, ki. Yang siap bisa langsung ceck TKP di blog saya.

  17. Asop berkata:

    Bagi saya mahasiswa, liburan ini tidak berpengaruh. :mrgreen:

  18. Lidya berkata:

    saya tidak ada cuti bersama pak, masuk sepanjang minggu 🙂 ibu rumah tangga liburnya kalau anak-anak sekolah atau tidur

  19. ysalma berkata:

    saya di rumah aja Pak, jadi ga ada cuti dan liburnya, suka-suka aja, selamat menikmati hari kerja Pak 🙂

  20. liza berkata:

    wah kalo saya mas ngga ada kata liburnya. mau tanggal merah kuning hijau biru tetap aja beraktifitas seperti biasanya. benar memang, seharusnya pemberitahuan harkitnas ini seharusnya dari awal jadi ada persiapan. tapi tak apalah syukuri saja. 🙂

  21. adetruna berkata:

    tuhkan, bener…mas sugeng sibuk kerja. :mrgreen:

  22. jarwadi berkata:

    bagi bukan orang kantoran seperti saya, efeknya sedikit pak, paling paling kalau sedang ada keperluan mengurus sesuatu di kantor pemerintaha yang agak terkendala

  23. tunsa berkata:

    saya juga gak libur pak… 😀

  24. Elsa berkata:

    iya nih, meskipun cuti bersama itu sama sekali tidak berdampak pada aku, tapi banyak teman yang mengeluh karena cutinya terbuang percuma lah, atau yang lainnya

    kesannya kok pemerintah tuh suka banget gitu ya cuti bersama… hehehe

  25. Aulia berkata:

    sekarang sudah jadi Harpitnas (Hari Kejepit Nasional) mungkin suatu hari mesti disahkan oleh Kemenpan nih 😀

    salam

  26. indobrad berkata:

    saya sebagai freelancer tentunya protes karena kebijakan yg terburu-buru ini. udah gak sempat mengganti dengan kerjaan lain soalnya. 😦

  27. riez berkata:

    Pemerintah jaman sekarang yang penting kepentingan pribadi kepentingan rakyat di nomor tigakan

  28. dmilano berkata:

    Saleum
    keasyikan libur malah bikin malas kang,,,,
    saleum dmilano

  29. dede6699 berkata:

    saya libur terus mas..hehe..tidak ada cuti..

  30. imadewira berkata:

    Saya sih mau ndak mau harus ikut pengumuman di kantor. Walaupun logika cuti bersama ini sama saja dengan mengambil jatah cuti tahunan, tapi karena ada “bersama” nya maka terasa lebih maknyus, hehe

  31. nia/mama ina berkata:

    Ya gitu dech pemerintah jaman sekarang, senangnya bikin bingung orang…ngga seperti jaman orba yg punya perencanaan matang….pembangunan direncanakan dgn repelita, pelaksanaan pemerintah harus mengikuti GBHN, tdk ada itu yg namanya cuti bersama krna harpitnas.

    ahhh seharusnya reformasi itu tdk membuang begitu saja masa lalu, yg jelek dibuang, yg baik2 harusnya tetap dilaksanakan….spy bangsa ini tetap maju….

  32. bintangtimur berkata:

    Cuti bersama yang mendadak ini juga bikin saya bingung, entahlah apa maksudnya… 😦

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: