Aku Melihat Darah Di Tanganmu

sang dokter yang berkedok dan bedandan baju putih tapi tanganya berlumuran darah pembunuhan

Begitu namanya dipanggil, langsung masuk segerombolan orang (ada sekitar 6 orang, 4 cewek 2 cowok) kedalam kamar periksa. Padahal dari sekitar 30 menitan yang lalu aku duduk di bangku besi dingin di ruang tunggu itu, yang masuk untuk periksa paling banyak 2 orang, laki perempuan dan paling lama di kamar periksa cuma 10 menit. Dari kemesraannya saya tahu bahwa mereka pastilah suami istri sama seperti diriku yang antri di dokter kandungan dan kebidanan (obstetrician gynecologist).

Namun saat segerombolan orang itu masuk secara bersama, lama sekali mereka tidak keluar, dan sudah hampir 20 menitan ;ebih masih di dalam kamar periksa. Bagitu pintunya dibuka, yang keluar tidak semua namun satu persatu. Sampai saat orang keempat dan kelima keluar langsung menangis sesunggukan dan ditenangkan dengan teman cowoknya disertai kecupan mesra di kening. “gak papa, gak papa” begitu gaya nya menenangkan. Walah koq jadi kaya’ telenovela saja, ada nangis sesunggukan dan ada yang menghibur dengan kecupan mesra di kening. Padahal ini kan di ruang tunggu dokter.❓

Sampai di sesi ini saya masih tidak merasa ada yang aneh di tempat dokter praktek spesialis kandungan dan kebidanan ini.😕 Tak lama nama istriku disebut, langsung saja kami masuk. Ya benar ini kali pertama saya dan istri ke dokter kandungan setelah mengetahui hasil positif yang diketahui beberapa hari kemarin. Dan karena tidak mengetahui pilihan dokter ahli yang sama, saya terpaksa periksa di dokter ini. Kalau mengingat kesan yang saya dapat dari dokter ini saat melakukan pemeriksaan dulu, rasanya males aku mau kesana.😦

Sesaat setelah masuk kami ceritakan kronologis keadaan kami sampai periksa disini. Dan saat diperiksa baru diketahui bahwasanya jabang bayiku sekarang sudah berumur 7 minggu 1 hari.😯 Sempat surprice sih, namun tidak terlalu saya tunjukan di depan dokter ini. Tiba-tiba dokternya ini bertanya “Sekarang gimana ?!?”. Lho koq begini sih cara penanganan dokter ini, langsung saja pikiran nakal ku berjalan, ada apa dengan pertanyaan “gimana” nya.

Ternyata pikiran nakalku kembali pada saat melihat segerombolan orang masuk, keluar nanggis, ditenangin dengan kecupan mesra. Belum lagi teringat dengan banyaknya orang yang keluar masuk di ruangan sebelah ruang praktek (yang saya tahu bahwa tempat praktek ini hanya miliknya saja). Ternyata dokter ini selain berpraktek sebagai dokter ahli kandungan dan kebidanan, sekaligus merangkap sebagai dokter aborsi. Ya aborsi untuk menghilangkan nyawa pada calon penghuni dunia ini.😡

Sampai disini, hatiku mulai merasa gak enak. Masak jabang bayiku akan ditangani oleh dokter yang telah banyak membunuh calon bayi😕 sepertinya aku kan berpikir ulang untuk kembali ke dokter ini.

Praktek dokter yang seperti ini memang banyak meskipun mereka tidak secara terang-terangan memansang plang kalau memasang plang nama pasti akan ketangkap polisi dan mereka memang seperti “tumbu nemu tutup”. Peribahasa Jawa yang mengambarkan pertemuan jodoh yang serasi karena saling melengkapi. Ada yang membutuhkan jasa aborsi dan yang menjalankan profesi, ada yang meminta dan ada yang memberi.

Membicarakan dokter praktek aborsi di daerahku, ada yang namanya sudah terkenal di seantero Bali, dan memang merupakan dokter rujukan aborsi dari beberapa dokter kabupaten di Bali. Siapa yang tidak kenal dan dengan nama dokter “X” yang praktek di sekitar lampu merah Kediri Tabanan. Pastilah kebanyakan pasangan yang pernah hamil di luar nikah kenal dengan nama ini. Namun herannya, saat ramai-ramai pengerebegkan dokter aborsi di daerah Bali selalu saja dokter ini luput dari incaran polisi.

Saya sendiri sudah lama mendengar nama dokter ini dan tentang aktifitas prakteknya, karena tetangga saya yang mempunyai saudara di Singaraja (kabupaten di Bali dan berjarak sekitar 50Km dari Tabanan) sengaja datang kesana hanya untuk tujuan aborsi dan itu direkomendasikan oleh dokter di daerah Singaraja. Kalau sudah begini saya tidak tahu ini salah siapa, salah si pasien yang memang membutuhkan jasa dokter (terlepas kehamilan itu hasil gelap atau terang) ataukah salah sang dokter yang berkedok dan bedandan baju putih tapi tanganya berlumuran darah pembunuhan.❓

jabang bayi

Akhirnya saya berniat tidak akan memeriksa (kontrol) istri saya disana lagi, dan biarlah perbuatan sang dokter itu akan terungkap dengan sendirinya. Dan semoga pihak berwenang (departemen kesehatan dan aparat kepolisian) segera tahu tentang praktek dokter-dokter tersebut.

Menurut sahabat blogger sendiri bagaimana, tentang sepak terjang dokter yang merangkap pembunuh calon bayi ini❓ serba salah memang.😕😦😥

*** gambar saya pinjam dari sini

45 Balasan ke Aku Melihat Darah Di Tanganmu

  1. niQue mengatakan:

    idih serem amat ya mas …
    duh, jangan diterusin deh ke dokternya, takut nanti klo kenapa2 malahnya😦
    Semoga nanti ketemu dokter yang lebih baik yaaaa

    Iya buk, aku juga rencana pindah dokter nih😦

  2. Ikkyu_san mengatakan:

    aduhhhhh…. trus tanya lagi dia, “Sekarang gimana?” Dipikir mas Sugeng mau aborsi…amit-amit. Cukup terang-terangan yah😦
    EM

    Ya itu mbak yang menjadi pikiran ku, dalam hati aku berkata “BUSYET DOKTER INI”😡

  3. pakde sulas mengatakan:

    ternyata ini salah pilih dokter, kebetulan dapat dokter srigala.
    pindah dokter lain Pak, biarlah agak jauhan juga kagak apa-apa darpada was-was.

    soal perbuatannya, wait anda see. Tuhan akan menurunkan gadha perkasaNya.

    ohya, pakde pindahan ke: http://pakdesulas.blogspot.com

  4. ImRoée mengatakan:

    yang jelas bukan salah bayinya.

    Kalaupun hasil dari pasangan gelap itu juga bukan anak haram tapi pasangan bejat🙄

  5. yangpentingshare mengatakan:

    waduh ceritanya ngeri rupanya dkun aborsi dah make topeng jafi dokter aborsi #salam kenal

    Salam kenal kembali mas, begitulah ceritanya mas😦

  6. Adi Nugroho mengatakan:

    parah juga ya :s

    Parah banget😡

  7. neq2769 mengatakan:

    mas…hanya mengiingatkan untuk tidak langsung menyebutkan nama…maklum lah di Indonesia sedang euforia UU ITE. Saran saya, cari dokter lainnya saja deh….

    Ok mas, sudah tak edit. Makasih😉

  8. 'Ne mengatakan:

    bener tuh Pak gak usah periksa ke dokter itu lagi, dia dokter hanya statusnya saja tapi panggilan jiwanya sebagai dokter gak ada, jelas tujuannya hanya uang semata..
    miris banget deh..😦

    Aku juga sedih Ne’ ….. , sedih dan ngenes. Maunya tak laporin ke pihak yang berwajib😦

    • Budy mengatakan:

      Dokter yang begini nih ya yang tidak boleh untuk praktek. Kerja dokter niatnya bukan untuk mencari uang, tetapi niat utuk menolong pasiennya..

  9. Mabruri Sirampog mengatakan:

    naudzubillaah…
    semoga yang melakukan seperti itu diberi hidayah oleh TUhan..

    sama seperti yang lain, nyari dokter yg lain aja pak..

    Makasih Mab….. aku juga berniat seperti itu.

  10. Lyliana Thia mengatakan:

    Astaghfirullah…
    Kok nggak takut Tuhan ya?
    Padahal dia membantu org membawa kehidupan baru ya…
    kok nggak terasa di hati…
    Semoga dpt dokter pengganti yg lebih baik ya… ^_^
    Dan… selamaaaat atas calon bayi anugerah terindah dari Tuhan…, ^_^

    Makasih Jeng Liana, semoga menjadi generasi Islam yang berakhlak mulia😉

  11. dey mengatakan:

    miris bacanya, ngilu ..😦

    Itu sekedar uneg-uneg dalam hati😕

  12. djangan pakies mengatakan:

    Assalamu’alaikum Kang,
    >Selamat ya Kang atas ponang jabang bayinya yang berusia lebih dari 7 bulan, semoga sehat, dan dimudahkan proses perkembangnnya sampai lahir dengan selamat dan seterusnya menjadi pribadi yang shalih/shaliha.
    Jika ada waktu saya ada ulasan tentang kehamilan, silahkan ke http://www.djanganpakies.com/2011/01/bekal-bagi-wanita-hamil-muda.html

    >saya kaget sampean nulis inisial dokter itu Kang. Lebih baik ndak usah menulis nama ato sesusatu yang mengarah pada pribadi seseorang. Saya khawatir efeknya ndak baik. Jadi saya sebagai sahabat, minta tolong diedit aja. Pake istilah apa terserah sampean.

    Salam silaturrahim soko bolo mblitar


    Pertama, …. bukan 7 bulan Kang tapi masih 7 minggu😀
    Kedua, ….. makasih do’anya, dan saya akan langsung ke TKP➡
    Ketiga, …… Itu sudah saya edit. Kemarin nama lengkapnya, dan sekarang sudah di blur kan😆
    matur suwon Kang.

  13. Sofyan mengatakan:

    Hmm….kenapa dokter tersebut dapt rekomendasi Mas..apa gak ada pihak terkait yang melaporkan atau yang protes terhadap praktek yng di buka,,,

    Itu lah mas, aku juga heran koq masih eksis dan tidak tersentuh sama sekali😕

  14. Arif Bayu Saputra mengatakan:

    Masya Allah, masih ada ya dokter kek gitu, apa nggak cukup tuh gaji sama bayaran dari periksa pasien sampek praktek aborsi dijabanin juga,,,,, wah cari dokter yang lain aja kang, semoga segera disudahi praktek keji itu

    Disudahi kalau gak ada yang memulai juga gak akan bisa mas, semoga langkah ku menuliskan ini bisa menjadi langkah awal nya .🙄

  15. Legy Masyhury mengatakan:

    Wew… untung saya gak kenal dokternya…
    Trus, mas-nya jadi aborsi gaak?? hihi..😀

    Jadi ngak ya, harusnya jadi tidak boleh tidak. Maksudnya teruskanlah jadi dantubuh secara sehat karena dia adalah Titipan Allah SWT😉

  16. oenoen mengatakan:

    kayaknya itu dukun yang nyamar jadi dokter😀

    Dukun berijasah resmi😦

  17. Asop mengatakan:

    Yaaaa sebenarnya dokter aborsi itu ada karena ada permintaan, yaitu permintaan dari orang2 yang hamil di luar nikah.😦

    Memang benar begitu adanya, tapi apa harus mengorbankan hati nurani😕🙄

  18. tunsa mengatakan:

    lho, itu ilegal kan? kok ya belum di endus petugas pak? laporin aja tuh,…

    Yang model beginian pasti ilegal mas, mana ada yang legal😕

  19. Masbro mengatakan:

    judulnya serem Mas, kayak di pilem pilem horor..

    Ternyata juga menceritakan tentang sepak terjang seorang dokter yang nuraninya horor, hehehe…

    Masa serem ……❓ keknya gak ada cerita uka-uka koq😆

  20. aryna mengatakan:

    hhhiiii….merinding baca tulisan ini…dimanakah hati nurani sang dokter dan pasiennya?

    walah …… gak ada itikad untuk membuat serem loh😕

  21. anisayu mengatakan:

    biuh ngeri banget , tega amat ya membunuh bayi

    kurang ajar ya mereka yg ga punya rasa cinta pada anak sendiri masa di aborsi…

    Itulah mbak, sampai menganggu pikiran beberapa hari🙄

  22. Lidya Fitrian mengatakan:

    sepertinya saya ketinggalan berita bagus itu ya pak. selamat atas kehamilan istrinya.
    saya setuju untuk mencari dokter lain saja.semoga semua berjalan dengan baik ya

    Makasih Mama Calvin…..😆

  23. aRuL mengatakan:

    ngeri juga membaca ini, kalo menilik dari uu kesehatan pasti sang dokter bisa dicopot lho.

    Ya pastilah…..🙄

  24. Pendar Bintang mengatakan:

    Ya Allah Om…kok bikin trauma gini ceritanya…maksudnya jadi serem dech kalau hamil pergi ke dokter kandungan😦

    Tapi saya yakin masih ada banyak dokter yang benar2 putih hati dan bajunya😉

  25. rayafr mengatakan:

    Ihh jadi serem kaya gini…Langkah yang diambil sangat bagus pindah dokter🙂

    Itu sudah menjadi pertimbangan ku💡

  26. Mas kholiq mengatakan:

    astagfirllah…….
    kejemnya dokternya….

    Begitulah ……….

    😡

  27. Kaget mengatakan:

    Tuh dokter profesional banget ya, tanpa basa basi langsung tembak😦

    Sudah dokter senior dan jam terbangnya sudah banyak😦

  28. Susindra mengatakan:

    Aduh, perutku jadi sakit membacanya.
    Meski telah lama mendengar praktek aborsi, tetap saja tak terbayang bagaimana jika bertemu.

    Itulah realita yang ada di masyarakat kita:cry:

  29. ceritabudi mengatakan:

    kalau ngak salah dia bukan dr. kandungan kang…dr. umum tapi sering ada pasien seperti yang abang ceritakan, dan sering saya lihat. kayaknya juga sudah tutup atau pindah lokasi?

    Saya kira ya cuma dokter itu Kang, tapi ini memang benar dokter kandungan sesuai engan plang yang ada di depan prakteknya

    😕

  30. ysalma mengatakan:

    wedow, ganti dokter langsung Pak,
    dokter seperti ini tidak mencintai kehidupan yang bertumbuh di rahim wanita ini.

    Yap ……. itu memang rencanaku💡

  31. kang nur mengatakan:

    Paling tu dokter hidupnya ga bakalan tentram, lihat aja nanti, pasti dia segera berakhir kisahnya.
    Blognya masih exis pak… punyaku dah amblas kena suspend, akhirnya sekarang ganti yang berbayar.
    Salam hangat dari saudara setanah kelahiran

  32. Fiz mengatakan:

    Wah, kalau begini saya juga harus berhati-hati milih dokter spesialis kandungan untuk istri saya. Hehe, padahal positif atau negatif saja belum ketahuan🙂

  33. Sya mengatakan:

    Ih serem banget sih. Semoga Allah melembutkan hati dokter itu🙂

  34. Orin mengatakan:

    Duh…semoga dokter2 seperti ini segera menghilang dari muka bumi ya Pak..

  35. ajenk14 mengatakan:

    Kunjungan balasan yg sangat terlambat, maaf. Terima kasih sudah mampir ke rumah bunga saya ^_^
    Salam kenal.

    Menyeramkan, semoga hidayah segera datang padanya..

  36. inotwp mengatakan:

    ckckck… (geleng2),
    kok y msh aman2 aja tuh dokter buka praktik

  37. AriPerwiraCom mengatakan:

    ih kok gini ya? *mrinding*

    wah ini pasti udah kirim upeti nich ke pihak yang bersangkutan, kenapa bisa fine2 aja

  38. Agung Pushandaka mengatakan:

    Tapi blum ada buktinya kan kalau dokter ini juga melakukan praktik aborsi? Kalaupun anda sudah mengetahuinya, seharusnya anda ndak membawa istri anda ke sana sejak awal. Semoga kita semua dihindarkan dari hal-hal buruk.

    • purwanto mengatakan:

      Lha wong mas Sugeng juga baru periksa pertama kali ke dokter itu lho, mana beliau tahu kalau ternyata dokternya praktek begituan ????? Kalau mau koment mas Agung baca dulu dong dengan teliti…
      Memang dimata hukum susah dibuktikan, tapi lama kelamaan pasti akan ketahuan juga.

  39. purwanto mengatakan:

    wih ngeri mas…. segera pindah ke dokter lainnya saja mas…. kalau tidak cari bidan terdekat saja, biasanya malah yang gak rame itu yang gak neko-neko.
    Semoga jabang bayi dan sang bunda sehat hingga kelahiran nya nanti dan selamanya. Amiin

  40. Zee mengatakan:

    Setahu info-info yang saya dengar, memang ada saja dokter yang juga berpraktek aborsi….. Yang sudah senior malah banyak.

  41. Ferdinand mengatakan:

    Oalah…. tak kira awalnya sobat ngeliat aksi pembunuhan hhe… ternyata tentang Dokter Aborsi toh… Waduh entah siapa yg salah dalam hal ini Sob, disatu sisi gak mungkin ada dokter aborsi klo gak ada pasien yg meminta,tapi disisi lain, salahnya dokter umumnya juga yg ngasih rujukan ke Dokter aborsi itu, padahal klo tuh dokter umum yg awal gak ngasih rujukan kesitu lha ya pasti ndak akan terjadi proses aborsinya… mbuh lah wes jangan kesana lagi kang… ntar mnta USG malah diaborsi lagi janin dikandungan istrimu.. waduh bahaya haha….🙂

    Maaf baru bisa mampir balik kang, salam kenal ya..🙂

  42. bintangtimur mengatakan:

    Aborsi itu tetap salah, kecuali dengan alasan kesehatan…menurut saya sih begitu, mas Sugeng…
    Tetep serem ngebayangin gimana banyaknya orang yang mau aborsi disana. Lagipula, gimana juga dengan kode etik yang disebut-sebut saat sang dokter disumpah dulu ya?😦

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: