Mitos Itu, Aku Gak Percaya

Kecuali saat hamil ibunya tidak mengkonsumsi makanan yang bergizi (untuk orang hamil) dan tidak pernah dekat dengan sang Khalik (dalam wujud berdo’a yang baik-baik)

Tidak disangka dan tidak diduga, hari ini telah terjadi 2 kali pembunuhan di rumah ku.😦 Padahal saya sudah berusaha untuk tidak sampai terjadi malapetaka ini, namun apa daya semua sudah menjadi suratan takdirnya. Satu merengang nyawa gara-gara perbuatan tangan ini, satunya lagi sudah ditemukan terkapar di kamar belakang rumahku. Seandainya pagi tadi saya menemukan pemukul yang tepat, mungkin terjadi 4 pembunuhan hari ini.😆

Tapi tenang saudara-saudara, ini bukan pembunuhan yang di kategorikan sebagai tindakan kriminal koq. Hanya pembunuhan terhadap seekor tikus yang mau merusak ketenangan rumah kami. Seperti biasa, setelah sawah di sekitar rumah dipanen oleh orang yang mengarapnya sang pengerat ini selalu berpindah area pencarian makan. Biasanya mereka mencari makanan di sekitar sawah yang akan dipanen, namun saat sawah sudah tidak ada bulir-bulir padi yang bisa diembat mereka lari ke rumah sekitar.

Dan apesnya ada beberapa yang masuk ke rumah yang di jaga oleh si hamda, kucing peliharaan anakku. Dan semua yang saya ceritakan diatas benar-benar terjadi. Semestinya saat tangan ini mengayunkan tongkat untuk memukul tikus itu sang istri tercinta sempat teriak-teriak keras untuk tidak membunuhnya. Karena seperti yang saya ceritakan disini, kami sedang mempunyai jabang bayi yang masih dalam kandungan (emang ada jabang bayi yang ada di luar kandungan ?😕 kalaupun ada, itu namanya kelainan😆 ).

Mitos bikin pusing

Bingung mikirin mitos

Mitos sebagian orang Indonesia (bukan hanya orang Jawa saja), bahwa saat mempunyai jabang bayi dilarang untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma umum. Seperti membunuh binatang, membenci sifat orang, menghina orang dan lain sebaginya. Karena dikuatirkan nanti sang jabang bayi akan mengikuti apa yang menjadi kelakuan orang tuanya dan menjadi korban. (waduh ….. koq mbulet begini menjelasin nya ya😕 pokoknya apa yang dilakukan oleh orang tuanya, anaknya akan menjadi korban).😎

Namun hari ini saya melakukan pembunuhan binatang di depan istriku yang sadang hamil muda. Apakah jabang bayi yang dikandung akan menjadi korban tindakan ku ini❓ keknya saya dari kehamilan anak pertama bukan termasuk orang yang mempercayai ini. Bagiku, ini hanya mitos belaka dan tidak ada korelasi dengan perkembangan janin dalam kandungan. Kecuali saat hamil ibunya tidak mengkonsumsi makanan yang bergizi (untuk orang hamil) dan tidak pernah dekat dengan sang Khalik (dalam wujud berdo’a yang baik-baik). Kalaupun semua ikhtiar itu sudah dilakukan namun masih juga ada “apa-apa” dengan jabang bayinya, itu urusan lain. Dan semua itu hanya Dia lah yang tahu.

Didalam banyak masyarakat Indonesia sendiri, mitos ini sudah mendarah daging dan setiap pasangan yang sedang menunggu jabang bayi yang akan lahir pasti pernah “dicekoki” dengan mitos ini. Sampai seberapa persen kah kebenaran dari mitos ini❓ bagiku tidak menjadi soal karena saya sendiri tidak percaya. Yang saya percayai adalah saat hamil (pasangan kita), sebisanya kita berbuat yang baik-baik. Tidak hanya pada sesama manusia namun kepada semua makhluk Allah. Karena hanya Dia lah yang mempunyai seluruh dunia dan seisinya. Karena semua tindakan kita akan menjadi cerminan dan akan dicontoh oleh anak kita, meskipun dia masih didalam kandungan.

Bagimana sahabat blogger semua, apakah percaya dengan mitos ini❓

 

NB : Gambar saya ambil dari sini

37 Balasan ke Mitos Itu, Aku Gak Percaya

  1. deasyduke mengatakan:

    namanya juga mitos ya..jangan terlalu dipikir.
    kalau mitosnya buruk, jangan dipercaya, kalo baik..bolehlah jadi hiburan🙂
    semuanya balik lagi ke pikiran, kuat loh pikiran kita ini, kadang2 yang kita percaya bisa terjadi. Imani yang baik2 aja, semoga yang terjadi juga yang baik2.

    ups,sori komennya panjang,
    salam,
    deasy

    Itu yang saya usahakan untuk menyakininya😆

  2. Lidya Fitrian mengatakan:

    saya suka lupa akan mitos pak🙂
    kadang bandel ga mau ikutin mitos juga

    Mitos itu kepunyaan orang jaman dulu kalee ya:mrgreen:

  3. Masbro mengatakan:

    Berdoa, berbuat baik, dan makan makanan bergizi bagi ibu yang sedang hamil, sepertinya itu sudah ideal Mas..

    Mungkin sampean mau nambahin😕

  4. Saipuddin mengatakan:

    mungkin bisa aja, apalagi istri mas melihat kemudian ke pikiran terus dan akhirnya merangsang ke anak yang sedang dikandung.

    Mungkin bisa saja, mungkin bisa tidak🙄

  5. kanG Anto mengatakan:

    Kalo saya meninggalkan coretan disini, harapan atau jalan untuk dapat kunjungan terbuka bagi blog saya,,itu mitos yang bnar menurut saya..

    Saya setuju dg

    “Kecuali saat hamil ibunya tidak
    mengkonsumsi makanan yang
    bergizi (untuk orang hamil) dan
    tidak pernah dekat dengan sang
    Khalik (dalam wujud berdo’a
    yang baik-baik) ”

    Ternyata mitos BW itu benar adanya ….. !!!😛

  6. Cahya mengatakan:

    Kalau saya lebih suka pakai perangkap tikus Pak🙂

    Maksudnya perangkap tikus yang tidak menimbulkan luka pada sang tikus❓ terus tikusnya mau kita apain 😕

  7. Ikkyu_san mengatakan:

    sebetulnya ya tergantung si ibunya aja. Kalau dia percaya, itu akan terbawa terus. Saya tidak percaya mitos. Katanya waktu sedang hamil tidak boleh potong ikan sendiri. Katanya anaknya amis nanti lahirnya. Padahal kalau menurut saya, memang kalau potong ikan sendiri membuat mual kalau sedang hamil. Bukan karena anaknya akan amis, tapi ya si ibu sendiri jadi mual😀

    EM

    Berarti mitos nya terbukti benar pada sang ibu, tapi untuk anak terbukti salah besar😆

  8. djangan pakies mengatakan:

    assalamu’alaikum sodaraku,
    sampean sendiri sudah membuktikan bahwa mitos yang ada tidak ada hubungannya dengan kehamilan dan kelahiran kan Kang ?

    hanya saja, selain asupan makanan, kondisi psikologis Ibu direspon juga oleh janin. Ibu yang selalu dalam dzikrulloh, maka Insya Alloh sel-sel yang tumbuh di dalam janin akan menjadi sel-sel yang membangun tubuh dengan nuansa ruhani yang sangat bermakna indah, bermakna surgawi sehingga dengan itu Insya Alloh harapan semua orang tua menjadikan anak shalih dan shaliha akan mudah terwujud karena dasar awalnya sudah terbiasa mendapatkan pancaran nur Illahiah. Insya Alloh

    Saya kebagian meng-Amien i saja kang😉

  9. Asop mengatakan:

    Wah, saya sih gak mau percaya ama mitos itu.😐
    Kalo membunuh tikus di depan jabang bayi, emang bayi bisa melihat?😀
    Tapi kalo soal mengumpat, menghina orang, dan marah di depan sang ibu hamil, bisa saja suara teriakan itu mempengaruhi janin lho. Seperti halnya janin yang dapat dipengaruhi oleh bacaan2 al-qur’an dan doa-doa dari sang ibu.🙂
    Orang barat pun percaya kalo janin didengerin musik klasik bisa mempengaruhi pertumbuhan otak sang bayi, pasti kalo janin mendengarkan suara umpatan dan kemarahan, akan terpengaruh juga.😐

    Intinya sang ibu jangan sampai terbawa esmossi :coll:

  10. Mabruri Sirampog mengatakan:

    setuju sekali sama pendapatnya pak Ies dan mas Asop…

    kalau memang ga percaya sama mitos2 itu ya yakinkan tidak percaya, jangan sampai kebawa pikiran…

    smoga ibunya selalu sehat2 ya pak…😀

    Makasih mas, semoga kita semua masih diberi nikmat sehat😆

  11. amisha syahidah mengatakan:

    pas saya hamil juga banyak larangan dari keluarga mas, jangan duduk di pintu, jangan jahit dan banyak lagi jangan2 nya.. cuma menghindari keributan berdebat saya lakuin deh tu larangan semua..

    Ya…… karena gak enak sajalah alasan kita tidak mau ribut dengan orang2 yang sangat memperhatikan kita😕

  12. Necky mengatakan:

    mas sugeng mitos yg pernah saya tahu…kalau makan terlalu banyak bakalan kekenyangan banget…*eh ini fakta yah???*

  13. r10 mengatakan:

    sifat anak seringkali turunan dari ortunya, dan itu terjadi saat proses “penanaman benih”:mrgreen:

    sifat ortu setelah proses “penanaman benih” tentu tak mungkin diturunkan ke anak😀

  14. @nonaedda mengatakan:

    saya sih ga mau trlalu prcaya,, tp jg ga mau ga percaya,, wallahualam aja deh masbro😀

  15. apikecil mengatakan:

    hmmm, gimana ya ms?
    hehehe
    bingung mau kasih komentar mas..
    kalau sudah menyangkut yang namanya mitos memang susah ya mas..
    tp, kalau menurutku, gimana cara kita aa ms memaknainya,,
    asalkan masih bisa diterima dengan logis..
    salam buat istrinya ms..

  16. Lyliana Thia mengatakan:

    Secara logika sih mitosnya nggak masuk akal yah…
    Kalau qta percaya anaknya baik2 saja, insya Allah baik2 saja…
    mgkn yah timbulnya mitos itu utk menghindari calon orangtua dari hal2 yg kurang baik ya… bagaimanapun, membunuh binatang di depan anak kan mnrt ku jg tindakan yg.. yaaa… agak kasar kali ya..?
    mending tikusnya di kasih perangkap aja Mas Sugeng…
    Semoga kehamilannya lancar ya ^_^

  17. Catatan ngeblog mengatakan:

    Sering2 membaca Al Qur’an saja, biar sang cabang bayi sudah mengenal Allah dan Agamannya walau masih dalam kandungan.🙂

  18. Journey mengatakan:

    mas sugeng…yang penting mikirin lainnya aja deh…gimana kita memberikan asupan yg baik sama calon anak kita juga ibunya agar perkembangan janin berjalan sesuai umurnya

  19. gadgetboi mengatakan:

    Tuhan juga tahu pak … hehehe … engga segitunya kok … toh mitos itu hanya pengalaman sekelompok orang yang belum bisa dibuktikan kebenarannya. kemungkinan itu pun hanya kebetulan belaka😀 ….

  20. Kaget mengatakan:

    Wah mitos…. saya keberatan kalau dibilang cuma mitos.
    Dulu istri saya hamil sempat motong kaki ayam, bunuh serangga, toh sekarang anak saya baik2 sja. Sepanjang ngga ada niat buruk dan cukup gizi, insya Allah diberkahi kesehatan mas😀

  21. Nurdiana Atmanagara mengatakan:

    Hmm…. Mitos itu ada yang benerada juga yang enggak … Kebayang deh kalau gak boleh ngebunuh binatang pas istri lagi hamil, terus ada binatang berbisa masuk ke rumah??? Kan bisa bahaya juga😦

  22. uung mengatakan:

    yg penting hati-hati aja deh pak,..pasrah sama Tuhan.

  23. Dhenok mengatakan:

    percaya gk percaya mas, tapi saya setuju banget ketika anda membunuh tikus2 jelek itu. teruslah membasmi tikus, tapi inget mas ketika mo mukul tikus, istri mas harus jauh2 ntar bisa2 salah pukul.. hehe

  24. Martha Andival mengatakan:

    hehehe, saya kadang percaya tapi bukan untuk meyakini..

    dan percaya disini hanya percaya dan itupun tidka semua yang harus bsaya percayai..🙂

  25. yadiebaroos mengatakan:

    indonesia terkenal dengan mitos-mitosnya

  26. Ann mengatakan:

    Hahhaa.. aku masih ingat denga cerita ‘pembantaian’ katak kali ini tikus.
    Mungkin kalau masih dalam kandungan gak lah, tapi kalau sudah lahir dan bisa melihat ya sebaiknya ditunjukkan hal-hal yang baik di depan anak.

  27. kalo saya percaya gak percaya deh B)

  28. lizafathia mengatakan:

    benar banget mas sugeng. di aceh juga ada mitos yang seperti itu, sehingga kerap membuat kewalahan para dokter untuk memberikan edukasi kepada pasien. tapi jika orang2 berpikiran sama seperti mas, pasti indonesia ini akan maju (heheheh)

  29. pakde sulas mengatakan:

    yakinlah bahwa mitos itu tidak perlu dipercaya, bila ada kelainan pasti dari akibat yang dimakan /asupan dan kehendak Yang Maha Kuasa, jadi “ada sebab pasti ada akibat”

  30. citromduro mengatakan:

    disini juga mitos yang sama pak sugeng, tapi menurut saya selama itu lebih mementingkan manfaat lebih baik dihilangkan dari pada menciptakan bahaya dan ketidak tenangan

    percaya atau tidak kembali pada yang memikirkan seperti gambar diatas. semua sudah ada yang mengatur

    semoga lahir dengan selamat dan menjadi anak yang baik

    salam dari pamekasan madura

  31. lozz akbar mengatakan:

    jangan sampai ketahuan intel loh cak, sampean telah melakukan pembunuan hehe

    berdoa buat sang jabang bayi menurut saya itulah yang terbaik

  32. imadewira mengatakan:

    Menurut saya mitos itu relatif ya, kalau yang kita lakukan (membunuh tikus) demi kebaikan/ketenangan, karena tikus dirasa mengganggu, saya rasa itu tidak apa-apa.

    Tapi walaupun begitu, menurut saya perlu dijelaskan kepada istri yang hamil tentang hal ini, agar tidak muncul rasa bersalah apalagi yang berlebihan sehingga hatinya menjadi tidak tenang.

    Just my own opinion

  33. Orin mengatakan:

    Wah…mitos memang sulit diberantas tuntas ya Pak. Kadang serba salah juga kalo dinasehatkan ortu tapi kita-nya ngeyel ga percaya.. Tapi yg pasti selama tidak ‘melenceng’ dari tuntunan yg baik mgkn gpp ya Pak..

  34. purwanto mengatakan:

    mitos sebagaian besarr gak benar, tapi jangan lupa lho mas, kalau bunung hewn liar or ganas baca basmallah dan taawudz dulu…

  35. dwi mengatakan:

    jangan percaya mitos, pasrah aja ma Tuhan ya pak,..

  36. gadgetboi mengatakan:

    jangan terlalu percaya😀

  37. Fiz mengatakan:

    Jangan percaya mitos, nanti kalau sudah jadi sugesti, malah susah kita🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: