Muhasaba Menjelang Ramadhan

Kalau ada kebaikan semua itu karena Allah SWT

Dalam memasuki bulan Ramadhan 1411H yang kurang beberapa jam lagi, tidak ada salahnya kita bermuhasaba dengan perjalanan hidup kita selama ini. Namun sebelumnya saya secara pribadi meminta maaf dengan tulus kepada sahabat blogger semua apabila dalam menulis, berkomentar maupun menjawab komentar dari sahabat semua masih kurang bisa membuat puas dan pernah membuat hati merasa gak enak. Semua itu dikarenakan karena kekurang becusan saya dalam menulis dan berkomentar yang arif. Dan menjalang Ramadhan ini memohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekhilafan yang telah saya perbuat, baik yang sengaja maupun yang tidak sengaja.

Kembali pada muhasaba, tentunya setelah sekian lama kita melakukan ibadah di bulan yang penuh berkah ini ada banyak kekurangan yang harus diperbaiki dan kelebihan yang harus kita pertahankan (kalau perlu ditambah). Dan menenggok beberapa tahun ke belakang, saya pribadi masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki dalam menjalani ibadah kepada Nya. Kelebihan, …… saya tidak tahu pasti apa memang ada kelebihan dalam ibadah puasaku di Ramadhan tahun kemarin. Yang jelas semoga di tahun ini ada banyak kebaikan yang bernilai ibadah, bisa saya lakukan.

Dalam menjalani ibadah kepada Nya kadang kita (serta banyak orang di negeri ini) terjebak kepada ritual yang sesungguhnya tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Dan karena tidak ada tuntunannya, bisa dikatakan ritual itu mengada-ada (ditambah-tambahi). Padahal dalam surat Al-Maidah: 3 kurang lebih artinya “………..pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu ……”

Dan dalam beberapa ibadah yang pernah saya lakukan, ternyata ada juga beberapa ritual yang masuk dalam kegiatanku. Hal ini saya ketahui setelah beberapa kali mengikuti kajian Islam baik itu secara online maupun offline. Ibadah apa sajakan yang masuk dalam kategori ritual ini, sebelumnya saya pribadi mohon maaf apabila ada yang kurang cocok dan tidak berkenan dengan sahabat semua.

Imsak
Dulu saat kecil, hal ini selalu saya lakukan karena mengikuti tradisi semua orang di kampungku, bahwa 10 menit sebelum subuh itu sudah tidak boleh makan-minum lagi. Lucunya lagi, pernah suatu saat karena kepepet waktu imsak dan belum selesai sahur terpaksa tangan kiri memegang makanan namun tangan kanan sudah memegang sikat gigi yang penuh dengan odol 😆
Sekarang, saya masih tetap saya minum (dan kalau perlu makan) pada saat speaker di masjid berkoar-koar “Imsak….. imsak !!!” 😎
Sahabat Anas meriwayatkan dari Zaid bin Sabit radhiyallahu ‘anhuma, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau shalat. Maka kata Anas, “Berapa lama jarak antara azan dan sahur?”, Zaid menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca ayat al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menunda Adzan dengan alasan kehatian-hatian
Rasulullah sendiri bersabda yang artinya kurang lebih: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari Muslim)

Melafazkan Niat
Hal ini sudah jamak dilakukan di negeri ini, dan biasanya dilakukan (diajak oleh imam) sesaat setelah selesai sholat terawih. Padahal perbuatan ini tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah SAW juga para sahabat. Yang sesuai tuntunan adalah berniat untuk melaksanakan puasa pada malam hari sebelumnya cukup dengan meniatkan dalam hati saja, tanpa dilafazkan.

Membangunkan Orang-Orang untuk Sahur
Walah …… ini mah aku banget dan sering saya lakukan saat masih remaja. Seandainya tidak di bulan Ramadhan mungkin kelakukan ku itu akan berbuah guyuran air dan lemparan sandal dari para tetanggaku (maafkan daku ya para tetanggaku). Kegiatan ini murni ritual karena memang tidak pernah di contohkan oleh Rasulullah SAW.

Mandi besar sebelum Ramadhan
Mandi besar apalagi mandi kembang sebelum Ramadhan adalah tidak ada dasarnya sama sekali. Dan syarat untuk berpuasa di bulan Ramadhan memang tidak ada mandi-mandian seperti ini, syaratnya cuma niat untuk berpuasa esok pada malam sebelum puasa. Namun kalaupun memang rambutnya sudah seminggu tidak pernah di cuci dan akan mencucinya (keramas) sesaat sebelum berpuasa Ramadhan ya tidak mengapa asal tidak di niatkan untuk menyambut bulan Ramadhan. ( Inna a’malu Binniat ).

Mendahului puasa satu hari ataupun dua hari sebelumnya
Puasa Ramadhan dan puasa sunnah bulan Sya’ban janganlah di gabung. Dalam artian jangan menyambungkan puasa di bulan Sya’ban dengan puasa wajib Ramadhan. Kecuali bagi mereka yang memang terbiasa melakukan nya. Seperti misal puasa Snin-Kamis ataupun puasa nabi Daud.
Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mendahului puasa ramadhan dengan melakukan puasa satu hari atau dua hari sebelumnya. Kecuali bagi yang terbiasa melakukan puasa pada hari tersebut maka tidak apa-apa baginya untuk berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berziarah Kubur Karena Ramadhan
Berziarah kubur sudah jamak dilakukan oleh kaum muslimin di negeri ini. Malah terkadang sampai melewati batas dengan melakukan kegiatan yang menjurus ke hal yang sirik. Padahal syariat Islam tentang ziarah kubur adalah untuk menginggatkan kita akan kematian dan tentang adanya kehidupan di akhirat kelak. Kalau ziarah kubur karena mengkhususkan dengan adanya event tertentu, itu tidak ada tuntunan nya.

Mungkin hanya sedikit ini yag bisa saya share disini, mungkin sahabat semua mau menambahi juga tidak apa-apa. Dan tulisan nya ini saya sandur dari berbagai media online yang banyak bertebaran. Kalau ada kekurangan itu semata-mata karena keterbatasan saya kalau ada kelebihan itu semua karena Allah SWT.

Marhaban ya Ramadhan ………

Iklan

31 Responses to Muhasaba Menjelang Ramadhan

  1. idana berkata:

    selamat menjalankan ibadah puasa ya om…nanti lebaran boleh mampir taa nyicip kue2 nya ?? 😀

    maksih Ida ….. saya secara pribadi memohon maaf bilamana ada salah ucap dan salah ketik dalam hubungan online kita 😆

  2. Mohon maaf lahir & batin pak Sugeng….
    Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Ramadhan kita tahun ini lebih baik dr tahun kemarin. amin..

    Sama-sama mbak Erwin, sewek werno e puteh. Wong wes tuwek akeh loput e 😆

  3. sofyans berkata:

    Hehehe,,,saya juga senang bangunkan orang sahur Mas…dengan musik kentongan dan malah sering diajak sahur berssama hehehe

    Selamat menunaikan ibadah puasa Mas…

  4. Lyliana Thia berkata:

    Hmm.. kegiatan “membangunkan orang sahur ini” terkadang pada bbrp ritual menyebalkan jg loh Mas Sugeng…
    bangunin orang jam 2 pagi kayaknya nggak banget deh,…
    wong bangunjam 3 aja msh keburu utk masak… hmmph… *loh… penyakit hati ini ya? astaghfirullah…*

    Mohon maaf lahir batin, dan selamat menunaikan ibadah puasa utk MAs Sugeng dan keluarga.. 🙂

    KAlau di pikir dengan logika ke kinian, mungkin salah besar. Namun kalau di pikir dengan loika anak-anak jaman dulu keknya seneng saja (bagi yang ngelakoni) 😛

  5. alamendah berkata:

    Marhaban ya ramadan
    semoga kita termasuk orang yang berbahagia dengan datangnya bulan ramadlan dan diberi kesempatan untuk meraup keridloaan Allah

  6. niningsyafitri berkata:

    Selamat menjalankan ibadah puasa, Mas… 🙂
    Mhn maaf lahir batin…

  7. indobrad berkata:

    wooo Mas Sugeng sepertinya mulai puasa hari ini ya?! Selamat menjalankan ibadahnya 😀

  8. Lidya berkata:

    selamat menjalankan ibadah puasa ya pak, salam untuk keluarga

  9. pakde sulas berkata:

    hal tersebut diatas adalah hal yang jamak dilakukan oleh sebagian dari saudara kita karena mengikuti tradisi, mungkin saudara kita itu tidak tahu bahwa hal seperti itu tidak pernag dilakukan oleh Rasullah, kalau tidak boleh dikatakan bid’ah, tetapi kadang kita terpaksa melakukannnya karena kita “tenggang rasa”, ya dari pada kita ribut dengan saudara, istri, suami atau mertua kita

  10. Mabruri Sirampog berkata:

    bagunin orang sahur?? saya banget itu bang.. hahah

    tpi kan sebelumnya berdasarkan rembugan warga dulu, jadinya semuanya malah seneng, justru kalau ga ada seperti itu warganya serasa ada yg kurang, saurnya jadi kurang semangaat.. hehe
    yang penting tau waktunya aja, jangan masih dini hari sudah ngoprek2 buat saur…. ambil sisi positifnya aja..

    selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir batin,

  11. djangan pakies berkata:

    Assalamu’alaikum Kang Sugeng
    Saya sepakat dengan Pakdhe Sulas, tentang keberagaman menyambut dan menjalankan ibadah puasa. Hanya saja mungkin sebaiknya energi yang tersedia akan lebih bermakna jika kita maksimalkan mendulang pahala sebagaimana yang dicontohkan Baginda Rasululloh saw dalam menjalankan dan mengisi ibadah puasa di bulan suci ini

    Semoga sejak awal ramadhan sampai akhir, kita dimudahkan dan istiqomah menjalankan segala keshalihan sehingga kita mendapatkan nur ramadhan dengan segala keberkahannya.
    saya juga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada postingan dan komentar yang khilaf

  12. Kaget berkata:

    Selamat menunaikan ibadah puasa Mas, saya mohon maaf lahir bathin agar puasanya langgeng 🙂

  13. Masbro berkata:

    Selamat memasuki bulan penuh hikmah ya Mas. saya mohon maap apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Salam hangat dari kota kecil jember..

  14. news car berkata:

    mantabs mas.. selamat menunaikan ibadah puasa ya mas.. salam kenal 🙂

  15. HALAMAN PUTIH berkata:

    Di bulan ramadhan ini acara makan bareng keluarga jadi bisa terlaksana pak di waktu sahur. Untuk waktu di luar ramadhan sepertinya gak bisa setiap hari karena tugas dan kesibukan masing2. Jadi memang benar kalau sahur itu ada keberkahan di dalamnya.

  16. yoriyuliandra berkata:

    Selamat berpuasa…
    sudah bikin program untuk ramadhan kah…?

  17. bchree berkata:

    bismillah …
    meminta maaf tidak menjadikan kita HINA
    memberi maaf juga jangan membuat diri kita BANGGA
    TAPI saling memaafkan membuat kita MULIA
    dari hati yang paling dalam kami sekeluarga memohon ma’af atas segala kesalahan. yang tak pernah luput sejak terbit matahari hingga tenggelam.
    mari siapkan diri dan keluarga dengan ILMU dan IMAN menyambut dan menyusuri NIKMATNYA RAMADHAN DENGAN PAHALA YANG BERLIPAT-LIPAT.
    MARHABAN YA RAMADHAN ….

    ****************
    bchree dan keluarga 😀 😀 😀 🙂
    lumajang, jawa timur, Indonesia

  18. gadgetboi berkata:

    selamat menjalankan ibadah puasa pak :mrgreen:

  19. aryadevi berkata:

    jika menambah-nambah pada suatu amalan ibadah yang prinsip dan mendasar (syariat) maka itu memang patut “diperangi”, tapi sering terjadi hanya pada masalah khilafiyah, jadi tidak perlu menjadi bahan pertentangan. Biarkan mereka mengexplorasi tradisi yang diseiringkan dengan kegiatan agama.
    Jika dulu mereka menjalankan tradisi dengan tidak didasari niat kepda Tauhid, sekarang dengan agama Islam, mereka dapat meluruskan niat menjalankan tradisi tsb, hanya karena Allah.
    Terdapat banyak cara agar tradisi dapat berjalan sama dengan agama. Tinggal dipilih dan dipilah, mana yg menyangkut syariat dan mana yg hanya masuk pd ranah fiqh.

    salam damai kawan ^_^

  20. lozz akbar berkata:

    saya pikir poin di atas sah-sah saja sepanjang tidak dilakukan berlbih dan melanggar syariat. kecuali menambah puasa itu menurut saya yang gak boleh.

    Met Ramadhan cak sugeng… awas jangan diulangi lagi ya tangan kanan pegang sendok, tangan kiri pegang sikat hahaha

  21. Orin berkata:

    Selamat menjalankan ibadah Ramadhan pak Sugeng ^^

  22. achoey el haris berkata:

    Bahagianya dipertemukan kembali dengan Ramadhan
    Met Ramadhan
    Mohon maaf lahir & bathin 🙂

  23. Kakaakin berkata:

    Selamat menunaikan ibadah di bulan ramadhan ya, Pak 🙂
    Semoga Pak Sugeng sekeluarga selalu berada dalam lindungan Allah Ta’ala 🙂

  24. […] Muhasaba Menjelang Ramadhan 4 hari yang […]

  25. mulyonoaja berkata:

    Selamat menunaikan ibadah puasa pak. Salam kenal.
    *btw mungkin maksudnya Ramadhan 1432 H ya pak 🙂

  26. bundamahes berkata:

    Selamat berpuasa ya Om! Mohon maaf lahir dan batin….

    *dah lama ga jalan-jalan kesini!

  27. Imron berkata:

    siippp….mohan maap lahir bathin yeee….smuanya pecinta wp….

  28. yunie berkata:

    Untuk semuany… Selamat menjalankan ibadah puasa 🙂
    Mohon maaf lahir dan batin…

  29. bayuputra berkata:

    Selamat malam …
    Selamat menjalankan ibadah puasa …

  30. jarwadi berkata:

    tak terasa puasa sudah dapat sepekan, semoga kita mendapat cahaya Ramadhan pak Sugeng. Aamiin

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: