Caraku Meramaikan Bhakti Pertiwi

Pokoknya inti dari niatku ini adalah melakukan disiplin dimulai dari diri sendiri dan keluarga

Dalam memeriahkan hari kemerdekaan ini ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh segenap anak bangsa. Mulai yang berskala kecil dan kampung, skala menengah di kecamatan sampai acara kecil tapi mendunia ala blogger. Semua sah-sah saja dilakukan karena demi satu kata, memeriahkan kemerdekaan Indonesia dari belenggu kekuasaan tangan penjajah.😎

Namun apa benar semua anak bangsa di negeri ini sudah merasakan kemerdekaan nya❓ saya tidak tahu persis. Tapi dalam setiap bulan Agustus selalu saja ada perayaan yang bertemakan “Mengisi Kemerdekaan”, “Dirgahayu Kemerdekaan”, “Arti Kemerdekaan” dan lain sebagainya. Intinya semua orang diajak berpartisipasi dalam menriakan kata “MERDEKA”.

Karena yang diajak semua masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang jumlahnya berjibun (menurut data terakhir penduduk Indonesia sekitar 200juta), pasti ada banyak cara dan ragam nya. Dan antara satu cara dengan cara lain nya ada perbedaan yang mendasar. Karena belum tentu bagus di daerah A bisa bagus dan cocok untuk penduduk daerah D. Begitupun sebaliknya, namun ada yang sama yaitu adanya penjual bendera dimana-mana (:mrgreen: gak nyambung, mungkin yang benar ada lomba lari bendera).

Terus bagaimana cara mengisi / memeriahkan ajang kemerdekaan RI ini ala blogger❓ mengadakan suatu kontes penulisan di blog adalah salah satunya. Jadi meskipun perhelatan ini dilakukan dari pojokan rumah mbak Nia tapi gaungnya bisa di dengarkan dari seluruh dunia. Yap …. benar dari seluruh dunia bisa memantau acara ini. Padahal (saya yakin) para tetangganya mbak Nia tidak ada yang tahu (apalagi pak RT nya :D) kalau mbak Nia jadi sponsor dari acara perhelatan peringatan kemerdekaan RI.

Dan perhelatan ini sudah secara resmi di tutup kemarin malam ini. Hm …… ada rasa menyesal tidak bisa ikut meramaikannya. Padahal dari beberapa hari yang lalu sempat membaca postingan peserta kontes tapi sayang sampai malam penutupan kontes ini saya belum dapat ilham satupun.😆 Karena dari lahir procot sampai tua segini belum pernah melihat dan merasakan rasa nasionalisme di negeri orang. Maka dari itu saya tidak bisa mengambarkan bagaimana sebenarnya rasa nasionalisme itu selain cuma lomba-lomba semacam agustusan yang memang rutin diadakan oleh setiap warga kampung di daerahku.

Tapi dari dalam diri sendiri ada keinginan kuat untuk bisa sedikit menyumbang (meskipun sumbangan ku itu tidak berarti apa-apa) demi memerdekaan warga negara negeriku tercinta. Tidak terlalu muluk-muluk berangan-angan dalam ketidakyakinan ku sendiri. Tekadku dalam ikut memerdekakan diri ini adalah dengan tidak berlaku curang dan taat dalam tatanan hukum di negeri ini. Maksudnya bukan hukum yang berat-berat karena itu tugas dari aparat, namun karena diri ini hanya rakyat kecil yang tidak berarti apa-apa dalam berjalan nya kekeuasaan negeri ini taat hukum ini saya mulai dari hal-hal terkecil yang bisa saya lakukan untuk diri sendiri dan keluarga.

Salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak melanggar (rambu-rambu) aturan di jalan raya, mematuhi hukum-hukum yang disepakati umum dan lain sebagainya. Pokoknya inti dari niatku ini adalah melakukan disiplin dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Seandainya setelah semua warga disiplin dalam semua aturan, tentunya tidak perlu kita bersusah payah mencari kesalahan orang lain. Karena semua sudah taat hukum, maka negeriku kan lebih baik dari hari ini. Tapi itu kapan akan bisa terwujud ??? semoga ini bukan menjadi mimpi di siang bolong.😛

23 Balasan ke Caraku Meramaikan Bhakti Pertiwi

  1. citromduro mengatakan:

    benar ya pak. Apa benar semua rakyat sudah merasakan kemerdekaan yang selalu kita peringati dengan acara yang meriah

    Jadi mikir lagi, apa benar juga ya sudah merdeka😆

  2. Lidya mengatakan:

    sayang ya pak sugeng gak ikutan , saya sedang baca-baca untuk menentukan pemenangnya nih🙂

    Sayang juga ya, tapi memang ada niat tapi masih 50 persen😉

  3. alamendah mengatakan:

    Saya selalu terkesan dengan semangat sobat2 blogger yang menggelar berbagai kegiatan dan kreatifitasnya untuk memeriahkan sebuah event.
    Sayangnya lantaran kesibukan saya gak sempat berpartisipasi

    Sugeng Harjono menyukai ini. demam pesbuk

  4. alamendah mengatakan:

    Komen saya mampir di pos satpam.

    Sudah dibebaskan oleh pahlawan bertopeng😎

  5. Masbro mengatakan:

    Saya juga ikutan Mas Sugeng ah, tidak membuang sampah sembarangan..

    Kalau mau ikut harus bawa tas kresek sendiri, gak boleh titip:mrgreen:

  6. Cahya mengatakan:

    Saya ngapain ya tahun ini, belum kepikiran, sebaiknya saya jalan-jalan saja sambil menghilangkan stres, siapa tahu ada sudut nusantara ini yang menarik untuk ditulis🙂.

    He…he…he… kelihatan koq dari semangatnya backpacker terus😆

  7. pakde sulas mengatakan:

    disiplin nasional memang harus dimulai dari tiap individu warga negaranya, jika setiap warganya secara sadar berlaku disiplin maka akan tercipta sebuah bangsa yang disiplin, maka tidak ada lagi berita korupsi, nepotisi dan koneksi

    Siiippp pakdhe, saya suka komentarnya. Tapi masalah koneksi keknya akan selalu berulang pada kita semua sesama blogger, maksudnya koneksi internet yang empot-empotan😆

  8. Mabruri Sirampog mengatakan:

    disiplin dari disir sendiri, sangat setuju sekali,,
    seandainya masyarakat kita bisa memliki tingkat kesadaran yg tinggi akan nilai suatu disiplin, indonesia bisa menjadi negara yg tertib..😀

    merdekaaa

    Semoga itu bisa terlaksana di negeri ini😉

  9. Kaget mengatakan:

    kata orang disiplin itu susah, tapi sebenarnya hal sepele pun kalau dikerjakan dengan disiplin akan membentuk jalan hidup lebih baik🙂

    Sip …… setuju aku kang, gak usah berharap yang muluk-muluk dulu mendingan kita lakukan dari diri sendiri baru berharap pada orang lain😆

  10. susisetya mengatakan:

    setuju pak untuk memeriahkan hari kemerdekaan dan menunjukkan rasa cinta dan bakti pada negara biasa dilakukan dari mulai cara sederhana seperti tidak melanggar aturan yang ada atau contoh paling sederhana dengan tidak mengotori lingkungan disekitar kita…

  11. Sofyan mengatakan:

    pas dengan postingan saya tuh Mas hehehe,,,MERDEKA !!!

    MERDEKA ATAOE MATI !!!

  12. lozz akbar mengatakan:

    lah artikel ini kan asline bisa toh Cak diikutin kemarin?

    Ya itu cak, niat setengah hati. Tapi ini caraku untuk meramaikan hajatan sahabat meskipun tidak berharap hadiah😆 nyenangain diri sendiri karena tidak masuk jadi peserta

  13. Dhana Utomo mengatakan:

    salam sahabat
    dilhat dari cara cara yang Anda lakukan simple dan praktis hehehe semoga sukses ya
    salam kenal dari Cina

  14. Belajar Photoshop mengatakan:

    mari kita sama sama mulai dari diri kita,.,.. bentuk diri kita menjadi pribadi2 yaang menyenangkan yang sadar kan lingkungan.. menjadi lebih baik dan baik lagi kang iia🙂 amien🙂

  15. djangan pakies mengatakan:

    assalamu’alaikum Kang,
    wah kebiasaan jadi pejabat di lingkungan nih hhhh.
    Memang tidak perlu muuk-muluk membangun sebuah impian seperti mercu suar kalo kaki kita sendiri tidak mampu berdiri tegak dalam pijakan. Maka memulai dari diri sendiri dalam memberikan kemanfaatan adalah bentuk dari sebuah rasa cinta tanah air alias nasionalisme. dari pada berkoar tapi ujung-ujungnya terjerambab dalam kubangan korupsi

  16. pri crimbun mengatakan:

    sukses dengan niatnya sob… moga terlaksana dengan baik dan menjadi tauladan bagi sekitar…

  17. Dhenok mengatakan:

    kalo kata Aa’ Gym mah, mulai dari sekarang, mulailah dari hal kecil, mulailah dari diri sendiri.. ayo mulai memperbaiki Indonesia mas🙂

  18. Lyliana Thia mengatakan:

    aku setuju, Mas Sugeng… demi negeri tercinta yg lebih baik, tak usahlah bermimpi besar yg muluk… karena dengan perubahan kecil di diri kita dan lingkungan sekitar kita bisa membuat perubahan… posting yg sangat inspiratif Mas…

    Salam dari Jakarta..🙂

  19. mulyonoaja mengatakan:

    Disiplin diri sendiri .. wah ini yang saya juga mesti tingkatkan.
    btw, bicara merdeka / kemerdekaan, menurut saya sekarang kita masih belum merdeka. 350 thn dijajah Belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang, dan sampai sekarang kita masih dijajah Koruptor. begitu.
    salam

  20. Ely Meyer mengatakan:

    kalo bkn kita yg mulai lalu sapa lagi ? salut atas ajakan positifnya🙂

  21. tunsa mengatakan:

    mari buang sampah pada tempatnya, jangan buang sampah sekalian tempatnya, hehe
    salam

  22. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    Di kampung saya sepi kegiatan pak, fokusnya lebih ke aktivitas bulan Ramadhan. Kalau pasang bendera dan umbul-umbul sih tetap dilaksanakan.

  23. segalanya harus dimulai dari diri sendiri…

    tetap semangat pak Sugeng..🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: