(Sedikit) Tentang Zakat Fitrah

karena zakat fitrah itu sebagai pembersih dari harta yang kita dapatkan selama setahun terakhir

Tidak terasa sudah sampai pada malam yang ke 17 di Ramadhan 1432H, padahal perasaan baru kemarin saya saip-siap untuk memulai puasa. Hm ….. memang manusia benar-benar tempat merugi kalau tidak bisa menghargai waktu. Kecuali bagi orang yang yang beramal shaleh dan saling menasehat menasihati di dalam kebaikan.💡

Dan bisasanya menjelang pertenggahan Ramadhan apalagi akhir Ramadhan, kebanyakan manusia sibuk dengan berbagai keperluannya. Mulai dari persiapan jajan lebaran, baju untuk dipakai di hari raya ataupun sibuk booking tiket untuk mudik lebaran. Dan ada yang sampai lupa dengan kewajiban yang harus ditunaikan saat akhir Ramadhan. Yaitu….. membayar zakat fitrah. Semoga saja kita semua tidak termasuk dalam orang yang lupa menunaikan zakat fitrah, karena zakat fitrah itu sebagai pembersih dari harta yang kita dapatkan selama setahun terakhir (nishab).

Memberi lebih baik dari menerima

Berbicara mengenai zakat fitrah, di tempat saya bermukim masih ada sedikit keraguan tentang zakat fitrah ini. Opss, maksudnya bukan perkara zakat fitrah nya namun pada perkara niat zakat fitrah nya. Harus dilafalkan secara lisan atau cukup hanya dalam hati saja tanpa perlu ada orang lain yang tau kecuali Allah SWT. Karena sebaik-baiknya amal anak adam adalah dimulai dari niat (“innamaal a’maalu binniyaat”). Jadi lebih afdol dilafalkan atau dalam hati saja❓

Zakat fitrah dan amal shodaqoh adalah ibadah sunnat, jadi niatnya tidak perlu di ucapkan namun cukup dalam hati saja. Karena niat itu tempatnya didalam hati maka tidak perlu di ucapkan saat menyerahkan kepada panitia (amil). Terus kapan niat itu dilaksanakan ?!?, niatnya tidak harus di ucapkan saat menyerahkan kepada amil. Bisa dilakukan sebelum atau sesudah menyerahkan zakat fitrah tersebut. Asal tidak terlalu lama dilakukan, tapi jangan sekarang setor zakat fitrah besok lusa baru niat😆 .

Terus niat harus dalam bahasa Arab ataukah dalam bahasa Indonesia❓ walah ini yang repot untuk menjelasin nya. Tapi menurutku Allah itu mempunyai Asmaul Husna, Al Khabiir dan Ar Rasyiid (Maha Mengetahui Rahasia dan Maha Pandai). Jadi meskipun kita berniat dengan bahasa apapun. Pasti Dia akan mengetahui dan mengerti apa yang kita ucapkan.

Namun tidak ada salahnya kalau kita niatkan (dalam hati) dengan mengetahui arti dari apa yang kita ucapkan. Berikut ini adalah niat berzakat fitrah untuk diri sendiri dan untuk keluarga kita.

>> Niat zakat fitrah untuk diri sendiri :

Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘ annafsi ‘ fardhan lillahi ta’alaa”

artinya : “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah dengan sengaja atas diri saya sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala”.

>> Niat zakat fitrah untuk istri :

Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘ an zaujatii ‘ fardhan lillahi ta’alaa

artinya : “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah dengan sengaja atas istri saya, fardhu karena Allah Ta’ala”

>> Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki atau perempuan :

Nawaitu an-ukhrija zakaatal fithri ‘ an waladii / binti ‘ fardhan lillahi ta’alaa”

artinya : “Saya berniat mengeluarkan zakat fitrah dengan sengaja atas anak laki-laki saya (sebut namanya) / anak perempuan saya (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala”

Postingan ini banyak kekurangan nya, bagi sahabat blgger yang mau nambahin dipersilakan. Dan postingan hari ini sangat beda dengan tema yang banyak di usung oleh sahabat blogger yang lain. Namun dengan tidak mengurangi rasa nasionalisme ku, tetap saja saya pekik kan kata “MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA !!!”

DIRGAHAYU INDONESIA KU YANG KE 66, SEMOGA ENGKAU BISA MEMBAWA RAKYATMU MENJADI LEBIH BAIK LAGI

NB : Dari berbagai sumber, gambar saya pinjam dari sini

16 Balasan ke (Sedikit) Tentang Zakat Fitrah

  1. Lidya mengatakan:

    ini berguna banget kok pak, saya malah gak hafal niat berzakatnya:)
    biasanya baca sewaktu bayar zakat di mesjid

    Makasih mbak, sekedar sharing saja. Aku sendiri mangstafbs nya dalam hati saja😎

  2. tunsa mengatakan:

    maaf pak, zakat itu bukan sunnah, tapi wajib karena merupakan rukun islam. Namun, ada ketentuannya, yaitu jika setelah dikeluarkan zakat fitrahnya masih ada sisa untuk dimakan sampai besoknya (inti: bagi yang mampu) jika tidak mampu, berarti scara otomatis menjadi mustahiq.

    mari kita berzakat.. ^^

    salam

  3. anisayu mengatakan:

    zakat wajib bagi yg mampu…

    info yg sangat baik n salam sukses…🙂

  4. Mabruri Sirampog mengatakan:

    medekaaaa….
    mari merdekakan diri dari belenggu nafsu duniawi dengan berzakat..

  5. dedekusnpeace mengatakan:

    Terima kasih telah diingatkan… Zakat Fitrah memang diwajibkan bagi seta muslim yg ampu …
    Salam hangat

  6. monda mengatakan:

    thanks mengingatkan pak sudah dekat waktunya ya

  7. riez mengatakan:

    Semoga zakat kita bermanfaat dan diridloi Allah….

    Merdeka

  8. r10 mengatakan:

    ayo bayar zakat fitrah kita segera😀

  9. ysalma mengatakan:

    sudah mulai mempersiapkan zakat fitrahnya Pak,
    Merdeka🙂

  10. pakde sulas mengatakan:

    semoga dengan zakat yang kita bayarkan, selesai bulan ramadhan kita semua menjadi fitrah

  11. Kaget mengatakan:

    Alhamdulillah, saya sejak lahir ngga pernah tinggal zakat fitrah.🙂

  12. ta mengatakan:

    wah, makasih uda berbagi niat zakatnya pak😀
    eniwe, pak Sugeng di Tabanan mana nih?

  13. aku dhewe mengatakan:

    Dalam Al Qur’an, perintah zakat selalu dibarengi dengan perintah zakat (dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat)
    jadi apakah ada ibadah sunah yang disamakan dengan ibadan wajib seperti sholat

  14. puspasari mengatakan:

    niat zakat fitrah pakai bhs indonesia saja boleh kan,dan diucapkan sebelum menyerahkan baik dalam hati ataupun secara lesan dri rumah,krn saya sering begitu.

  15. Mawardi Hasan mengatakan:

    Zakat fitrah dan amal shodaqoh adalah ibadah sunnat, jadi niatnya tidak perlu di ucapkan namun cukup dalam hati saja. Karena niat itu tempatnya didalam hati maka tidak perlu di ucapkan saat menyerahkan kepada panitia (amil). (KUTIPAN DARI TULISAN)
    Zakat fitrah bukan amalan sunnah tapi wajib. Menyiapkan Zakat tentu sudah ada niat jadi pake lafaz atau tidak semuanya sah. Insya Allah

  16. jarwadi mengatakan:

    sampai sekarang orang tua masih membayarkan zakat fitrah untuk saya, apakah zakat itu sah mengingat seharusnya saya bisa membayarkan zakat fitrah sendiri?

    terimakasih pak sugeng

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: