Jalan Rejekimu Sobat

Maaf sobat, bukan aku tidak senang dengan rejeki yang engkau dapat namun caramu dalam mengapai rejeki itu

Lama rasanya jari jemari ini tidak memencet tuts di keyborad jadulku. Paling selama beberapa minggu ini hanya nulis status yang sedikit berbau sampah di akun facebook ku. Bukan karena ada kendala yangb berarti namun hanya penyakit malas saja yang menyerang kalbu. Dan yang namanya penyakit malas ini memang tidak ada penawar yang bisa melenyapkannya kecuali hanya dengan tekad yang kuat dari diri sendiri. Hasilnya ya seperti tulisan yang akan saya tulis ini, meskipun tidak terlalu menarik namun setidaknya bisa membuat diri ini sedikit ingat bahwa dengan menulis semua permasalahan yang selama ini tidak terucap bisa mendapat tanggapan dari semua.

Menjelang dan setelah lebaran kemarin ada banyak cerita menarik yang dishare namun karena kendala penyakit malas tadi, semua yang terekam di benak belum bisa di tuangkan dalam benuk jejeran huruf dan abjad sehingga menarik untuk disimak. Namun ada cerita tentang rejeki yang di cari saat menjelang lebaran ini menjadi bahan pemikiran ku selama beberapa hari terakhir.

Ceritanya saat ada teman datang ke rumah untuk silahturahmi lebaran. Biasalah hidup dikampung yang kebanyakan semua orang perantauan dari Jawa. Sehingga saat lebaran, nuansa “Bodho” (lebaran dalam bahasa Jawa) sangat terasa sekali. Dan perbincangan saat ketemu bersilahturahmi selalu diawali dari huruf A dan berakhir sampai huruf Z dan kadang kembali lagi dari A lagi. Jadi semua perbincangan selalu terasa ganyeng.

Dan saat membicarakan rejeki saat menghadapi lebaran kemarin ada satu kalimat yang membuat diri ini menjadi bertanya-tanya. Rejekinya menjelang lebaran lancar karena dapat dari memangkas pengunaan semen dalam proyeknya. Yang semestinya di RAB proyeknya menghabiskan 6000an zak semen bisa dipangkas hanya menjadi 1500an zak saja. Yang semestinya tinggi pondasi proyeknya 3 meter bisa di akalin dengan menggunakan pondasi cuma 1,5 meter dan langsung di urug tanah. WADUH, GAWAT NIH !!!

Jadi jerih payahku selama menjabat sebagai pemimpin tingkat kampung itu tidak berhasil membuat warganya menjadi arif dalam mencari rejeki yang halal. Padahal sudah banyak da’i yang sudah saya undang untuk bisa membuat pencerahan, sudah banyak ustadz yang saya undang untuk memberi tauziah namun hasilnya tidak berhasil membuat wargaku menjadi ingat. Karena sak bejo-bejoni wong kang bejo tasih luwih bejo wong kang sing eling lan waspodo (se-beruntung-beruntungnya orang yang untung, masih lebih untung orang yang selalu ingat dan waspada).

Apakah memang benar rejeki didapat dengan cara seperti itu merupakan rejeki yang berkah karena di lakukan dengan keuletan berpikir dalam bekerja❓ apakah memang rejeki yang di dapat seperti itu merupakan rejeki yang halal❓ apakah rejeki yang didapat dari pekerjaan seperti ini akan menjadi rejeki yang tidak menimbulkan amarah Nya❓ Maaf sobat, bukan aku tidak senang dengan rejeki yang engkau dapat namun caramu dalam mengapai rejeki itu yang menurutku tidak patut.

Semoga penafsiranku ini bukan karena diriku tidak dapat mencari rejeki (iri) sepertimu. Bukan pula karena aku tidak senang melihat teman senang tapi karena keperihatinan ku atas apa yang telah engkau lakukan dalam menghidupi keluargamu.

Semoga diriku masih diberi jalan yang lurus seperti jalan orang-orang yang engkau ridhoi dan bukan jalan orang-orang yang engkau murkai dan bukan pula jalan yang sesat.

21 Balasan ke Jalan Rejekimu Sobat

  1. Necky mengatakan:

    banyak banget sekarang ini …orang yg berbuat dosa bukannya malu tapi bangga….bener2 udah mulai hancur keimanan kita0kita ini pak… ga ada salahnya kita mengingatkan kembali meskipun terlihat sia-sia tapi itulah kewajiban kita…yakni mengingatkan mereka2 itu.

    Kadang saya tidak punya keberanian untuk menginggatkan karena takut prasangka buruk nya😦

  2. Necky mengatakan:

    oops…dapat tempat VIP nih???…..manstapppp

    Tempat VIP tersedia untuk sampean mas😆

  3. Lidya mengatakan:

    wah itu bahaya ya memangkas bahan bangunan seperti itu. semoga rezeki yang kita gunakan adalah yang halal ya pak.

    Semoga juga Mbak, karena itu menjadi spririt bagiku diriku sendiri😉

  4. sukajiyah mengatakan:

    Terima kasih sudah mengingatkan, smoga kita tidak menjadi golongan org yg menghalalkan segala cara utk memperoleh rejeki. Sesungguhnya rejeki kita telah ditetapkan sejak ruh kita ditiupkan saat dalam kandungan.

    Sekedar saling menginggatakan saja mbak😛

  5. alamendah mengatakan:

    Orang sering kali berkilah; Mencari rezeki yang samar-samar saja sulitnya bukan main apalagi mencari yang halal dengan cara yang halal. Padahal rahmat Allah tak ternilai luas dan dalamnya.

  6. Lyliana Thia mengatakan:

    Wah bahaya sekali ya Pak..
    Mgkn hal2 spt ini yg bisa membahayakan nyawa orang lain, dimana2 ya Pak…

    Semoga makin bnyk org “tercerahkan”

    Mohon maaf lahir batin, Pak Sugeng…
    Semoga Allah melancarkan rezeki orang2 yg hanya menempuh jalan halal.. Amin..

  7. Djangan Pakies mengatakan:

    Assalamu’alaikum Kang,
    pertama saya aminkan dulu do’a sampean, semoga sayapun demikian, terjauhkan dari segala hal fitnah duniawi yang menjerumuskan kita ke jurang penyesalan di yaumil kiamah

    kedua, sangat prihatin dengan perilaku ‘pemangkasan. seperti itu. Seperti pernah saya dengar sebuah ungkapan, bahwa manusia itu makhluk yang luar biasa, apapun dimakan. Ada tanah di makan, ada batu, besi, semen, kertas, bahkan anaknya sendiripun dimakan. Keserakahan yang disebabkan “kurang nedo nrimo ing pandhum”.
    Kita do’akan saja supaya orang-orang seperti itu dibukakan pintu taubat, sehingga memperhatikan keselamanatan orang lain dan mencari rejeki yang barokak untuk keluarganya. Kasihan kan kalo keturunannya mengkonsumsi rejeki yang tidak barokah, entar perilaku si anak jadi ndak barokah
    Wallahu a`lam bish-shawab,

    “Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa Shiyamakum .
    Ja’alanallaahu Minal Aidin wal Faidzin”

  8. marsudiyanto mengatakan:

    Semoga jalan rejekiku termasuk jalan yang benar…

  9. Asop mengatakan:

    Wah itu contoh mark-up anggaran, penggelembungan.😡👿

  10. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    Seberapapun rejeki yang diberikan Allah wajib kita syukuri. Kalau kurang ya berdoa saja minta kepada Allah untuk ditambah rejekinya. Kalau menambah rejeki dengan cara seperti ya pasti tidak halal dan barokah, sebab cara lain yang lebih bersih masih banyak. Sama saja artinya dengan memangkas atau mengurangi hak keselamatan orang lain bila bangunannya sudah jadi. Padahal amanah kan harus disampaikan kepada yang berhak.

  11. Orin mengatakan:

    Semoga kita masih dilindungi untuk mencari rezeki di jalanNYA ya Pak Sugeng. Aamiin..

  12. Dhenok mengatakan:

    semoga Allah selalu memberikah hidayah dan petunjuk untuk kita pak dan semua umatNya untuk terus jujur..🙂

  13. Pendar Bintang mengatakan:

    Hal ini sangat sensitive ya Om…mau ingtein takut dibilang sok tapi kalau dengerin aja kok ya emes banget..

    Mereka gak tahu padahal dnegan jujur akan lebih banyak rejeki yang lebih barokah meluncur mengisi kantong kita🙂

  14. Mr. Sharz mengatakan:

    Ngomong2 soal rejeki, biar sedikit yang penting halal dan membawa berkah. Ya nggak bro?
    Oya, terimakasih buat kunjungannya ke Direktori Blog Indonesia dan selamat bergabung sebagai Anggota / Kontributor.

  15. sudah diingatkan belum pak, temannya ? semoga cepat sadar.

  16. Febe fernita mengatakan:

    Cara mencari rejeki yang salah akan membuat orang tidak lama bertahan dengan jabatannya.

  17. nh18 mengatakan:

    Dan biasanya …
    Mereka yang melakukan hal yang pak Sugeng ceritakan ini … suaranya lebih keras jika sedang mengkritik pemerintah … suaranya paling mantap kalau sedang diskusi di warung kopi …

    hahaha

    Semoga kita semua terhindar dari perbuatan potong memotong seperti itu

    salam saya Pak Sugeng

  18. kakaakin mengatakan:

    Semoga kita bisa menjadi hamba yang selalu istiqomah di jalan Allah Ta’ala ya, Pak…🙂

  19. Imelda mengatakan:

    dan mereka ceritakan “korupsi” itu di hari suci, hari raya, tanpa ada rasa berdosa? Malah bangga? Duh…..
    Seandainya dgn perbuatan mereka ribuan korban jatuh, mrk harus menanggung dosanya tuh.

    EM

  20. mechta mengatakan:

    Hm..jadi perbincangan itu dimulai dgn Apa kabar & diakhiri dgn Zampai Zumpa ya Pak..hehe….

    Pak….jangan pernah berhenti memanggil Da’i../ upaya2 meningkatkan iman lainnya, karena itu ikhtiar kita kan? Tentang hasil akhirnya..biar Allah saja yg menilai…🙂

    Salam dari Kota Batik, Pak…

  21. kita harus menggapai rizki yang halal dan mendapat ridho dari allah SWT.

    Betul pak, apa guna harta berlimpah tapi mendatangkan kemurkaan Nya😦

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: