Arti Netral

meskipun jumlahnya sedikit dan kelihatan baik-baik saja namun saat bertemu dengan sesama anak muda “netral” mereka akan menjadi mudah dibawa ke hal-hal yang negatif

Meskipun sudah lama menjadi seorang blogger yang angin-anginan dan sudah ada 175 tulisan yang sudah aku coba buat, namun sampai detik ini saya masih kesulitan untuk menemukan kembali tulisanku. Dalam artian tulisan ku secara keseluruhan dari awal sampai terakhir dengan satu langkah mudah. Bisanya ya harus dengan menelusuri lagi sejak awal tulisan. Padahal maunya cuma mengingat-ingat apa pernah menuliskan satu peristiwa yang pernah diri ini alami, di ubek sampai awal loq masih belum ketemu juga.

Terpaksa saya kembali mengingat peristiwa tersebut, kalee saja ada manfaat yang bisa di dapat dengan tulisan yang tidak terucap ini. Intinya malam ini saya teringat dengan kata “netral” yang pernah di ucapkan oleh seorang anak muda (sekitar 20an tahun). Namun dengan mengutarakan alasan nya tentang ke”netral”an nya itu, aku menjadi kasihan dengan dia. Bagaimana tidak, dia membanggakan dengan kenetralan nya yang menurutku sangat jauh panggang dari api.

Apa pasal❓ karena dia dengan bangga mengatakan “Aku iki netral, kape diajak opo ae iso. Diajak pengajian, ok. Diajak ngombe yo ayo !!” (Indoneisa nya: saya ini netral, mau diajak apa saja bisa. Diajak pengajian, ok. Diajak minum miras ya ayo !!).😯 Gila gak pendapatnya ini ?!? menurutku ini malah bukan netral namun itu termasuk fasik. Ya termasuk manusia fasik.

Menurut kamus bahasa indonesia, fasik itu “orang yang percaya kepada Allah SWT tetapi tidak mengamalkan peruntah Nya, bahkan melakukan perbuatan dosa”. Dan anak muda seperti ini di kotaku meskipun jumlahnya sedikit dan kelihatan baik-baik saja namun saat bertemu dengan sesama anak muda “netral” mereka akan menjadi mudah dibawa ke hal-hal yang negatif.

Mungkin ini salah dari para orang-orang tua yang seharusnya bisa membimbing ke arah yang benar. Mungkin salah saya juga sebagai orang yang “di tuakan” tetapi tidak bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Jadinya mereka masih menggangap “netral” itu terhormat di mata teman-temannya.😦

Semoga saja mereka masih bisa kembali ke jalan yang benar, Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitana wahab lanaa mil ladunka ya rahmah, innaka antal wahhaab.

19 Balasan ke Arti Netral

  1. Lidya mengatakan:

    semoga kita tidak terjerumus ya pak

  2. Mochammad mengatakan:

    Mungkin itu istilah gaul di kalangan mereka untuk maksud “fleksibel”. Tapi, paham “kenetralan” seperti yang anak muda itu anut membahayakan masa depan mereka. Saat ini mereka dah jadi orang yang cenderung fasik, apalagi nanti ketika dia dewasa dan tetap berpegang pada “kenetralan”nya itu.
    Tulisan yang apik, Singkat tapi bermakna dan bisa jadi bahan perenungan bagi para orang tua, baik ayah-ibu, guru, maupun orang-orang dewasa yang berada di sekitar remaja seperti yang dikisahkan di atas.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  3. Imelda mengatakan:

    haiyah, kok netral artinya dibegitukan ya? Netral itu kan bukan berarti tidak punya prinsip/pendapat sendiri…. hmmm
    EM

  4. Mood mengatakan:

    Banyak memang yang terjerumus dengan pola pikir ‘netral’ itu pak, semoga saja kita tidak ikut ikutan netral seperti itu ya😀

    Salam.. .

  5. Pakies mengatakan:

    istilah yang mirip yang pernah saya dengar, “aku iki nasional”, maksudnya kurang lebih seperti netral.
    sebuah pemikiran yang terbangun di atas ketidakpercayaan terhadap diri sendiri dan ingin keberadaannya diakui di lingkungannya sehingga mengabaikan prinsip yang benar

  6. Asop mengatakan:

    Wah itu orang fasik kayak STMJ, sholat terus maksiat jalan.😆

  7. Dhenok mengatakan:

    pondasi yang kuat yang dimiliki oleh seorang anak adalah dari keluarganya.. insya Allah kalau di dalam keluarga selalu diarahkan untuk ke arah yang baik, meskipun diluar rumah si anak mendapatkan banyak godaan maksiat tapi dia masih bisa menahannya dengan iman..

  8. abedsaragih mengatakan:

    kunjungan balik gan sekalian tukaran link
    salam kenal dari labkomputerku

  9. Mabruri Sirampog mengatakan:

    aamiin….

    smoga bisa membentengi diri ya pak agar tak terjerumus..

  10. netralku mengatakan:

    menurutku netral bukan berarti seimbang tapi harus tetap mempertimbangkan kebenaran…

  11. colomnis mengatakan:

    sepertinya di zaman semacam ini, ikatan pertemanan lebih kuat dibandingkan dengan keinginan si anak untuk berbuat baik.

    apalagi bagi anak lelaki yang ingin terlihat keren di mata teman-temannya. jadi, ngikut aja….

  12. monda mengatakan:

    aduh.. ada barisan yang seperti itu ya,…
    musti hati2 kita sebagia ortu ya….,
    nice share pak

  13. Tarry Kittyholic mengatakan:

    Kalo saya netral itu ga milih sapa2 untuk dibela. Tp jg ga ngadu domba. Sering berada di tengah2 ga ikut kanan jg ga ikut kiri. Ini netral versi saya hehe.
    Kalo netral versi anak muda itu ya repot🙂

  14. maminx mengatakan:

    weleh netral nya di artikan gak bener ya. bener kayak kata asop tuh, sholat terus maksiat jalan. semoga tidak terjadi ke saya, amin..

  15. Agung Rangga mengatakan:

    netral, netral~
    entahlah, saya bingung tentang arti netral di sini~😳

  16. SMPN 1 Karangdadap mengatakan:

    Yang kaya gi ma bukan ‘netral’, tapi abal-abal …

  17. Kaget mengatakan:

    Lho,… ko’ netral menjadi disalahan. Sebenarnya saya dulu juga netral di pergaulan, sosialisasi itu penting. Bukan seperti sekarang yang hanya dengan socmed bisa dengan gampang ikut didalamnya

  18. kakaakin mengatakan:

    Astagfirullah…
    Kok bisa parah kek gitu…
    Hmm… do’a itu salah satu do’a wajib saya setiap 5 waktu, Pak…
    Semoga kita terhindar dari kesesatan…

  19. HALAMAN PUTIH mengatakan:

    Wah, itu netral yang salah kaprah pak. Kalau netral dalam hal berteman sih tidak pilih2 namun tetap tahu mana yang positif dan mana yang negatif. Namun untuk perbuatan tak ada kata netral. Hal yang negatif tetap punya pendirian kuat untuk tidak mengikutinya.

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: