Tidak Ikhlas Lagi

Setiap pekerjaan itu tergantung niatnya, itu mungkin sepenggal terjemahan kasar hadist nabi yang selalu diri ini ingat. Dan setiap hal yang diri ini lakukan di tempat kerja memang diri ini landasi dengan penggalan hadist ini. Namun apa yang diri ini sangkakan pada semua orang dan teman yang dekat lingkungan pekerjaanku, tidak bisa melihat ini dengan sudut pandang diri ini. Malah kebanyakan mereka melihat dari sudut pandangan yang berlawanan dengan dengan apa yang selama ini diri ini niatkan dan hal ini tidak pernah diri ini bayangkan sebelumnya.😦

 

Padahal (lillahi ta alla) apa yang diri ini kerjakan ini memang betul hanya untuk membantu rekan kerja yang  repot. Sedang diri ini pada saat itu memang sedang free dan tidak ada kerjaan yang harus diselesaikan. Pikiran diri ini sih simple, dari pada diri ini tidak ada kerjaan mendingan waktu yang ada diri ini pergunakan untuk membantu rekan yang repot. Namun apa yang diri ini niatkan dengan (InsyaAllah) ikhlas ini menjadi pandangan sinis bagi rekan kerja yang lain.  Malahan yang lebih membuat trenyuh lagi adalah teman yang diri ini bantu itu malah berpikiran yang sama. Iya sama, maksudnya sama negatifnya dengan yang lain😥

 

Namun memang ini realita yang ada pada masyarakat kita kebanyakan. Mungkin yang mereka sangka-kan itu memang sudah menjadi santapan sehari-hari. Bahwa memang diharuskan untuk berburuk sangka sama orang lain sampai hal ini masuk dalam alam bawah sadar mereka. Jadinya apa yang mereka lihat di kehidupan nyata, mereka selalu berprasangka seperti apa yang ada dalam alam bawah sadar itu. Dan itu tidak salah, hanya saja apa yang mereka sangka-kan itu sangat membuat diriku menjadi serba salah.

 

Sampai diri ini berpikir, bahwa meamng jaman sekarang ini sudah tidak perlu untuk berbuat baik pada orang lain. Karena toh kalau kita berbuat baik pada orang lain selalu saja di sangka ada udang di balik batu. Dan diri ini berjanji untuk mematikan naluri membantu orang lain karena akan membuat urusan menjadi panjang. Mending apa yang bisa dibantu biarkan saja apa adanya sampai selesai dengan sendirinya.

Bingung melihat tingkah manusia

NB: ini curhatan tentang peri kehidupan di dunia kerja yang selama ini diri ini geluti. Tidak terlalu menghasilkan duit sih namun apa yang diri ini niatkan dengan ikhlas selalu saja di pandang dengan tatapan nyinyir.

Gambar hasil search di google

8 Balasan ke Tidak Ikhlas Lagi

  1. Ni CampereniQue mengatakan:

    teruskan saja mas berbuat baik
    dulu saya juga begitu kok, setiap ada waktu luang, keliling ke departemen lain, biasalah diomongin ini itu, tp akhirnya ya untungnya buat diri sendiri. dapat ilmu gratis.
    gak usah direken omongan miring itu🙂

    tapi omongan itu membuat telingga ini memerah, masih untung bisa ngereda esmossis😡

  2. aldymaripin mengatakan:

    Tips simple : anggap yang ngomong seperti kodok lagi manggil hujan. Habis perkara.

  3. marsudiyanto mengatakan:

    Sedang berbuat baikpun ada yg nggak suka, gimana kalau nggak berbuat baik ya?
    Tapi bagaimanapun juga, perbuatan baik masih lebih baik drpd perbuatan tidak baik

    • Imelda mengatakan:

      setuju banget dengan pendapat pak eM… berbuat baik saja tidak suka, apalagi kalau tidak berbuat baik? Mereka tentunya bukan “teman” yang baik…. seperti kebanyakan orang saja jadinya, yang selalu berpikiran negatif. Nah daripada berbuat tidak baik, lebih baik berbuat baik kan?
      Ngedumel aja di blog pak-e… jadinya bisa lega…dan jangan lupa berbuat baik😀

  4. jarwadi mengatakan:

    itu ujian keikhlasan yang berat pak sugeng🙂

  5. Lidya mengatakan:

    setidaknya pak Sugeng sudah berbuat baik jangan hiraukan mereka

  6. Sukadi mengatakan:

    Nah, itulah kenapa “imbalan” bagi mereka yang berbuat baik dengan ikhlas sangat besar, karena memang ujiannya berat..🙂

    Semoga saja Pak Sugeng tidak berhenti berbuat baik hanya karena “ujian” tersebut…🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: