Seputar Rem Sepeda Motor

rem itu bukan alat untuk menghentikan laju kendaraan namun hanya sekedar memperlambat laju kendaraan

Selalu saja tidak ada kata santai dalam hari-hari kerjaku akhir-akhir ini. Sampai badan terasa kuyub oleh keringat meskipun sudah beberapa bulan ini tidak bekerja dengan tangan sendiri. Namu ada cerita suka karena sudah bisa sharing kepada konsumen meskipun dengan keringat yang mengucur seperti itu. Seperti apa yang akan diri ini tulis.

Seperti biasa tugas harian yang diri ini lakukan adalah mencatat keluhan konsumen, menyampaikan apa yang dimaksud oleh konsumen kepada para mekanik yang sedang bekerja, menginformaskan kondisi sepeda motor kepada pemiliknya, syukur-syukur bisa menjadi marketing dengan menjual spare parts.😆 repot dan super sibuk. Belum lagi mengurus garansi produk yang cacat pembuatan. Semuanya kesibukan itu masih ditambah lagi dengan pekerjaan tambahan mengurus administrasinya. Lengkap deh, dari kerja kasarnya (me-repair) sampai kerja halusnya (administrasi surat) diri ini kerjakan.

Dan hari ini ada konsumen seorang ibu yang sedang menunggu service dengan beberapa bagian anggota tubuhnya bekas lecet dari kepala sampai kakinya yang kelihatan dibawah rok setengah mini. Awalnya sih diri ini tidak terlalu memperhatikan, maklum bukan mukhrimnya:mrgreen: namun pas diri ini berinteraksi saat menyerahkan kunci sepeda motor, baru diri ini memperhatikan beberapa bagian tubuhnya yang lecet dan ada bekas luka. Dan secara spontan diri ini berbasa-basi dengan menanyakan kabar.

Jawabanya sungguh bertolak belakang dengan basa-basiku

“Kabarnya jelek pak, saya habis jatuh gara-gara motor (matic) ini” datar saja jawabannya
“Waduh bu, saya turut prihatin. Tapi kenapa koq sampai begitu ?” kembali diri ini melanjutkan basa-basi sambil memperhatikan kakinya dibawah rok nya yang banyak lecet dan luka
“Gimana sih pak caranya menggunakan rem cakram ?!?” (maksudnya menggunakan rem hidrolis)
“Lho, kemarin ibu memakainya bagaimana ?!?” kembali pertanyaan sang ibu aku kembalikan dengan pertanyaan.
“Ya seperti biasa ,saya tarik seperti mengerem motor biasa (yang bukan rem hidrolis)” jawab sang ibu
“Bukan begitu bu, kalau untuk rem hidrolis cukup dua jari saja untuk menarik tuas nya” terangku

Mestinya dialog ini masih berlanjut sampai diri ini bisa menyakinkan kepada sang ibu bahwa rem hidrolis (rem cakram) itu lebih efektif dalam melakukan pengereman.

Dalam teori pengereman motor, banyak pemakai kendaraan yang kurang memperhatikan. Mungkin sang ibu tadi habit sebelumnya selalu menggunakan sepeda motor yang mnegggunakan rem tromol. Yang syaratnya agar dapat melakukan pengereman yang efektif memang harus menggunakan semua jari jemari untuk menarik tuasnya. Kalau tidak begitu, tentunya pengeremannya tidak berjalan maksimal. Terus bagaimana dengan rem hidrolis (cakram) ?!?

Rem hidrolis adalah metode pengereman yang menggunakan cairan (dalam wadah tertutup / selang) sebagai sarana penghubung antara tuas rem dengan kampas remnya (dalam hal ini disebut “pad set” oleh pihak pabrikan motor). Kalau rem biasa, selalu menggunakan seuntas tali (seling baja) untuk menggerakan kampas rem yang ada di tromol rodanya. Masalah keefektifan, jals rem hidrolis menlewati kepakeman yang bisa dilakukan oleh rem biasa. Namun ada tapinya. Bagi orang yang tidak trerbiasa dengan penggunaan rem hidrolis ini, tentu akan sangat riskan dan rawan jatuh terpelanting seperti sang ibu yang diri ini ceritakan diatas.

Jadi initinya penggunaan rem hidrolis di sepeda motor lebih efektif namun kita harus belajar cara penggunaan nya. Teorinya, dalam melakukan pengeremaa usahakan perbandingan penggunaan rem depan dan belakang antara 70% yang depan dan 30% yang belakang. Hal ini akan efektif bila mana 70% yang depan itu tidak dimaksimalkan dalam satu kali tarikan tuas rem. Usahakan pennggunaan nya di cicil dengan mengguanakan satu / dua jari dan selanjutnya kalau belum berhenti baru bias mengguanakan semua jari untuk menariknya. Oh ya jari seorang pria tentunya lebih kuat dan panjang dari seorang wanita, jadi untuk gambaran diatas diri ini contohkan dari seorang pria. Untuk wanita tentunya bisa disiasati bisa dengan mengguankan semua jari jemarinya namun tidak dalam sekali hentakan yang bisa membuat roda ngelock / terkunci karena hal ini akan berpontensi jatuh.

Dan yang lebih penting lagi, rem itu bukan alat untuk menghentikan laju kendaraan namun hanya sekedar memperlambat laju kendaraan. Jadi camkan itu😆

18 Balasan ke Seputar Rem Sepeda Motor

  1. Applaus Romanus mengatakan:

    oh begitu ya mas… jadi rem itu ada bedanya… gimana maksudnya memperlambat laju kendaraaan… bukannya rem untuk menghentikan kendaraaan. kalau cuma memperlambat tetep nabrak dong… saya ga ngerti maksud kalimat itu mas… maaf ya…

    • Sugeng mengatakan:

      Ini banyak yang disalah kaprahi oleh kebanyakan orang. Rem untuk menghentikan laju kendaraan. Padahal sekeras2nya tuas / pedal rem di tekan, dia tidak akan menghentikan tapi mengurangi kecepatannya sampai benar2 berhenti dan itu ada jaraknya dari saat rem digunakan sampai kendaraan benar2 berhenti.
      Kadang dalam kecepatan yang sangat tinggi, rem sudah digunakan dengan maksimal tapi tetap saja nabrak yang ada didepan. karena apa❓ karena rem bukan untuk menghentikan kendaraan.

  2. imadewira mengatakan:

    Rem cakram atau disk brake pun konon ada tipenya yaitu yang ABS dan non ABS.

    • Sugeng mengatakan:

      Yups…betul. ABS itu dalam sedetik bisa menekan kampas rem sebanyak 60 kali. Makanya dia gak bisa selip, seperti yang ada di motor Honda CBR 250😎

  3. Lidya mengatakan:

    ooh gitu ya pak perbedaan remcakram dan bukan, saya juga pengguna motor matic. memang sih kalau harus mengerem tiba2 akibatnya seperti ibu itu ya

  4. Cahya mengatakan:

    Itulah kenapa saya malas nekan rem mobil, kalau kekencengan berhenti mendadak. #generasitromol😀.

  5. sakti mengatakan:

    kan sekarang ada motor matic yang sekali tekan tuas rem, roda depan sekaligus belakang bersama-sama ngerem, cara kerjanya gimana? lebih amankah?🙂

    • Sugeng mengatakan:

      Namanya combi brake system (CBS). Memang rem depan dan belakang bisa terhubung saat kita menekan tuas rem kiri (belakang). Rem depan bisa ikut menekan sekitar 30%, namun rem itu tidak efektif bila digunakan saat dalam keadaan kritis / darurat. System ini berguna saat kita parkir dijalanan yang menanjak. Biar gak melorot turun, ya rem combi nya di tekan dan dikunci.
      namun kalau untuk safety ridding tidak bisa, maksunya kalau kita dalam keadaan jalan dengan kecepatan tinggi dan ada kucing menyelinap di jalan, kita tetap harus menekan rem kanan-kiri.

  6. giewahyudi mengatakan:

    Kadang rem tidak bisa mengontrol motor, saya mengkombinasikannya dengan menurunkan gigi.. itu efektif banget..

    • Sugeng mengatakan:

      Itu namanya engine brake, dan hampir semua mempunyai engine brake. Hal ini sangat efektif bilamana jalanan yang kita lalui menurun. Dan di motor matic pun juga ada, tinggal kita lepas gas nya.

  7. Idah Ceris mengatakan:

    rem hidrolis. . .
    idah baru tau, om sugeng.😉

    saya bukan pemakai motor matic, tapi saya pernah memakainya.😉
    untuk masalah rem, memang matic harus lebih jati2 ya, om sugeng. . .🙂

    • Sugeng mengatakan:

      Kalau masalah hati-hati bukan hanya motor matic saja, semua motor juga harus memegang prinsio itu kalau gak mau terjadi insiden kecelakaan.😛

  8. 'Ne mengatakan:

    hehe bener tuh Pak Sugeng, rem bukan alat menghentikan tapi hanya memperlambat ya..🙂

  9. Zaki mengatakan:

    Saya masih sering pake tromol,,,

    Saya pernah baca: Kalo nge-rem (tromol mode) itu harus depan belakang,,,

    Depan untuk menghentikan laju motor,,,

    Belakang untuk mengimbangi agar tidak crash,,,

    Tapi kalo pake hidro, ane tetep kebawa waktu nge-rem pake tromol, depan-belakang, tarik aja,,,

    Lebih aman,,,
    😀,,,

  10. legiunnaire mengatakan:

    naik motor itu kebiasaan juga, cara ngerem hanya yang mengalami yang tahu, selebihnya teori juga sangat mendukung

  11. Sheila mengatakan:

    saya barusan mengalaminya om sugeng. luka jg blm sama sekali sembuh..
    trnyata rem cakram depannya nglock..
    sampe saya kebanting gara2 nglock..
    kurang paham jg.. baru make rem hidrolis..
    makasih masukannya om🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: