Terusik Oleh Olga

bahwa trauma menjadi korban yang dipaksa untuk menjadi bahan bulan-bulanan suatu lawakan akan kembali muncul saat sang korban berposisi menjadi bintang

Siapa yang tidak kenal dengan Olga Syahputra ?!? dulu, dulu sekali saat diri ini masih senang duduk manis di depan TV, kalau menonton gaya komedian nya selalu tertawa terpingkal-pingkal. Entah itu karena gaya candanya yang memang ngemesin atau karena dia “dipaksa“ menjadi korban dari suatu lawakan hanya untuk memancing tawa. Dan biasanya secara physkiologis kalau sudah pernah menjadi korban, maka trauma sebagai korban akan terus terbawa dalam alam bawah sadar. Dan diri ini yakin bahwa trauma menjadi korban yang dipaksa untuk menjadi bahan bulan-bulanan suatu lawakan akan kembali muncul saat sang korban berposisi menjadi bintang.

Melihat berita di beberapa media online yang mengabarkan tentang sepak terjang Olga Syahputra yang kerap menghina orang yang ada di sekelilingnya, diri ini jadi merenung. Apakah begini model orang mencari uang untuk keluarga ?!? dengan menyakiti hati orang lain agar dianggap lucu lalu orang tertawa terpingkal-pingkal. Dengan eksploitasi diri menjadi (maaf) ke bencong-bencongan / waria agar bisa memancing tawa. Dengan berbuat ala wanita bergaya gemulai agar sang lawan main bisa mulai memancing canda. Dengan saling menyakiti fisik (dan hati) agar apa yang di pertontonkan dianggap menghibur ?!?. apa cuma segini daya intelektual komedian Indonesia.

Mungkin yang salah adalah para penontonnya sendiri. Kenapa komedi yang bergaya begini sangat ldiri ini di negeri ini. Apa yang salah dengan physkiologis bangsa ini ?? Dulu saat komedian di layar TV hanya di isi oleh group lawak Srimulat, diri ini juga sangat suka karena memang sangat menghibur. Namun saat bahan lawakannya sudah mulai dengan kekerasan fisik, dengan terpaksa chanel TV diri ini ganti hanya untuk tidak ingin melihat adegan itu. diri ini hanya merasa kasihan dengan cara dagelan yang seperti itu.

Sebelumnya ada juga bahan lawakan yang penuh dengan kekerasan yaitu OVJ. Bagi penoton yang sudah tua seperti diri ini, ya pasti tahu kalau yang digunakan untuk saling pukul itu adalah streofoam yang bisa buat menyerupai segala mcam peralatan. Namun bagaimana dengan nalar anakku yang masih berusia 1 tahun 😕 terpaksa chanel remote diri ini ambil dan menganti dengan chanel yang tidak banyak kekerasan. terus remotenya sembunyi setelah itu baru sekarang ada komedian Indonesia yang patut kita kasi peringgatan keras. Lho !!

Kenapa memangnya sampai di beri peringatan keras ❓ karena tidak lain dan tidak bukan karena sang komedian itu terlalu dangkal pemikiran nya. Terlalu picik penalaran nya. Terlalu silau pandangannya saat melihat orang lain. Bagiku sendiri sudah tidak ada toleransi bagi pelecehan yang dilakukan hanya untuk membuat orang lain ngakak. Karena merasa diri sudah menjadi bintang tenar jadi seenaknya ngomong (asal jeplak mulutnya) tanpa di hitung akibatnya. Ya…. si Olga telah melakukan pelecehan yang kesekian kalinya, dan sekarang malah bersentuhan dengan ranah religi (baca: agama) yang sangat-sangat sensitif. Yang bisa bersinggungan dengan siapa saja yang merasa terusik.

Dan malam ini diri ini juga terusik dengan dagelan nya yang sangat tidak bermutu itu. Maaf , bukannya diri ini latah dan ikut-ikutan menulis tentang Olga, namun hanya sebagai renungan diri sendiri bahwa kita harus tetap memandang hormat orang lain apapun posisi dan derajatnya.

NB: Tulisan ini tercetus setelah membaca pelecehan yang kesekian kali dilakukan oleh Olga Syahputra. (pelecehan terhadap ucapan salam yang katanya seperti pengemis) 😡 :angry:

Iklan

3 Responses to Terusik Oleh Olga

  1. […] selalu saya lekatkan pada akhir komentar dulu, tetapi sekarang kata tersebut sedang dipinjam sama Mas Olga yang sedang sedih, karena banyak gugatan dari masyarakat yang mendatanginya. Rasanya sedikit […]

  2. […] koq malah curcol tentang kerjaan yang tidak ada habisnya. kembali ke laptop. Memang rasa kantuk ini tidak bisa dibohongin. Meskipun dikuat-kuatkan di depan tamu, namun […]

  3. […] selera humorku yang abnormal ?!? apalagi sang bintang di acara itu ada si Olg* yang pernah aku tulis disini, menambah selera tertawaku hilang. Bukan aku anti dengan YKS dan crew dengan goyangnya, namun […]

%d blogger menyukai ini: