Kolom Komentar [ditutup]

Biarlah tulisan itu sarat makna bagi diri pribadi namun sepi dari komentar…

Seumur-umur semenjak ngeblog, baru pada postingan kemarin form komentar untuk berdiskusi dengan pada pengunjung blogku diri ini tutup. Bukan tidak sengaja, namun karena kesengajaan yang membuat hal itu terjadi. Padahal sebelumnya tidak pernah terpikir dalam angan bahwa postingan terbaru akan tidak ada komentar satupun yang masuk. Namun setelah membaca tulisannya Made Wira dalam blognya Isnuansa, diri ini yakin akan keputusan yang diri ini lakukan.

Bukan tidak mau ada komentar yang ditulis pengunjung saat mampir di blog yang tidak bermakna ini, namun karena dorongan jiwa dalam dada yang meyakinkan diri ini untuk melakukan itu. Dorongan itu tak lain dan tak bukan adalah karena tidak bisa membalas blogwalking yang telah dilakukan oleh para sahabat. Karena sudah beberapa bulan terkahir diri ini tidak bisa rutin untuk melakukan blogwalking pada blog sahabat.

Apalagi dalam tulisan kemarin yang berkategori Opini. Meskipun itu mengambarkan emosi di dada saat melihat suatu ketidakberesan (setidaknya menurut nalar pribadi) namun hal itu bisa saja salah menurut sudut pandang sahabat yang lain. Dan tentunya, karena berbeda pendapat psti akan membuka peluang untuk saling debat dan tentunya akan membuat panjang cerita ngomongin orang. Makanya, agar diri ini tidak masuk dalam perangkap ghibah syaiton nirojiem penutupan kolom komentar menjadi jalan yang terbaik.

Tentunya keputusanku ini akan banyak bertentangan dengan semangat ngeblog sahabat semua. Namun biarlah semua sudah diri ini niatkan. Bukan karena diri ini “wani anggas” seperti yang pakdhe ungkapkan di dinding warung blogger tetapi sebagai bagian dari benteng diri agar tidak terlalu jauh ngomongin orang. Biarlah sang Olga yang breng*** itu dan selalu melakukan perbuatan yang melukai hati orang lain, dan selalu berakhir dengan air mata buayanya, diri ini saja yang ngomongin (dan tentunya dosa ghibah hanya diri ini yang kena).

Dan untuk kedepan nya setiap postingan yang bertag atau kategori opini dan berpotensi bersinggungan dengan ghibah dengan orang banyak, diri ini akan tutup kolom komentarnya. Biarlah tulisan itu sarat makna bagi diri pribadi namun sepi dari komentar para sahabat. Namun itu tidak berarti diri ini mengecilkan pemikiran (meskipun kecil ataupun menyakitkan) dari para sahabat semua.

Iklan

13 Responses to Kolom Komentar [ditutup]

  1. Cahya berkata:

    Komentar kan tidak harus diekspos oleh pemilik Pak. Antar pembaca juga bisa. Blog komunitas biasanya begitu.

  2. Lidya berkata:

    kalau menurut pak sugeng baik ya gak apa2 toh pak ditutup kolom komentarnya, tapi tetap saya baca kok

  3. Nchie Hanie berkata:

    Bagiku tak masalah kolom komentar di tutup..
    yang penting sekarang bisa menyapa lagii

    Selamat malam MAS..

  4. Applausr berkata:

    iya yang kehilangan sebenarnya bukan mengcommentnya.. rasa kalau komen itu seperti menyapa diri penulis.. itu saja… semoga hubungan tetap terjaga dengan baik..

  5. Masbro berkata:

    Perihal komentar ditutup atau tidak, itu haknya pemilik blog. Kalau ada yang pengen berapresiasi dari sudut pandang yang beda, kan bisa lewat artikel di blognya sendiri. Yang penting tetap bersodara Mas 🙂

  6. marsudiyanto berkata:

    Kadang2 kita perlu menerapkan sistem Buka-Tutup kayak perbaikan jalan itu…

  7. Mas Huda berkata:

    wah kalau saya g ditutup aja g ada komentar ha ha ha 😀

  8. Citro Mduro berkata:

    sebenarnya masalah blogwalking tidak menjadi keharusan pak, meskipun tidak ada balasan, bagi saya bukan masalah
    kesibukan blogger berbeda. masih ada waktu lain untuk blogwalking, tidak harus saat itu juga kan???

    salam dari pamekasan madura

  9. imadewira berkata:

    Menurut saya menutup komentar salah satu post di blog itu murni hak pemilik blog dan saya kira sebagian blogger pernah melakukannya untuk alasan tersendiri. Jadi tidak apa-apa.

    *saya sempat membaca tulisan itu dan waktu mau komentar eh ternyata form-nya ditutup, tapi tak apa lah 🙂

  10. Tionghoa berkata:

    Wah sungguh sayang dong kalo form nya ditutup…

  11. Imelda berkata:

    hihihi aku pernah ngeblog 3 tahun dengan menutup komentar selama 3 tahun juga 😀

  12. Idah Ceris berkata:

    Komentar di tutup, tidak apa2 Om.
    Paling aman sebenarnya munulis untuk diri sendiri ya Om, jika tulisan tersebut juga bermanfaat untuk orang lain ya lebih baik. 😆

    menyediakan kolom komentar itu sama juga memberikan hak kepada pembaca untuk menanggapi apa yang sudah ditulis. 🙂

    Tapi tulisan yang tentang olga itu memang lebih baik menutup kolom komentar, karena kalau tidak idah nanti bisa kontra dalam tulisan tersebut. ;lol:

  13. bintangtimur berkata:

    Mas Sugeng, saya juga waktu itu mau berkomentar disana tapi tidak bisa karena kolom komentar ditutup.
    Saya mengerti.
    Soalnya saya juga tidak suka kalau posting saya dijadikan ajang debat kusir yang ujung-ujungnya jadi pertengkaran. Mungkin unge-uneg sesaat mas Sugeng tentang artis itu, juatru dipandang berbeda oleh fans-nya…
    🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: