Diniatkan Ibadah

selalgi kita bisa menolong orang lain, lakukanlah. Janganlah kita mencari alasan pembenar dengan tidak mau memberi bantuan

Alhamdulillah, diri ini bisa melewati hari ini dengan enjoy meskipun dengan rasa penat yang mendera raga. Namun meskipun penat namun kadang diri ini masih bisa menjalaninya dengan ketawa-ketiwi. Tapi itu terjadi saat di tempat kerja, namun begitu pulang ke rumah ketawa-ketiwi itu menjelma menjadi ketawa saja 😆 ya biasa, sedikit jaim. Kalau mengikuti alur kerjaan yang tidak ada habisnya, acara ketawa-ketiwi ini tidak akan pernah ada. Maklum saja load kerjaan yang super repot. Dan diantara kerepotan itu, diri ini masih sering berdiskusi dengan team kerja agar tetap solid dalam menjalani kejar target yang semakin hari semakin naik 😦

Dan sore tadi, diri ini sempat menerima permintaan dari salah satu rekan kerja tentang kinerja salah satu anggota team yang dinilai kurang. Mestinya sudah sering diri ini bertukar pandangan dengannya, tidak saja masalah kerja, kadang perbincangan kami sampai pada ranah religi demi memantapkan keimanan pada qalbu kami masing2. Dan dalam banyak hal dalam ranah religi, diri ini merasa kalah meskipun umurnya masih muda. Ya, maklum karena sejak remajanya dia memang sudah di kaderkan oleh ormas tempatnya bergabung. Namun begitu, ada beberapa hal yang tidak benar setidaknya menurut pandanganku.

menolong orang“Pak, si Komang itu sekali waktu kasi tahu (tentang cara kerja)” begitu pintanya
“Lho, memangnya kenapa dengannya ?!?” jawabku yang merasa tidak ada yang salah.
“Masa dia itu setiap ada motor CBR yang di cuci, dia tidak mau mengeluarkan (dan membawa ke depan) untuk di final chek !!” lanjutnya yang bernada menjelaskan memberi gambaran padaku bahwa memang si Komang ini memang harus di beri teguran.
“Ya, kalau memang dirimu senggang, bantu saja lah. Kan tidak masalah bagimu” begitu jawabanku untuk menenangkan hatinya.
“Bukan begitu pak, dia itu akan keenakan dan manja. Mestinya itu kan sudah tugasnya dia untuk membawa keluar setiap motor yang dicuci ?!?” tambah sengit argumen yang dilontarkan.
“Dia sih pernah ngomong padaku, tidak berani naik motor CBR. Takut ada apa-apanya (takut lecet ataupun jatuh)” jawabku.
“Enggak pak, yang di ubung (kantor pusat) itu lho mereka mengeluarkan sendiri. Tidak dihidupkan tapi di tuntun sampai depan” kembali jawabnya, dan dari cara dan nada omongan nya dapat diri ini tangkap bahwa menurutnya si Komang harus benar-benar diberi teguran.
“Janganlah begitu, dia kan tidak berani untuk membawanya. Makanya dia minta bantuan mekaniknya untuk membawa keluar. Kalau memang sempat dan bisa kenapa kita tidak menolongnya. Berapa sih gajinya, namun kalau ada lecet karena jatuh tentu gajinya akan habis untuk mengganti”.

Hal ini lah yang tidak cocok menurutku. Harusnya selagi kita bisa menolong orang lain, lakukanlah. Janganlah kita mencari alasan pembenar dengan tidak mau memberi bantuan. Sekadar sharings aja, yang namanya Komang itu di areal kerja kami bertugas mencuci semua sepeda motor yang service. Biasanya dilakukan sebelum motor di service dan pada motor CBR selalu di service dulu baru dicuci. Dari hasil nyucinya ini, dia mendapat fee sebesar Rp.1000,- / unit motor. Ya benar 1000/ unit motor. Bandingkan dengan harga sebuah motor kelas premium seharga hampir 50juta. Seandainya jatuh dan lecet karena terbentur, berapa dia harus menganti rugi ?!? habis uang gajinya hanya untuk menganti rugi.

Bukan diri ini meremehkan hasil pendapatannya, namun karena diri ini merasa kasian dengan resiko yang akan di tanggungnya bilamana apes menghampirinya. 😦 makanya resiko itu biar diri ini yang nanggung dari pada dia. Dan bukan karena diri ini memberikan kesempatan pada si Komang untuk berleha-leha sementara orang lain yang naggung resiko.

Prinsip yang selalu diri ini pegang dalam membantu orang lain, kalau mau membantu jangan setenggah-setenggah dan ber-su’udzon pada orang lain. Semasih kita masih bisa membantu orang lain, bantulah dia. Toh kalau kita membantu meskipun tidak ada atasan atau orang lain yang melihat, namun pecayalah bahwa Allah SWT itu tidak tidur dan pasti melihat amalan yang kita lakukan. Karena semua tergantung dari niatnya, makanya diri ini membasakan semenjak berangkat kerja (melangkah keluar rumah) sudah niatkan bahwa pekerjaan yang akan diri ini lakukan seharian hanya semata-mata sebagai ibadah kepada Nya.

NB: gambar dari google

Iklan

9 Responses to Diniatkan Ibadah

  1. jay boana berkata:

    setuju pak, karena setiap kita walau sudah memiliki kewajibn dlm pekerjaan bila mampu menolong ya gak ada salahnya melakukan yg bukan kerjaan kita.

    salam jay

  2. Applausr berkata:

    betul bantu saja lah…. pada saat pikiran pertama ingin menolong itu tercetus….

  3. Lidya berkata:

    kalau niatnya ibadah terasa ringan menolong orang lain ya pak

  4. marsudiyanto berkata:

    Kalau saya dekat pasti saya tolong Pak…

  5. giewahyudi berkata:

    Membantu orang lain itu sama saja membantu kita sendiri dengan cara yang lain..

  6. bensdoing berkata:

    2 jempol mas Sugeng….tak ada salahnya kita menolong orang selagi kita mmg mampu 🙂

  7. Idah Ceris berkata:

    Jika semua jenis dai “memberi bantuan” diniati ibadah, insya Alloh hidup kita akan selalu rukun ya Pak. 🙂

  8. kakaakin berkata:

    Saya juga tak berani naik motor CBR, Pak… #eh 😀
    Setuju banget, Pak. Bila memang bisa dibantu, mengapa tidak. Asalkan alasannya memang jelas. Misalnya saat saya jaga malam di puskesmas, rekan saya minta di temani ke toilet karena takut, jadinya saya temani saja 🙂

  9. rabbani75 berkata:

    benar mas niatkan untuk ibadah maka semuanya berpahala

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: