Kasihan Istrinya Pak

Jarum jam di dinding bengkel baru menunjukan angka 7 dan angka 10, namun di antrean konsumen yang mau service sudah berderet. Namun ada satu motor yang parkir di luar deretan itu dengan celingak-celinguk mencari diriku. Dasar diri ini, merasa dicari konsumen malah menyibukan diri dengan mendaftar antrean yang sudah banyak tadi. Sampai ada satu rekan memberitahu, “Pak dicari orang pak, komplen !” Bah…. dapat sarapan pagi lagi nih :mrgreen:

Tanpa menunggu lama lagi, diri ini langsung menghampiri konsumen itu. Melihat tampangnya memang terlihat dia sedikit kesal dengan apa yang dialaminya, dan terlihat juga kalau sang konsumen itu datang ke bengkel dengan tidak mandi dulu. baunya sedikit asem
“Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu ?!?” sapaku dengan bersikap empaty dan siap membantu
“Ini mas, motornya kumat lagi. Mati-matian terus” jawab sang konsumen padaku dengan tanpa menunjukan yang mana motornya. Padahal di depan ada sekitar 20 motor yang di parkir.
“Motornya yang mana pak, maaf saya agak lupa motornya” jawabku dengan sedikit berpura-pura padahal memang diri ini gak tahu motornya yang mana. Lha wong sehari hilir mudik orang service, mana bisa diri ini ingat satu persatu.
“Itu mas, Revo ijo”.
Sekali tatap, langsung saja diri ini ingat bahwa motor ini sudah pernah datang dengan keluhan mati-matian. Maklum, motor ini masih baru, odometer masih menunjukan angka 00008, jadi memang masih gres. Karena masih baru, motor ini tidak pernah di buat jalan. Cuma dihidupkan ditempat, itupun tidak lama. Setelah diri ini cek, ternyata motor ini tidak ada keluhan yang berarti. Langsung saja diri ini jelaskan bahwa kalau motor baru itu ada cairan anti karatnya yang dimasukan di tangki. Jadi kalau tidak dibuang ya akan masih seperti ini. Usahakan dihidupkan dan dipakai jalan agar cepat bisa habis inreyen nya.

Dan pagi ini kembali dia bertandang ke bengkel, masih dengan keluhan yang sama. Motor mati-matian terus. Aduh….. bapak ini. Langsung saja motor diri ini hidupkan dengan sedikit rpm tinggi dengan tujuan mesin panas dan campuran bahan bakar bisa sempurna. Setelah itu motor diri ini cek lagi, ternyata memang tidak ada kendala apapun. Jadi mati-matian nya ini dikarenakan jarang dihidupkan, saat dihidupkan tidak menggunakan choke dan bukaan gasnya dibiarkan konstan. Ya jelas akan mati lagi pak 😆 .

Dan di akhir pembicaraan tadi, ada satu yang sedikit membuat diri ini menahan tawa. Kenapa pasalnya, karena motornya baru, dia takut akan rusak makanya perlakuan nya sangat istimewa. Jarang dihidupkan, kalau naik harus sendirian (gak mau boncengan), tidak pernah di geber dengan rpm tinggi. Malah dengan perlakuan begitu motor barunya malah tidak sehat dan sering mati-matian. Satu lagi, karena motor baru dia tidak pernah ngajak istrinya pergi berboncengan padahal sang istri sudah mau ngikut dari belakang. Alasannya takut motornya jadi rusak 😆

boncengan

Dengan sedikit bercanda diri ini sampaikan “ Pak, kasihan istrinya. Jangan karena motor baru, istrinya mau ngikut boncengan dan merasakan motor baru malah dilarang. Istrinya kan pingin dilihat mesra boncengan dengan meluk pinggang bapaknya” 😛

 

NB: foto hanya ilustrasi bahwa berboncengan itu tidak bahaya dan tidak merusak motar apalagi dengan menggunakan jaket dan helm.

Iklan

18 Balasan ke Kasihan Istrinya Pak

  1. bensdoing berkata:

    masih perawan abizz yach mas motornya….. 😀

  2. Lidya berkata:

    hihihi jadi pajangan aja ya motornya

  3. Applausr berkata:

    hehehehehe lucu punya motor cuma buat di taruh saja ya…. hehehehe… semoga dengan pencerahan dari ahlinya motor yaitu mas sugeng… semoga cepat bertobat beliau…

  4. marsudiyanto berkata:

    Kalau di jalan datar, meskipun inreyen saya kira nggak apa2 dinaiki berduaan, apalagi kalau sama istrinya sendiri…

  5. jan benar-benar eman motornya daripada menyenangkan istrinya ya Kang, kok ya masiiihh ada yang seperti itu.
    perlu kesabaran dalam menjelaskan gimana cara perawatan dan pemakaian yang benar pada yang bersangkutan ya kang

  6. Idah Ceris berkata:

    pada dasarnya kalau motor yang baru gak boleh buat boncengan beneran ya Om?
    Kasihan bener istrinya ya, mungkin motor itu masih kredit jadi takut rusak. . . 😆

  7. affanibnu berkata:

    wkwkw.. 😀
    itulah mengapa saya tidak suka motor baru… 😀

  8. Gie Wahyudi berkata:

    Hahahah tapi itu kenapa sby di ilustrasi itu dijadiin sebagai istri? Eh

  9. nadiaananda berkata:

    Ane selalu belajar dari kisah orang kecil namun berhati besar,, yukk mari sebarkan ilmu seluas-luasnya.. 🙂

  10. nadiaananda berkata:

    hohoho.. Saat Buka Laptop langsung dah baca artikel yang sangat akurat sekali.. 🙂

  11. yadibarus berkata:

    hahahah, untung saja beliau ndak naik angkot kemana-mana menjaga supaya motornya tetap awet sampe 10 tahun kedepan

  12. Cahya berkata:

    Motor meski pun dipakai agak berat, masih akan tahan lama kok. Kalau cuma dibonceng bakal rusak, wah bisa kena tuntut semua produsen motor :D.

  13. imadewira berkata:

    Jadi ini lebih sayang istri atau sayang motor? hehe

  14. karyakuumy berkata:

    di museumin aja mas motornya..hehe

  15. alamendah berkata:

    Wakakakakak….
    sumpah pak aku jadi ngakak baca cerita ini. Betul-betul kasihan tuh istrinya. 😀

  16. bintangtimur berkata:

    Hehe, ada-ada aja ya mas Sugeng, takut nggonceng isteri karena takut motornya rusak…kapan-kapan kalo punya mobil, dia juga bisa jadi nggak bakal mau bawa isterinya ya…
    😀

  17. hery berkata:

    Kalau motor baru boleh gak di pakai boncengan??
    Nanti rusak gak??

  18. […] ini idenya dari custumer bengkel tempat diri ini bekerja offline. Beliau senang browsing terutama di blog otomotif, namun semenjak […]

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: