Jabatanku, Ambillah !!

Karena cobaan itu datangnya (dimulai) saat kita merasa berhasil keluar dari cobaan itu sendiri

Jabatan itu bukan sesuatu yang harus dipertahankan secara mati-matian. Karena jabatan itu memang bukan milik kita. Malah kalau orangnya ngerti agama maka, jabatan itu malah merupakan suatu cobaan yang maha berat yang harus bisa kita pertanggungjawabkan. Karena bilamana seseorang memagang jabatan, maka syiton pertama yang akan membisiki kata-kata hasutan adalah dirinya sendiri. Maka tidak selayaknya kita mempertahankan sambil memegang erat seakan-akan tidak rela kalau jabatan itu beralih kepada orang lain.

Apalagi jabatan sekelas RT (maaf bukan bemaksud merendahkan seorang ketua RT, hanya sebagai contoh), dipertahankan mati-matian saat masa jabatan itu hampir habis. Biasalah orang Indonesia, saat mau turun selalu mencari cara agar bisa duduk manis lagi pada kursi itu. Ada yang bilang konspirasi, politik sengkuni, berbuat makar dan lain sebagainya. Namun apakah mereka sadar bahwa jabatan itu hanyalah sementara dan sifatnya adalah cobaan. Masa iya sih kita mau menerima cobaan terus menerus, ya sekali-kali lah kita nyantai tanpa di ikuti cobaan.😆

Itu hanya ilustrasi tulisan yang tidak bermakna karena tidak mungkin manusia itu terlepas dari cobaan. Karena cobaan itu datangnya (dimulai) saat kita merasa berhasil keluar dari cobaan itu sendiri. Nah lo….. bingungkan, tenang aja aku juga ikut bingung dengan arah tulsian ini:mrgreen:

Intinya di tulisan kali ini, bahwa diriku sedang gundah gulana melihat keadaan yang menimpa diriku. Ada konspirasi❓ bisa jadi iya, namun yang penting diriku masih berjalan sesuai dengan aturan yang ada. Tidak perlu rapimnas, ataupun KLB karena aku sadar bahwa memang jabatan itu adalah sesuatu yang Fana. Namun istiqomah dalam menjalani kehidupan ini dengan rasa syukur adalah lebih bermakna. Biarlah banyak orang berkata bahwa diriku terlalu bodoh karena dimanfaatkan orang dan dan menjadi korban penderita namun aku menganggap itu merupakan bagian dari cobaan itu sendiri.

NB: Tulisan ini tidak ada link dan sangkutan apapun dengan teori yang banyak beredar menjelang pemilu 2014 karena memang aku bukan pengamat namun hanya pembaca.

7 Balasan ke Jabatanku, Ambillah !!

  1. Khusna mengatakan:

    Membaca tulisan Bapak, saya jadi teringan dengan artikel kawan saya bahwa menjadi Sarjana Hukum dan Sarjana Syariah adalah amanah yang luar biasa, yang pertanggungjawabannya adalah dunia akhirat.
    Semangat semangat ya Pak…semoga amanah yang Bapak emban akan membawa ke syurga…

  2. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    ya lah Mas.. jabatan itu memang fana. Nggak bakalan dibawa mati. Nggak usah dipikirin. Yang penting kita tidak berbuat sesuatu yang curang atau merugikan pihak lain.
    Semoga sukses Mas..

  3. Lidya mengatakan:

    mempunyai jabatan haurs bisa dipertanggung jawabkan ya pak

  4. applausr mengatakan:

    iya, jabatan itu cuma title doang. yang penting apakah kita bisa menggunakan jabatan itu untuk kebaikan orang lain dan terutama bisa membuat diri kita menjadi manusia yang lebih baik

  5. sakti mengatakan:

    konspirasi mah biasa om, jalani aja sesuai aturan yg berlaku. Ada award nih http://sakti2.wordpress.com/2013/02/18/in-spiring/🙂

  6. Mr. ANdry mengatakan:

    sing sabar pak…mengemban jabatan yang amanah tu nggak mudah lho

  7. apung mengatakan:

    ingat satu hal : innalillahi…. dst

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: