Pengalaman Bermain di Circus Waterpark

Seperti yang sudah kami sekluarga rencanakan di hari minggu tanggal 3-3-2013 kami bermain di wahana bermain air yang ada di bilangan Kediri Tuban Kuta Bali. Bukan di waterboom yang sudah beberapa kali diri ini kunjungi namun ada satu wahana baru tempat bermain air. Namanya circus water park. Terus terang saja, kunjungan ini semestinya tidak ada dalam angan ku namun beberapa hari yang lalu ada sales dari circus water park yang berkunjung di areal perumahan kami menawarkan kartu diskon / voucher yang bisa kami pergunakan disana hany dengan membeli seharga 150ribu.

Pertamanya langsung diri ini tolak, namun setelah sang sales berjuang dengan menerangkan panjang lebar kali tinggi, akhirnya diri ini tertarik juga. Dengan diselingi rasa kasihan padsa salesnya sebuah voucher masuk kami ambil. Karena bisa kami pergunakan sampai akhir maret 2013, begitu penjelasan dari sang sales. Dan hai ini kami mengunjungi kesana.

Secara ovel all wahana air ini masih dibawah water boom yang sudah mashur itu, ya maklum saja dari harga ticket masuknya memang masih bisa terjangkau dengan kantong orang lokal. Beda dengan water boom yang memang di khususkan untuk orang asing. Dan saat kami masuk di area wahana air ini, memang rasa dan bau orang lokal terasa banget. Ada juga sih orang asing (bule) namun hanya satu-dua dan saat kemarin yang bertemu dengan diri ini adalah bule yang masuk bersama rombongan orang lokal. Padahal kebanyakan tempat hiburan yang ada di daerah Bali, selalu kebanjiran dengan kunjungan orang asing.

Mereka bertiga yang ku ajak bermain

Mereka bertiga yang ku ajak bermain

bermain sendiri sambil basah kuyub

bermain sendiri sambil basah kuyub

Dan ada lagi rasa lokal yang sangat terasa sekali saat bermain di dalam wahana air ini. Ban (pelampung) yang digunakan bermain di dalam wahana air ini sangat kurang. Diri ini tidak tahu berapa yang di sediakan oleh pengelola circus water park, namun yang jelas semenjak diriku sekeluraga memasuki wahana ini, kami harus kesana kemari mencari ban itu. Tempat gantungan ban itupun kosong dan yang akan menggunakan ban harus rela mencari dan antre kepada yang sedang menggunakan.

Oknum lokal itu, baru didekati saja langsung ban di bawa ngacir

Oknum lokal itu, baru didekati saja langsung ban di bawa ngacir (padahal gak dipakai)

Meski tidak dipakai tetap tak rela di ambil orang lain, tetap saja di pegang

Meski tidak dipakai tapi tak rela di ambil orang lain, tetap saja di pegang

Ada kejadian lucu dan kejadian ini menandakan rasa orang lokal banget. Bagaiaman tidak, saat diri ini mencari posisi yang pas dengan menggunakan kamera HP untuk mengambil moment bagus pada anak-anakku, dan itu mengharuskan diriku berjalan ke tengah kolam. Dan saat itu ada seorang bapak dengan keluarganya melihatku dengan sinis saat diriku berjalan ke tengah kolam. Setelah berlalu sambil mendorong ban anaknya dia masih sempat menarik ban kosong yang sudah tidak dipakai lagi. Eh…. ternyata dia takut diriku mengambil ban pelampung yang kosong padahal ban itu maunya masih digunakan lagi sampai wahana bermain ini tutup😯:mrgreen:

Dan bagi diriku, kelakuan seperti ini sangat kental sebagai budaya orang Indonesia sekali. Karena yang seperti ini memang tipikal orang Indonesia, maunya gratis, kalau disuruh membayar pasti tidak mau, kalaupun mau membayar, seakan-akan semua mau digunakan dan di miliki nya.

Satu lagi yang masih di memory kepalaku, yaitu parkir di wahana circus water park itu menggunakan jasa dari secureparking dan bukan parking yang dikeuarkan oleh pemda setempat. Tahu kan secureparking ?!? itu loh perusahaan parkir yang dari negara aborigin sana. Dan karena sudah go international mereka mempunyai lahan parkir yang dikelola dengan menyewa tempat pada orang lokal. Dari secureparking inilah timbul rasa aneh dalam diriku. Maklum saja sampai saat ini diriku tidak pernah menggunakan jasa parkinr seperti itu.

Mestinya tidak ada yang salah dengan parkir dengan manajemen parkir itu, namun karena tidak penah menggunakan jasa parkir yang menggunakan sistem per jam begitu membuat aku terkaget saat mengambil motor untuk pulang. Karena rupiah yang diri ini bayar sampai 8000 untuk parkir sepeda motor. Apa gak kaget😯 di waterboom saja tidak menggunakan parkir seperti itu, dari awal berdiri sampai sekarang masih free parkir. Karena beberapa kali diri ini bermain air disana.

narsis dulu di depan circus water parknarsis dulu di depan circus water park

Narsis di depan circus water park

Itulah pengalaman pertama kali diri ini bermain di wahana air circus water park. Jadi kalau ada sahabat yang mau bermaian disana bisa mendapat sedikit gambaran dan tidak terkaget-kaget seperti diriku😆

4 Balasan ke Pengalaman Bermain di Circus Waterpark

  1. marsudiyanto mengatakan:

    Ternyata di Bali ada Kediri dan Tuban…
    Kalau Kendal ada nggak ya?

  2. applausr mengatakan:

    parkir memang mahal banget mas.. apalagi di jakarta sekarang.. sejam bisa 4000-5000 ini untuk mobil. Main ke mall bisa dapat makan berapa tuh?

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: