Tersangkanya Diriku Sendiri

Mestinya diri ini malu untuk menulis dan kembali setelah sekian lama tidak update blog. Biasanya sih setelah lama menghilang, saat kembali memulai menulis selalu saja alasan sibuk, gak ada waktu untuk finishing tulisan serta mentok ide. Biasanya memang ini yang dijadikan biang penyebab dan menjadi tersangka. Namun apa mungkin alasan itu terus yang diri ini korbankan❓ padahal penyebab utamanya ya memang diri ini males dan senangnya nongkrongin akun sosial media.😦

Padahal di akun sosmed itu, diri ini bertemu kembali dengan para admin blog yang sudah familiar. Memang mereka rata-rata dan hampir bisa dipastikan mempunyai aku di sosmed. Malah tingkat keaktifannya di sosmed itu melebihi tulisan di bloq.😆  Jadinya diri ini bisa mengetahui problema apa gerangan yang sedang menghinggapi blog nya. Namun karena diri ini emang sedikit tertutup (bahkan pelit) dalan berkeluh kesah di akun sosmed, jarang sekali nyetatus ataupun update blog lagi dan di shared disana.

Jadi pas ada ahir bulan ada teman blogger yang menjerit kehabisan bandwith, diri ini tidak pernah merasakan sensasi hal itu lagi (meskipun diri ini masih yang gratisan tapi bisa merasakan kegalau-an pas blog gak bisa diakses). Pas ada teman blogger yang mengeluhkan tidak bisa koment di beberapa blog sahabat, diri ini tidak pernah merasakan lagi sensasi itu. Bagaimana mau merasakan kalau memang tidak pernah mampir untuk BW ataupun koment. Maunya sih ngeles dengan “silent reader” tapi kalau tidak tahu update tulisan terbaru yang sama saja kelihatan o’on nya😀

Namun jujur saja, sensasi kala aktif ngeblog itu sampai sekarang belum bisa diri ini hilangkan.  Ada rasa kangen dengan semua sensasi itu. Sampai di bela-belain melek tengah malam padahal besok sudah harus beraktifitas kerja lagi. Pertamaxx, keduaxx sampai kelimaxx dikejar sampai harus mengetahui ritme postingan sahabat. Kira2 mau di posting jam berapa, semua sudah diketahui namun hal itu tidak bertahan lama. Bertepatan dengan kesibukan yang mendera (ngeles lagi) saat dapat momongan lagi, semua sensasi itu terkubur meskipun terkadang muncul dan diri ini tidak tahu harus bagaimana mengatasinya.

Sampai akhirnya untuk merasakan sensasi itu kembali diri ini mencari tumpangan rumah gratisan lagi. Dan disana meskipun tidak ada perabotan yang mewarnai hidup ataupun tanaman yang bisa menjadi peneduh bagi orang untuk tertarik mampir, ada saja orang yang nyasar mampir disana. Padahal jujur saja, blog itu maunya dibuat untuk konsumsi pribadi meskipun tidak ada niatan untuk di “pribadi”kan. Apa bisa begitu, diri ini tidak tahu. Yang ada di pikiran saat itu, buat tempat lagi yang bisa menampung semua uneg-uneg di akun baru dan tidak pernah di publish kan untuk umum dengan tautan koment di blog sahabat.

Hm……cara penyembuyian diri yang tidak elok. Namun bagiku hal ini sesuatu yang lumrah di tengah pasang surut semangat  menulis. Bagiku, nulis yang nulis saja tanpa ada yang mampir untuk koment juga tidak masalah. Yang penting diri ini bisa merasakan sensasi menulis lagi. Dan samapai tulisan ini hampir aku finishing, diri ini masih binggung mau memposting dimana ?!? Dan ternyata, semua ini bermuara pada diriku yang bermasalah😀

4 Balasan ke Tersangkanya Diriku Sendiri

  1. Afrianti mengatakan:

    nocomment akh

  2. Afrianti mengatakan:

    ingak inguk

  3. Lidya mengatakan:

    apa kabar pak sugeng?

    Alhamdulillah mbak, sehat wal afiat meskipun masih dalam persembunyian😆

  4. jarwadi mengatakan:

    ternyata kemalasan (ngeblog) saya akhir akhir ini tidak sendirian, tetapi semangat pak. life must go on, hehe

    apa kabar tabanan?

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: