Mumetnya Jadi Panitia Kurban

Tak terasa sekarang sudah memasuki bulan Dzulhijah atau yang banyak orang sebut dengan bulan Haji. Dan pada tahun ini ada 2 kolega saya yang berangkat menunaikan rukun Islam ke 5 yaitu ibadah haji di Mekkah. Dan mereka berdua menjadikan diriku beserta istri sebagai panitia inti dalam acara walimatul hajj bil syafar. Yang menurutku acara itu tidak sepatutnya diadakan secara besar2an seperti itu, namun karena sudah menjadi niat shohibul bait, diriku yang dimintai tolong ya menolong sesuai dengan kemampuan. Kalau di ukur dengan nilai rupiah sekarang, acara itu (yang tidak termasuk dari rukun ibadah haji) cukup memnghabiskan uang, tenaga dan pikiran. Tapi ya wes gak popo, lha itu sudah diyakini benar oleh mereka. Kalau diriku diberi kesempatan menunaikan ibadah itu, tidak akan diadakan seperti itu. Paling tasyakuran biasa. Do’akan saya ya😉 dan semoga ke2 kolega ku dijadikan haji yang Mabrur.

Dan seperti biasa, dalam bulan haji ini selalu ada kesibukan yang menyita di kepengurusan pengajian di komplek rumahku. Terus terang, sudah beberapa tahun ini diriku selalu sibuk sebagai panitia inti. Dari sebelum hari H sudah kerja menawarkan dan mengajak jamaah yang mampu untuk berkurban di lingkungan dan pengajian di komplek perumahan. Mendata keluarga yang berhak menerima (dan juga semua jamaah pengajian) daging hewan kurban. Mencari pemasok hewan kurban dan mendatangkan yang harganya sesuai dengan kemampuan jamaah. Menyiapkan perangkat-perangkat serta keperluan panitia pelaksana agar pembagian daging kurban itu sukses dan sampai kepada yang berhak menerima, sampai finishing acara di hari H serta pasca acara termasuk bersih2 tempat yang digunakan pemotongan kurban. Meskipun begitu kerja panitia inti kadang masih saja tidak dianggap oleh mereka yang dari awal sudah negative pada panitia. Hanya gara2 ada jamaah yang terlewatkan satu orang, semua kerja panitia itu tak berarti.😆 Ya wes gak papa, lha emang itu sudah resiko dan sudah di niati Lillahi ta’ Allah.

Tapi di tahun ini diriku sudah menjaga jarak dari pasca lebaran kemarin. Di saat jamaah sudah mewacanakan kegiatan kurban lewat PHBI pengajian, diriku menjauh dan tidak mau ikut berkecimpung meskipun tetap saja diriku dimintai saran dan arahan bagi panitia inti kurban tahun ini. Dan syukur, panitia inti pelaksanakan kurban tahun 1434H sudah terbentuk dan diriku tetap masuk di panitia namun sudah tidak di ring satu panitia yang tugasnya super sibuk dan njelimet.

Dan tadi siang SMS masuk di HP ku dari sekretaris merangkap wakil ketua panitia kurban. Dia berkeluh kesah betapa repotnya dia jadi panitia belum lagi mendapat omongan dari sana-sini dari jamaah. Intinya dia sudah kapok dan tidak mau menjadi panitia kurban di tahun depan.😆 Dalam hati diriku tertawa mendapati keluh kesah seperti itu, padahal flashback tahun kemarin si wakil ketua itu yang vocal dan selalu mengkritisi diriku di kepanitiaan kurban tahun kemarin. Maklum saja dia tidak tahu bagaimana repotnya namun sekarang bisa merasakan sendiri kemumetan kepala, ketebalan telinga, kecapekan tangan ini menuliskan serta mengetikan hasil setiap pertemuan panitia, sampai betapa ngantuknya mata saat merembugkan semuanya. Dan sekarang dia bisa merasakan sendiri dan bisa mendapat pahala surga karena jalan menuju surgs itu memang susah dan membuat telinga memerah mas.

4 Balasan ke Mumetnya Jadi Panitia Kurban

  1. jarwadi mengatakan:

    tenang saja pak, semoga menjadi amal ibadah pak sugeng. aamiiin

  2. Lidya mengatakan:

    semangat pak, pahalanya besar🙂

  3. Idah Ceris mengatakan:

    Berpikiran negative kepada panitia qurban? Waaah, koq ada sih ya, Pak. Harusnya sih saling merangkul dan membantu.

    Selamat potong dan bagi hewan qurban, Pak.🙂

  4. r10 peduli myquran mengatakan:

    Berbuat kebaikan untuk umat pahalanya besar. Tentu saja kita tak lepas dari kesalahan2. Yang penting udah berusaha dulu.

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: