Diriku Yang Dulu

Serasa tidak berarti lagi, atau sudah kalah dengan pamor para blogger muda sehingga diriku beringsut jalan kepinggir dari dunia blogosphere. Atau, apa memang begitu mental seorang blogger. Mudah terpental dan merasa terpinggirkan seperti yang diriku alami ?!? Tidak !! karena sedari awal diriku ngeblog ini tidak ada beban yang mengharuskan diriku mencapai ini dan itu. Bagiku menulis ya menulis saja, biarlah mengalir seperti apa adanya. Karena tujuan awal ini menjadi blogger hanya untuk menghilangkan penat setelah seharian kesibukan mendera.

Namun apa masih layak diriku disebut blogger ❓ blogger yang hiatus 😆 dulu kalau mau hiatus pakai pamit segala. Mau menghilang sekian lama untuk mencari ilmu dan uang tapi sekarang hiatus berbulan2 tanpa ada pemberitahuan. Tapi sepertinya sudah menjadi seleksi alamiah dan sunatullah bahwasanya semua tidak akan abadi. Semua akan berjalan dan akan sampai pada titik jenuh, namun tergantung dari seberapa jauh titik jenuh itu semua tidak ada yang tahu.

Terkait dengan aktivitas ngeblog ini, banyak blog-blog yang dulu serirng aku kunjungi sekarang sudah mati
suri (seperti diriku ini) masih ada alamatnya tapi cuma sekedar ada. Itu bagi yang gratisan namun yang menggunakan blog berbayar tidak sedikit yang tinggal nama saja tanpa bisa diakses lagi.

Ngomong-ngomong tentang blog berbayar. Diriku (dulu) hampir memilikinya juga namun ada pertanyaan dalam hati, apa bisa memanage blog berbayar tanpa ada yang membantu untuk perawatannya ❓ karena harus kuakui bahwa diriku ngeblog ini jauh dari orang yang se-visi di lingkungan sekitarku. Jadinya diriku merasa jauh di pelosok desa yang tidak ada teman yang mempunyai hobby yang sama. Padahal kalau di tenggok sekarang daerah rumahku ini sudah termasuk kota kabupaten. Itu perasaanku saat baru mengenal blog, sekitr tahun 2009 lalu.

Ya di tahun itu diriku mulai berkenalan dengan dunia maya yang tidak ada batasnya yang bisa online dari rumah. Dan di tahun itu pula diriku membuat akun di sosial media raksasa, facebook. Jujur saja dulu diriku sangat heran dengan aktifitas online kebanyakan orang yang hanya dihabiskan di halaman facebook saja. Nah, keherananku itu sekarang telah meracun diriku sendiri. Setiap online selalu saja halaman FB dibuka pertama kali diteruskan dengan ngecek email masuk. Terus buka halaman wp-admin blognya kapan ❓ hampir tidak pernah. 😦

Itulah diriku. Blogger hiatus tetap yang tidak pernah blogwalking dan menjawab komentar masuk. Namun beberapa hari yang lalu, di wallku ada tulisan Kang Alamendah yang merasa kangen dengan aktifitas ngalong sampai tengah malam (baca: pagi) seperti dulu. Ternyata hampir semua blogger yang seangkatan dulu sudah kembali ke jalan yang benar 😆 maksudnya sudah tidak pernah ngalong sampai tengah malam lagi. Namun rasa-rasa gimana gitu, sampai sekarang masih terasa dan kadang rasa itu muncul dalam bentuk kangen.

Bagaimana kami berebutan menjadi pertamaxx, keduaxx,ketigaxx sampai mencari klimaxx nya dilakukan. Tidak peduli mata sudah sepet tapi tetap saja di depan monitor. 😥 namun sekarang semua sudah jarang yang berebutan lagi karena memang tidak ada yang bisa bertahan, tidak bisa abadi, tidak kekal. Semua akan mencapai titik jenuh dan kembali kepada yang kosong. Itulah diriku, dirku yang dulu. :mrgreen:

Iklan

7 Responses to Diriku Yang Dulu

  1. Agung Rangga berkata:

    hehe, semangat pak ngeblognya~ 🙂

  2. Nunu El Fasa berkata:

    Inget pakde dulu pernah bikin kuis blogger semusim. Aku termasuk. Jaman getol tahun 2009an kemudian vakum, dan takjub ketika kembali membuka komen teman2ku tahun 2009 masih eksis sampai sekarang. Semangat sob.. apapun tujuannya jika itu positif lanjutkan gan!

    Aduh maklim emak 2 kebanyakan nyecretnya hehe

  3. Lidya berkata:

    Gak usah rebutan pak, cukup ngeblog aja 🙂

  4. Cahya berkata:

    Kita itu narablog dasawarsa awal milineum ketiga, dasawarsa kedua biarkan saja jadi milik generasi selanjutnya 🙂 – #ngeles :D.

  5. tomi berkata:

    saya jg komentar di status kang alam di facebook.. dulu bisa rebutan komentar.. nyepam komentar sana sini dan selalu akrab.. saya juga merasa blogger banyak yg hiatus karena mgkn lebih memilih untuk monetize mas.. bukan seperti kita dl yang berpassion ngeblog

  6. pandebaik berkata:

    Masih nge-BLOG ? 🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: