Cerita Tentang Helm Dan Motorku

Sudah sekian lama menggunakan perlengkapan Safety Gear saat melaju dengan motor Legendaku selalu aman dan fain2 aja. Karena memang speednya tidak terlalu kenceng, paling yang membuat andrenalin naik adalah saat ngebut dan rem depan belakang yang kurang pakem. Maklum saja rem depan belakang masih menggunakan tromol jadi diriku merasa kurang gigit saja. Beda dengan tungganganku sekarang, Honda Verza 150. Sebuah motor injeksi type sport entry level yang murah namun dengan kualitas yang mumpini dengan beragam fitur yang menarik. Ceritanya sih saat meminang pertama sudah lebih setahun yang lalu. Dan baru akhir bulan kemarin diriku menyamsatnya, ya sebagai warga negara yang baik diriku membayar pajaknya 😆

Dengan menggunakan safety gear berupa helm full face ini kadang diriku berandai-andai serta membayangkan bagaimana saat pemotor mengalami insiden kecelakaan. Mestinya ini pikiran ngawur dan tidak perlu untuk dikembangkan bagaimana kelanjutannya. Sekedar imajinasi karena semenjak mengendarai Verza ini diriku sedikit berubah dalam cara pandang di jalan. Arogan sih gak tapi dengan mengendarai motor sport ini ada sedikit riak dalam dada saat jalanan macet. Kalau sudah begini, jalur kiri hampir tidak pernah diriku lewati, selalu jalur kanan. Dan lagi semenjak berVerza ria ini hampir setiap hari diriku melanggar marka jalan. “Kalau macet lewat jalur kiri, mencari penyakit itu namanya.” begitu pikirku. Maka selama berangkat kerja hampir 60% nya diriku jalani dengan nebobos marka jalan. **Mungkin kalau di Jakarta bisa lewat jalur busway :mrgreen:**

Padahal jujur saja, saat awal-awal mengendarai Verza diriku hampir tidak pernah menggunakan gigi 5 yang merupakan top gearnya. Kalaupun masuk gigi 5, tidak lama akan turun lagi menjadi 4 karena memang sikon jalan tidak memungkinkan  (mungkin karena diriku baru adaptasi dengan karakter Versa sehingga belum berani gaspoll). Namun setelah setahun ini bersama, karakter verza sudah melekat di bukaan gas. Jadi sekarang ada banyak teman yang sering berujar padaku “Wuih pak Sugeng kalau naik motor tidak liat2 teman, ngebut aja”. Ya mau gimana lagi, kalau diriku pelan2 jalannya, penyakit lamaku kambuh kembali. Ngantuk dan sering tidur di pinggir jalan.

Namun kemarin saat pulang kerja, diriku bisa merasakan manfaat dari penggunaan safety gear berupa helm fullface yang sudah ngeclik dengan benar. Terus terang saja, diriku sudah dari sononya kalau memakai helm yang tidak di clik itu serasa gak sreg karena ngerasa terganggu dengan talinya yang bergelantung maju mundur. Belum lagi saat boncengan. Selalu saja yang dibelakang terganggu dengan talinya yang kena mukanya. 😀 Ceritanya nih, diriku mengalami insiden nabrak mobil yang mengerem mendadak karena ada sepeda motor yang nyabarang mendadak ke kanan. Padahal TKP nya berupa jalan satu jalur dari sebelumnya (sekitar 300meter) pertigaan yang ramai. Makanya saat melewati pertigaan itu (yang berarti jalan akan aman dari kendaraan lawan arah), diriku langsung saja narik gas untuk berjalan cepat. Baru sekian detik, mobil yang ada didepan terlihat mengurangi lajunya dengan tanda lampu rem menyala. Sedang diriku berada pas dibelakangnya (cuma sekitar 5meteran) dengan tarikan awal yang mencapai 80-90Km/jam.

Karena terlalu dekat, diriku sempat berpikir ” Aduh kena nih” sambil menginjak tuas rem belakang sekuatnnya dan menekan tuas rem depan hanya satu jari (telunjuk). Semua karena mendadak membuat laju Verzaku masih lumayang kenceng dengan jarak yang sedekat itu. Maka tidak bisa tidak, roda depan mencium bemper belakang mobil karimun. Saat kejadian itu diriku melihat dan merasakan bagaimana stang kemudi Verza maju kedepan dan selanjutnya kembali mundur / turun kebelakang (padahal baru 3-4 hari yang lalu Verzaku setel comsteir stang kemudi) sampai dengan bengkok. Dan saat kejadian itu diriku juga bisa merasakan bagaimana tubuhku yang berbobot 95Kg terbang kedepan berserta motor bagian belakang.

Bruukkk…… deegg. Diriku merasakan kepalaku menghantam kaca belakang karimun dan turun lagi beserta motornya. Weehhh….. diriku bisa merasakan manfaat menggunakan piranti safety riding. Kepalaku yang berhelm full face menghantam keras kaca belakang. Lumayan keras dan akan menjadi parah seandainya kepalaku tidak berhelm klik dengan benar. Begitu keras benturan itu membuat beberapa part motorku lecet dan berlubang.

Plaat Nomer sampai blesek untungnya lampunya tidak pecah

Plaat Nomer sampai blesek untungnya lampunya tidak pecah

Stang kemudi yang bengkok

Stang kemudi yang bengkok

sayap depan lecet dan pecah

sayap depan lecet dan pecah

Pipa front fork kanan bengkok dikit

Pipa front fork kanan bengkok dikit

Visor bagian depan kana berlubang tidak tahu karena apa

Visor bagian depan kana berlubang tidak tahu karena apa

Karena masih sebagai warga Indonesia, insiden ini masih menyisakan ke”Untung”an bagiku 😆 Untung tidak apa-apa meskipun setelah kejadian kemarin badanku terasa sakit semua terutama saat bangun dari tidur.

Beginilah ceritanya kalau sering ngebayangin bagaiamana suatu insiden kecelakaan itu terjadi di jalan raya. Akhirnya diriku dengan jelas bisa merekam kejadian yang menimpa diri sendiri dengan detail sampai “BRUUKK !!” saat kepalaku yang ditutupi helm full face menghantam kaca belakang. Ya benar menghantam bukan membentur karena saat kejadian kira-kira kepala bagian ubun-ubun yang menghantam keras kaca belakangnya.

Tulisan ini hanya sharing, dan semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Iklan

3 Balasan ke Cerita Tentang Helm Dan Motorku

  1. […] cerita tulisanku disini, memang beberapa minggu yang lalu diriku mengalami sedikit insiden kecelakaan lalu lintas yang […]

  2. Waduh, hati2 sajalah Mas. Bagaimana pun naik motor itu sangat riskan, secara hanya kepala saja yang dilindungi.

  3. banyak hal yang bermanfaat berkunjung ke blog ini, salah satunya informasi yang menambah pengetahuan dan pengalaman yang di postingkan oleh admin, terima kasih

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: