Hati-hati Dengan Ayam Betutu

Kejadian ini diriku alami kemarin siang  saat diundang dalam acara khitanan. Karena khitan diriku juga yakin saja bahwa makanan yang di hidangkan adalah makanan yang halal dan toyib. Pastinya sang sohibul hajat pasti muslim dan tahu makanan apa saja yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan oleh orang muslim, termasuk diriku. Dan yang diundang secara khusus dalam acara walimatul khitan ini adalah majelis taklim Al-Ikhlas, kecamatan Kediri kabuaten Tabanan (kelompok pengajian perumahaanku dimana diriku juga bagian dari jamaahnya). Mestinya sang sohibul hajat menyediakan makanan yang memang boleh dimakan oleh orang Islam (halal dan toyib) namun dalam kenyataannya makanan yang disuguhkan adalah masakan khas Bali. Bukan diriku tidak mau makan masakan khas Bali, karena diruku juga sering makan tetapi yang sumber bahan bakunya yang berasal dari yang bener. Dalam artian benar diolah dengan cara Islami termasuk dalam penyembelihannya. Namun dalam undangan kali ini, diriku tahu bahwa makanannya bukan diolah/dimasak sendiri tapi dari catering. Nah masalahnya ini berasal dari cateringnya. Bahan-bahan yang digunakan tidak toyib (Toyib dalam pengertian Islam adalah bersih dan baik bagi kesehatan -mohon maaf apabila salah arti). Dalam hidangan itu ada jukut ares yang dicampur dengan ayam kampung (sayur dari pangkal pohon pisang), ada belut goreng, ada udang bumbu manis dan ada ayam betutu. Secara diriku yang sudah familier dengan masakan khas Bali tidak mempermasalahkan dalam urusan rasa di lidah. Namun yang jadi masalah besar adalah sumber ayam betutunya. Saat makan koq kebetulan ayam betutu yang diriku ambil dapat di bagian kepala. Suer….ini gak ada unsur kesengajaan. Maunya ambil yang bagian daging. Setelah pilih-pilih (padahal yang antre di belakangku ada banyak orang) diriku ambil sesendok besar daging ayamnya. Dan saat makan baru tahu kalau daging ayam yang ku ambil ternyata bagian kepala. Pertamanya sih gak aku perhatikan namun saat mau ku gigit dengan mengangkat bagian moncongnya, ternyata kulit bagian lehernya ikut terangkat dan kelihatan masih utuh. Ya masih utuh kulitnya, karena masih kelihatan panjang dan tidak ada bekas sayatan di kulitnya. Aduh….koq gak ada bekas sayatan atau bekas sembelihan di kulit itu. Waduh jangan-jangan…..pikiran liarku kemana-mana. Kalau liat kondisi kulit lehernya yang masih utuh pasti ayam ini matinya tidak secara Islami, kalau gitu pasti tidak toyib, kalau gitu tidak ada darah yang keluar, kalau gitu darahnya mengendap di dagingnya dan akan mengakibatkan efek buruk bagi yang memakannya, kalau gitu…….semakin liar pikiranku menjalar kemana-mana. 20150607-113351 Sahabat blogger, bukan diriku terlalu fanatik dengan agamaku namun memang benar adanya bahwa apa yang dilarang oleh agamaku akan ada dampak negatif apabila dilakukan oleh manusia. Dan kalau di sainskan dengan ilmu kekinian kenapa binatang santapan manusia harus disembelih bukan di patahkan lehernya (kalau diriku liat kondisi kepala dan lehernya pasti matinya karena di patahkan). Karena kalau dipatahkan pasti tidak ada darah yang keluar. Padahal darah yang mengendap di dalam daging akan bercampur dengan dagingnya, dan kalau termakan oleh manusia akan menjadi media transfer penyakit secara langsung. Beda kalau dilakuan dengan cara penyembelihan secara Islam, darahnya akan keluar semua lewat urat leher, kerongkongan dan saluran nafas yang terputus secara bersamaan. Kalau sudah begitu, darah yang merupakan jalan bagi bibit penyakit /virus menjalar ke tubuh bisa terbuang semua dan dagingnya menjadi bersih dari bibit penyakit. Itulah makna dari larangan Nya. Kembali pada kejadian tadi, dirikunya tips apabila datang dalam resepsi yang dilakukan oleh teman/sahabat yang beda agama dengan kita karena kalau kita diundang itu merupakan satu kehormatan dan kita wajib hukumnya untuk menghadir undangan tersebut. Tipsnya ya kita tetap harus datang kalau di undang tapi kalau tidak bisa datang, kita harusnya menginformasikan perihal ketidakdatangan kita. Terus kalau datang dan ragu dengan kehalalan serta ketoyibannya’ kita bisa mengatasinya dengan mengambil makanan yang dari ikan atau hasil laut/sungai (kalau contoh kasus diatas bisa ngambil belut goreng). Terus kalau kita gak yakin dengan sarana untuk mengorengnya, kita bisa atasi dengan mengambil nasi putih dan buahnya saja dengan ditumpuk pluss di tutupin dengan kerupuk tapi kerupuknya jangan di makan.:mrgreen:

NB: ayam betutu biasanya berbahan dasar ayam kampung yang masih kecil (umur 2 bulanan) agar dagingnya masih empuk, karena kecil cara mematikannya lebih mudah dengan dipatahkan lehernya.

6 Balasan ke Hati-hati Dengan Ayam Betutu

  1. Lidya mengatakan:

    saling mengingatkan tidak msalah pak, jadi bahan kewaspadaan kita sebagai muslim ya

  2. jarwadi mengatakan:

    hal seperti ini sering luput dari perhatian kita, bila ayam, umumnya kita ngga curiga itu dimasak secara tidak halal🙂

  3. uce bali mengatakan:

    Setahu saya biasanya ayam betutu berbahan dasar ayam kampung yg sudah besar / sudah layak potong. Kalau ayam taliwang baru ayam kampung yg masih kecil.

  4. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan:

    Hal ini sungguh penting jadi perhatian kita bersama. Termasuk ketika membeli daging ayam di rumah makan, apakah betul bagian lehernya disembelih atau tidak. Bila hanya dipatahkan, akan tampak tidak ada bekas sembelihan. Namun, ada yg perlu diwaspadai lagi, yakni beberapa ayam potong ada yg tidak disembelih, tapi hanya ditusuk sedikit bagian lehernya saja lalu disobek. Hal ini untuk mempercepat kerja di pemotongan ayam. Ada yg bilang juga agar darahnya tdk banyak keluar. Sekali lg, ini tidak disembelih. Cirinya: di bagian leher hanya sobek sedikit saja, sekitar satu sentian atau lebih dikit. Berbeda bila disembelih maka bekas sembelihannya di leher akan lebih lebar.

  5. Kalo ndak ambil bagian kepala, jadi ndak ketauan dong ya. Semoga tipsnya bermanfaat untuk yang lain.

  6. pandebaik mengatakan:

    Terlepas dari halal haramnya Bli, kalo memang gak sehat mending memang gak dikonsumsi…

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: