Kehilangan

Lama tidak membuat coretan di blog, karena males dengan keadaan blog yang tidak kunjung baik setelah diserang oleh postingan yang tidak tahu datang dari mana. Kalau dilihat dari model tulisannya, tulisan yang terposting di blog ini berasal dari semacam kontak jodoh / situs pertemanan yang pernah diri ini ikuti beberapa tahun yang lalu. Diri ini sendiri tidak ingat karena lamanya, yang kuingat hanya semua kontak di email yang terdaftar di sana dikirimi secara otomatis dengan tulisan semacam yang tertulis di blog ini. Hal ini diriku ketahui dari teman yang mengirim balik postingan itu padaku. Pokoknya bikin males nulis dan enegh dengan keadaan blog ku.

Tapi lama tidak membuat coretan ada seberkas rasa kangen dengan dunia pertulisan, per postingan dan pengeblog-an ini. Dan momentnya diri ini merasa kehilangan saat melihat anak tetangga depan rumah yang merayakan ulang tahun di rumahnya. Tidak ada yang aneh dan salah dengan perayaan ulang tahun ini, namun yang membuat hati ini ikut merasa terenyuh dan terharu adalah anak tetangga dekat ini baru ditinggal kedua orang tuanya hampir berbarengan. Hanya selisih sekitar 3,5 bulan. Ibunya terlebih dulu terus disusul oleh bapaknya. Padahal usia tetangga dekat diri ini tidak beda jauh, malah bisa dibilang sepantaran. Tapi takdir berkata lain.

Malam ini merupakan kali pertama ulang tahunnya tanpa kehadiran orang tua. Dan hal ini yang membuat diri ini merasakan kehilangan yang sangat dalam. Jujur saja, tetangga ini merupakan tetangga yang dekat dengan ku. Dekat secara lokasi yang cuman depan rumah, dekat karena sering ngobrol diriku dan istriku, dekat karena membangun rumah dan menempatinya hampir bersamaan. Meskipun kami beda keyakinan tapi (menurut Sunnah Rasul) tidak menyurutkan ikatan kekeluargaan dan kerukunan bertetangga kami.

Biasanya almarhum orang tuanya kalau pas ada acara begini selalu memanggil kami sekeluarga untuk ikut merayakan. Tapi malam ini tidak, beda. Meskipun anaknya yang sedang ulang tahun meminta ijin untuk membuat keramaian di depan rumahnya. Tetapi kedekatan emonsial kami yang membuat diri ini ngerasa beda. Ya, saya cuman melihat aura yang berbeda dengan keadaan rumahnya. Kadang secara tidak sadar, diri ini merasakan bayangan almarhumah ibunya yang sedang melaksanakan aktivitas sehari2. Cuman sekedar bayangan meski diriku yakin bahwa perasaanku ini salah.

Mungkin diriku merasakan kehilangan tetangga dekat sampai-sampai tetap saja diriku beranggapan beliau  masih ada. Semoga itu hanya perasaanku saja.

Iklan

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: