Pengalaman Rebutan Produk Baru

2 Juni 2015

Bagaimana rasa pengalamam pertama dalam lelang / launching perdana produk baru secara online ?!? Diriku tidak pernah mengikuti lelang online untuk produk-produk baru karena biasanya dilakukan di hari kerja, namun tidak untuk kali ini. Ya hari ini diriku mencoba sensasi lelang (baca: rebutan beli) perdana produk baru gadget di situs jualan online. Mestinya hal itu sudah diriku rencanakan karena launchinya dilakukan pas hari libur dan diriku ada dirumah. Ya maklum, kalau pas hari kerja selalu saja ada kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan. Makanya jauh hari sebelumnya diriku sudah mendaftarkan email disana. Apalagi ada iming2bagi yang beruntung bisa mendapatkan gadgetnya gratis atau beli 1 dapat 2.

Dan tanpa ragu-ragu diriku sudah menyiapkan semuanya termasuk waktu (nongkrongin monitor plus menunggu detik-detik berganti menjadi jam 11 siang WIB) dan metode pembayarannya. LanjutGan Mbacanya

Iklan

Tilang Dan Samsat, Banyak Gak Beresnya

14 Desember 2014

Beberapa hari ini diriku sangat peka dan hampir bisa dikatakan sensi dengan keadaan yang menimpaku. Bagaimana tidak, diriku yang jarang berurusan dengan aparat pemerintahan, dalam minggu ini 2 kali berurusan dengan aparat pemerintahan dan keduanya berakhir dengan “ngedumel”. Dan tulisan ini juga mau meneruskan teori tentang habits customer, bahwa konsumen yang puas akan meneruskan cerita kepuasannya pada 1 orang, dan bila tidak puas akan menceritakan ketidakpuasannya pada 10 orang. Gak tahu berapa orang yang nyasar di blog ini, yang penting diriku nulis biar uneg-uneg dihati bisa keluar. ๐Ÿ™‚

Pertama, diriku akhir bulan kemarin sempat melakukan kesalahan dalam berlalu lintas. Ada larangan tidak boleh belok, diriku menerobos saja. Sialnya pas ada oknum polisi yang sengaja nyanggong / nunggu disana di tempat yang sedikit agak gelap. Jadinya diriku yang memang ngerasa bersalah tidak ada keinganan ataupun upaya agar bisa lolos. Begitupun saat oknum polisi itu menawarkan untuk sidang di pengadilan. Aku sih iya saja karena memang salah dan memang tidak ada niatan untuk damai karena kupikir mending uangnya masuk negara dari pada masuk ke oknum tersebut. Setelah selesai nulis di surat tilangnya sang oknum polisi tersebut dengan entengnya bilang, “Eman-eman uangnya pak (untuk bayar denda pengadilan)”. AS* begitu kataku dalam hati, daripada masuk kantongmu, mending masuk negara.

Aku bukan idalis untuk urusan semacam ini, karena diriku juga pernah “terpaksa berdamai” saat tertangkap oknum polisi sewaktu lewat marka jalan di perjalanan Jawa-Bali beberapa tahun yang lalu. LanjutGan Mbacanya


Belajar Ikhlas

4 April 2014

Alhamdulillah dalam beberapa minggu ini diriku bisa berlalu lintas dengan baik dan (terpaksa) benar. Bagaimana tidak, karena setiap berangkat kerja diriku tidak pernah melaju dengan Verzaku melebihi kecepatan 40Km/jam. Saat diriku mencoba laju sampai 50Km/jam cuma beberapa detik, langsung saja bukaan gas aku kurangi. Efeknya diriku bisa menyaksikan bagaimana perilaku berlalu lintas orang-orang yang sedang berangkat kerja di pagi hari. Tidak ada yang tidak ngebut dan saling cepat antara satu dan lainnya. Lho memangnya kenapa dengan verzaku sehingga tidak bisa melaju melebihi 50Km/jam ?!?

LanjutGan Mbacanya


PLN Bersih ?!?

27 Oktober 2013

Tulisanku ini tidak ada sangkut pautnya dengan event yang sedang atau sudah dilaksanakan oleh blogdetik namun sekedar curhatan setelah membaca beberapa tulisan di blog tentang PLN. Bukan akrena diriku seorang banci kontes ย atau sebutan yang senada untuk menandai bahwa blogger itu memang cuma beraninya sekedar corat-coret tanpa mau dinilai bobot dari tulisannya, Bagiku gak masalah. Karena memang diriku nulis blog itu bukan untuk pesanan ataupun menuruti kemauan pihak tertentu. Ya itung-itung sedikit idialis meskipun hal itu akan berbenturan dengan kebutuhan pulsa modem ๐Ÿ˜† **sedikit ngakak**

Tapi memang tulisan ku kali ini ada hubungannya dengan slogan ataupun kampanye yang sering di dengung-dengungkan oleh pihak PLN. “PLN bersih NO SUAP“. LanjutGan Mbacanya


Pengalaman Bermain di Circus Waterpark

9 Maret 2013

Seperti yang sudah kami sekluarga rencanakan di hari minggu tanggal 3-3-2013 kami bermain di wahana bermain air yang ada di bilangan Kediri Tuban Kuta Bali. Bukan di waterboom yang sudah beberapa kali diri ini kunjungi namun ada satu wahana baru tempat bermain air. Namanya circus water park. Terus terang saja, kunjungan ini semestinya tidak ada dalam angan ku namun beberapa hari yang lalu ada sales dari circus water park yang berkunjung di areal perumahan kami menawarkan kartu diskon / voucher yang bisa kami pergunakan disana hany dengan membeli seharga 150ribu.

Pertamanya langsung diri ini tolak, namun setelah sang sales berjuang dengan menerangkan panjang lebar kali tinggi, akhirnya diri ini tertarik juga. Dengan diselingi rasa kasihan padsa salesnya sebuah voucher masuk kami ambil. Karena bisa kami pergunakan sampai akhir maret 2013, begitu penjelasan dari sang sales. Dan hai ini kami mengunjungi kesana.

Secara ovel all wahana air ini masih dibawah water boom yang sudah mashur itu, ya maklum saja dari harga ticket masuknya memang masih bisa terjangkau dengan kantong orang lokal. Beda dengan water boom yang memang di khususkan untuk orang asing. Dan saat kami masuk di area wahana air ini, memang rasa dan bau orang lokal terasa banget. Ada juga sih orang asing (bule) namun hanya satu-dua dan saat kemarin yang bertemu dengan diri ini adalah bule yang masuk bersama rombongan orang lokal. Padahal kebanyakan tempat hiburan yang ada di daerah Bali, selalu kebanjiran dengan kunjungan orang asing.

Mereka bertiga yang ku ajak bermain

Mereka bertiga yang ku ajak bermain

bermain sendiri sambil basah kuyub

bermain sendiri sambil basah kuyub

Dan ada lagi rasa lokal yang sangat terasa sekali saat bermain di dalam wahana air ini. Ban (pelampung) yang digunakan bermain di dalam wahana air ini sangat kurang. Diri ini tidak tahu berapa yang di sediakan oleh pengelola circus water park, namun yang jelas semenjak diriku sekeluraga memasuki wahana ini, kami harus kesana kemari mencari ban itu. Tempat gantungan ban itupun kosong dan yang akan menggunakan ban harus rela mencari dan antre kepada yang sedang menggunakan.

Oknum lokal itu, baru didekati saja langsung ban di bawa ngacir

Oknum lokal itu, baru didekati saja langsung ban di bawa ngacir (padahal gak dipakai)

Meski tidak dipakai tetap tak rela di ambil orang lain, tetap saja di pegang

Meski tidak dipakai tapi tak rela di ambil orang lain, tetap saja di pegang

Ada kejadian lucu dan kejadian ini menandakan rasa orang lokal banget. Bagaiaman tidak, saat diri ini mencari posisi yang pas dengan menggunakan kamera HP untuk mengambil moment bagus pada anak-anakku, dan itu mengharuskan diriku berjalan ke tengah kolam. Dan saat itu ada seorang bapak dengan keluarganya melihatku dengan sinis saat diriku berjalan ke tengah kolam. Setelah berlalu sambil mendorong ban anaknya dia masih sempat menarik ban kosong yang sudah tidak dipakai lagi. Eh…. ternyata dia takut diriku mengambil ban pelampung yang kosong padahal ban itu maunya masih digunakan lagi sampai wahana bermain ini tutup ๐Ÿ˜ฏ :mrgreen:

Dan bagi diriku, kelakuan seperti ini sangat kental sebagai budaya orang Indonesia sekali. Karena yang seperti ini memang tipikal orang Indonesia, maunya gratis, kalau disuruh membayar pasti tidak mau, kalaupun mau membayar, seakan-akan semua mau digunakan dan di miliki nya.

Satu lagi yang masih di memory kepalaku, yaitu parkir di wahana circus water park itu menggunakan jasa dari secureparking dan bukan parking yang dikeuarkan oleh pemda setempat. Tahu kan secureparking ?!? itu loh perusahaan parkir yang dari negara aborigin sana. Dan karena sudah go international mereka mempunyai lahan parkir yang dikelola dengan menyewa tempat pada orang lokal. Dari secureparking inilah timbul rasa aneh dalam diriku. Maklum saja sampai saat ini diriku tidak pernah menggunakan jasa parkinr seperti itu.

Mestinya tidak ada yang salah dengan parkir dengan manajemen parkir itu, namun karena tidak penah menggunakan jasa parkir yang menggunakan sistem per jam begitu membuat aku terkaget saat mengambil motor untuk pulang. Karena rupiah yang diri ini bayar sampai 8000 untuk parkir sepeda motor. Apa gak kaget ๐Ÿ˜ฏ di waterboom saja tidak menggunakan parkir seperti itu, dari awal berdiri sampai sekarang masih free parkir. Karena beberapa kali diri ini bermain air disana.

narsis dulu di depan circus water parknarsis dulu di depan circus water park

Narsis di depan circus water park

Itulah pengalaman pertama kali diri ini bermain di wahana air circus water park. Jadi kalau ada sahabat yang mau bermaian disana bisa mendapat sedikit gambaran dan tidak terkaget-kaget seperti diriku ๐Ÿ˜†


Menghadiri Penandatanganan MoU Astra Honda

30 November 2012

ternyata tidak satupun diri ini menemukan sesosok wajah Blogger

Tidak seperti biasanya diri ini mewakili bengkel tempat diri ini bekerja menghadiri dalam acara penandatangan MoU antara PT. Astra Honda dengan SMK. Tepatnya SMK PGRI 2 Mengwi Badung Bali. Program ini sudah yang kesekian kali dilakukan oleh PT. Astra Honda sebagai tanggung jawab CSR dan sebagai tranformasi tekhnologi dari dunia industri ke dunia pendidikan. Program ini sudah dilakukan dari Sabang sampai Merauke, namun di provinsi Bali merupakan kali pertamanya. Meskipun ada dua kandidat yang sempat dilirik oleh manajemen PT. Astra Honda pusat, namun karena satu dan lain hal ternyata SMK PGRI 2 Badung ini memang layak untuk mendapatkannya.

Acara dimulai dengan tarian penyambutan selamat datang yang di suguhkan oleh 3 orang siswi yang dilanjutkan dengan sambutan dari kepala sekolah SMK Drs. I Gusti Ketut Sukadana M.Pd yang menerangkan bahwa ini merupakan kali kedua penandatangan MoU dengan PT. Astra Honda setelah tanggal 1 Oktober 2002 melakukan kerjasama untuk memulai jurusan tekhnik otomotif kelas sepeda motor. Dan pada hari ini tanggal 30 November 2012 kerja sama ini di tingkatkan lagi dengan pemberian berbagai fasilitas penunjang praktek.

LanjutGan Mbacanya


(Tips) Belanja Online Lagi

15 November 2012

Benar-benar diluar ekspektasiku dalam berbelanja online

Bagaimana menurut sahabat pengalaman berbelanja itu โ“ mungkin untuk sahabat wanita, yang namanya sesi berbelanja itu adalah hal yang paling menarik dan menantang. Tapi tidak bagiku. Karena bagi diri ini yang namanyaberbelanja itu hal yang sangat membosankan dan melelahkan. Tidak untuk berbelanja busana dan keluarga, namun berbelanja barang tehknik dan elektronik bagi diri ini sama saja. Sama capeknya karena harus berputar seperti gangsing untukmencari produk yang akan kita cari. Sudah dapat pun akan kesulitan mencari informasi produk dan membandingkan dengan toko sebelah yang menjual barang yang sama.

Kalau sahabat yang bertempat tinggal di kota besar semisal Jakarta, Surabaya,Yogya dan kota besar lain nya dalam urusan mencari informasi pembanding sebelum berbelanja bisa dilakukan dengan mudah. Namun untuk orang seperti diri ini yang tinggal di pelosok kampung dan di pojokan kamar, hal itu sangat susah. Apalagi diri ini tidak ada bakat dan tidak merasa enjoy saat jalan-jalan di mall (yang akan menambah dosa maksiat mata). Namun hal itu sedikit berubah saat diri ini mengenal internet. Karena seringnya browsing dan searching kemana-mana, jadinya sedikit tahu tentang informasi beberapa produk yang ada di pasaran.
LanjutGan Mbacanya