Millad Labib I

1 Februari 2013

Lama tidak menulis tentang perkembangan anakku yang ragil, akhirnya malam ini diri ini sempatkan menuliskan meskipun dengan agak tergesa-gesa. Sampai jadwal yang sudah tersusun seminggu yang lalu, dibatalkan demi menenangkan pikiran dirumah. πŸ˜† bukan karena apa, namun hari ini anakku sudah genap setahun. Tak terasa memang, dan selama setahun ini haruis aku akui bahwa gairah menulisku juga berkurang banyak. Karena sebagian besar waktu yang ada lebih banyak dipergunakan untuk mengendong serta momong. Sayang rasanya melewatkan waktu tanpa melihat kelucuan si Labib yang semakin tidak bisa diam.

Menelusuri kembali perkembangannya, seakan diri ini bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Nya. Bagaimana tidak, anakku yang ketiga ini besar dengan tidak mendapatkan suntikan vaksinasi apapun. Dan syukurnya lagi, kami (bapak-ibunya) tidak merasa was-was dan takut seperti yang kami alami pada anak pertama dan kedua. Takut dan was-was akan diserang penyakit yang tidak di imun kan kepadanya. Nyatanya dan alhamdulillah Labib tubuh dengan pesat, lincah, cepat tanggap dengan apa yang dilihatnya. Jadi jangan sampai dia melihat sesuatu yang jelek (kelakuan), karena itu pasti akan ditiru. LanjutGan Mbacanya

Iklan

Sudah 6 Purnama Berlalu

30 Agustus 2012

Hari ini Kamis Legi tanggal 30 Agustus 2012, tepat sudah 6 bulan kalender Bali anakku yang terakhir lahir di dunia. Menambah ramai kegaduhan dalam rumah tanggaku. Tepat hitungan dalam kalender Bali yang menggunakan hitungan bulan, sekarang sudah 6 bulan. (satu bulan 35 hari, berdasarkan nama hari dan nama pasaran) Dan tidak terasa sekarang anakku itu sudah bisa duduk sendiri. Meskipun belum bisa makan dengan bubur kasar / nasi tim. Namun hal itu tidak membuat pertumbuhan anakku terhambat.

Dari lahir sampai sekarang baru sekali ke dokter (Alhamdulillah tidak pernah sakit) karena sakit panas (radang) karena terkena debu. Sayangnya dari usia 2 minggu sampai sekarang dia menjadi anak kaleng, karena ASI yang di khususkan untuknya (dari ibunya) tidak keluar sama sekali. Tidak tahu ini karena faktor usia dari ibunya atau karena faktor persalinan yang tidak normal (operasi caesar) namun yang jelas, di awal-awal kelahiran nya sudah dicoba dengan memompa ASI namun tetap tidak bisa keluar. Untungnya sehat, meskipun ada rasa was-was karena sudah mantap pilihan ku untuk tidak memberi racun dalam tubuhnya.
LanjutGan Mbacanya


Ini Pendapatku, Apa Pendapatmu ?

17 Februari 2012

Cukup sudah kebodohan yang sudah kami lakukan, dan untuk si Labib diri ini akan menjaganya

Tidak terasa Labib sudah berumur 17 hari, berarti sudah setengah bulan lebih anggota keluargaku bertambah satu. Saat mengendong Labib kadang diri ini terkenang saat 17 tahun yang lalu. Saat itu diri ini baru mempunyai anak pertama dan diri ini memang tidak mengerti bagaimana seharusnya memprotect anak dengan baik dan benar. Jadinya diri ini membiarkan anak kami (yang pertama dan kedua) terkana virus yang tidak tahu dari mana asalnya. Kalau teringat masa itu, sepertinya diri ini koq tidak sayang dengan anak πŸ˜₯

Orang tua mana yang tega membiarkan anak tercemari oleh virus penyakit dan akan berdampak dalam sisa kehidupan nya, seumur hidup ❓ ❗ ❓ πŸ˜• . LanjutGan Mbacanya


Selamat Datang Labibku

5 Februari 2012

Lahir, mati, rejeki, dan jodoh adalah hak preogatif dari Sang Khalik. Manusia hanya bisa berusaha namun hasil ahkir tetap ada pada Nya. Seperti apa yang diri ini rencanakan. Semua buyar meskipun sudah dimatangkan sedemikian rupa. LanjutGan Mbacanya


Sudah Dekat Waktunya

9 Januari 2012

sering di bibir diri ini mengucapkan syukur atas nikmat Nya namun pas menemui jalan yang membuat pikiran mandeg selalu saja ada bisikan aneh yang terdengar di telingga

Semenjak diri ini postingkan tulisan ini, semenjak itu pula tidak pernah sekalipun lagi diri ini mengulas perkembangan sang jabang bayi. Bukan karena tidak sreg tapi ada rasa malu untuk mengutarakan secara global diblog. Mengingat diri ini sudah mempunyai 2 titipan amanah Nya dan sekarang saat memasuki usia yang tidak muda lagi, diri ini masih diberikan amanah lagi. Tidak ada kata yang bisa diri ini ucapkan selain kata syukur alhamdulillah.

Namun praktek nya dalam menjalani kehidupan sehari-hari, diri ini selalu saja tidak bisa dengan ikhlas menerima LanjutGan Mbacanya


Aku Melihat Darah Di Tanganmu

9 Juli 2011

sang dokter yang berkedok dan bedandan baju putih tapi tanganya berlumuran darah pembunuhan

Begitu namanya dipanggil, langsung masuk segerombolan orang (ada sekitar 6 orang, 4 cewek 2 cowok) kedalam kamar periksa. Padahal dari sekitar 30 menitan yang lalu aku duduk di bangku besi dingin di ruang tunggu itu, yang masuk untuk periksa paling banyak 2 orang, laki perempuan dan paling lama di kamar periksa cuma 10 menit. Dari kemesraannya saya tahu bahwa mereka pastilah suami istri sama seperti diriku yang antri di dokter kandungan dan kebidanan (obstetrician gynecologist).

LanjutGan Mbacanya


Akur Dan Tengkar Sudah Biasa

11 April 2011

Setelah sekian lama aku ikutan adalam acaranya Jeng Fitrian namun sampai kemarin2 belum juga mempostingkan artikel untuk di ikut sertakan dalam acara tersebut.

To the point saja. Saya mengambil kebersamaan anak-anakku dalam beberapa rentang waktu. Namun semoga dengan sedikit gambar ini bisa mengambarkan betapa dekatnya mereka meskipun sering juga mereka bertengkar πŸ˜† LanjutGan Mbacanya