YKS = Yuk Kita (ganti) Saluran

5 November 2013

Meski diriku dalam keluarga sebagai kepala keluarga, namun dalam satu dua hal diriku tidak selalu kompak dan hampir tidak pernah kompak dalam selera melihat acara di televisi. Bukan diriku selalu meminta selalu menang dalam pemegang kekuasaan remote tapi diriku memang jarang menonton acara TV. Bukan tidak demen dengan hasil ciptaan dan kreasi anak negeri tetapi diriku memang tidak merasa ada sisi positif dari acara2 yang ada di TV. Semua bagiku serasa sampah pesanan dari pemegang uang untuk mengangkat citra diri pirbadinya masing-masing. Sinetron… ?!? maaf diriku tidak pernah tahu  jadwal dari berjibun sinetron anak negeri yang banyak mengajari kepalsuan. Berita….. ?!? kadang diri ini masih menyempatkan waktu untuk sekedar menenggok kala ada berita yang sedang hangat hangat tai ayam. Sedang acara humor sekarang di TV sedang naik daun, diri ini cuam ngintip saat anak istri tergelak tertawa, cuma ngintip dari balik tembok. Dan ini yang menjadi ide tulisanku kali ini.

Siapa yang tidak tahu acara humar sitkom YKS ❓ terus terang diriku tidak pernah tahu sejarahnya dan tidak pernah nonton acara ini LanjutGan Mbacanya


PLN Bersih ?!?

27 Oktober 2013

Tulisanku ini tidak ada sangkut pautnya dengan event yang sedang atau sudah dilaksanakan oleh blogdetik namun sekedar curhatan setelah membaca beberapa tulisan di blog tentang PLN. Bukan akrena diriku seorang banci kontes  atau sebutan yang senada untuk menandai bahwa blogger itu memang cuma beraninya sekedar corat-coret tanpa mau dinilai bobot dari tulisannya, Bagiku gak masalah. Karena memang diriku nulis blog itu bukan untuk pesanan ataupun menuruti kemauan pihak tertentu. Ya itung-itung sedikit idialis meskipun hal itu akan berbenturan dengan kebutuhan pulsa modem 😆 **sedikit ngakak**

Tapi memang tulisan ku kali ini ada hubungannya dengan slogan ataupun kampanye yang sering di dengung-dengungkan oleh pihak PLN. “PLN bersih NO SUAP“. LanjutGan Mbacanya


Cerita Si Bawang Putih

10 Maret 2013

Kondisi ini sama dengan membunuh ….

Sudah menjadi kebiasan istriku bilamana setelah belanja kebutuhan sehari-hari di warung dekat rumah, pulangnya menceritakan tentang kondisi harga-harga yang selalu berubah. Dan berubahnya ini jarang berubah menjadi lebih kecil angka nominalnya tetapi selalu berubah menjadi lebih besar. Setelah daging sapi, telur, ayam, dan terakhir yang menjadi ceritanya adalah bawang putih. Bukan bawah putih yang selalu menerima perlakuan tidak manusiawi dari saudaranya si bawah merah namun harga bawang putih yang sudah melangit.

Padahal sekitar setahun yang lalu, bawang putih sampai pada harga yang sangat murah. Saking murahnya, sampai semua bumbu masak yang menggunakan bawang sebagai bahannya istriku menggunakan bawang putih tanpa ada bawang yang lain LanjutGan Mbacanya