Maafkan Diriku

22 Juli 2012

Rasa sesal selalu saja datang di akhir cerita, ….. begitu pula yang terjadi pada diri ini. Mungkin karena pongah sesaat, menjadikan hal ini terjadi. Padahal happy ending yang terbayang manakala melihat mereka, kelompok pengajian remaja yang beberapa tahun lalu diri ini bentuk mengadakan acara dengan inisiatif sendiri tanpa ada intervensi dari kelompok bapak-bapk. Sesal itu terjadi karena tidak bisa ikut menghadiri kegitan mereka dalam bulan puasa ini. Kegitan buka bersama dengan anak yatim yang di rencanakan, di agendakan, di jadwalkan dan di laksanakan oleh mereka.

Memang kuakui bahwa kelompok pengajian remaja diri ini bentuk manakala masih dipercaya sebagai ketua pengurus seperti yang pernah ditulis disini. Dengan berkembangnya waktu, ada saja suara miring yang terdengar dari jamaah yang lain tentang kegiatan ini. LanjutGan Mbacanya


Emansipasi Yang Diinginkan Kartini

21 April 2012

Sekarang tepat tanggal 21 April, dimana masyarakat Indonesia telah di”doktrin” dari jaman sekolah dulu bahwa Kartini adalah pendobrak serta pahlawan perempuan di negeri ini. Gara-gara Kartini lah sekarang banyak perempuan bisa sukses karier di luar rumah dengan meninggalkan keluarga. Karena Kartini lah banyak pekerjaan yang dulu hanya untuk kaum lelaki sekarang sudah menjadi pekerjaan kaum perempuan. Juga gara-gara Kartini jua lah sekarang banyak ibu rumah tangga pergi meninggalkan keluarganya hanya untuk mencari penghasilan.

Tidak ada yang salah sih dengan semua ini namun dalam hati kecilku, apa memang yang seperti ini yang di inginkan oleh Kartini dalam mencari ilmu seluas-luasnya ?!? karena dalam konteks jaman dulu yang bisa bersekolah hanya kaum leki-laki. LanjutGan Mbacanya


Kekerasan Dalam Rumah Tangga

21 April 2011

Bertengkar dalam keluarga itu bagiku sesuatu yang wajar dan lumrah. Saya sendiri pernah melakukan. Paling kalau saya sedang panas sekali, lebih baik diam

Keluarga semestinya bisa menjadi tempat untuk menghilangkan penat setelah kita seharian beraktifitas di luar rumah. Keluarga semestinya bisa menjadi pelabuhan tempat kita berbagi cerita sedih dan senang saat di luaran. Keluarga semestinya bisa menjadi obat saat hati kita sedang gundah gulana, tentunya semua itu dengan bantuan pasangan kita. Karena dengan pasangan kitalah baik buruk nya diri ini bisa kita umbar. Bukan karena vulgar-vulgar an namun untuk saling melengkapi.

Itu yang (mungkin) dilupakan oleh tetangga saya, karena hampir tiap hari selalu saja ada pertengkaran di antara mereka. LanjutGan Mbacanya