Tilang Dan Samsat, Banyak Gak Beresnya

14 Desember 2014

Beberapa hari ini diriku sangat peka dan hampir bisa dikatakan sensi dengan keadaan yang menimpaku. Bagaimana tidak, diriku yang jarang berurusan dengan aparat pemerintahan, dalam minggu ini 2 kali berurusan dengan aparat pemerintahan dan keduanya berakhir dengan “ngedumel”. Dan tulisan ini juga mau meneruskan teori tentang habits customer, bahwa konsumen yang puas akan meneruskan cerita kepuasannya pada 1 orang, dan bila tidak puas akan menceritakan ketidakpuasannya pada 10 orang. Gak tahu berapa orang yang nyasar di blog ini, yang penting diriku nulis biar uneg-uneg dihati bisa keluar. 🙂

Pertama, diriku akhir bulan kemarin sempat melakukan kesalahan dalam berlalu lintas. Ada larangan tidak boleh belok, diriku menerobos saja. Sialnya pas ada oknum polisi yang sengaja nyanggong / nunggu disana di tempat yang sedikit agak gelap. Jadinya diriku yang memang ngerasa bersalah tidak ada keinganan ataupun upaya agar bisa lolos. Begitupun saat oknum polisi itu menawarkan untuk sidang di pengadilan. Aku sih iya saja karena memang salah dan memang tidak ada niatan untuk damai karena kupikir mending uangnya masuk negara dari pada masuk ke oknum tersebut. Setelah selesai nulis di surat tilangnya sang oknum polisi tersebut dengan entengnya bilang, “Eman-eman uangnya pak (untuk bayar denda pengadilan)”. AS* begitu kataku dalam hati, daripada masuk kantongmu, mending masuk negara.

Aku bukan idalis untuk urusan semacam ini, karena diriku juga pernah “terpaksa berdamai” saat tertangkap oknum polisi sewaktu lewat marka jalan di perjalanan Jawa-Bali beberapa tahun yang lalu. LanjutGan Mbacanya

Iklan

Mumetnya Jadi Panitia Kurban

11 Oktober 2013

Tak terasa sekarang sudah memasuki bulan Dzulhijah atau yang banyak orang sebut dengan bulan Haji. Dan pada tahun ini ada 2 kolega saya yang berangkat menunaikan rukun Islam ke 5 yaitu ibadah haji di Mekkah. Dan mereka berdua menjadikan diriku beserta istri sebagai panitia inti dalam acara walimatul hajj bil syafar. Yang menurutku acara itu tidak sepatutnya diadakan secara besar2an seperti itu, namun karena sudah menjadi niat shohibul bait, diriku yang dimintai tolong ya menolong sesuai dengan kemampuan. Kalau di ukur dengan nilai rupiah sekarang, acara itu (yang tidak termasuk dari rukun ibadah haji) cukup memnghabiskan uang, tenaga dan pikiran. Tapi ya wes gak popo, lha itu sudah diyakini benar oleh mereka. Kalau diriku diberi kesempatan menunaikan ibadah itu, tidak akan diadakan seperti itu. Paling tasyakuran biasa. Do’akan saya ya 😉 dan semoga ke2 kolega ku dijadikan haji yang Mabrur.

Dan seperti biasa, dalam bulan haji ini selalu ada kesibukan yang menyita di kepengurusan pengajian di komplek rumahku. Terus terang, sudah beberapa tahun ini diriku selalu sibuk sebagai panitia inti. Dari sebelum hari H sudah kerja menawarkan dan mengajak jamaah yang mampu untuk berkurban di lingkungan dan pengajian di komplek perumahan. Mendata keluarga yang berhak menerima LanjutGan Mbacanya


Tidak Ikhlas Lagi

18 Maret 2012

Setiap pekerjaan itu tergantung niatnya, itu mungkin sepenggal terjemahan kasar hadist nabi yang selalu diri ini ingat. Dan setiap hal yang diri ini lakukan di tempat kerja memang diri ini landasi dengan penggalan hadist ini. Namun apa yang diri ini sangkakan pada semua orang dan teman yang dekat lingkungan pekerjaanku, tidak bisa melihat ini dengan sudut pandang diri ini. Malah kebanyakan mereka melihat dari sudut pandangan yang berlawanan dengan dengan apa yang selama ini diri ini niatkan dan hal ini tidak pernah diri ini bayangkan sebelumnya. 😦

 

Padahal (lillahi ta alla) apa yang diri ini kerjakan ini memang betul hanya untuk membantu rekan kerja yang  repot. lanjutGan Mbacanya


Nafsu Besar Tenaga Kurang

24 April 2011

seperti orang mau membeli mobil padahal belum bisa menyetir tapi maunya membeli truk tronton

Mungkin itu cocok mengambarkan nafsu keinginan seorang teman ku yang dalam beberapa hari sibuk bertanya kepada semua teman yang ditemui. Pertayaannya mestinya tidak terlalu rumit namun karena interval bertanyanya yang lumayan sering sampai membuatku sedikit asal-asalan dalam menjawabnya. Pertayaan nya itu mengenai barang yang akan di beli, yaitu hape atau laptop. Mana yang lebih penting ?!?.
LanjutGan Mbacanya


Sahabatku Sakit Kronis

28 Februari 2011

Ya Allah SWT, berikan lah kesembuhan pada keluarga sahabat dan saudara kami serta kuatkanlah mereka dalam menjalani cobaan yang Engkau berikan

Saya mengenalnya belum begitu lama, sekitar pertengahan bulan Desember 2010. Saat itu saya akan mengadakan hajatan sunatan anak saya, dan saya sebagai seorang tetangga yang bereselahan rumah dengan nya meminta ijin untuk sedikit menganggu ketenangan. Saya bertandang kerumahnya dan mengutarakan maksud hajatan saya tersebut. Baru saat itulah kami (saya dan istri) mengenal tetangga baru kami yang menempati rumah sebelah.

Saat pertama mengenal keluarga tersebut, kami merasakan kehangatan dalam bercerita. LanjutGan Mbacanya


Penipuan Lagi

19 Januari 2011

kepada semua sahabat blogger agar hati-hati saat menerima tawaran untuk menjadi agen pulsa

Weleh weleh, setelah ramai dengan SMS mama yang senengnya minta pulsa, sekarang ada lagi trend cari duit dengan penipuan gaya baru. Kenapa saya bilang gaya baru ❓ karena memang benar2 baru dan belum sesemarak SMS mama. Penipuan itu masih mengunakan jalur SMS namun mengunakan cara dan modus yang canggih. Mereka menawarkan menjadi agen pulsa dengan harga voucher yang jauh lebih murah dari agen pulsa elektrik yang ada. Lho Sugeng koq tahu lebih murah ❓ lha iya lha wong aku kan jualan pulsa elektrik, jadi tahu berapa ongkos yang di keluarkan untuk satu kali transaksi. (ngiklan sedikit gak papa kan 😆 ) LanjutGan Mbcanya


Hebatnya Blogwalking

17 Juli 2010

”Kalau ingin trafic blognya ramai, rajin-rajinlah blogwalking”

Sudah 3 hari ini saya selalu full online di rumah dari pagi sampai malam. Bukan karena saya sudah full time untuk mengarungi dunia di dunia maya ini untuk tujuan bisnis. Tapi karena saya sedang tersandung masalah (sesuai dengan psotinagnku yang kemarin). Sekarang dengan mata bengkak aku mencoba menyapa teman2 narablog dengan salam hangat dan jabat erat selalu.
Baca entri selengkapnya »