Jabatanku, Ambillah !!

17 Februari 2013

Karena cobaan itu datangnya (dimulai) saat kita merasa berhasil keluar dari cobaan itu sendiri

Jabatan itu bukan sesuatu yang harus dipertahankan secara mati-matian. Karena jabatan itu memang bukan milik kita. Malah kalau orangnya ngerti agama maka, jabatan itu malah merupakan suatu cobaan yang maha berat yang harus bisa kita pertanggungjawabkan. Karena bilamana seseorang memagang jabatan, maka syiton pertama yang akan membisiki kata-kata hasutan adalah dirinya sendiri. Maka tidak selayaknya kita mempertahankan sambil memegang erat seakan-akan tidak rela kalau jabatan itu beralih kepada orang lain.

Apalagi jabatan sekelas RT (maaf bukan bemaksud merendahkan seorang ketua RT, hanya sebagai contoh), dipertahankan mati-matian saat masa jabatan itu hampir habis. Biasalah orang Indonesia, saat mau turun selalu mencari cara agar bisa duduk manis lagi pada kursi itu. Ada yang bilang konspirasi, politik sengkuni, berbuat makar dan lain sebagainya. LanjutGan Mbacanya


Pacitanku Jangan Centrang Dia

4 April 2010

Tulisan ku ini tidak mewakili suara dari manapun hanya sekedar suara gumananku dalam hati namun jelas terbaca 😆
kalaupun nanti ada kalimat yang tidak baik, lebih baik abaikan saja 😀

Kota Pacitan merupakan kota yang sering aku datangin untuk pulang kampung. Padahal kampungku sendiri adalah Surabaya. Kenapa sering aku datangin ❓ 😕 tak lain dan tak bukan alasan nya adalah disanalah istriku lahir dan besar. Dan disana pula anakku yang pertama mengenyam pendidikan di pondok pesantren Tremas.
Baca entri selengkapnya »