Hati-hati Dengan Ayam Betutu

8 Juni 2015

Kejadian ini diriku alami kemarin siang  saat diundang dalam acara khitanan. Karena khitan diriku juga yakin saja bahwa makanan yang di hidangkan adalah makanan yang halal dan toyib. Pastinya sang sohibul hajat pasti muslim dan tahu makanan apa saja yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan oleh orang muslim, termasuk diriku. Dan yang diundang secara khusus dalam acara walimatul khitan ini adalah majelis taklim Al-Ikhlas, kecamatan Kediri kabuaten Tabanan (kelompok pengajian perumahaanku dimana diriku juga bagian dari jamaahnya). Mestinya sang sohibul hajat menyediakan makanan yang memang boleh dimakan oleh orang Islam (halal dan toyib) LanjutGan Mbacanya


Karena Miss World Aku Beruntung….

6 September 2013

dengan miss world ini aku bisa melepas fitrahku yang tidak terkendalai itu menjadi sesuatu wajar

Sedang marak dibicarakan tentang perhelatan missworld yang akan diadakan di pulau Baliku. Kenapa hal ini masih saja di peributkan oleh mereka ?!? ada yang pro dan ada yang kontra. Semua menyodorkan segala teori dan ajaran menurut keyakinannya sendiri-sendiri. Gak tau yang benar yang mana namun semua teori dan ajaran itu diperlihatkan seolah-olah sudah diamini oleh sekian banyak orang. Seolah-olah itu juga disetujui oleh diriku. Namun sesungguhnya tidak. Aku melihat ajang miss-missan itu menurut kaca mataku sendiri.

Saya laki-laki normal tentunya dan tidak munafik kalau memang senang melihat yang indah-indah. LanjutGan Mbacanya


Renungan Ghazwul Fikri

26 Juli 2013

 mereka yang diserang tidak menjadikan mereka yang menyerang sebagai musuh malah cenderung menjadikan idola

Setelah membaca imail yang di forward oleh teman di akun imel gratisan yang sudah menemani semanjak pertama kali kenal internet, dirku jadi berpikir bahwa memang sekarang ini yang namanya ghazwul fikri sedang berkecamuk melanda manusia Indonesia yang mayoritas muslim. Ya ghuzwul fikri, atau biasa disebut perang pemikiran atau invansi nalar. Karena orang Indonesia yang mayoritas muslim ini apabila di perangi secara kasat mata dengan mengangkat senjata, dari pemimpin sampai rakyatnya akan melawan mati-matian sampai darah penghabisan.

Namun bagaimana kalau manusia Indonesia di perangi secara pelan pikirannya ?!? tentunya mereka tidak akan sadar bahwa sedang diserang secara ideology nya secara perlahan-lahan sampai suatu saat yang benar di salahkan dan yang salah di benarkan.

Teringat permainan di sekolah (ataupun di sebuah acara training untuk menghilangkan rasa kantuk) sang guru / instruktur maju kedepan untuk memulai permainan. Sambil mendekat papan tulisan, tangan kanan memegang spidol dan tangan kiri memegang penghapus. Ssang guru berkata pada muridnya, “ Kalau tangan kanan diangkat ucapkan secara serentak SPIDOL !! dan apabila tangan kiri diangkat ucapkan dengan keras PENGHAPUS !!” “Mengerti semua ?!?” maka murid2 dengan serentak berteriak “MENGERTI BU !!”

Maka permainan pun dimulai. Tangan kanan diangkat, “SPIDOL !!” tangan kiri diangkat “PENGHAPUS!!” begitu seterusnya sampai beberapa kali. Dan selama itupun selalu benar. LanjutGan Mbacanya


Maaf Ini Tidak Dijual

13 Maret 2013

masih banyak cara mencari mencari duit yang lebih halal dan barokah dari pada mencari keuntungan diri sendiri namun akan membuat kerusakan

Sehari-hari biasanya istriku lebih banyak di rumah menjalankan fungisnya sebagai ibu rumah tangga. Dan dalam mengisi kesibukan di rumah selain merawat labib, istriku membuka usaha laundry skala kecil dan berjualan jajanan anak-anak di depan rumah. Segmen pasaranya sih gak terlalu muluk-muluk karena kalau laundry nya super dumper ramai malah dia tidak bisa menghandle sendiri. Kalau jualan jajanan itu hanya untuk anak-anak yang sering main dan nongkrong di depan rumah. Ya pokoknya asal tidak bengong saja, dia sudah senang. Bagiku sih gak masalah, asal dia masih bisa menangani tanpa meninggalkan tugas pokonya sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Namun beberapa hari yang lalu (tepatnya seminggu) diriku menyembunyikan barang dagangan yang ada di lapak jualan istriku. Mestinya sih bukan barang dagangan istriku, LanjutGan Mbacanya


Menikmati Keterpaksaanku

29 Oktober 2012

Yang terpenting adalah bagaiman kita bisa menjalani dengan rasa syukur dan bisa menikmati tanpa membuat gundah gulana dalam hati

Setelah sekian lama akhirnya ada juga kesempatan untuk mengerakan jari jemari diatas keyborad lagi. Padahal sekarang sehari-hari diri ini juga selalu berhubungan dengan keyborad. Saking seringnya interaksi dengan keyborad di tempat kerja, diri ini sampai negh kalau melihat deretan huruf dan angka QWERTY.

Memang sudah sedari awal tahun ini diri ini mendapat job baru yang mengharuskan selalu berhubungan dnegan keyborad di tempat kerja dan saat diluar kerja (rumah) untuk mengirim laporan. Kalau yang di rumah sih tidak terlalu membuat “nafsu” ngetik berkurang karena diri ini niatkan sekalian online dan bisa jalan-jalan di dunia maya. Tetapi yang di areal kerja ini yang membuat selera online ku berkurang banyak bahkan sirna. 😦

Diri ini gak habis pikir, bagaimana caranya sahabat blogger bisa membuat postingan yang idenya diambil dan dibuat di tempat kerja. Karena diri ini pernah mencoba berhadap-hadapan dengan PC dan netbook di tempat kerja (dan diselingi dengan berbagai macam file dan kertas kerja disana-sini), ada ide untuk bahan postingan namun saat akan merubahnya menjadi deretan huruf, kata dan kalimat, dipaksa tetap saja tidak bisa menuliskan satu katapun. Asem !!!

Terus terang saja, diri ini orang lapangan, namun saat ini dipaksa untuk menjadi orang kantoran. Belajar tentang administrasi, acaounting serta manajemen secara curi mencuri ilmu dari melihat dan bertanya pada teman. Padahal seratus persen diri ini orang tekhnik yang senangnya bergerak bebas di lapangan. Dan sekarang, tangan ku jarang kotor karena terkena olie dan grease (gemuk) kotornya karena terkena debu di meja dan di antara tuts keyborad.

Dulu pernah diri ini mendapat promosi untuk menempati posisi yang mengharuskan setiap hari datang pagi, duduk manis di depan monitor PC dari pagi sampai sore pulang kerja. Dan tanpa pikir panjang lagi, promosi itu diri ini tolak secara halus (dan ekstrem) dengan mengatakan “ bisa saja job itu saya lakukan dan saya yakin bisa namun akan bertahan berapa lama ?? karena hal itu cuma saya paksakan karena memang bukan tipe ku untuk bisa duduk manis seperti itu”. Tapi tolakan itu aku lakukan sekitar 5 tahunan yang lalu. Namun sekarang, …… diri ini tidak bisa menolak dan terkesan memang di paksakan untuk ku.

Dan seperti malam ini, diri ini hanya bisa menjalani saja tanpa bisa menolak dan tidak bisa menolak. Karena semua mengalir sesuai dengan alurnya tanpa bisa di cegah dan ini memang sudah jalan Nya untuk ku. Sekuat apapun diri ini mencegah dan menolak sebuah kepastian dari Nya, kalau sudah waktunya ya kahirnya datang juga. Yang terpenting adalah bagaiman kita bisa menjalani dengan rasa syukur dan bisa menikmati tanpa membuat gundah gulana dalam hati.

Terima kasih ya Rabb atas rejeki dan nikmatmu ini.


Terusik Oleh Olga

27 Juni 2012

bahwa trauma menjadi korban yang dipaksa untuk menjadi bahan bulan-bulanan suatu lawakan akan kembali muncul saat sang korban berposisi menjadi bintang

Siapa yang tidak kenal dengan Olga Syahputra ?!? dulu, dulu sekali saat diri ini masih senang duduk manis di depan TV, kalau menonton gaya komedian nya selalu tertawa terpingkal-pingkal. Entah itu karena gaya candanya yang memang ngemesin atau karena dia “dipaksa“ menjadi korban dari suatu lawakan hanya untuk memancing tawa. Dan biasanya secara physkiologis kalau sudah pernah menjadi korban, maka trauma sebagai korban akan terus terbawa dalam alam bawah sadar. Dan diri ini yakin bahwa trauma menjadi korban yang dipaksa untuk menjadi bahan bulan-bulanan suatu lawakan akan kembali muncul saat sang korban berposisi menjadi bintang.

Melihat berita di beberapa media online yang mengabarkan tentang sepak terjang Olga Syahputra yang kerap menghina orang yang ada di sekelilingnya, diri ini jadi merenung. LanjutGan Mbacanya


Arti Netral

16 September 2011

meskipun jumlahnya sedikit dan kelihatan baik-baik saja namun saat bertemu dengan sesama anak muda “netral” mereka akan menjadi mudah dibawa ke hal-hal yang negatif

Meskipun sudah lama menjadi seorang blogger yang angin-anginan dan sudah ada 175 tulisan yang sudah aku coba buat, namun sampai detik ini saya masih kesulitan untuk menemukan kembali tulisanku. Dalam artian tulisan ku secara keseluruhan dari awal sampai terakhir dengan satu langkah mudah. Bisanya ya harus dengan menelusuri lagi sejak awal tulisan. Padahal maunya cuma mengingat-ingat apa pernah menuliskan satu peristiwa yang pernah diri ini alami, di ubek sampai awal loq masih belum ketemu juga.

Terpaksa saya kembali mengingat peristiwa tersebut, LanjutGan Mbacanya