Akur Dan Tengkar Sudah Biasa

11 April 2011

Setelah sekian lama aku ikutan adalam acaranya Jeng Fitrian namun sampai kemarin2 belum juga mempostingkan artikel untuk di ikut sertakan dalam acara tersebut.

To the point saja. Saya mengambil kebersamaan anak-anakku dalam beberapa rentang waktu. Namun semoga dengan sedikit gambar ini bisa mengambarkan betapa dekatnya mereka meskipun sering juga mereka bertengkar 😆 LanjutGan Mbacanya


Tidak Ada Pesta Kembang Api Untukmu

31 Desember 2010

Semoga dengan bertambahnya umur ini bisa membuat kita tulus menjalankan perintah NYA, menjauhi semua larangan NYA dan bisa tetap membuat kita istiqomah dalam menjalani nya

Meski hujan lebat masih menguyur dan bahaya banjir masih sering mengancam warga di desa Mentoro, tetap saja pak Gun dengan setia mengandeng bu Siti berjalan keluar gubuk rumahnya. Mereka berdiri di pinggir jalan untuk menyetop andong yang akan membawa mereka ke rumah sakit di tengah kota Pacitan. Dengan tubuh yang tertatih karena rasa sakit yang sudah mulai, dan itu berarti tanda-tanda mau melahirkan sudah dekat bu Siti manguatkan dirinya agar bias sampai rumah sakit dengan cepat. Ya…. bu Siti dan pak Gun sedang menanti kelahiran anak yang kedua. Padahal anak yang pertama masih berumur tidak lebih dua tahun.

LanjutGan Mbacanya


Sunat Massal Dalam Rangka HUT Tabanan

29 November 2010

Selamat ulang tahun Tabanan ku yang ke 517, semoga engkau semakin bisa mengayomi wargamu

Tak terasa kotaku sudah semakin tua. Perasaan baru kemarin aku menuliskan ini, sekarang aku harus menuliskan lagi dengan tema yang sama namun dengan nuansa yang lain. Karena bertepatan dengan ulang tahun kotaku yang ke 517, bersama itu pula diadakan beberapa kegiatan untuk memeriahkan nya. Dari yang bersifat olahraga, seni, kebersihan, pasar murah, bedah rumah, pengeropyokan tikus, pengobatan masal secara sekala dan niskala dan pecahkan rekor sunatan masal 40 jam. Mestinya banyak lagi yang dilakukan namun aku membahas yang sunatan massal saja dech 😆 .

LanjutGan Mbacanya


Dirgahayu Kotaku

29 November 2009

Hari ini tanggal 29 November 2009 adalah hari yang sangat bersejarah bagi kota dimana aku tinggal. Adalah hari ulang tahun yang ke 516 bagi kota Tabanan. Apakah kalian tahu dimana letak kota Tabanan ? 😕 Kalau kalian tahu pura Tanah Lot, pasti kalian akan lewat dan bersentuhan dengan kota Tabanan. Letaknya ± 22 KM arah barat kota Denpasar. Sekitar ½ jam perjalanan kalau kita naik kendaraan dengan kecepatan sedang (max 60 Km/jam).

Peta Tabanan

Menurut situs resmi kabupaten Tabanan

 

Kabupaten Tabanan adalah salah satu Kabupaten dari beberapa Kabupaten / Kota yang ada di Propinsi Bali. terletak dibagian selatan Pulau Bali, Kabupaten Tabanan memiliki luas wilayah 839,33 KM² yang terdiri dari daerah pegunungan dan pantai. Secara geografis wilayah Kabupaten Tabanan terletak antara 1140 – 54’ 52” bujur timur dan 80 14’ 30” – 80 30’07” lintang selatan.

Adapun batas-batas wilayah Kabupaten Tabanan adalah meliputi : di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Buleleng, yang dibatasi oleh deretan pegunungan seperti Gunung Batukaru (2.276 m), Gunung Sanghyang (2.023 m), Gunung Pohen (2.051 m), Gunung Penggilingan (2.082 m), dan Gunung Beratan (2.020 m) ; di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Badung, yang dibatasi oleh Tukad Yeh Sungi, Tukad Yeh Ukun dan tukad Yeh Penet. Di sebelah selatan dibatasi oleh Samudera Hindia, dengan panjang pantai selebar 37 km ; di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jembrana yang dibatasi oleh Tukad Yeh Let.

Wilayah Kabupaten Tabanan adalah salah satu dari 9 Kabupaten/ Kota dari luas wilayah sebesar 839,33 km2 atau 14,90% dari luas propinsi Bali, dan terletak pada ketinggian wilayah 0 – 2.276 m di atas permukaan air laut. Sebanyak 23.358 Ha atau 28,00% dari luas lahan yang ada di Kabupaten Tabanan merupakan lahan persawahan, sehingga Kabupaten Tabanan dikenal sebagai daerah agraris.

Sebagaimana telah dimaklumi bersama, bahwa potensi unggulan Kabupaten Tabanan adalah bidang pertanian kerena sebagian besar mata pencaharian, soko guru perekonomian daerah, serta penggunaan lahan wilayah Tabanan masih didominasi bidang pertanian dalam arti luas

Kabupaten Tabanan terdiri dari 10 Kecamatan (Kecamatan Tabanan, Kecamatan Kediri, Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Selemadeg, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Penebel, Kecamatan Pupuan, Kecamatan Marga, dan Kecamatan Baturiti), secara administrasi Kabupaten Tabanan Tahun 2006 memiliki 123 desa dinas, 345 desa pekraman, 784 banjar dinas dan 365 subak, dengan jumlah penduduk pada tahun 2006 sebanyak 410.162 jiwa yang terdiri dari 203.394 jiwa penduduk laki-laki dan 206.768 jiwa penduduk perempuan. Terdapat 25 obyek dan daya tarik wisata yang terdiri atas obyek wisata alam sebanyak 17 obyek, obyek wisata sejarah sebanyak 1 obyek dan obyek wisata budaya sebanyak 7 obyek, dan memiliki akomodasi pariwisata hotel berbintang sebanyak 2 buah dengan kapasitas 225 kamar, hotel melati sebanyak 28 buah dengan kapasitas 381 kamar dan pondok wisata sebanyak 40 buah dengan kapasitas 244 kamar. Jumlah rumah makan dan restoran sebanyak 45 buah dan bar sebanyak 2 buah.

Berdasarkan potensi dan kondisi masyarakat Kabupaten Tabanan, asumsi Makro Ekonomi sebagai landasan kebijakan dalam penyusunan Anggaran adalah tingkat pertumbuhan perekonomian Kabupaten Tabanan. Tujuan yang ingin diwujudkan adalah semakin tumbuh kembangnya industri pedesaan yang berbasis pertanian sebagai media strategi untuk memacu perekonomian masyarakat desa (petani) dengan meningkatkan nilai tambah petani melalui industri penanganan dan pengolahan pasca panen diaharapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Mestinya banyak obyek wisata yang bisa kita kunjungi disana. Namun ada beberapa nana yang bisa menjadi trade mark kota Tabanan. Tanah lot, kebun raya bedugul, taman kupu-kupu, danau buyan serta masih banyak lagi tempat wisata yang lain.

Dengan bertambahnya usia kota Tabanan, semoga bisa menambah kedewasaan kotaku dalam menangani penduduknya serta bisa membawa kesejateraan bagi kita semua.