Sampahku Dijadikan Satu

nanti saat dibuang juga dijadikan satu semua

Mencintai lingkungan tidak hanya bisa di ucapkan lewat teori dan kata saja. Namun untuk menunjukan kita mencintai lingkungan harus ditunjukan dengan tindakan yang benar-benar mencerminkan bahwa kita memang mencintai lingkungan. Dan salah satu yang bisa menunjukan bahwa kita mencintai lingkungan adalah tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah di sungai, …. sekarang bukan jaman nya bo !!

Namun kesadaran ini tampaknya sudah sangat tipis dalam benak masyarakat. Apalagi masyarakat perkotaan yang memiliki mobilitas tinggi, dan kesibukan yang dipaksakan sangat luar biasa. Tapi meskipun sesibuk dan serepot apapun, apa mau lingkungan sekitar kita kotor dan kumuh :?: Tentunya tidak seorangpun yang menginginkan keadaan seperti itu terjadi dilingkungan kita.

Makanya di banyak tempat banyak terdapat tulisan “Buang sampah pada tempatnya” dengan gambar tong sampah. Namun gambar tong sampah itu tidak berwarna, padahal sampah itu ada beberapa macam jenisnnya. Ada organik, non organik dan pecah belah. Biasanya masing-masing tempat sampah itu dibedakan dengan warna tong sampahnya. Ada juga tempat sampah basah dan tempat sampah kering.

Dan di areal kerja diri in juga disediakan ketiga macam tempat sampah ini. Dengan adanya pemilahan ini diri ini sudah berusaha untuk menyesuaikan saat membuang sampat pada tempatnya. Sampah plastik dan kertas diri ini buang pada tempah sampat non organik. Sampah dedaunan sama tukang kebunnya diamsukan di tempat sampah organik. Sampah yang mengandung plastik, kaca dan beling yang membahayakan dimasukan pada tempat sampah pecah belah.

tong sampah

tempat sampah sesuai dengan jenisnya

Semua sudah berjalan dengan teratur sampai saat beberapa hari yang lalu diri ini melihat kejadian yang janggal. Bagaimana tidak janggal lha sampah yang sudah di pilah-pilah saat membuangnya oleh semua karyawan, eh oleh petugas sampah saat diangkut dimasukan jadi satu dalam gerobaknya. Sampah organik, sampah non organik dan pecah belah dimasukan dalam gerobaknya tumplek blek tidak ada sekat. :O

Diri ini yang melihat ini secara reflek bertanya, “Kenapa gak dipilah sesuai dengan jenis sampahnya ?”. Eh dijawab, “Susah pak, itu kan cuma di tong nya saja, nanti saat dibuang juga dijadikan satu semua”. Aduh… koq begitu sih, jadi selama ini kita melakukan pekerjaan yang sia-sia. Sudah berusaha membuang sampah sesuai dengan jenisnya eh.. malah dijadikan satu dan yang melakukan itu sepertinya tanpa dosa. :sad:

Petugas sampah

Dengan gerobak seperti ini sampah diangkut

Langsung diri ini menjalaskan panjang lebar namun hasilnya tidak bisa memuaskan karena maklum saja para petugas sampahnya itu mau enaknya sendiri. Dan memang mereka rata-rata tidak peka terhadap lingkungan. Namun diri ini tetap akan membuang sampah sesuai dengan jenis sampahnya tidak peduli mereka akan mencampur aduk jadi satu, karena semua bergantung dari niat dan niatku selain membuat lingkungan menjadi bersih dengan membuang sampah pada tempatnya juga untuk membantu para pencari rejeki dari sampah untuk lebih mudah dan tidak perlu membongkar sampah sampai kemana-mana.

Semoga apa yang terjadi itu tidak terjadi di lingkungan sahabat semua.

NB: Gambar saya pinjam dari link aslinya, gambar hanya sebagai ilustrasi

About these ads

12 Balasan ke Sampahku Dijadikan Satu

  1. Cahya mengatakan:

    Ndak hanya yang gerobak, yang petugas resmi pakai truk sampah-pun begitu. Sudah susah ngomongnya, sebenarnya kalau mau pingin buat protes masal sama dinas kebersihan kota atau dinas pertamanan dan dinas PU sekalian – apa daya suara tidak ada yang dengar :D.

  2. Idah Ceris mengatakan:

    membuang samapah di sungai sudah gak jaman kalau 1 hari sekali. .
    tapi jamannya 2 hari sekali pak sugeng. . .
    #masih banyak di daerah idah. :)

    tapi kalau di kampus alhamdulillah untuk sampah kering dan basah sudah terbuang di tempatnya secara rapi. ;)

  3. Lidya mengatakan:

    masalah sampah kadang suka kesal pak, saya sudah pisahkan dan dirapihkan tapi dibak sampah nanti ada yang mengacak2

  4. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    Lho? Ujung-ujungnya digabung jadi satu juga toh? Lha…berarti kita nggak ada gunanya misahin dong,Mas..

  5. jarwadi mengatakan:

    kalau dipisah di tempat sampah kita, setidaknya sampah sampah itu ngga menimbulkan reaksi di tempat sampah. misalnya sampah basah dengan sampah kering, yang bisa bikin bau menyengat :)

  6. logo baru mengatakan:

    haha… Gak bisa nyalahin tukang pungut sampah yang bawa gerobaknya juga bro. dinas yg bersangkutan Lah yg harusnya paling disalahkan.. harusnya mereka membuatkan grobak atau truk yg box nya ada pemisahnya.

  7. ysalma mengatakan:

    lingkungan saya juga masih sama Pak,,
    sampah dicampur semua, mau gerobak ataupun yang truk.

  8. Jurnal Transformasi mengatakan:

    Perkara sampahpun kelihatannya menyangkut mentalitas dan daya pikir para pelaku. Saya pernah mikir soal ini, kita disosialisasikan agar memisah-misahkan sampah di rumah. Nah nanti sampai di kolektor sampah dan bantar gebang, emang ada tempat untuk memisah-misahkan sampah? Bukannya semua diangkut oleh satu truk?

  9. Beny Kadir mengatakan:

    salam kangen buatmu, sahabat

  10. marsudiyanto mengatakan:

    Istri si petugasnya itu kalau masak pasti nggak dipilah2…
    Beras, wortel, lele, pisang, krupuk udang diubleg jadi satu.
    Percuma masaknya dipilah2 kalo diperutnya juga dicampur juga. Begitu kilahnya :D

  11. Imelda mengatakan:

    pemdanya yang harus memberika penyuluhan pada petugas… Tapi sebetulnya kejadian mirip ini pernah terjadi juga di Tokyo. Tapi kami warga tetap berusaha memilah…setahuku yang sudah 20 th tinggal di sini, sejak aku datang sudah memilah sampah yang ada, dan makin ke sini makin banyak pengelompokannya :) spt sampah kertas, botol dan kaleng yang bisa didaur ulang dsb.

  12. bintangtimur mengatakan:

    Iya mas, kadang-kadang saya juga berpikir, kalo niat memilah sampah itu hanya dilakukan oleh sebagian kecil orang manfaatnya tentu tidak terasa.
    Tapi biarlah, kebetulan di rumah saya tukang sampahnya rajin memilah sampah, jadi kalo sampah kering dan basah udah dipilah dari rumah, dia tentu senang sekali karena kita telah mengurangi beban pekerjaannya.
    Selain itu pemulung di Surabaya ternyata banyak banget.
    Sampah kering yang sudah disendirikan, tinggal diambil saja sama mereka…kita senang karena sampah berkurang, mereka juga senang karena tidak perlu memilah-milah…

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 103 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: