Perangkatku, mainan di hari-hari ku.

13 Oktober 2018

Rasanya lebih enak kalau menulis seperti postingan ku yang kemarin. Asal tulis, posting di blog tanpa ada yg tahu dan tanpa ada yang mau menengok ke sini. Tak apalah, karena tujuanku menulis bukan untuk dikomentari dan menjadi terkenal serta viral, yang penting nulis sesuai kata hati dan secepatnya di posting tanpa menunggu jeda waktu lagi.

Makanya malam ini saia juga menulis lagi tanpa berharap ada orang yang nyasar kesini. Apalagi yang nyasar itu para akun2 gak jelas dan lebih banyak spam-nya.

Tulisanku kali ini tentang kegemaran ku dalam ngebrik menggunakan Hotel Tenggo di qibek (10-85) ku. Perangkat yang saia gunakan hanya HT murah meriah dari Tiongkok namun tidak bisa dianggap murahan. Kenapa tidak bisa dibilang murahan ?!? Karena yang memang harganya sangat murah dibanding dengan perangkat HT yang lain, namun dengan kualitas suara yang jernih dan idak kalah dengan perangkat buatan negri matahari terbit. Selain suara yang jernih, ada banyak fitur yang tertanam di dalamnya. Asa fitur TOT, C-TCSS, VOX, lampu senter, 128 memory channel, radio FM serta fitur-fitur lainnya yang tak kalah dari merk pembanding.

Saia membeli 3 biji dari toko online yang berbeda dalam kurun waktu yg berbeda. Dan sebiji dibeli teman karena desa / kampung nya jadi daerah rawan bencana terdampak dari Gn Agung di daerah Karangasem.

Iklan

Menulis lagi

8 Oktober 2018

Setelah sekian lama (hampir 2 tahunan) tidak menuliskan kalimat yang tak terucap namun jelas terbaca malam ini saia memberanikan diri untuk memulai kembali. Tak jelas apa yang akan saia tuliskan, namun karena saia sekarang ikut beberapa komunitas jadinya mungkin tulisan ini juga akan seputar hal itu.

Tetapi sebelumnya saia sempat vacum dari dunia daring kurang lebih sepuluh harian. Karena perangkat yang saia gunakan mendapat eror yang tak bisa ditangani sendiri. Dan sangat terpaksa saia bawa ke service centernya. Pernah dengan smartphone merk SHARP AQUOS M1 ?!? Dengan perangkat inilah saia menuliskan postingan ini. Karena baru tadi sore smartphone / perangkat ini diambil, dan malam ini saia mencoba membuat postingan.

Yang jelas smartphone yang saia pergunakan mempunyai spek yang tangguh (kalau dilihat dari isi nya) namun hal itu bukan jadi jaminan akan jos gandos untuk pemakaian normal harian. Dengan memori RAM 3Gb, internal yang 64Gb dan layar 5,5″ mestinya sudah cukup gahar untuk pemakaian normal harian. Namun kenyataannya tidak demikian. Karena slot nomer HP bertype nano yang sangat kecil. Dan yang membuat agak shok adalah slot nomer 2 berada satu tempat dengan memory card. Jadinya terpaksa kartu 2nya saia akalin supaya bisa masuk. Saia bakar dan saia ambil chipnya selanjutnya saia tempel di balik memory card (karena tempatnya berbalikan dengan punggung memory card). Jadinya nomer slot 2 tidak bisa dipergunakan di HP jadulku yang lain. Karena nomer itu sudah nempel di memory card.

Dan HP dengan spek gahar itu akhirny eror juga. Dan ini sudah berlangsung beberapa Minggu dari beli. Erornya adalah, setiap di charger selalu kepencet sendiri. Jadinya setiap di charger selalu mencet layar kemana2 sampai pernah satu ketika saat mbaca group WA kantor, HP ku men-call atasan saia. Dan itu tidak bisa saia hentikan karena sudah terlanjur men-calling. Sampai akhirnya atasan saia itu ngerespon balik dengan call lagi. Gimana gak sontoloyo smartphone ini ??

Puncaknya adalah, smartphone ku itu selalu ngerestart sendiri dengan pembaruan sistem ynn idak pernah selesai. Sudah saia pake jurus mabuk terakhir (dengan ngerestart ulang setelan pabrik) tetap saja tidak bisa ngatasi. Setiap 15 menit restart sendiri. Apa gak bikin negh itu ??

Untungnya setelah sepuluh hari opname di service center nya, smartphone ku ini bisa di pake kembali namun saia belum mengoptimalkan semua fitur di perangkat. Semoga saja setelah perbaikan ini, HP ku tidak ada kendala lagi di kemudian hari.


Kehilangan

9 April 2017

Lama tidak membuat coretan di blog, karena males dengan keadaan blog yang tidak kunjung baik setelah diserang oleh postingan yang tidak tahu datang dari mana. Kalau dilihat dari model tulisannya, tulisan yang terposting di blog ini berasal dari semacam kontak jodoh / situs pertemanan yang pernah diri ini ikuti beberapa tahun yang lalu. Diri ini sendiri tidak ingat karena lamanya, yang kuingat hanya semua kontak di email yang terdaftar di sana dikirimi secara otomatis dengan tulisan semacam yang tertulis di blog ini. Hal ini diriku ketahui dari teman yang mengirim balik postingan itu padaku. Pokoknya bikin males nulis dan enegh dengan keadaan blog ku.

Tapi lama tidak membuat coretan ada seberkas rasa kangen dengan dunia pertulisan, per postingan dan pengeblog-an ini. Dan momentnya diri ini merasa kehilangan saat melihat anak tetangga depan rumah yang merayakan ulang tahun di rumahnya. Tidak ada yang aneh dan salah dengan perayaan ulang tahun ini, namun yang membuat hati ini ikut merasa terenyuh dan terharu adalah anak tetangga dekat ini baru ditinggal kedua orang tuanya hampir berbarengan. Hanya selisih sekitar 3,5 bulan. Ibunya terlebih dulu terus disusul oleh bapaknya. Padahal usia tetangga dekat diri ini tidak beda jauh, malah bisa dibilang sepantaran. Tapi takdir berkata lain.

Malam ini merupakan kali pertama ulang tahunnya tanpa kehadiran orang tua. Dan hal ini yang membuat diri ini merasakan kehilangan yang sangat dalam. Jujur saja, tetangga ini merupakan tetangga yang dekat dengan ku. Dekat secara lokasi yang cuman depan rumah, dekat karena sering ngobrol diriku dan istriku, dekat karena membangun rumah dan menempatinya hampir bersamaan. Meskipun kami beda keyakinan tapi (menurut Sunnah Rasul) tidak menyurutkan ikatan kekeluargaan dan kerukunan bertetangga kami.

Biasanya almarhum orang tuanya kalau pas ada acara begini selalu memanggil kami sekeluarga untuk ikut merayakan. Tapi malam ini tidak, beda. Meskipun anaknya yang sedang ulang tahun meminta ijin untuk membuat keramaian di depan rumahnya. Tetapi kedekatan emonsial kami yang membuat diri ini ngerasa beda. Ya, saya cuman melihat aura yang berbeda dengan keadaan rumahnya. Kadang secara tidak sadar, diri ini merasakan bayangan almarhumah ibunya yang sedang melaksanakan aktivitas sehari2. Cuman sekedar bayangan meski diriku yakin bahwa perasaanku ini salah.

Mungkin diriku merasakan kehilangan tetangga dekat sampai-sampai tetap saja diriku beranggapan beliau  masih ada. Semoga itu hanya perasaanku saja.


Menunggu Internet Cepat Untuk Apa

17 Mei 2015

“…ada angin surga yang datang di komplek perumahanku…..”

Tak terasa sudah hampir setengah tahun diriku tidak ngeblog, dan harus kuakui dengan tidak ngeblog / hiatus sekian bulan diriku menjadi kuper dengan hal yang berbau tulisan. Jangankan membuat tulisan jadi, baru nulis draf awal saja kadang tidak pernah finish. Sampai nyetatus di facebook saja tidak sempat. Lho, masa bikin status saja gak sempat ?!? Iya benar, gak sempat. Maksudnya gak sempat mikir. :mrgreen:
Karena tidak pernah membaca tulisan orang jadi gak bisa membuat tulisan serta otak jadi mandeg.

Hiatus itu koq ada hubungan dengan susah membuat tulisan sih ❓ ya memang ada setidaknya bagi blogger kacangan seperti diriku. Terus kenapa koq hiatus ngeblog ? Masalahnya sepele sih, hiatus ku itu karena tidak ada koneksi internet di rumah. 😥 ya semenjak layanan flexi hilang dan mengharuskan pelanggan untuk migrasi ke kartu **, diriku sudah hilang hasrat untuk menggunakan layanannya. Karena yang diriku tahu bahwa layanan berbasis gsm tidak senyaman CDMA. Nyaman speednya dan nyaman quotanya. Speed sampai 150Kbps sedangkan quota unlimited. Gimana gak membuat diriku nyaman kalau mendapatkan yang seperti itu. Tapi itu dulu, sebelum awal tahun sedangkan sekarang sudah almarhum. 😦

Namun ada angin surga yang datang di komplek perumahanku pertengahan bulan Januari kemarin. Bahwa layanan telpon kabel tel*** akan masuk wilayah perumahanku. Asyik….pikirku karena telpon kabel pasti ada layanan sapidi yang bisa untuk internetan. Saat diriku browsing tentang harga bulanan sapidi untuk speed yang 512kbps ternyata lebih 3x dari harga bulanan flexi. Yeah gak papa dah, asal stabil dan unlimited. Dan menurut informasi, kalau pendaftarnya banyak (kolektif minimal 15 pendaftar) bisa cepat tak lebih dari sebulan.

Ternyata tunggu punya tunggu layanan sapidi ini sudah tidak di jual lagi oleh telkom. 😮 Duh, belum dapat layanannya eh malah sudah ditutup. Sekarang di ganti dengan layanan indih*** yang memakai jaringan fiber optik sebagai sambungannya. Karena beda nama, harganya pun berbeda. Kalau sapidi 3x, kalau indih*** hampir 6xnya namun ditambah layanan TV kabel dan free nelpon 1000 menit ke sesama dalam satu kode area.

Koq tahu ?? Karena beberapa hari kemarin ada petugasnya yang mensurvei ke rumah. Mengukur lokasi wilayah perumahanku dari sto terdekat. Makanya diriku tahu bahwa sapidinya sudah tidak dijual dan diganti indih***. Oh ya, menurut petugasnya harga segitu itu untuk speed 3Mbps selain bonus yang lain itu. Dan lagi, masih menurut informasi dari petugasnya sambungannya akan rilis dan bisa digunakan tidak lebih sebulan lagi.

Sekarang diriku tinggal menunggu saja sambungan itu, entah sebulan atau setahun lagi. Yang jelas ada harapan lagi buat diriku untuk selalu on lagi di dunia maya, dan bisa update tulisan lagi di blog. Tapi dengan speed segitu diriku malah binggung, mungkin sebingung pak menkoimfo kabinet terdahulu “Internet cepat untuk apa ??” 😀


Bukan Review OT219C

26 Agustus 2012

Genap sebulan lebih tidak update tulisan di blog membuat jemari malas manari di atas kayboard. Bukan tidak sengaja namun karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan selama bulan puasa kemarin, membuat diri ini tidak sempat bertandang kemana-mana. Meskipun ada beberapa ide tulisan yang sempat dibuat, namun karena merasa belum final dan karena ada beberapa pertimbangan (takut terjerat UU ITE) jadinya tulisan itu masih mendekam di dalam memory PC.

Sedang bulan-bulan kemarin diri ini sempat dibingungkan dengan jalur komunikasi untuk bisnis kecil-kecilan istri yang ada di rumah. LanjutGan Mbacanya


Menguap Tapi Tidak Bisa Tidur

10 Juli 2012

Tidak tahu kenapa, semanjak pulang kerja tadi diri ini pinginnya langsung berbaur dengan bantal dan alas tidur kesayangan. Namun ada saja kendala yang membuat diri ini masih membuka mata. Padahal sedari tadi sudah menguap beberapa kali. Dan parahnya menguapnya ini pas ada tamu yang bertandang dirumah. Lumayan lama sih berbincang kesana kemari, sekitar 1,5 jam obrolan itu berlangsung. Dan sepanjang waktu itu, rasa kantuk menyerang diri ini sampai tidak kuat nahannya.

Dan setelah sang tamu pamit pulang, secara otomatis mata yang tadinya sudah beberapa kali memberi sinyal pada mulut untuk menguap ternyata sampai sekarang masih saja belum bisa merem. Malah dengan enaknya diri ini menatap layar LED di computer PC ku. Ada apa dengan hari ini kog sampai aneh begini. 😕 ini yang salah matanya, mulutnya atau badan nya. :mrgreen: LanjutGan Mbacanya


Benarkah Diriku Blogger

25 Juni 2012

karena dengan menjadi seorang blogger berarti harus bisa membagi waktu

Mempunyai hobi kadang tergantung dengan usia, meskipun saat mudanya berhobi memelihara ayam, saat tua dan memasuki usia matang bisa saja hobi dan kesenangan ini berubah 1800 derajat. Seperti diriku yang dalam beberapa tahun ini berhobi dengan “ngelunyur” jalan-jalan di dunia maya. Namun sayang dari hobiku ini sekarag belum bisa menghasilkan recehan 😆 . Padahal sebelumnya saat masih berumur 20-30an, hobi dan kesenangan ku tidak ada sangkut pautnya dengan dunia ketik mengetik ataupun bersentuhan dengan dunia blog.

Namun sudah jalanku, dan diriku juga sudah yakin, seyakin yakinnya mengklaim-kan diri untuk menjadi seorang blogger. LanjutGan Mbacanya