HT, Tak lekang oleh waktu

26 September 2019

Malam semakin larut, tak terasa Saimin dan Parino sudah ngobrol 3 jam di gerdu (pos kamling) di kampungnya berdua saja. Tanpa ada teman lain yang seharusnya ikut jadwal piket ronda malam di kampungnya. Namun begitu tidak menyurutkan semangat mereka berdua untuk melaksanakan tugas menjaga keamanan kampungnya.

Sampai suatu saat Saimin merasakan rasa ingin buang air kecil yang sudah tidak dapat ditahan lagi. Yang namanya Gerdu, pasti tidak ada toilet. Dan
terpaksa Saimin melangkah beberapa meter dari Gerdu untuk melakukan hajatya tersebut.

Mungkin karena naluri sebagai seorang penjaga Gerdu yang sudah sering dilakoninya, Saimin merasakan ada sesuatu yang aneh dengan bau2 yang sempat dihirup. Ada bau gosong dan asap yang mampir kehirup oleh hidungnya yang tidak seberapa mancung itu. Ya bau asap di tengah malam cenderung pagi ini.

Langsung saja pikirannya menerawang jauh, cukup jauh dibandingkan langkah kakinya yang akan beranjak patroli keliling kampung. ” Gak mungkin ada orang membakar sampah di tengah malam yg dingin seperti ini” guman Saimin dalam hati setelah bau aneh itu kehirup semakin jelas menjadi bau asap kebakaran.

Tak berapa lama, Saimin dan Parimo sudah beranjak pergi meninggalkan Gerdu untuk mencari sumber asap itu. Setelah kesana kemari, ternyata bau itu berasal dari sebelah barat laut dari Gerdu. Dan nampak jelas di atap rumah Bu Ayu memerah serta mengepulkan asap membumbung tinggi.

Dengan badan yang sedikit sempoyongan karena menahan kantuk, Saimin dan Parimo lari kesana kemari sambil teriak “KEBAKARAN…..KEBAKARAN…..” Teriakan itu dilakukan berulang-ulang di tengah malam saat banyak orang terlelap dalam tidurnya, sehingga sangat menguras tenaga mereka yang sudah loyo karena begadang semalaman.

Karena tengah malam, tak banyak para tetangga yang mendengar karena memang malam itu sangat dingin dan kebanyakan mereka lebih senang menarik selimut dari pada bermelek-melek ria.

Si Parimo inget mau nelpon pak RT, begitu ambil HP android nya ternyata low batt. Begitu juga si Saimin. Saat ambil HP memang baterai masih full, karena sambil berjaga tak lupa mencharger HP. Tetapi saat mau nelpon pak RT lewat aplikasi, ternyata paketan habis dan belum sempat beli lagi.

Dalam kondisi darurat begini Parimo teringat alat komunikasi yang handal dan tidak perlu pulsa, paketan internet, dan baterai yang kuat seharian. Ya, alkom Handy Talkie yang handal di kondisi apapun dan bisa jadi alat bantuan dalam kondisi darurat. Tinggal pencet PTT, langsung bisa tersambung ke seluruh warga komplek perumahan tanpa perlu susah payah lari kesana kemari hanya untuk membangunkan warga serta tetangga bahwa rumah Bu Ayu kebakaran.

Dalam kondisi begini, alkom HT sangat bisa menjawab berbagai keperluan tersebut. Dari sekedar say hello antar warga sampai kebutuhan darurat seperti PAM swakarsa, touring otomotif, berbagai kegiatan indoor maupun outdoor serta panitia PHBI yang diadakan sesekali di komplek perumahan.

Mari kita budayakan mempunyai alkom HT untuk mengantisipasi apabila ada kondisi darurat seperti itu. Selain bisa mengakrabkan warga dengan cara senda gurau di ujung antena.


Sewa HT murah daerah Tabanan Denpasar Bali

25 Agustus 2019

Bagi rekan-rekan serta Semeton sekalian yg tinggal di Bali atau akan mempunyai giat acara di Bali dan memerlukan alkom (alat komunikasi) HT, silakan menghubungi #KisubarHT.

Kami melayani penyewaan alkom HT yang murah tapi tidak murahan. Baterai awet seharian serta mempunyai berbagai fitur canggih bagi sebuah alat komunikas sekelas HT.

Sangat cocok bagi penggiat kegiatan outdoor maupun indoor, kanvoi otomotif, panitia event besar, pameran, Wedding party, ulang tahun komunitas, crew sound, ospek dll.

Silakan menghubungi kami di nomer WA 0817350478


Perangkatku, mainan di hari-hari ku.

13 Oktober 2018

Rasanya lebih enak kalau menulis seperti postingan ku yang kemarin. Asal tulis, posting di blog tanpa ada yg tahu dan tanpa ada yang mau menengok ke sini. Tak apalah, karena tujuanku menulis bukan untuk dikomentari dan menjadi terkenal serta viral, yang penting nulis sesuai kata hati dan secepatnya di posting tanpa menunggu jeda waktu lagi.

Makanya malam ini saia juga menulis lagi tanpa berharap ada orang yang nyasar kesini. Apalagi yang nyasar itu para akun2 gak jelas dan lebih banyak spam-nya.

Tulisanku kali ini tentang kegemaran ku dalam ngebrik menggunakan Hotel Tenggo di qibek (10-85) ku. Perangkat yang saia gunakan hanya HT murah meriah dari Tiongkok namun tidak bisa dianggap murahan. Kenapa tidak bisa dibilang murahan ?!? Karena yang memang harganya sangat murah dibanding dengan perangkat HT yang lain, namun dengan kualitas suara yang jernih dan idak kalah dengan perangkat buatan negri matahari terbit. Selain suara yang jernih, ada banyak fitur yang tertanam di dalamnya. Asa fitur TOT, C-TCSS, VOX, lampu senter, 128 memory channel, radio FM serta fitur-fitur lainnya yang tak kalah dari merk pembanding.

Saia membeli 3 biji dari toko online yang berbeda dalam kurun waktu yg berbeda. Dan sebiji dibeli teman karena desa / kampung nya jadi daerah rawan bencana terdampak dari Gn Agung di daerah Karangasem.


Menulis lagi

8 Oktober 2018

Setelah sekian lama (hampir 2 tahunan) tidak menuliskan kalimat yang tak terucap namun jelas terbaca malam ini saia memberanikan diri untuk memulai kembali. Tak jelas apa yang akan saia tuliskan, namun karena saia sekarang ikut beberapa komunitas jadinya mungkin tulisan ini juga akan seputar hal itu.

Tetapi sebelumnya saia sempat vacum dari dunia daring kurang lebih sepuluh harian. Karena perangkat yang saia gunakan mendapat eror yang tak bisa ditangani sendiri. Dan sangat terpaksa saia bawa ke service centernya. Pernah dengan smartphone merk SHARP AQUOS M1 ?!? Dengan perangkat inilah saia menuliskan postingan ini. Karena baru tadi sore smartphone / perangkat ini diambil, dan malam ini saia mencoba membuat postingan.

Yang jelas smartphone yang saia pergunakan mempunyai spek yang tangguh (kalau dilihat dari isi nya) namun hal itu bukan jadi jaminan akan jos gandos untuk pemakaian normal harian. Dengan memori RAM 3Gb, internal yang 64Gb dan layar 5,5″ mestinya sudah cukup gahar untuk pemakaian normal harian. Namun kenyataannya tidak demikian. Karena slot nomer HP bertype nano yang sangat kecil. Dan yang membuat agak shok adalah slot nomer 2 berada satu tempat dengan memory card. Jadinya terpaksa kartu 2nya saia akalin supaya bisa masuk. Saia bakar dan saia ambil chipnya selanjutnya saia tempel di balik memory card (karena tempatnya berbalikan dengan punggung memory card). Jadinya nomer slot 2 tidak bisa dipergunakan di HP jadulku yang lain. Karena nomer itu sudah nempel di memory card.

Dan HP dengan spek gahar itu akhirny eror juga. Dan ini sudah berlangsung beberapa Minggu dari beli. Erornya adalah, setiap di charger selalu kepencet sendiri. Jadinya setiap di charger selalu mencet layar kemana2 sampai pernah satu ketika saat mbaca group WA kantor, HP ku men-call atasan saia. Dan itu tidak bisa saia hentikan karena sudah terlanjur men-calling. Sampai akhirnya atasan saia itu ngerespon balik dengan call lagi. Gimana gak sontoloyo smartphone ini ??

Puncaknya adalah, smartphone ku itu selalu ngerestart sendiri dengan pembaruan sistem ynn idak pernah selesai. Sudah saia pake jurus mabuk terakhir (dengan ngerestart ulang setelan pabrik) tetap saja tidak bisa ngatasi. Setiap 15 menit restart sendiri. Apa gak bikin negh itu ??

Untungnya setelah sepuluh hari opname di service center nya, smartphone ku ini bisa di pake kembali namun saia belum mengoptimalkan semua fitur di perangkat. Semoga saja setelah perbaikan ini, HP ku tidak ada kendala lagi di kemudian hari.


Kehilangan

9 April 2017

Lama tidak membuat coretan di blog, karena males dengan keadaan blog yang tidak kunjung baik setelah diserang oleh postingan yang tidak tahu datang dari mana. Kalau dilihat dari model tulisannya, tulisan yang terposting di blog ini berasal dari semacam kontak jodoh / situs pertemanan yang pernah diri ini ikuti beberapa tahun yang lalu. Diri ini sendiri tidak ingat karena lamanya, yang kuingat hanya semua kontak di email yang terdaftar di sana dikirimi secara otomatis dengan tulisan semacam yang tertulis di blog ini. Hal ini diriku ketahui dari teman yang mengirim balik postingan itu padaku. Pokoknya bikin males nulis dan enegh dengan keadaan blog ku.

Tapi lama tidak membuat coretan ada seberkas rasa kangen dengan dunia pertulisan, per postingan dan pengeblog-an ini. Dan momentnya diri ini merasa kehilangan saat melihat anak tetangga depan rumah yang merayakan ulang tahun di rumahnya. Tidak ada yang aneh dan salah dengan perayaan ulang tahun ini, namun yang membuat hati ini ikut merasa terenyuh dan terharu adalah anak tetangga dekat ini baru ditinggal kedua orang tuanya hampir berbarengan. Hanya selisih sekitar 3,5 bulan. Ibunya terlebih dulu terus disusul oleh bapaknya. Padahal usia tetangga dekat diri ini tidak beda jauh, malah bisa dibilang sepantaran. Tapi takdir berkata lain.

Malam ini merupakan kali pertama ulang tahunnya tanpa kehadiran orang tua. Dan hal ini yang membuat diri ini merasakan kehilangan yang sangat dalam. Jujur saja, tetangga ini merupakan tetangga yang dekat dengan ku. Dekat secara lokasi yang cuman depan rumah, dekat karena sering ngobrol diriku dan istriku, dekat karena membangun rumah dan menempatinya hampir bersamaan. Meskipun kami beda keyakinan tapi (menurut Sunnah Rasul) tidak menyurutkan ikatan kekeluargaan dan kerukunan bertetangga kami.

Biasanya almarhum orang tuanya kalau pas ada acara begini selalu memanggil kami sekeluarga untuk ikut merayakan. Tapi malam ini tidak, beda. Meskipun anaknya yang sedang ulang tahun meminta ijin untuk membuat keramaian di depan rumahnya. Tetapi kedekatan emonsial kami yang membuat diri ini ngerasa beda. Ya, saya cuman melihat aura yang berbeda dengan keadaan rumahnya. Kadang secara tidak sadar, diri ini merasakan bayangan almarhumah ibunya yang sedang melaksanakan aktivitas sehari2. Cuman sekedar bayangan meski diriku yakin bahwa perasaanku ini salah.

Mungkin diriku merasakan kehilangan tetangga dekat sampai-sampai tetap saja diriku beranggapan beliau  masih ada. Semoga itu hanya perasaanku saja.


Hati-hati Dengan Ayam Betutu

8 Juni 2015

Kejadian ini diriku alami kemarin siang  saat diundang dalam acara khitanan. Karena khitan diriku juga yakin saja bahwa makanan yang di hidangkan adalah makanan yang halal dan toyib. Pastinya sang sohibul hajat pasti muslim dan tahu makanan apa saja yang boleh dimakan dan apa yang tidak boleh dimakan oleh orang muslim, termasuk diriku. Dan yang diundang secara khusus dalam acara walimatul khitan ini adalah majelis taklim Al-Ikhlas, kecamatan Kediri kabuaten Tabanan (kelompok pengajian perumahaanku dimana diriku juga bagian dari jamaahnya). Mestinya sang sohibul hajat menyediakan makanan yang memang boleh dimakan oleh orang Islam (halal dan toyib) LanjutGan Mbacanya


Pengalaman Rebutan Produk Baru

2 Juni 2015

Bagaimana rasa pengalamam pertama dalam lelang / launching perdana produk baru secara online ?!? Diriku tidak pernah mengikuti lelang online untuk produk-produk baru karena biasanya dilakukan di hari kerja, namun tidak untuk kali ini. Ya hari ini diriku mencoba sensasi lelang (baca: rebutan beli) perdana produk baru gadget di situs jualan online. Mestinya hal itu sudah diriku rencanakan karena launchinya dilakukan pas hari libur dan diriku ada dirumah. Ya maklum, kalau pas hari kerja selalu saja ada kesibukan yang tidak bisa di tinggalkan. Makanya jauh hari sebelumnya diriku sudah mendaftarkan email disana. Apalagi ada iming2bagi yang beruntung bisa mendapatkan gadgetnya gratis atau beli 1 dapat 2.

Dan tanpa ragu-ragu diriku sudah menyiapkan semuanya termasuk waktu (nongkrongin monitor plus menunggu detik-detik berganti menjadi jam 11 siang WIB) dan metode pembayarannya. LanjutGan Mbacanya