Cerita Sediri

kita bekerja tidak hanya untuk satu atau dua minggu saja tapi bisa jadi kita akan bekerja bertahun-tahun

Cerita ini adalah kisah nyata dari kolega kerja yang setiap hari selalu bertemu. Meskipun kami bukan muhrim dan terpaut jauh umurnya, namun karena sering ketemu dan ngumpul, keakraban selalu terwujud. Seorang gadis manis yang baru berumur 21 tahun dan baru beberapa bulan berganbung di perusahaan tempat diri ini bekerja. Karena masih gadis sendiri di antara kami yang rata-rata kaum lelaki, selalu saja dia jadi sasaran godaan rekan kerja. Apalagi yang masih bujang, selalu saja ada alasan untuk sekedar interaksi dengannya. Tapi suerr.. diri ini tidak pernah ikutan mengoda apalagi sampai mencolek-colek, bagiku dia seperti anak gadisku sendiri😆

Biasanya kalau diri ini sudah suntuk dengan kerjaan yang selalu di kejar-kejar oleh konsumen, diri ini mampir ke tempatnya. Tidak banyak kata dan kalimat yang keluar, paling cuma sekedar say hallo dan menanyakan beberapa kendala yang dihadapi seharian. Dan ujung-ujungnya diri ini meminta bantuan dirinya untuk mengerjakan beberapa request pekerjaan tambahan dari rekan kerja yang berada di lapangan.

Anaknya enerjik dan selalu bisa diajak kerja sama. Namun sayang karena ada wacana membuka cabang baru dan harus besedia ditempatkan dimana saja, selalu saja ada rasa kuatir padanya. Kuatir akan ditempatkan di cabang yang baru dan harus “babat alas’” dulu serta kuatir ditempatkan di kantor pusat. Loh koq aneh, kan enak bisa ditempatkan di kantor pusat ?!? karena setiap orang yang ditempatkan di kantor pusat merupakan orang pilihan, ya setidaknya begitulah anggapan sebagian orang. Namun pesona bekerja di kantor pusat tidak membuatnya mnjadi berbinar malahan membuat dirinya stress. Ya stress berat😳

Selidik punya selidik, ternyata yang membuat dirinya tidak merasa enjoy dengan pesona kantor pusat adalah dirinya tidak ada yang gangguin. Karena selama beberapa minggu OTJ di kantor pusat dia merasa sebagai orang culun dan hidup di belantara kota namun tidak kenal seorangpun yang lalu lalang di depan mata. Dirinya merasa di biarkan, tidak dihargai dan harus bekerja sendiri. Karena orang-orang disana memang berkarater elo-elo, gue-gue. Meskipun slogan “selalu bekerja sama” di yel-yelkan setiap hari tapi tidak pernah mengena pada karakternya orang pusat.

Dan hal itu sangat beda dan berputar 180º dengan suasana kerja di cabang dimana diri ini ditempatkan. Suasana familier, perhatian, kearaban antar rekan kerja, saling bertegur sapa tidak hanya saat kerja namun berlanjut dengan saat istirahat. Selalu saja suasana ganyeng selalu terwujud, meskipun kadang ada beberapa intrik dan tegang antar rekan selalu ada. Tapi hal itu selalu bisa teratasi kembali kompak dan bekerja sama.

narsis

Rekan sekerjaku, yurie

Intinya, bahwa setiap orang itu selalu butuh perhatian meskipun orang itu smart dan jago disegala bidang. Saling tegur sapa dan saling menghargai juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan suasana yang enjoy dalam bekerja. Karena kita bekerja tidak hanya untuk satu atau dua minggu saja tapi bisa jadi kita akan bekerja bertahun-tahun disana dan sampai karatan😆

Bagaimanakah suasana di lingkungan kerja sahabat blogger semua❓

NB: gambar profil dipinjem dari profil FB

11 Balasan ke Cerita Sediri

  1. Devilzboy mengatakan:

    kalo aku masih skolah om . jadi belum tau lingkungan kerja🙂

    Suasana pertemanan di sekolah juga bisa berperan banyak. Sekolahnya aman tidak ada preman cilik yang kerjaan nya malakin teman yang lain😛

  2. Imelda mengatakan:

    betul sekali, suasana kerja justru yang menjadi alasan nomor satu untuk giat bekerja bukan? Karena kita bukan robot yang tinggal diperas saja tenaganya.

    Suasana kerjaku biasa saja, karena aku bekerja sendiri, mengajar. Tidak ada interaksi dengan guru lain. Tapi senang sekali jika mendapat murid-murid yang aktif dan saling perhatian. Semoga kelasku di semester ini bisa “menggairahkan”😀

    Berarti peran perlanggan kita juga bisa membuat suasana jadi mengairahkan😎

  3. ysalma mengatakan:

    aku sudah lama meninggalkan dunia kerja yang seperti ini Pak.
    # tetapi waktu kerja dulu memang keakraban antar team itu menjadi semangat untuk datang ke tempat kerja, apalagi ada yang bening2nya ya Pak.

    Ini juga menjadi semangat kerja tinggi, suasana harmonis dan kondusif😉

  4. die mengatakan:

    Bekerja tidak melulu uang, hubungan antar personal, suasana kerja, rasa dihormati sangat mempengaruhi prestasi kerja. Tapi kebanyakan orang dikantor pusat ya gaya seperti itu, terhadap orang lapangan biasanya cenderung arogan.

    Berarti kearoganan orang pusat tidak hanya ada di kota aja ya pak, di hutan juga😦

  5. harikuhariini mengatakan:

    Suasana kerja itu enggak bisa d beli.

    Tapi bisa diciptakan dengan kebersamaan😎

  6. Applaus Romanus mengatakan:

    betul suasana kerja yang baik dan kekeluargaan membuat kita lebih betah bekerja… jadi tidak melulu uang…

    Yaps… benar, kalau sudah gak enjoy jadi seperti masuk neraka tiap hari😛

  7. Roni Yusron mengatakan:

    Fotonya udah minta izin, Mas? Hehe…😛

    Sebelum nulis di blog, aku sudah ngeadd di FB dan minta ijin pinjem fotonya😀

  8. BAITOPATI mengatakan:

    kalau aku pribadi suka menyendiri, menyepi dan semedi.🙂 nikmati hidup karena hidup ialah tanggung jawab. kerja harus karena niat walau suasana tak mendukung. karena kita tak tau kapan kita mati.

  9. Djawa (@djawadreang) mengatakan:

    kalau aku lebih suka usaha sendiri.,.,🙂
    lebih tenang di hati,.

  10. Ni CampereniQue mengatakan:

    suasana kerja yang menyenangkan memang menjadi salah satu motivasi penyemangat kerja; dan menjadi pusat perhatian itu pun sesuatu banget lho😀

  11. bintangtimur mengatakan:

    Sependapat!
    Perhatian itu juga menjadi kebutuhan saya kala saya berinteraksi di tempat baru. Sekedar tegur sapa, sedikit canda di awal berjumpa, kadang jadi obat mujarab buat menghilangkan kecanggungan yang ada…🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: