Korban Mode Ato Memang Budaya Narciss

Postingan ini mestinya sudah lama da dalam benak saya setelah melihat fenomena mode di kalangan anak muda di Bali. Ya di kalangan anak muda di Bali baik laki-laki ato perempuan. Fenomena mode itu adalah budaya yang memamerkan anggota tubuh nya kepada orang lain. 

Kalau anal laki-lakinya mode yang paling banyak digemari sekarang ini (dikalangan anak mudanya) memakai celana yang melorot sehingga apa yang dipake didalam nya (celana dalam) selalu ditonjolkan / dilihatkan keluar. Malah dengan sengaja celana dalamnya dipake yang berlainan warna dan motifnya sehingga sangat kontras sekali dengan celana luarnya. 😀

Sedang dikalangan perempuannya (ini yang lebih memperhatikan) yaitu budaya narciss dengan memamerkan anggota tubuh yang lebih sensitif (mengundang mata orang yang melihatnya) dan seharusnya memang harus ditutupi bukan malah di obral. Mode itu adalah memakai celan pendek (sangat pendek sekali) dan dipake jalan2 di mall, pasar  lapangan dan tempat umum lainnya.

Celana pendek itu cuma beberapa centimeter dari (maaf: selangkangan). Jadi memang sangat pendek sekali (atau biasa disebut Hotspan). Sangat pendek itu memang saya tekankan derngan cetak miring karena saya sendiri kalo pas melihatnya (mungkin yang lebih tepat berusaha melihatnya) sambil mengelus dada. Kenapa sekarang jamannya sudah kembali di jaman Bali tempo dulu yang masih banyak orang bertelanjang dada jalan ke pusat keramainan. 

Mungkin kalau saya sendiri (sebagai seorang laki-laki) memakai celana yang cuma beberapa centimeter dari selangkangan, akan merasa malu dan tidak akan memakainya untuk keluar rumah. Karena celana yang model begitu cocok nya hanya di pake pas mau mandi dan di lingkungan dalam rumah saja. Namun kebalikannya sekarang celana yang model begitu sudah menjadi komoditi yang exclusive dan dipajang bersanding dengan baju2 dinas dan resmi di toko busan adan swalayan2. Ada apa dengan mode itu ya ???

Bagi si pemakainya mungkin dengan memakai celana yang model begitu bisa timbul rasa bangganya (percaya diri) karena bisa merebut perhatian orang. Namun apakah sudah dipikirkan efek dari memakai celana pendek bigitu. Akan banyak pelecehan seksual dan ujung2nya akan terjadi kekerasan terhadap perempuan (kriminalitas). Mungkin perhatian pertama kaum laki-laki cuma sekedar berusaha untuk melirik, terus berusaha untuk melihat selanjutnya bisa terjadi hal-hal yang lebih jauh lagi. Bisa kekerasan terhadap perempuan, bisa juga yang lebih berbahaya lagi terjadi yaitu pemerkosaan. Meminjam istilah dari Bang Napi “kejahatan (pemerkosaan) terjadi bukan hanya dikarenakan faktor dari si pelaku nya saja tetapi bisa juga karena si korban yang memang memberi kesempatan dan membuat perhatian yang lebih” maka dari itu waspadalah, waspadalah.

Padahal seandainya saja semua perempuan2 tersebut mau sedikit menutupi diri mereka sendiri mungkin harga tawar mereka di mata lelaki bisa lebih tinggi. Bisa saya analogikan dengan sebuah jajan yang di jual ditempat keramaian, banyak orang yang lalu lalang. Karena banyak yang lalu lalang tentunya lingkungan tempat keramaian tersebut berdebu. Nah……. jajan tersebut di jual (dipamerkan) di tempat tersebut dengan terbuka tanpa ada penutup (bungkus). Apakah anda mau untuk membeli dan memakannnya ?????? Coba bandingkan seandainya jajan tersebut di bungkus rapi sehingga debu dan lalat tidak bisa hinggap. Apa penilaian anda dari segi ke”hygenies”an dan kebersihan nya, mana yang bisa dipertanggung jawab kan ????

Tapi semua itu tergantung dari individu nya sendiri2, namun saya sebagai pribadi (laki-laki) apabila melihat perempuan yang memakai celana model begitu hanya bisa menikmatinya (mesti bukan milik sendiri) sambil senyum-senyum kalee aja orangnya memang mau sama saya. Haa…… haa……haa……..

Iklan

24 Responses to Korban Mode Ato Memang Budaya Narciss

  1. Chalief berkata:

    Wahhh..Emank Tuh..Mode2 sekarang pada aneh2…ga terkecuali saya,,hehe,,,korban mode, tapi modenya gag begitu2 amat…^_^
    Salam kenal, Terima Kasih udah maen2 ke BLOG BUTUT saya…
    Chalief

  2. awi berkata:

    dasar cowok
    tp emang, salah si ceweknya juga sih
    kenapa buka2 aurat ya
    kenapa sih semakin ke sini
    model yg lg trend semakin terbuka
    sangat memprihatinkan

    saya jijai bgt tuh liat cowok pake celana kedodoran sampe memperlihatkan celana dalam

    klo liat cewek pake short pants juga risih bgt, koq nggak malu ya

    udah pada kemana akal warasnya ya
    kita orang timur
    berpakaian kan jg ada aturannya
    lagian kan nggak smua mode harus diikuti
    ya nggak

    oke deh
    salam kenal

  3. easy berkata:

    mode sekrang memang aneh-aneh. so far aku sih nyantai2 aja ga gitu peduli. selama yang make itu pantes. yang paling sebel sih liat ada orang berbody gede tapi bajunya super ketat 😀

  4. Semut berkata:

    Wuaduh.. sorry Sob aku bkn anak Pacitan, but sokay, thanks for your visit to my blog.

    Oiya kalo km mau, aku pngn knalin kamu sama temen baruku, namanya mantan copet, nama blognya Penguasa Malam dia asli orang Pacitan yg prnh jadi copet di Sby.
    Kisahnya tragis bngt.

  5. domba garut! berkata:

    memang jaman ini sudah banyak tergerus oleh degradasi nilai.. si anak muda dengan celana melorot (maksudnya pamer merek pada ban kolor) itu sudah saya lihat sejak tahun 2000an, saat masih tinggal dan bekerja di New York.. yang notabene khas kelakuan anak2 latino (Latin America), dengan ikat pinggang pada pertenganan paha – jadi sikolor itu jelas keliatan kesana-kemari.. keruan nggak usah pake celana luar aja 😀

    Anyhow, choices are your to put on a fashipn statement – but to that limit.. I think it’s stooopid!!! 😀

    Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!

  6. big sugeng berkata:

    barang yang dibungkus rapi pasti harganya lebih tinggi dibanding barang yang diobral
    kenapa mereka tidak belajar marketing? khususnya masalah pembungkusan?

    • sgharjono berkata:

      Sugeng to Pak Sugeng > Betul pak, barang yang di obral biasanya sudah turun derajatnya dan harganya pasti murah. Apalagi orang yang di obral….. 😀

  7. a! berkata:

    mmm, tapi melihat orang menggunakan pakaian tertutup juga tidak menjamin laki-laki akan jd alim.

    menurutku sih semua lari pada diri masing2. menggunakan pakaian dlm bentuk apa pun adalah hak tiap orang. soale kalo udah biasa melihat lama2 juga bosen sendiri.

    kalo tidak, ya dinikmati saja. asal jangan lalu pengen yg lebih. itu baru gak boleh. hehe..

    • sgharjono berkata:

      “Tapi semua itu tergantung dari individu nya sendiri2, namun saya sebagai pribadi (laki-laki) apabila melihat perempuan yang memakai celana model begitu hanya bisa menikmatinya (mesti bukan milik sendiri) sambil senyum-senyum kalee aja orangnya memang mau sama saya. Haa…… haa……haa……”

      betul bang anton, tergantung individunya sendiri2.

  8. Mang udung berkata:

    itu mode mas, tidak semua… nanti juga akan berubah… yang paling aneh tuh kalau di sini mas, udah jelas Bandung kalau malem-malem tuh dingin kok pake hotspan ? kalau di Bali mungkin engg sedingin di sini kali yach ? belum pernah seh ke Bali kalau ke Rancabali pernah… he he he he

    • sgharjono berkata:

      Jadi di Bandung juga lagi ngetrend mode hotspan ya ??? bikin mata yang liat terbelalak ha….ha….ha…… 😀
      klo k Bali mampir yo ?!?

  9. thelo berkata:

    klo bungkusnya terlalu ditutup ya gak kliatan jadinya om, kek memilih kucing dalam karung hehe…. tapi semisal bungkusnya dibikin transparan misalnya huehue….. ga kuat….

    • sgharjono berkata:

      klo di bikin tranparant ya…. gak akan ada postingan ini karena aku sibuk jalan2 terus (supaya bisa jadi kolektor transpaaaaaarant :D)

  10. Dian Ina berkata:

    aku justru selalu mikir kalo di jaman dulu, waktu perempuan-perempuan bali masih bertelanjang dada, angka pelecehan dan perkosaan justru sangat rendah.
    entah karena tidak ada yang mencatat, atau karena kesadaran bahwa tanpa memaksa pun, kalau minta baik-baik akan dikasih:p

    kalau sekarang, aku lihatnya, gaya bercelana pendek, baju tipis, pendek, itu sejalan dengan global warming. berhubung suhu bumi makin panas, kayaknya nggak cocok juga kalo pakenya mentel bulu.
    tapi tentu saja, apapun mode-nya, tetap harus disesuaikan dengan bentuk badan.
    yang gemuk berlemak kalo pake baju ketat, hanya akan terlihat siap meledak, kegerahan dan kesempitan tidak akan membakar lemak (kalau memang pakaiannya dimaksudkan sebagai bagian dari program diet)

    • sgharjono berkata:

      setubuh… eh setujuh !!!
      berarti klo sesuai dengan global warming mode itu kembali ke jaman dahulu dong (jadul) ?!? sewaktu jaman kegelapan, jaman belum ada listrik :D. Piss….!!!

  11. Wawan berkata:

    Ya apa mau dikata bang, kayaknya sekarang udah dimulai jaman kemunduran bangsa manusia nihh..(termasuk gue dong…^^)

    syukur masih ada teman yang masih satu pemikiran dengan ku :mrgreen:

  12. masgino berkata:

    sekarang ni makin memprihatinkan mas hot pantnya cewek2 ABG, bahkan ibu2 juga. kayaknya mereka makin bangga kalo terlihat semakin putih,yang sebenarnya merendahkan harga dirinya sendiri. kalo dirinya ja gak menghargai gimana Org lain?

    aku punya analogi tentang hotpant, contohnya donat
    roti donat yang tidak dibungkus dengan yang dibungkus rapi dan terjaga ke higienis an nya mahal yang mana ❓ 😆

  13. kangmas ian berkata:

    wkwkw ternyata pak sugeng sudah duluan nulis ini hehe sip pk setujuuuu ^^

  14. choirunnangim berkata:

    asasalamu’alaikum..he e iya kadang saya jadi bingung kalo liat, diliat dosa lo merem numbur..

  15. bibicriwis berkata:

    Entah merasa atau tidak, kita telah benar-benar tertindas oleh budaya luar. Namun herannya, kita begitu mencintai penindasan itu. Salah satunya korban mode. Dan kelak entah, sampai di generasi keberapa sehelai kain sudah cukup untuk penutup aurat walau alhasil tetap transparat.. miris memang.. 😦

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: